
Aku pergi ke Ibu Kota dengan Natasha dan yang lain nya, aku menggunakan jubah saat ini agar tidak menarik perhatian. Aku mengajak Natasha untuk ikut dengan ku ke istana, dan membiarkan Arisa dan yang lain nya, pergi berkeliling di Ibu kota untuk memastikan tidak ada situasi yang aneh selama kami bernegosiasi dengan Kak Nina. Pada titik ini, Jack ingin ikut dengan ku, tapi aku tidak membiarkan nya ikut. Alasan nya sudah jelas. Dia saat ini bisa saja melakukan tindakan gegabah selama kami di istana jika saja negosiasi untuk membebaskan Kak Yuri gagal. Dan itu akan menyebabkan situasi semakin rumit. Karena itu aku tidak mengizinkan nya untuk ikut bersama ku.
Dan untuk jaga-jaga aku memberikan item yang memiliki fungsi yang sama dengan sihir (Telepathy). Sebelum aku berangkat kemari, aku sudah mencoba item itu di dalam (Barrier) penghalang (Telepathy) dan hasil nya berhasil. Sebenarnya item yang ku berikan adalah telepon genggam model lama yang ku dapatkan di FL saat menyelasikan sebuah event. Karena fungsi item itu sama seperti telepon genggam pada umum nya (Barrier) penghalang (Telepathy) tidak berguna. Untuk bagaimana item itu bisa berkerja padahal tidak ada jaringan telepon, aku tidak tahu alasan di balik itu, tapi yang jelas selama item itu berguna, aku tidak perlu memikirkan hal itu lebih jauh.
Saat aku sampai di gerbang Istana, aku melihat gerombolan warga yang memperotes meminta kejelasan mengenai berita pembunuhan Ratu Carla, para warga kota tidak percaya degan berita itu. Dan juga, kenapa berita itu tidak menyebar ke seluruh kerajaan membuat berita itu makin aneh.
"Heeeh... Aku tidak menyangka para warga kota akan bereaksi seperti ini." Gumam ku.
Natasha nampak nya mengerti apa yang ku maksud.
Jika orang berpikir dengan lebih rasional, jelas mendengar Kak Yuri membunuh Ibu sangatlah janggal. Apalagi Kak Yuri baru naik tahta, tidak mungkin ia melakukan tindakan yang membuat ia langsung di turunkan dari tahta nya. Jelas ada perebutan kekuasaan di sini, bahkan para warga kota yang tidak mengerti hal itu dapat langsung menangkap kalau berita kematian Ibu, terlebih lagi penyebab kematian nya yang di bunuh oleh Kak Yuri, mencurigakan. Malahan aku bingung, mengapa para bangsawan tidak bereaksi terhadap berita ini. Dan jelas itu sangatlah mencurigakan. Seperti yang ku duga, pasti ada seseorang yang mengendalikan pikiran orang-orang yang memiliki kekuasaan di kerajaan.
Situasi makin memburuk, para penjaga ingin melakukan tindakan kekerasan kepada warga kota, dan para warga juga tidak berniat untuk mundur untuk masuk kedalam istana. Mereka hanya meminta kejelasan mengenai masalah ini, dan para penjaga hanya menjalankan tugas, tidak ada yang bisa di salahkan dalam situasi seperti ini. Tetapi... Walaupun begitu, jika para penjaga sampai melakukan tindakan kekerasan, tidak bisa di pungkiri, bisa terjadi kerusuhan di sini. Dan itu akan menyebabkan korban jiwa yang tidak di perlukan.
Aku pun memutuskan untuk bertindak.
Dengan tindakan ku yang menghentikan para penjaga yang hendak melakukan kekerasan, aku berhasil meredam kehebohan warga kota. Dan nampak nya mereka juga masih memiliki rasa hormat yang begitu tinggi terhadap ku, terbukti sesaat aku mengungkapkan identitas ku, para warga kota dan penjaga gerbang istana berlutut.
Aku memerintahkan warga kota untuk bubar, setelah mereka bubar, aku kemudian memerintahkan penjaga gerbang untuk mengantarkan ku bertemu dengan Kak Nina. Penjaga gerbang menuruti kemauan ku, dan segera mengantarkan ku untuk bertemu dengan nya.
Yang mengejutkan nya adalah, Kak Nina seperti sudah mengetahui kalau aku akan datang, terbukti dari posisi nya sekarang yang berada di halaman istana, menyambutku dengan senyuman yang begitu mencurigakan.
"Syukurlah kau baik-baik saja, Mira." Kata nya pada ku dengan ramah.
"Mengapa Kak Nina tidak menemui warga kota barusan. Setidak nya dengan kehadiran Kak Nina, kakak bisa menjelaskan mengapa kakak memutuskan untuk mengeksekusi kak Yuri."
"Kau sudah dengar mengenai hal itu."
"Melihat situasi kacau di ibu kota saat ini, kakak pikir aku tidak akan menyadari nya?"
"Begitu ya... Untuk masalah itu, aku ingin membahas itu bersama mu dengan para bangsawan lain. Apakah itu baik-baik saja?"
