From Mage Became Princess

From Mage Became Princess
Chapter 282 Hari Ketiga Invasi XVII



Di markas pusat pasukan Demon, atau lebih tepat nya bekas markas pusat pasukan Demon. Tempat itu sudah bukan markas berkumpul nya pasukan Demon lagi, sembilan puluh persen pasukan Demon sudah di kirim ke garis depan, sedangkan sisa nya di kirim ke Benua tempat pembuangan yang di kenal sebagai Benua Aziliya, karena itulah tempat yang menjadi markas pusat pasukan Demon ini sudah tidak apapun lagi, bahkan bangunan megah yang awal nya berdiri di sini sudah tidak ada, menghilang seperti di telan bumi.


Yang ada di bekas markas pusat ini hanyalah seseorang yang berdiri sendirian, seakan-akan menunggu sesuatu. Dia adalah Bruno.


"!"


Tiba-tiba tubuh Bruno tersentak, ia merasakan sesuatu dari arah markas pusat pasukan aliansi, yang di rasakan nya adalah dua energi sihir besar yang saling bentrok satu sama lain.


"Seperti nya, Catherine sudah memulai pergerakan nya." Gumam Bruno.


Kemudian, ruang di belakang Bruno terdistorsi, lingkaran sihir muncul, yang di mana di tengah lingkaran sihir itu ada sebuah lubang yang berbentuk seperti pintu yang di dalam lubang itu hanya menunjukkan kegelapan yang tiada akhir. Lubang itu adalah portal yang tercipta dari sihir (Gate). Dari portal itu kemudian keluar dua orang, mereka adalah Javelin dan Siegurd.


"Persiapan nya sudah selesai." Kata Javelin sesaat keluar dari portal.


Bruno membalikkan badan nya, melihat ke arah Javelin dan Siegurd yang masih berdiri di depan portal yang masih terbuka.


"Kalau begitu, kalian sudah menyelesaikan senjata yang dapat melawan seseorang berlevel seratus?" Tanya Bruno kepada Javelin dan Siegurd.


"Kurang lebih kami sudah membuat nya..." Jawab Siegurd dengan ragu-ragu.


"Apa maksud mu dengan kurang lebih?"


"Kami sudah membuat sesuatu yang kekuatan nya setara dengan seseorang berlevel seratus... Hanya saja, kami tidak yakin sesuatu yang kami buat bisa mengalahkan seseorang berlevel seratus."


Di dalam Game, jika seorang Player sudah mencapai level seratus, belum tentu mereka bisa mengalahkan Player berlevel seratus yang lain. Jika dua orang berlevel seratus bertarung, pertarungan itu bukan lagi di tentukan oleh level, tetapi pertarungan itu di tentukan dengan seberapa hebat nya Player itu dalam mengatur strategi dan seberapa hebat Player itu menggunakan Skill nya, penggunaan Item dan perbedaan Stat juga bisa menjadi penentu. Inti nya pertarungan itu akan di tentukan seberapa ahli nya Player itu dalam pertarungan... Atas dasar itulah, Siegurd dan Javelin tidak yakin sesuatu yang mereka ciptakan bisa mengalahkan seseorang berlevel seratus, karena pertarungan tidak lagi di tentukan oleh level. Terlebih lagi, sesuatu yang mereka ciptakan itu adalah senjata terakhir yang mereka siapkan untuk melawan Mira dan bawahan nya, yang di mana Mira dan bawahan nya sangat ahli dalam pertarungan.


"Aku tidak menyuruh kalian membuat sesuatu yang bisa mengalahkan seseorang berlevel seratus, tapi aku menyuruh kalian membuat sesuatu yang dapat melawan seseorang berlevel seratus. Asalkan sesuatu yang kalian buat dapat menahan seseorang berlevel seratus, itu saja sudah cukup."


"Kalau itu seperti nya tidak ada masalah. Kami yakin sesuatu yang kami buat ini dapat menahan bawahan Mira. Dan untuk menahan Mira... Jangan berharap banyak, kami tidak yakin sesuatu yang kami buat dapat menahan nya lebih dari lima menit." Jawab Siegurd.


".... Kalau begitu sesuatu untuk 'Itu' sudah di siapkan?"


"Sudah." Javelin dan Siegurd menjawab pertanyaan Bruno secara bersama-sama tanpa jeda sedikit pun. Mereka sangat yakin sesuatu yang mereka buat dapat melakukan yang di maksud kan oleh Bruno.


"Baguslah kalau begitu... Bolehkah aku melihat ciptaan kalian?" Tanya Bruno.


