
Ke 50 prajurit beserta dengan Cristal sihir besar, berpindah ke tengah-tengah kota Tiramisu. Saat mereka sampai semua penduduk menjadi heboh karena kehadiran mereka.
Maju seorang Pria di antara prajurit itu, pria itu memiliki rambut yang sudah di penuhi dengan uban, dan jenggot tipis yang sudah berwarna putih. Pria itu adalah pemimpin tertinggi di antara semua prajurit yang ada di kerajaan Fantasia. Dia melayani raja sudah sangat lama, dia adalah orang yang paling di percaya raja. Nama nya adalah Goby.
"Semua nya kami tidak bermaksud jahat. Kami semua ke sini karena ingin menjemput seseorang, jadi kalian semua tidak perlu takut." Teriak pria bernama Goby.
Semua orang masih memandang Goby dan para prajurit nya dengan tatapan ragu. Lalu di antara kerumunan penduduk maju seorang Pria yang memiliki tinggi 2 meter.
"Selamat pagi. Saya adalah perwakilan dari warga Tiramisu. Nama saya Rio. Sebenarnya apa tujuan prajurit kerajaan Fantasia kemari?"
"Jadi nama mu Rio ya... Pertama kenalkan nama ku Goby," Goby menjulurkan tangan nya. Kemudian Rio menjabat tangan Goby. "Tujuan kami kemari untuk mencari seseorang." Kata Goby.
Rio melepaskan genggaman tangan nya. "Seseorang? Kalau boleh tahu siapa yang anda cari?"
"Maaf itu informasi rahasia. Kami tidak dapat memberitahu mu."
"Tidak perlu minta maaf. Saya hanya ingin membantu, sebenarnya saya sudah kenal dengan semua warga di sini. Jadi saya fikir saya dapat membantu anda mencari orang itu."
"Aku hargai niat baikmu. Tapi kami tidak perlu di bantu. Terima kasih sudah menawarkan bantuan."
"Sama-sama." Jawab Rio sambil membungkuk.
Datang seekor burung merpati dari atas langit, kemudian burung merpati itu hinggap di pundak Goby.
Setelah hinggap di pundak Goby, burung merpati itu terbang perlahan ke arah gunung.
"Ikuti burung itu!!" Teriak Goby.
Semua prajurit pun berjalan mengikuti burung merpati.
"Arah jalan itu kan... Apakah mereka menuju rumah Mira? Ada perlu apa mereka dengan Mira?" Gumam Rio. Sebaiknya aku ikuti mereka. Pikir Rio.
Para prajurit sampai di sebuah Vila yang berada di gunung.
"Kenapa Vila bisa ada di atas gunung ini?" Kata salah satu prajurit.
"Jadi ini tempat tinggal putri Mira." Gumam Goby.
Goby, berbalik dan melihat ke seluruh prajurit. "Semua nya!! Kita sampai di sini adalah tempat tinggal putri Mira... Sekarang aku akan memanggil nya."
Goby berjalan memasuki halaman Vila, dia di ikuti dengan prajurit yang di belakang nya.
Saat sampai di tengah-tengah halaman, Goby berteriak. "Putri Mira!! Kami datang untuk menjemput anda!!"
Setelah berteriak seperti itu pintu Vila di buka, keluar tiga orang dari dalam Vila. Satu wanita berambut pirang, elf perempuan berambut pirang, dan satu pria berambut coklat.
Wanita berambut pirang maju selangkah, dia berekspresi serius. "Siapa kalian? Berani sekali kalian mengganggu tidur Nona Mira dengan teriakan kalian." Kata wanita berambut pirang.
"Maafkan kami, kalian pasti bawahan Putri Mira kan. Kami datang kesini dengan damai, kami datang kesini hanya untuk membawa Putri Mira pulang kerumah nya."
"Perkataan konyol apa yang kau ucapkan itu? Membawa Nona Mira pulang? Rumah Nona Mira itu di sini. Dan ini lah tempat Nona Mira pulang."
"Kalian pasti tidak tahu kan. Sebenar nya Putri Mira itu adalah Putri kelima dari kerajaan Fantasia."
Rio yang bersembunyi di dekat Vila mendengar perkataan Goby. "Mira itu Putri dari kerajaan Fantasia!! Tidak heran kenapa dia bisa punya banyak uang, dan memiliki kecerdasan di atas rata-rata." Gumam Rio.
"Jadi kami ingin kalian memanggil Putri Mira kemari." Kata Goby.
"Baiklah kami akan memanggil Nona Mira."
Wanita berambut pirang, pergi ke dalam Vila, beberapa detik kemudian wanita berambut pirang kembali keluar bersama dengan Mira.
Semua prajurit berlutut saat Mira datang.
"Mau apa kau kesini?" Tanya Mira.
"Kami ingin membawa anda pulang tuan Putri." Jawab Goby.
"Pulang? Pulang kemana?"
"Tentu saja, ke kerajaan Fantasia."
"Apakah kalian di suruh Raja Charles ke sini?"
"Anda benar. Yang mulia menyuruh kami kesini."
"Aku menolak untuk kembali ke kerajaan Fantasia. Raja Charles sudah tidak menganggap ku sebagai anak lagi, untuk apa dia menyuruh ku kembali? Setelah di usir selama enam bulan kenapa dia menyuruh ku kembali? Jawab aku!! Kenapa dia menyuruh ku kembali?" Mira berteriak.