"Itulah tujuan ku datang kesini."
"Kalau begitu, ikuti aku."
Kak Nina, mengantar kami memasuki istana. Aku berjalan sedikit di belakang nya, lalu berbisik dengan suara pelan kepada Natasha.
"Apapun yang terjadi pada ku nanti, aku ingin kau tidak melawan, dan kabur dari istana secepat nya."
"Kau yakin ingin melakukan nya?"
"Ya. Dengan begitu, aku yakin Kak Yuri bisa tenang dalam menghadapi masalah ini."
"Baiklah... Tetapi jika mereka melukai mu sehelai rambut pun, aku akan menghancurkan istana ini bersama dengan para bangsawan yang ikut membela nya."
"Kalau begitu, aku akan memastikan aku tidak mendapatkan luka sedikitpun." Jawab ku sambil tersenyum atas peringatan Natasha.
Kak Nina membawa ku ke ruang rapat. Di sana sudah ada bangsawan berpengaruh, Selir Lina dan Selir White dan juga ada Kak Blanc. Mereka seperti sudah mengetahui kalau aku akan datang. "Kalian seakan-akan sudah mengetahui kalau aku akan datang." Kata ku kepada Kak Nina.
"Tidak juga... Mereka berkumpul di sini untuk membahas hukuman Yuri. Dia sudah melakukan kejahatan berat dengan membunuh Ratu Carla, jadi beberapa bangsawan ingin menghukum nya dengan seberat-berat nya."
Aku tidak yakin kalau itu alasan mereka berkumpul di sini. Jika memang itu alasan mereka berkumpul, seharus nya mereka terkejut saat melihat ku. Tapi saat aku melihat wajah para bangsawan, mereka sama sekali tidak terkejut. Aku memperhatikan wajah mereka sekali lagi dengan lebih seksama.
"Hmm...?" Aku menyadari sedikit keanehan pada mereka. Aku berpikir, apa yang aneh dari mereka, tapi sebelum aku mendapatkan jawaban itu, Kak Nina menyuruh ku untuk duduk di salah satu kursi kosong. Natasha berdiri di ujung ruangan, dekat pintu masuk.
Aku melihat ke arah Selir Lina, Selir White dan juga Kak Blanc. Tidak seperti bangsawan lain nya, aku dapat melihat ekspresi terkejut dari wajah mereka.
"Kalau begitu, kita mulai rapat nya. Tapi sebelum kita membahas poin utama dari rapat ini, mari kita dengarkan perkataan Mira mengenai kasus Yuri saat ini." Kak Nina membuka mulut nya, memulai rapat, ia duduk di kursi tertinggi, yang di mana seharus nya itu menjadi kursi untuk seorang pemimpin resmi kerajaan ini.
"Anda masih membela penjahat itu! Putri Mira, saya ingin anda tidak bersikap bias tentang-"
"Siapa kau! Berani mengkritik perbuatan ku!"
Salah satu bangsawan membuka mulut nya untuk melawan ku, tapi aku membungkam nya dengan satu tatapan tajam. Aku kemudian mengalihkan pandangan ke arah Kak Nina untuk meminta penjelasan. Tapi entah mengapa, ekspresi Kak Nina begitu terkejut dengan sikap ku yang dapat membungkam bangsawan berpengaruh dengan satu tatapan. Ia sudah tahu sifat ku bukan? Dan ia sudah tahu kemampuan ku. Dan juga aku sudah melakukan hal semacam ini berkali-kali, mengapa ia baru terkejut sekarang?
"Ehem... Untuk memulai... Kami memiliki bukti kuat untuk memberatkan tuduhan Yuri. Jika kau mau, kami akan menunjukkan pada mu sekarang." mengetahui aku memperhatikan ekspresi wajah nya, Kak Nina mengubah ekspresi wajah nya sebelum akhir nya ia memberitahu ku mengenai bukti kejahatan Kak Yuri.
Saat Kak Nina mengatakan itu, ia melirik ke arah Selir Lina, mengerti maksud Kak Nina, Selir Lina mengangguk lalu ia mengaktifkan sihir nya, Natasha terus waspada saat Selir Lina melakukan itu. Ia berhati-hati kalau Selir Lina akan menyerang ku dengan sihir nya, tapi ternyata ia salah. Selir Lina mengaktifkan sihir yang membuat ruang di depan nya terdistorsi, lalu dari sana keluar sebuah bola Crystal berukuran kepalan tangan. Sejak kapan Selir Lina bisa menggunakan (Inventori)? Walaupun aku penasaran sejak kapan ia bisa melakukan itu, perhatian ku lebih tertuju ke bola Crystal yang ada di hadapan Selir Lina. Aku mengenali bola Crystal itu.
"Dugaan mu benar Mira, bola Crystal itu adalah hasil penemuan mu... Kalau tidak salah kau menamai nya...."
"Kamera." Kata ku, kepada Kak Nina yang berusaha mengingat nama bola Crystal itu.
"Ya. Benar. Kamera."
