From Mage Became Princess

From Mage Became Princess
Chapter 14 cerita yang sebenarnya



Saat ini Natasha sedang bingung dengan perkataan gadis kecil yang bernama Mira yang berada di hadapan nya. Dia bilang kalau selama ini dia tidak bertarung serius, dan juga dari tadi dia bilang kalau dia bukan reinkarnasi dari Sieg, padahal kan buktinya sudah jelas kalau dia berhasil mencabut pedang Sieg. Dan yang membuatku paling bingung apa maksudnya kalau kutukan ku berhasil di hilangkan. Pikir Natasha.


Natasha terus memerhatikan gadis bernama Mira yang saat ini berdiri di hadapan nya, gadis bernama Mira itu tidak membuat pergerakan yang mencurigakan, lalu tiba-tiba perasaan dingin dan takut mengelilingi tubuh Natasha, kakinya gemetaran sampai dia tersungkur di lantai.


Apa ini? Aura yang mengerikan keluar dari gadis kecil itu! Bahkan Sieg saja tidak pernah mengeluarkan Aura semengerikan ini! Pikir Natasha.


Keringat dingin mulai keluar dari tubuh Natasha, seluruh tubuh nya gemetar ketakutan, kakinya lemas hingga membuatnya tidak bisa berdiri. Lalu gadis kecil bernama Mira mulai mendekati nya, kemudian Natasha menangis dengan kencang seperti anak kecil.


Pada saat Natasha menangis, gadis kecil bernama Mira itu terus mendekati nya, gadis kecil itu mendekati Natasha dengan senyuman sinis yang membuat Natasha semakin ketakutan, tanpa ia sadari saat ini gadis kecil itu sudah di depan matanya. Natasha mencoba untuk berdiri tapi kakinya tidak kuat untuk membuatnya berdiri, gadis kecil itu mengarahkan tangan nya kearah Natasha. karena takut, Natasha menutup mata nya. Tapi yang Natasha rasakan adalah tangan mungil gadis kecil itu mengelus kepalanya dengan lembut, ternyata senyuman sinis yang selama ini Natasha lihat adalah senyuman yang manis yang membuat hati tenang.


Karena di landa rasa takut yang sangat hebat, Natasha pun memeluk gadis kecil itu, dan menangis dengan kencang di pelukan gadis kecil itu.


                                ***


Bahkan ratu Vampir pun tidak bisa menahan serangan dari sihir (Fear). Sihir ini membuat siapa pun target nya akan merasakan ketakutan yang sangat hebat, entah kenapa aku merasa kasian melihat nya seperti ini. Wajah nya yang cantik sekarang di penuhi dengan air mata dan ingus. Padahal sihir (Fear) ini adalah sihir tingkat menengah.


"Sudahlah, berhenti menangis!"


Natasha melepaskan pelukan nya lalu menghapus air matanya, setelah itu aku membantunya berdiri.


"Maaf ya Natasha. Kalau tidak seperti ini, kau tidak akan mendengarkan penjelasan ku. Sekarang kau tau kan kalau aku ini bukan reinkarnasi dari pahlawan Sieg."


Natasha mengangguk. "Iya aku percaya, tidak mungkin Sieg bisa membuat aura yang sangat menakutkan seperti itu."


"Sekarang Natasha bisa kau ceritakan bagaimana kau bisa tersegel di dalam kertas segel? Dan juga kalau ras Vampir belum punah di mana mereka sekarang?"


"Baiklah akan ku ceritakan, tapi sebelum itu, aku ingin bertanya. Bagaimana kau tahu kalau ras vampir itu sudah punah?"


"Hal itu di ceritakan di buku sejarah, di sana di ceritakan kalau pertempuran antara pasukan pahlawan Sieg melawan ras vampir berlangsung berbulan-bulan, lalu seluruh ras vampir dan pasukan pahlawan sieg musnah dalam pertempuran itu, hanya menyisakan pahlawan sieg dan pemimpin ras vampir, lalu keduanya bertarung dan pada akhirnya mereka berdua mati. Begitu ceritanya."


"Jadi begitu ceritanya ya, kejadian yang sebenarnya bukan seperti itu."


"Lalu bagaimana kejadian yang sebenarnya."