"Untuk itulah kami kesini. Kami ingin menunjukkan pada mu, yang kami ciptakan."


Bruno mengangguk, kemudian mereka bertiga pun berjalan memasuki portal, menuju tempat di mana sesuatu yang di ciptakan Siegurd dan Javelin di simpan.


\*\*\*


Hawa dingin yang membuat tubuh ku menggigil, terasa di seluruh lembah. Hawa dingin ini di akibatkan karena lembah yang membeku beberapa saat yang lalu. Dan orang yang membekukan lembah ini adalah dua orang Demon yang saat ini terbang di atas langit lembah. Menurut Natasha, dua orang Demon itu memiliki energi sihir yang mirip dengan Demon Lord Cocytus yang hidup beberapa ratus tahun yang lalu, kalau begitu, dua orang Demon yang membekukan lembah ini adalah keturunan Demon Lord, yang membuat mereka berdua adalah Demon Lord saat ini... Atau mungkin salah satu dari mereka adalah Demon Lord.


Aku melihat ke atas langit, ke arah dua orang Demon melayang, mereka mengepakkan sayap yang terlihat seperti sayap burung gagak, membuat mereka melayang dengan stabil di atas udara. Setelah melihat mereka berdua, aku melihat sekeliling lembah. Seluruh prajurit pasukan aliansi yang menyebar di pegunungan saat ini membeku. Jika dari suhu lembah saat ini, bisa di pastikan semua prajurit pasukan aliansi telah mati karena membeku. Seseorang yang membeku masih bisa selamat apabila suhu di sekitar nya masih di batas aman, tapi mengingat suhu di lembah saat ini yang sangat dingin, para prajurit sudah tidak terselamatkan lagi.


Sementara para prajurit yang membeku sudah di pastikan mati. Para Demon yang ikut membeku, bisa di pastikan masih selamat, mengingat sifat alami mereka yang tinggal di tempat dingin. Menurut perkiraan ku, mereka bisa lepas dari pembekuan kapan saja, dan itu akan menjadi masalah...


Natasha yang sebelum nya menggunakan perisai darah nya untuk melindungi ku dan diri nya dari serangan sihir pembeku wilayah, saat ini dia dengan cepat menghilangkan perisai nya, sebelum di lihat oleh dua orang Demon yang terbang di atas langit.


"Mereka berdua turun Mira!" Kata Natasha memperingatkan ku.


Saat kedua Demon itu telah menyentuh tanah di dalam lembah, para Demon yang membeku akhir nya berhasil membebaskan diri dari pembekuan. Dan yang lebih parah nya, mereka bukan hanya bebas, mereka semua jauh lebih kuat dari sebelun nya. Aku bisa tahu karena aku merasakan energi sihir kuat yang tiba-tiba muncul di saat bersamaan dengan para Demon membebaskan diri dari pembekuan.


"Ini mengejutkan... Ternyata ada yang selamat dari sihir pembeku kami." setelah melihat kami, salah satu Demon yang sebelum nya terbang di atas langit berkata dengan sombong, memuji kami dengan senyum lebar di wajah nya.


Natasha dengan sigap berdiri di depan ku, melindungi ku dari pandangan para Demon.


"Anakku... Aku merasakan energi sihir yang sangat kuat dari mereka berdua, jangan memprovokasi mereka seperti itu." Salah satu Demon yang sebelum nya terbang di langit, memperingatkan Demon yang sebelum nya memuji kami.


"Aku tahu ayah. Fakta mereka bisa selamat dari sihir terkuat kita saja sudah menandakan kalau mereka sangat kuat. Walaupun begitu, kita tidak boleh menunjukkan kelemahan kita pada musuh, atau kita akan di remehkan oleh mereka."


Dari pembicaraan mereka berdua, bisa di pastikan kalau Demon yang terbang di atas langit sebelum nya adalah ayah dan anak. Dan kalau dugaan ku benar, sang ayahlah yang merupakan Demon Lord saat ini, dan anak nya merupakan pewaris gelar Demon Lord berikut nya... Atau bisa saja, ayah nya adalah pemegang gelar Demon Lord sebelum nya, dan anak nya adalah pemegang gelar Demon Lord saat ini.


"Natasha," Kata ku dengan berbisik. "Tanyakan pada mereka, siapa di antara mereka yang memegang gelar Demon Lord."


Natasha mengangguk, lalu membuka mulut nya bertanya kepada ayah dan anak Demon yang memiliki sayap burung gagak di punggung nya. "Aku dapat merasakan energi sihir kuat dari kalian berdua. Demon biasa tidak mungkin memiliki energi sihir sebesar itu. Itu tanda nya kalian bukanlah Demon biasa. Siapa kalian berdua?" Tanya Natasha.


