From Mage Became Princess

From Mage Became Princess
Chapter 346 Memastikan Sesuatu



Aku mengaktifkan sihir, lingkaran sihir muncul, menciptakan air di udara. Aku mencuci wajah ku dengan air itu, kemudian aku mengaktifkan sihir penyembuh untuk meredakan rasa pedih di mata ku. Aku yakin, ini juga menghilangkan bengkak di mata ku akibat tangisan ku sebelum nya. Aku juga menggunakan sihir penyembuh untuk meredakan cegukkan ku.


"Maaf..." Kak Yuri masih merasa bersalah atas apa yang ia lakukan. Dari tadi ia hanya meminta maaf pada ku.


Jika dalam kondisi normal, dan Kak Yuri dengan sengaja mengkhianati ku, sudah pasti aku tidak akan memaafkan nya. Tapi kali ini, dia tidak dalam kondisi normal, bisa di bilang pikiran nya hancur karena tekanan mental yang ia alami selama ini. Karena itulah aku dengan lapang dada memaafkan nya.


"Ini bukan salah Kak Yuri," Kata ku. "Bisa di bilang aku juga salah karena tidak memberi kabar."


"Begitu ya... Kalau begitu... Kita baikan sekarang?"


"Ya... Kita baikan sekarang... Dan juga di saat seperti ini, kita harus saling mendukung satu sama lain, untuk bisa keluar dari masalah ini."


Kak Yuri mengangguk sembari tersenyum. Kali ini senyum nya benar-benar menunjukkan perasaan senang. Aku meraih tangan Kak Yuri, lalu menggenggam nya dengan begitu erat yang ia balas dengan menggenggam balik tangan ku.


Aku tersenyum kepada nya, kemudian aku teringat akan sesuatu. "Ah. Benar juga, Jack ikut dengan ku untuk membebaskan Kak Yuri." Kata ku memberitahu kan hal yang ku lupakan.


"Eeeh... Jack ikut dengan mu!"


Entah kenapa ia lebih bahagia mendengar nama Jack. Seketika membuat ku cemberut, yang segera membuat Kak Yuri panik saat melihat ekspresi ku. "Ah... Bukan itu maksud ku... Aku juga senang dengan kedatangan Mira kok, beneran..." Kata nya memberikan alasan yang kurang meyakinkan pada ku.


"...."


"Aku betul-betul senang kau datang Mira! Jangan cemberut begitu!" Kak Yuri semakin panik, saat melihat ekspresi wajah ku yang semakin suram.


Apakah aku salah langkah di sini? Seharus nya aku membiarkan Jack yang tertangkap. Dengan begitu kejadian sebelum nya tidak akan terjadi karena Kak Yuri akan langsung tenang dengan kehadiran Jack, dan juga Jack bisa berpikir jernih dalam menjalankan operasi ini... Yah tidak ada gunanya mengeluh sekarang, aku tidak bisa mengganti peran itu, karena aku sudah tertangkap sekarang.


"Hah..." Aku menghela nafas, saat melihat Kak Yuri semakin panik, ia berusaha keras mencari alasan yang dapat menenangkan ku. "Untuk saat ini, aku akan memberitahu tujuan ku dengan sengaja tertangkap seperti ini." Kata ku kepada Kak Yuri, yang seketika membuat nya terdiam memperhatikan setiap perkataan ku.


"Aku memiliki tiga tujuan. Hal Pertama dan yang paling penting adalah mengumpulkan informasi. kedua, jika memungkinkan aku ingin menyelematkan para bangsawan yang pikiran nya di kendalikan, dan yang terakhir menyelamatkan Kak Yuri."


"Mengumpulkan informasi menjadi prioritas utama dari pada menyelamatkan ku?" Gumam Kak Yuri dengan suara pelan.


"Tentu saja itu adalah hal yang paling penting, kalau boleh jujur aku bisa menyelamatkan Kak Yuri kapan saja. Tapi untuk mengumpulkan informasi yang berguna memerlukan sumber yang valid. Lagipula, jika aku menyelamatkan Kak Yuri, jelas masalah ini akan berbuntut panjang."


"... Begitu ya... Kalau aku pikirkan lebih lanjut perkataan mu memang ada benar nya..." Kak Yuri berkata sambil memegang dagu nya.


"Dan untuk tujuan ku yang kedua, aku tidak yakin hal ini bisa berhasil..." Jika ku lihat dari keanehan pada sihir pengendali pikiran yang di gunakan, aku tidak yakin bisa menghilangkan efek nya. Dan juga aku tidak yakin Kak Nina memiliki sihir yang cukup kuat untuk mengendalikan pikiran semua bangsawan. Jelas dia menggunakan sebuah item. Dan kuat dugaan ku kalau item itu adalah pemberian dari Bruno dan yang lain nya.