"Kejadian nya bermula beberapa ratus yang lalu-"


Pada saat itu Natasha berada di kastil nya, ras Demon membawa berita kalau pasukan pahlawan Sieg mulai mendekati kastil nya, tapi Natasha bilang hadapi saja pahlawan Sieg, tapi ras Demon tidak setuju mereka malah menyarankan untuk lari, Natasha tidak setuju dengan saran itu. Akhirnya ras Demon saja yang lari dan meninggalkan ras Vampir.


Pahlawan Sieg beserta pasukan nya sampai di kastil, Natasha bersama pasukan nya mulai menyerang pasukan pahlawan Sieg duluan. Hal itu membuat pasukan pahlawan Sieg berkurang setengah nya, pahlawan Sieg beserta pasukan nya pun terpaksa mundur. Tapi sehari kemudian pahlawan Sieg kembali lagi, kali ini dia tidak membawa pasukan nya, malahan tubuh nya berlumuran dengan darah. Natasha merupakan ras Vampir, jadi dia bisa mengetahui darah siapa yang memenuhi tubuh pahlawan Sieg.


"Kau menghianati pasukan mu sendiri?" Natasha bertanya.


"Kenapa kau melakukan hal itu?"


Sieg tidak menjawab, di depan seluruh ras Vampir Sieg berlutut. "Aku mencintai mu pada pandangan pertama, aku rela melakukan apapun untuk bisa berada di samping mu, walaupun itu harus menghianati pasukan ku sendiri."


Natasha tidak percaya kata-kata Sieg, akhirnya Natasha memilih untuk membuat Sieg menjadi budak nya, berbulan-bulan berlalu Sieg terus menunjukkan senyum bahagia bila dia berada di dekat Natasha, padahal saat ini Sieg sedang menjadi budak Natasha. Seminggu kemudian, pahlawan Sieg ketahuan berhianat, yang mengetahui kalau ia berhianat adalah ras Dragon.


Sieg yang mengetahui hal itu, menyegel seluruh ras Vampir di ruang bawah tanah kastil Vampir. Natasha marah kenapa Sieg membuat seluruh ras nya di segel, lalu Sieg menjawab.


"Kita harus menghentikan peperangan ini, tidak ada gunanya kalian melawan. Walaupun kalian bisa menang, itu hanya akan membuat kebencian para ras akan menjadi-jadi. Tenang saja, reinkarnasi ku akan membebaskan seluruh ras Vampir, reinkarnasi ku akan mewarisi seluruh ingatan ku, reinkaranasi ku adalah lelaki yang gagah berani. Jika kau bertemu dengan nya, dia akan senang hati menjadi budak mu kembali."


Natasha pun menerima tawaran Sieg untuk menyegel seluruh ras Vampir, dan Akhirnya Natasha di segel di kertas penyegel oleh Sieg, setelah menyegel Natasha, Sieg bunuh diri dengan pedang nya.


"Begitulah ceritanya."


"Hmmm," aku memegangi dagu ku. "Apakah reinkarnasi pahlawan Sieg yang akan melepaskan segelnya?"


"Iya, benar. Dia bilang kalau reinkarnasi nya yang akan melepaskan segel ras Vampir."


"Natasha biar ku beritahu, saat aku mencabut pedang pahlawan Sieg, di sana terdapat kertas yang bertuliskan. Untuk pria yang berhasil mencabut pedang ini, jangan pernah melepaskan kertas ini dari bilahnya. Begitu yang tertulis. Dan kertas itu adalah kertas segel yang di gunakan untuk menyegel kau Natasha."


Natasha terkejut mendengar perkataan ku.


"Dan juga ada yang janggal." Aku melanjutkan


"Apa itu?"


"Kau bilang pahlawan Sieg datang sendiri dengan berlumuran darah kan?"


"Iya."


"Kalau begitu apakah benar kalau dia membunuh seluruh prajurit nya? Bisa saja kan pahlawan Sieg membuat luka yang sangat parah sampai bisa membuat dirinya bisa menggunakan darah dari prajurit nya untuk di lumuri di badanya."


Natasha tambah terkejut mendengar perkataan ku.


"Jadi maksud mu, Sieg menghianati ras Vampir?"


Aku menggelengkan kepalaku. "Entahlah. Dari pada kau memikirkan hal itu, lebih baik kau jawab pertanyaan ku. Bagaimana kau bisa membuat pahlawan Sieg menjadi budak mu."


"Dengan cara menghisap darah nya, semua yang kami hisap darah nya akan menjadi budak kami."