From Mage Became Princess

From Mage Became Princess
Chapter 188 kutukan pasangan Vampir



Cahaya hangat menyentuh wajah Yuri, mengerutkan matanya, ia kemudian perlahan-lahan membuka mata nya.


Bangkit dari tidur nya, ia duduk di kasur kemudian ia melihat sekeliling.


"Kamar ku?" Gumam nya dengan bingung.


Yuri bergerak ke pinggiran kasur berkanopi milik nya, menurunkan kaki nya ke lantai perlahan-lahan, berdiri tegak lalu ia meregangkan tubuh nya.


mimpi yang aneh, seakan-akan terasa sangat nyata. Pikir Yuri kebingungan.


Di tengah kebingungan Yuri, terdengar ketukan dari pintu kamar Yuri.


"Putri Yuri, Kesatria kerajaan datang kesini sesuai dengan perintah anda."


"Eh?"


Kebingungan Yuri makin bertambah karena kejadian yang tiba-tiba ini. Kapan aku memberikan perintah kepada kesatria kerajaan? Pikir Yuri.


Mengabaikan kebingungan Yuri, kesatria yang mengetuk pintu kamar Yuri melanjutkan perkataan nya. "Kami sudah menangkap Wilson, sesuai dengan perintah anda. Dan juga kami sudah mengumpulkan cukup bukti. Dengan ini kami akan membawa nya ke istana untuk di sidang. Kami harap anda menghadiri sidang itu. Mohon segera bersiap-siap. Sekian!"


Serius. Apa yang terjadi? Apakah yang ku alami semalam bukan mimpi? Ah, benar juga.


"Creation!"


Membayangkan sebuah cermin, Yuri mengucapkan mantra nya. Sekejap sebuah cermin, muncul di tangan kanan nya.


Di lihat diri nya di pantulan cermin, Yuri berkedip beberapa kali. Bukti kalau kejadian semalam bukan mimpi. Ada di wajah nya, kedua bola mata nya. Berwarna emas, seingat nya tadi malam warna mata nya berubah karena suatu hal yang tidak ia ketahui. Itu bukti konkrit kalau kejadian tadi malam bukan mimpi. Tapi walaupun kejadian tadi malam bukan mimpi, tetap Yuri kebingungan. Itu benar!


"Aku.......


Tidak pernah memanggil kesatria kerajaan."


"Haaaaaaah." Yuri menghela nafas dengan berat.


"Kumohon, jelaskan apa yang terjadi." Yuri bergumam dengan lelah.


\*\*\*


"Haaaaah." Aku menghela nafas dengan berat. Rasa lelah ku karena bekerja keras sepanjang malam masih tersisa, di tambah aku tidur hanya sebentar, itu tidak akan menghilangkan rasa lelah ku.


Ini buruk untuk keimutan ku.


Aku serius di sini!


Seorang anak kecil bekerja keras untuk negara nya, bahkan sampai kekurangan tidur. Itu sangat, sangat, sangat, sangat buruk. Kau tahu! Anak kecil seperti ku harus tidur-tiduran di kasur, makan manisan, minum manisan, dan bermain di lapangan. Itulah sifat anak kecil yang ku tahu. Tapi...


"Haaaah."


Aku tidak melakukan itu!


Aku bekerja untuk negara, menangkap bangsawa korup, menuntas kejahatan, dan yang paling parah mengorganisir pasar gelap terbesar di dunia. Yah, aku juga punya perusahaan dagang. Itu adalah hal yang tidak di lakukan anak kecil pada umum nya. Malahan aku tidak pernah mendengar anak kecil melakukan hal itu selain aku.


"Haaaaaah."


Ini ketiga kali nya aku menghela nafas. Kau tahu! Aku sangat, sangat, sangat, sangat, sangat, sangat, kelelahan. Kau tahu!


Oke, kesampingkan keluhan ku sebelum nya.


Alasan aku kelelahan, karena aku tidak beristirahat, setelah aku membereskan kekacauan yang terjadi di kota yang di pimpin Kakak ku. Putri ke empat kerajaan Fantasia, putri Yuri. Masalah yang sebenarnya setelah aku membereskan kekacauan itu.


Saat aku pulang, ibu ku. Ratu kerajaan Fantasia, yang bernama Carla. Ibu ku mengerahkan pasukan besar untuk mencari ku karena ibu mengira aku akan lari dari rumah karena ngambek setelah di tuduh ngemil makanan di tengah malam. Alasan yang konyol bukan?


Yang mengambil makanan adalah mata-mata yang di kirim Wilson untuk di jual sebagian di pasar gelap untuk meraup untung dari bahan berkualitas tinggi dari istana, dan sebagian di distribusi kan di pasar kota untuk menaikkan repurtasi nya. Yang membuat nya di hormati di kota nya, yaitu kota Banitza.


Aku menangkap orang itu mata-mata yang di kirim Wilson, lalu memaksa nya untuk mengaku. Setelah itu aku membuat cerita palsu yang membuat Wilson semakin terpojok. Dan hasil nya Wilson tertangkap, dan siap untuk di adili hari ini. Yang membuat ku bangun pagi-pagi sekali untuk bersiap-siap menghadiri persidangan.