Seperti kata Kak Nina, aku adalah orang yang menciptakan benda itu, saat berada di kota Tiramisu. Saat itu, masih prototipe tapi setelah melakukan penelitian lebih lanjut aku berhasil menyempurnakan nya.
"Sebenarnya kami memasang kamera ini di kamar Ratu Carla untuk tindakan keamanan. Dan siapa yang menyangka kalau kami akan menangkap sesuatu yang sangat mengejutkan." Kata Kak Nina sambil tersenyum.
"Apakah itu artinya, kau merekam pembunuhan Ibu dengan itu?"
"Ya. Kau benar. Akan lebih cepat jika kami menunjukkan nya pada mu."
Selir Lina mengaktifkan Crystal sihir itu, kemudian muncul layar transparan di tengah-tengah meja. Layar itu cukup besar sehingga semua orang yang hadir dapat melihat nya.
Rekaman yang di tunjukkan Kak Nina pada ku, memperlihatkan Kak Yuri yang memasuki ruangan, kemudian tanpa basa-basi ia mendekati Ibu lalu menusuk nya. Tidak berselang lama, Kak Nina, Selir Lina, Kak Blanc, Selir White dan seorang bangsawan memasuki ruangan dan menyaksikan Ibu yang terbaring lemah di lantai bersimbah darah. Tidak sampai di situ, di hadapan Kak Nina dan yang lain nya, Kak Yuri mengaktifkan sihir nya kemudian membakar Ibu yang masih bersimbah darah. Jasad Ibu kemudian berubah menjadi abu, setelah itu rekaman menunjukkan Kak Yuri yang terduduk lemah di lantai seolah-olah ia tidak percaya dengan apa yang barusan ia lakukan.
"Sungguh kejam..." Gumam salah satu bangsawan saat menyaksikan rekaman itu.
"Sekarang kau percaya?" Tanya Kak Nina.
Aku memejamkan mata ku, kemudian perlahan-lahan membuka mata ku, mengalirkan energi sihir melalui mata ku lalu aku berkata kepada Kak Nina dengan suara lantang di penuhi dengan amarah. "Kau pikir dapat menipu ku dengan rekaman yang telah kau rekayasa ini!?"
Layar yang menunjukkan penusukan Ibu kemudian berubah, menunjukkan layar rusak. Beberapa detik kemudian layar itu kembali seperti semula dan menunjukkan kejadian yang sama persis seperti sebelum nya. Hanya saja, kali ini berbeda. Setelah Kak Yuri menusuk Ibu, pintu kamar terbuka lalu masuk beberapa orang ke dalam kamar menyaksikan kejadian penusukan itu. Orang-orang yang masuk berbeda dari sebelum nya, di sana ada Kak Nina, Kak Blanc, Selir Lina, Selir White dan Kak Yuri. Kak Yuri yang menyaksikan Ibu terbaring lemah di lantai dengan bersimbah darah langsung melesat untuk menyembuhkan luka Ibu dengan sihir, sementara Kak Yuri yang lain yang merupakan pelaku penusukan berubah wujud menjadi seorang pelayan.
"Apa maksud dari rekaman itu? Sudah jelas ada seseorang yang menyamar menjadi Kak Yuri dengan menggunakan sihir. Bahkan kalian menyaksikan dia berubah wujud dengan mata kalian sendiri. Lalu mengapa kalian masih menuduh Kak Yuri?"
Sembari aku berbicara rekaman terus berjalan, kali ini menunjukkan tubuh Ibu melayang ke udara sebelum akhir nya terbakar dengan api berwarna biru. Itu adalah efek item yang ku berikan pada Ibu.
"Sayang sekali Mira... Padahal aku berusaha bersikap baik pada mu." Kak Nina yang menyaksikan rekaman, mengalihkan tatapan nya ke arah mata ku. "Seperti nya aku tidak punya pilihan lain... Tangkap dia!"
Saat Kak Nina mengatakan perintah nya. Para bangsawan yang hadir bergerak serempak untuk menangkap ku. Gerakan mereka seperti boneka yang di kendalikan.
"Mira!" Natasha yang menyaksikan aku di tahan, tidak bisa menahan diri nya. Ia bersiap untuk membebaskan ku.
"Lari Natasha!" Teriak ku.
Natasha nampak ragu, tapi saat Kak Nina memerintahkan para bangsawan lain untuk menangkap nya juga, ia pun tidak punya pilihan lain selain lari keluar dari istana.
"Jangan biarkan dia lolos!" Perintah Kak Nina saat menyaksikan Natasha melarikan diri. Ia kemudian berjalan ke arah ku yang sudah di tahan oleh dua orang pria yang masing-masing memegang pergelangan tangan ku.
"Jangan kira kau bisa menghentikan ku..." Kata nya dengan tatapan penuh kebencian. Kemudian ia memerintahkan kedua pria yang menahan ku untuk membawa ku kedalam penjara.
Saat aku di seret keluar ruangan, aku tersenyum tipis.
Operasi pembebasan Kak Yuri di mulai.