
Pada malam hari aku memakai baju tidur ku, kemudian aku bersiap-siap menuju kamar ibu. Saat aku keluar kamar Jack menunggu ku di depan pintu kamar.
"Kak Mira." Kata Jack.
"Kenapa?"
"Jadi begini Kak, sebenar nya aku-"
Sebelum Jack selesai berbicara aku memotong perkataan Jack. "Kau ingin membuat Kak Yuri menyukai mu kan?" Wajah Jack langsung memerah.
"I-itu benar. Setelah yang terjadi selama satu hari penuh ini, aku menyadari kalau aku sebenarnya menyukai nya." Kata Jack dengan wajah merah.
"Hmmm, begitu ya. Lalu kenapa kau bilang hal ini pada ku?"
"Aku ingin minta izin dari Kak Mira untuk mengambil saudari Kak Mira."
"Terserah mu," Jack tersenyum setelah mendengar perkataan ku. "Itu pun kalau kau bisa membuat Kak Yuri menyukai mu."
Aku berbalik badan, kemudian aku berjalan menuju kamar Ibu tanpa menghadap ke arah Jack, aku melambaikan tangan ke pada nya.
"Aku pasti bisa Kak Mira!!" Kata Jack bersemangat.
Aku mengabaikan perkataan Jack aku hanya terus berjalan memuju Kamar Ibu. Saat aku berjalan ke kamar Ibu aku bertemu Goby yang sedang berjalan menuju arah yang berlawanan dari arah kamar Ibu.
Saat aku melewati nya, Goby membungkuk memberi hormat.
"Putri Mira!" Kata Goby sambil membungkuk memberi hormat.
Aku berhenti kemudian aku membungkuk membalas hormat Goby.
"Putri Mira ingin kemana?" Tanya Goby.
"Terserah ku kan. Aku ingin kemana."
Goby membungkuk mendenger perkataan ku. "Maafkan saya." Kata Goby.
Aku mengabaikan Goby dan terus berjalan menuju kamar Ibu. Entah kenapa saat aku berada di dekat Goby aku merasakan bahaya, aku memiliki firasat buruk, aku merasakan jika dia akan membahayakan ku dalam waktu dekat. Aku sangat yakin dengan firasat ku, berapa kali aku terselamatkan karena firasat ku. Tapi aku tidak memiliki bukti kalau dia ingin melakukan hal yang buruk.
Melihat Mira mengabaikan nya perasaan amarah meluap dari dalam tubuh Goby. "Untuk saat ini kau masih bisa berperilaku seperti itu. Lihat saja besok malam, kau pasti akan ku habisi." Gumam Goby.
Aku merasakan tatapan amarah Goby aku pun langsung berbalik badan melihat ke arah Goby. Saat aku berbalik, Goby memasang senyum lebar. "Ada apa Putri Mira?" Kata Goby tersenyum.
"Tidak ada apa-apa, hanya saja aku sangat terganggu dengan tatapan mu. Bisa tidak kau berhenti menatap ku."
Goby membungkuk. "Maafkan saya." Kata Goby.
Melihat Goby minta maaf, aku berbalik badan dan melanjutkan berjalan menuju kamar Ibu.
Melihat prilaku Mira, Goby pun berbalik badan. Kemudian ia berjalan melanjutkan tujuan nya dengan perasaan kesal.
Akhir nya aku sampai di kamar Ibu, aku membuka pintu perlahan, kemudian aku memasukkan kepala ku ke celah pintu yang sudah terbuka sedikit.
"Ibu!!" Kata ku memanggil dengan suara pelan.
Saat aku memasukkan kepala ku, aku melihat Kak Yuri sedang menyisirkan rambut Ibu. Melihat hal itu, aku langsung membuka pintu lebar-lebar.
"Kenapa Kak Yuri ada di sini!?"
Ibu dan Kak Yuri melihat ke arah ku, Kak Yuri berhenti menyisir rambut Ibu kemudian Kak Yuri mengangkat tangan kanan nya. "Mira!!"Kata Kak Yuri bersemangat.
"Jawab pertanyaan ku, kenapa Kak Yuri disini?"
Ibu berjalan ke arah ku, "Yuri juga ingin tidur di sini." Kata Ibu sambil berjalan mendekati ku.
"Itu benar." Kak Yuri berlari kearah ku sambil melebarkan kedua tangan nya.
Dengan cepat aku bersembunyi di belakang Ibu.
"Ke-kenapa Mira?" Tanya Carla.
Yuri menggaruk-garuk kepala belakang nya. "Ah," Kata Yuri sambil tersenyum. "Seperti nya aku menjahili Mira terlalu berlebihan."
"Menjahili?" Kata Carla heran. Carla menengok ke belakang melihat ke arah anak nya yang bersembunyi di belakang tubuh nya. "Memang nya, Yuri menjahili mu seperti apa Mira?" Tanya Carla pada anak nya.
"Eee, itu-" Wajah Mira memerah, Carla makin kebingungan melihat prilaku anak nya.
"Apa itu benar Mira? Yuri menjahili mu?" Tanya Carla.
Aku mengangguk untuk menjawab pertanyaan Ibu, Ibu menyuruh ku melepaskan tangan ku yang sedang menggengam baju nya. Aku pun mengikuti perintah Ibu, aku melepaskan genggaman ku. Saat genggaman ku lepas, Ibu berjalan menuju Kak Yuri, kemudian Ibu menjewer telinga Kak Yuri.
"Aduh, adudududuh... Sakit Ibunda." Kata Yuri merintih kesakitan.