"Lalu bagaimana cara nya kau mengumpulkan informasi?"


"Untuk itu, aku memiliki cara tersendiri. Dan juga... Ada hal yang ingin ku pastikan, kalau bisa aku tidak ingin mengeluarkan Kak Yuri dari sini sekarang."


"Baiklah... Aku akan mengikuti semua instruksi mu."


"Mira ada yang datang..."


Saat aku masih berpikir, Kak Yuri memperingatkan ku. Seperti kata Kak Yuri, terdengar suara langkah kaki bergema di ruangan bawah tanah. Jika dari suara nya, dapat di pastikan yang datang adalah seorang kesatria, hal ini ku ketahui dari suara gemerincing besi yang terdengar bersamaan dengan suara langkah kaki yang mendekat.


Dugaan ku benar. Seorang kesatria dengan baju besi berwarna perak datang dari arah jalan masuk ruang bawah tanah, kesatria itu kemudian berdiri tepat di depan sel. Ia kemudian dengan suara berat berkata kepada kami. "Saya kemari ingin memperingatkan, dalam waktu sejam lagi eksekusi kalian akan di laksanakan."


Kak Yuri terbelalak kaget mendengar kata-kata itu, sedangkan aku hanya membalas nya dengan tenang dengan berkata "Begitu..." setelah memperingatkan kami, kesatria itu kemudian berdiri di depan sel kami dengan membelakangi kami, menunjukkan punggung nya. Seperti nya ia di instruksi kan untuk menjaga kami berdua. Nampak nya Kak Nina khawatir aku melakukan sesuatu. Dia sampai mengirim seorang kesatria untuk menjaga kami.


"Kak Yuri... Ada hal yang ingin ku pastikan, apakah kau mau membantu ku?"


Kak Yuri mengangguk.


"Hei kau!" Kata ku memanggil kesatria yang berjaga di depan kami, ia kemudian berbalik menatap ke arah ku. Aku kemudian memperhatikan sorot mata nya. Mata nya nampak kosong, tidak salah lagi itu adalah efek sihir pengendali pikiran. "Atas nama Putri kerajaan Fantasia, aku perintahkan kau lepaskan kami dari sini!" Kata ku dengan nada angkuh. Kak Yuri langsung melihat ku dengan kebingungan, ia pasti berpikir. 'Mana mungkin dia mau menuruti perintah itu!'


"Aku tidak akan menuruti perkataan dari seorang kriminal!" Kata nya dengan nada yang sama angkuh nya dengan ku. Kak Yuri langsung menatap ku dengan ekspresi wajah seolah mengatakan. 'Lihat! Dia tidak mau menuruti perintah mu!'


Dia tidak mau menuruti perintah ku... Apakah ini seperti yang ku duga...? Saat nya untuk memastikan itu lebih lanjut.


"Kak Yuri, coba perintahkan dia untuk membawa makanan."


"Sudah jelas dia tidak akan mau menuruti kita..."


"Lakukan saja!"


"Baiklah... Hei kau." dengan sedikit ragu Kak Yuri menuruti instruksi ku, lalu mengajak bicara kesatria yang berjaga di depan kami. "Bisa kau membawakan kami-"


"Kalau bisa gunakan nada bicara seperti yang ku gunakan."


"... A-A-Atas nama Putri kerajaan Fantasia, ku perintah kan kau untuk membawakan makanan untuk kami berdua!"


Awal nya Kak Yuri memerintahkan prajurit dengan sopan, tapi aku menginstruksi kan nya untuk mengikuti gaya bicara ku, tanpa bertanya apapun Kak Yuri mengikuti instruksi ku, walaupun ia dengan malu-malu mengikuti gaya bicara ku.


".... Saya mengerti. Saya akan membawakan makanan untuk kalian berdua." kesatria diam sejenak saat mendengar perintah Kak Yuri, lalu kemudian ia menuruti perintah Kak Yuri lalu menjawab perintah nya dengan sopan sambil membungkukkan badan nya.


"Ah. Untuk ku tidak perlu makanan berat, cukup bawakan manisan saja." Saat kesatria itu hendak pergi aku memberikan perintah tambahan, yang di jawab nya dengan sopan sambil membungkuk "Saya mengerti!"


Kesatria itu kemudian pergi keluar dari ruang bawah tanah dengan langkah yang agak cepat.


"Mira! Apa yang terjadi!? Kenapa dia mau menuruti perkataan ku!?" Saat Kesatria itu pergi, Kak Yuri dengan kebingungan meminta penjelasan pada ku.


"Entahlah... Aku juga tidak tahu..." Aku menjawab perkataan Kak Yuri dengan senyum lebar di wajah ku. Dengan begini aku mengetahui keanehan di balik sihir pengendali pikiran yang terus mengganggu ku.