"Bukankah tidak sopan menanyakan identitas seseorang sebelum kau memperkenalkan diri mu sendiri?"


"Sudahlah cepat jawab pertanyaan ku!"


Karena tidak dapat jawaban yang dia ingin kan, Natasha menjadi kesal. Ia menaikkan suara nya kemudian memerintahkan Demon itu untuk menjawab pertanyaan nya, tentu saja Natasha mengeluarkan energi sihir nya untuk mengintimidasi Demon itu. Karena energi sihir Natasha yang terlalu besar, para Demon terdiam membeku, aku dapat melihat wajah ketakutan mereka. Bahkan dua orang Demon bersayap burung gagak, yang memiliki energi sihir paling besar di antara Demon lain nya juga ketakutan merasakan energi sihir yang di keluarkan Natasha.


".... Aku Glacies... Aku adalah pemimpin dari semua Demon, dengan kata lain aku adalah Demon Lord. Dan ini Putra ku, namanya Hielo." Salah satu Demon bersayap burung gagak yang tidak lain dan tidak bukan adalah Demon Lord mempernalkan diri nya dengan sopan. Dan seorang Demon yang sebelum nya bicara kepada Natasha dengan gaya bicara sombong adalah anak nya.


Dengan jawaban mereka, dugaan ku benar kalau salah satu dari mereka adalah Demon Lord dan satu nya adalah pewaris gelar Demon Lord. Setelah mendengar jawaban mereka berdua, giliran Natasha yang memperkenalkan diri nya. Tapi sebelum ia mempernalkan diri nya, Natasha menengok kebelakang bertanya pada ku. "Bagaimana ini Mira? Apakah aku harus memperkenalkan diri menggunakan nama asli?"


"Apakah ada masalah jika kau mengenalkan diri dengan nama asli?" Tanya ku dengan berbisik pula.


"Kau tahu, Demon Lord Cocytus dulu ku kalahkan sampai babak belur, setelah itu ia bersumpah ia akan balas dendam. Bahkan dia berkata jika dia mati dia akan mewarisi dendam nya itu kepada keturunan nya... Aku takut Demon Lord Cocytus menyampaikan nama ku hingga sekarang dan anak keturunan Cocytus terus mewarisi dendam nya hingga sekarang."


"Bukankah tidak apa kau sebutkan nama mu kalau begitu? Walaupun dendam Cocy atau apalah itu tersampaikan sampai sekarang, bukankah kau bisa mengalahkan keturunan nya dengan mudah?"


"Yah kau benar..." Natasha kemudian melihat ke arah Demon Lord dan anak nya lalu memperkenalkan diri nya dengan sopan, membalas kesopanan Demon Lord. "Nama ku Natasha, seorang pelayan salah satu Putri kerajaan Fantasia."


"Senang berkenalan dengan mu Natasha." Balas Demon Lord dengan sopan juga.


Eeeh... Mereka telah memperkenalkan diri nya dengan normal... Kalian tidak lupa kalau kita di tengah peperangan bukan? Yah. Biarlah... Melihat dari situasi nya, bukankah ini giliran ku untuk memperkenalkan diri?


Dengan begitu, aku berjalan ke samping Natasha, lalu memperkenalkan diri ku... Dengan sopan, tentu saja.


"Selanjutnya giliran ku untuk memperkenalkan diri bukan?" Natasha terkejut dengan tindakan ku yang tiba-tiba memperkenalkan diri. Tapi aku tidak memperdulikan nya, dan terus melanjutkan perkenalan diri ku. "Aku adalah Putri kelima kerajaan Fantasia, Mira Graham Carlania Charlesius Fantasia."


Setelah aku memperkenalkan diri, entah kenapa Demon Lord dan anak nya terlihat kaget, aku bahkan dapat melihat tubuh anak Demon Lord bergetar, wajah nya nampak kesal... Kemudian tanpa peringatan sedikit pun anak Demon Lord bergerak secepat suara, menyerang ku yang sedang lengah, tapi Natasha berhasil mencegah serangan anak Demon Lord sebelum mengenai ku.


"Sialan kau!!! Karena kaulah perang ini terjadi! Aku tidak akan pernah memaafkan mu! Mira!!!" Teriak anak Demon Lord.


"Hah?"


Apa yang dia katakan...? Aku sama sekali tidak mengerti! Jelaskan pada ku apa yang terjadi!?