"Kenapa kamu menjahili adik mu.. Dari dulu adik mu itu sangat lemah di bagian telinga, kamu sentuh telinga nya sedikit saja, dia pasti akan langsung mendesah." Kata Carla marah.
"Eeeh," Kata Yuri terkejut. "Memangnya kenapa Mira bisa menjadi selemah itu di bagian telinga nya?"
Carla membisikkan sesuatu ke telinga Yuri, saat di bisiki wajah Yuri memerah.
Aku melihat wajah Kak Yuri memerah sehabis di bisiki Ibu. Aku pun berjalan mendekati mereka berdua. "Ibu ngomong apa sama Kak Yuri?"
Ibu meletakkan jari telunjuk di bibir nya. "Anak kecil nggak boleh tahu," Kata Ibu. Setelah mengatakan itu, ibu pergi ke kasur. "Hari sudah malam ayo cepat kita tidur."
"Iya," Kata ku dengan sedikit kecewa. Kemudian aku melihat ke arah Kak Yuri. Wajah nya masih memerah. "Kak Yuri!" Saat ku panggil Kak Yuri langsung menengok ke arah ku. "Ibu tadi ngomong apa?"
"Bu-bukan apa-apa," Kata Yuri dengan wajah yang masih memerah. "Ayo cepat kita tidur."
Aku dan Kak Yuri pun berjalan menuju kasur besar yang biasa menjadi tempat tidur Ibu. Aku dan Kak Yuri merebahkan diri di kasur itu. Kemudian aku pun memejamkan mata ku. Tidak terasa aku pun tertidur.
\*\*\*
Ke esokan hari nya, pada saat matahari belum terbit. Carla terbangun dari tidur nya. Kemudian ia melihat di samping nya Mira dan Yuri tidur dengan nyenyak. Yuri tidur dengan posisi sedang memeluk Mira.
Melihat hal itu Carla tersenyum, Carla beranjak dari tempat tidur nya. Kemudian Carla mandi, setelah mandi Carla berpakaian sehabis berpakaian Carla pergi keruang tahta.
Saat di perjalanan menuju ruang tahta, Carla bertemu dengan Charles yang juga ingin pergi keruang tahta. Mereka berdua pun berjalan bersama hingga sampai ke ruang tahta. Selama mereka berdua berjalan bersama, mereka sama sekali tidak melakukan permbicaraan, padahal waktu mereka baru menikah dulu, mereka sering sekali membicarakan hal-hal yang tak penting. Tapi sekarang mereka sama sekali tidak melakukan pembicaraan.
Mereka tiba di depan ruang tahta, mereka berdua pun memasuki ruang tahta. Pintu ruang tahta hendak di tutup, sebelum pintu tertutup datang beberapa orang memasuki ruang tahta.
Carla dan Charles terkejut melihat orang-orang yang memasuki ruang tahta. Yang memasuki ruang tahta, adalah ketiga bawahan Mira.
"Ke-kenapa kalian kesini?" Tanya Charles.
Ketiga bawahan Mira berlutut di hadapan Charles.
"Yang Mulia," Kata wanita bawahan Mira yang berambut pirang. "Kami datang kesini ingin menanyakan sesuatu kepada yang Mulia."
"Kalian ingin menanyakan apa?"
"Apakah ada di antara para prajurit yang anda berikan hak khusus. Contoh nya seperti, mendapatkan bawahan atau menjadi pengawal pribadi anda?" Tanya Gadis Elf bawahan Mira.
"Hmmm," Charles menggosok-gosok dagunya untuk membantu nya berfikir. "Seingat ku ada tiga orang."
"Siapa tiga orang itu?" Tanya Wanita bawahan Mira yang berambut pirang.
"Goby, Sindi dan Cindy." Kata Charles.
"Ternyata benar, pelaku nya orang itu." Gumam Wanita yang berambut pirang.
Charles dan Carla mendengar gumaman bawahan Mira. Padahal bawahan Mira bergumam dengan suara kecil tapi Charles dan Carla masih bisa mendengar suara nya.
"Kalian tahu pelaku nya?" Tanya Charles dan Carla serempak.
"Iya kami mengetahui pelaku nya," Jawab Gadis Elf. "Mungkin Nona Mira juga sudah mengetahui nya, hanya saja Nona Mira tidak memiliki bukti untuk menuduhnya, maka dari itu Nona Mira menyuruh Saudara saya untuk menjadi prajurit dan menyelidiki nya."
"Begitu ya, jadi Mira sudah tahu..." Gumam Charles. "Tunggu dulu siapa saudara mu? Aku tidak ada melihat Elf selain kamu."
Si Elf menunjuk pria yang sedang berlutut di sebelah kirinya. "Ini saudara saya namanya Jack."
"Bagaimana bisa?" Kata Carla bingung?
"lupakan dulu masalah bagaimana kami bisa jadi saudara," Kata bawahan laki-laki Mira. "Yang paling penting sekarang saya ingin meminta izin untuk menyelidiki tersangka percobaan pembunuhan Nona Mira."
"Baiklah aku izinkan." Kata Charles.
"Kalau boleh tahu siapa tersangka nya?" Tanya Carla.
Bawahan Wanita Mira yang berambut pirang berdiri, kemudian bawahan Elf, dan bawahan laki-laki Mira ikut berdiri juga. Bawahan Wanita Mira memasang wajah serius ke arah Charles dan Carla.
"Tersangka percobaan pembunuhan Nona Mira," Kata bawahan Wanita Mira serius. "Adalah Goby."