Goby melihat ke arah Mira, air mata Mira membahasi pipi Mira. Mira menangis.
"Kubilang jawab aku!!" Teriak Mira.
"Yang Mulia menyesal karena telah mengusir Putri Mira, karena itu yang Mulia ingin anda kembali ke istana."
"Kau bohong. Raja Charles tidak mungkin menyesal, jika dia menyesal karena mengusir ku. Seharus nya dia sudah menjemputku dari dulu."
"Saya tidak bohong, Yang Mulia menyesal karena beliau sudah mengusir anak nya sendiri."
"Aku tidak ingin mendengar perkataan mu lagi, intinya aku tidak ingin pulang ke Kerajaan Fantasia."
Mira berbalik badan kemudian Mira berjalan masuk ke Vila, Mira berjalan di ikuti dengan ketiga pelayan nya. Saat Mira hendak menutup pintu, Goby berteriak.
"Saya mohon fikir kan lagi!! Apakah anda tidak rindu dengan ibu anda,Ratu Carla!!" Teriak Goby.
Rio yang mendengar teriakan Goby makin terkejut. "Eeeh, jadi ibunya Mira itu ratu dari kerajaan Fantasia. Kalau begitu Mira ini pewaris sah tahta kerajaan Fantasia." Gumam Rio.
Mira mengabaikan perkataan Goby, Mira tetap menutup pintu Vila. Goby berteriak makin kencang.
"Putri Mira!! Ratu Carla selalu menangis sepanjang malam, Beliau sangat rindu pada anda Putri Mira!! Saya mohon fikirkan lagi untuk ikut bersama kami!!" Teriak Goby.
Tidak ada respon dari Mira, semua prajurit berdiri. Lalu seorang prajurit maju mendatangi Goby. "Apa yang harus kita lakukan sekarang?" Tanya Prajurit.
"Kita harus terus membujuk Putri Mira.. Saat ini putri Mira masih marah terhadap Yang Mulia, jadi kita tunggu marah nya reda." Kata Goby.
\*\*\*
Aku mangunci pintu Vila, kemudian aku berjalan menuju ruang tengah. Natasha, Arisa dan Jack. Mengikuti ku dari belakang.
Saat di ruang tengah aku duduk di sofa.
"Kak Mira, tidak apa-apa menolak ajakan mereka. Bagaimana kalau mereka menyerah membujuk kak Mira dan langsung pulang?" Tanya Arisa.
"....."
Arisa berbisik ke telinga Jack. "Kenapa Kak Mira nggak jawab?" Tanya Arisa sambil berbisik.
"Entahlah."
"Kak Mira!!" Kata Jack sambil sedikit berteriak. "kak Mira, bagaimana kalau mereka langsung pulang? Rencana kak Mira nanti akan gagal."
"Arisa.... Jack.... Bisa kalian diam!! Saat ini aku sedang kesal, jangan sampai aku melampiaskan kekesalan ku ke kalian."
Arisa dan Jack, langsung terdiam mendengar perkataan Mira. Bulu kuduk mereka berdiri, mereka sekarang di penuhi dengan rasa takut.
Natasha, memanggil Arisa dan Jack. Mereka berdua pun mendatangi Natasha.
"Seharus nya kalian jangan menganggu nya sekarang... Saat ini dia sedang kesal."
"Padahal sebelum nya Kak Mira masih gembira sambil makan roti nya." Kata Arisa.
"Itu tadi. Beda dengan sekarang, dia menjadi kesal karena dia mengingat perbuatan ayah nya enam bulan yang lalu... Dan dia juga kesal karena perkataan Prajurit tadi."
"Perkataan Prajurit yang mana?" Tanya Jack.
Arisa, mencubit pipi Jack. "Berhenti bertanya hal yang tidak perlu." Kata Arisa.
"Ma-maafkan aku."
\*\*\*
3 hari belalu, selama 3 hari Goby terus membujuk Mira supaya Mira mau pulang ke istana. Goby bercerita tentang Carla yang selalu menangis sepanjang malam, Yuri yang selalu berekspresi murung. Goby selalu menceritakan hal-hal itu untuk membujuk Mira pulang. Tapi Mira selama 3 hari sama sekali tidak keluar Vila. Vila itu menjadi sangat sepi selama 3 hari.
"Kapten Goby apakah kita pulang dan melapor ke Yang Mulia?" Tanya salah satu prajurit.
"Jangan, kita harus tetap disini. Hari ini aku akan membujuk nona Mira lagi."
Goby berjalan ke tengah halaman. "Nona Mira!! Saya mohon pulang lah!! Saya tidak bisa menghadap Ratu Carla, kalau anda tidak mau pulang."
Masih tidak ada respon dari Mira, kemudian hinggap seekor burung merpati di pundak Goby.
Burung merpati itu berubah menjadi kertas. Goby membaca kertas itu."Sudah kuduga, pasti Mira masih marah pada ku... Terus bujuk dia, besok kau harus bilang seperti ini....... Agar dia mau pulang.
Dari:Raja Charles."
"Anda serius Yang Mulia, saya harus bilang seperti ini pada Putri Mira besok?" Gumam Goby.