Kejadian itu saja sudah membuat ku lelah. Tapi kelelahan ku di tambah karena perkataan Natasha, pelayan dan bawahan ku yang paling ku percaya.


"Kau serius tentang itu Natasha?"


"Serius. Sekarang Jack dan kakak mu. Menurut hukum Vampir sudah menikah." Jawab Natasha, setelah menjawab, dia menahan tawa nya.


"Aku tahu, kau suka dengan Putri Yuri Jack. Tapi bukan kah itu berlebihan? Menikahi Putri Yuri saat pingsan. Bahkan orang yang kau nikahi tidak tahu kau itu suami nya."


"Aku hanya meminum darah nya! Kenapa kau malah menghina ku seperti itu. Kau itu saudari ku kan? Setidak nya bersikaplah seperti saudari ku sesekali."


Yang mengomentari perilaku Jack dengan dingin adalah Arisa.


"Lagipula aku tidak tahu kalau menghisap darah ada maksud lain, selain menjadikan korban menjadi budak darah."


"Seharus nya seperti itu. Tapi jika Vampir perjaka atau perawan, menghisap darah pertama kali ke lawan jenis. Itu tanda ia menikahi nya. Karena itu kami biasanya menghisap darah pertama kali ke orang tua kami. Seharus nya kau menghisap darah ku, karena aku yang membuat mu menjadi Vampir, secara teknis aku ini orang tua mu."


"Lalu Kak Natasha, bagaimana jika Vampir yang sudah tidak perjaka atau perawan untuk menikah?" Yang bertanya adalah Arisa.


"Meminum darah yang akan di nikahi secara bergantian. Pengantin pria meminum darah pengantin wanita begitu pula sebalik nya, pengantin wanita meminum darah pengantin pria."


"Aku tidak tahu kalau Vampir menikah akan serumit itu."


"Bukan itu masalah nya," Aku angkat bicara mengungkapkan kenapa aku semakin lelah di sini. "Yang jadi masalah adalah Kak Yuri tidak tahu kalau dia sudah menikahi Jack. Itu akan menjadi masalah besar untuk kedepan nya."


"Kau benar Mira."


"Hmmm. Memang nya apa yang akan terjadi?" Jack bertanya.


"Jelaskan Natasha, aku sudah sangat lelah semenjak mendengar Jack meminum darah Kak Yuri."


Aku langsung menjatuhkan diri di kasur.


"Mira, nanti pakaian mu kusut, sebentar lagi ada persidangan kan? Seharus nya kau tidak membuat pakaian mu kusut."


"Sudahlah cepat jelaskan!"


"Jadi begini. Karena Putri Yuri tidak tahu kalau dia sudah menikahi mu Jack, itu berarti dia bisa jatuh cinta kepada pria lain."


"Memang nya kenapa-"


"Tunggu aku selesai menjelaskan, jangan memotong!"


Natasha berkata dengan kesal. Jack terdiam, lalu Natasha mulai menjelaskan lagi.


"Yang paling parah jika dia ditunangkan dengan orang lain yang membuat nya menikahi pria lain. Jika seperti itu, kau dan Putri Yuri akan mati."


Tidak ada yang bertanya, Natasha menjelaskan lagi.


"Intinya jangan sampai dia menikahi orang lain selain diri mu Jack, karena kau dan Putri Yuri akan mati jika itu terjadi. Kau harus membuat nya jatuh cinta padamu dan menikahi mu. Untuk keselamatan kalian berdua!"


"Natasha, penjelasan mu masih kabur." aku bangkit, duduk di kasur. "Jadi seperti ini, kutukan Vampir kepada pengantin nya sangat kuat sampai mengekang perasaan, jiwa, dan tubuh pengantin nya. Karena itu pernikahan para Vampir di lakukan karena cinta bukan karena paksaan. Karena itu mengekang semua yang di miliki pengantin. Jika si pengantin mencintai orang lain selain pasangan nya, kutukan itu akan menghancurkan jantung mereka berdua hingga hancur, menghancurkan jiwa, lalu menghancurkan raga kedua pasangan. Itu adalah efek dari kutukan pengantin Vampir. Karena Kak Yuri tidak mencintai mu, dia bisa saja mencintai orang lain yang membuat nyawa nya akan terancam. Dan jika dia kehilangan keperawanan nya selain dari kamu, dia akan mati sewaktu si pria hendak-"


"Ok Mira. Stop sampai di situ! Dan juga penjelasan mu sangat berbelit-belit! Intinya seperti itu. Jangan sampai Putri Yuri menikahi orang lain, kutukan pasangan darah sangat kuat! Bahkan Mira saja tidak bisa mematahkan nya.... Ngomong-ngomong aku yang menciptakan kutukan itu, bagaimana hebat bukan?.... Eh? Kenapa!? Kenapa kalian menatap ku dengan tatapan penuh kebencian seperti itu!? Apa salah ku!?"


Di tengah rengekan Natasha, terdengar ketukan di pintu kamar ku. Tanda pengawal istana hendak memberitahu ku tentang persidangan yang akan segera di laksakan.