From Mage Became Princess

From Mage Became Princess
Chapter 192 Kondisi Kak Rosa.



Author' Note.


Jika ada kesalahan Kata atau kesalahan ketik beritahu di kolom komentar. Akan segera saya perbaiki.


------------------------------------------------------------------------


Kak Yuri berjalan sambil menarik pergelangan tangan ku menuju kamar Kak Rosa. Seperti biasa, setiap aku lewat para pelayan membungkuk sedikit memberi hormat pada kami. Setelah beberapa saat berjalan melewati lorong istana, kami tiba di depan pintu kamar Kak Rosa. Kak Yuri melepaskan tangan ku, lalu ia mengetuk pintu kamar sambil berkata "Kak Rosa!"


Tidak ada jawaban.


Kak Yuri pun mengetuk lagi, tapi hasil nya sama tidak ada jawaban. Dan Kak Yuri mengetuk lebih keras, dan menaikkan sedikit Volume suara nya. Tapi seperti percobaan dua kali sebelum nya, tidak ada jawaban di dalam kamar Kak Rosa.


"Tidur mungkin."


Tanpa menanggapi perkataan ku, Kak Yuri memutar gagang pintu, dan mendorong nya sedikit. Pintu itu pun terbuka.


"Tunggu! Seharus nya Kak Yuri jangan-"


"Kak Rosa aku masuk!"


Dia mengabaikan peringatan ku dan masuk kedalam kamar.


Dasar tidak sopan! Pikir ku ke kak Yuri. Tapi, aku masuk mengikuti Kak Yuri. Saat masuk kedalam, ruangan gelap padahal ini masih siang. Tapi aku bisa melihat dengan jelas, karena mata emas ku. Aku melihat sekeliling, kamar nya berantakan, beberapa kertas dan beberapa helai baju berserakan di lantai. Dan bau apek mengelilingi kamar, itu karena jendela tidak terbuka dan horden di tutup. Sehingga tidak ada udara dan cahaya yang masuk. Tapi yang membuat ku merasa tidak enak di dalam kamar ini, bukan karena bau nya dan barang-barang yang berserakan di mana-mana. Yang membuat ku tidak enak adalah, Kak Rosa duduk di meja yang ada di ujung kamar sambil menaruh kepala nya di meja.


"Kak Rosa!"


Kak Yuri yang melihat Kak Rosa yang dalam keadaan lemah di meja, berjalan mendekati Kak Rosa.


Aku berjalan ke jendela, lalu membuka horden dan membuka Jendela. Kemudian menggunakan sihir (Telekinesis) untuk meletakkan barang-barang yang berserakan di lantai di satu tempat di ujung kamar dekat pintu kamar. Setelah selesai, aku melihat Kak Yuri membopong Kak Rosa ke kasur, dan ia membaringkan Kak Rosa di kasur.


"Apa yang di kerjakan pelayan di Istana ini?"


Aku memberikan kritik ke pelayan, karena membiarkan kamar seorang Putri kerajaan berantakan, dan membiarkan seorang Putri pingsan tanpa ada seorang pun yang menyadari nya. Tapi para pelayan itu di bela oleh seseorang yang baru saja sadar.


"Ini.... Bukan salah.... Mereka....."


"Kak Rosa istirahat saja!"


Kak Rosa yang mendengar kritik ku mengangkat badan nya dan membantah kritikan ku, dan ia pun langsung di marahi Kak Yuri dan di paksa berbaring lagi.


Aku berjalan mendekati kasur, dan melihat kondisi Kak Rosa.


Kondisi nya sangat buruk! Ini serius...... Dia sungguh kelelahan!


Badan nya kurus, rambut nya acak-acakan, bibir nya kering, ia memiliki kantung mata yang sangat hitam, ia seperti mayat hidup sekarang!


"Sudah berapa hari Kak Rosa di kamar?"


"Baru 2 hari."


"Nggak, nggak, nggak! Dua hari, nggak bakal sampai kayak gini kondisi nya!"


Kak Yuri membalas pertanyaan ku, tapi aku segera membantah jawaban Kak Yuri. Habis nya kondisi nya sama sekali tidak seperti orang yang mengurung diri selama 2 hari. Kondisi nya menunjukkan dia mengurung diri lebih lama dari pada itu! Jika dia menjawan dua minggu aku akan percaya! Karena kondisi nya betul-betul sangat buruk sekarang!


"Kondisi Kak Rosa udah dari datang ke istana udah kayak gini. Dan sekarang seperti nya tambah parah." Jawab Kak Yuri.


Aku mengehela nafas, kemudian aku memanggil pelayan. Seorang pelayan masuk.


"Kau lihat apa yang terjadi pada Kak Rosa?" aku bertanya pada pelayan yang baru masuk.


Dia segera membungkuk, dan menjawab dengan suara bergetar. "Putri Rosa melarang kami masuk... Kami hanya-"


"Setidak nya periksa dia sesekali! Dasar tidak berguna!"


"Ma-maafkan Hamba!"


Dia bersujud setelah habis ku bentak, dan menjawab dengan suara bergetar. Hm? Apakah harus sampai bersujud seperti itu? Yah, itu tanda dia sangat menyesal, sebaik nya aku tidak terlalu memperdalam masalah ini lagi.


Dia berdiri, lalu membungkuk dan segera pergi dari kamar.


"Seperti nya pelayan tadi harus merasakan kemarahan pertama Mira." Kata Kak Yuri.


"Aaaaa. Benar juga, aku tidak pernah memarahi pelayan selama ini. Tapi seharus nya tidak perlu bersujud seperti itu kan?"


"Dia takut kau akan membakar nya seperti Goby saat kau baru kembali ke istana."


"Tunggu dulu, aku tidak membakar nya!"


"Seperti nya beredar rumor di antara pelayan kalau kau akan membakar semua orang yang membuat mu marah."


"Aku tidak tahu itu! Dan juga jika ada rumor seperti itu, Arisa pasti akan mengabari ku!"


"Semua rumor tentang mu, di cegah agar tidak tersengar oleh mu. Mungkin karena itu pelayan mu tidak tahu. Juga mereka takut, terbakar hidup-hidup jika rumor itu terdengar di telinga mu."


Aku menghela nafas setelah menesengar itu. "Bisa minggir sedikit!" aku menyuruh Kak Yuri menjauh dari Kak Rosa, sebelum dia bisa bertanya kenapa, aku sudah mendorong nya kesamping sambil mendekat ke Kak Rosa yang berbaring di kasur. Aku menaruh tangan ku di kening Kak Rosa.


"Heal!"


Menggunakan sihir penyembuh, aku membayangkan stamina Kak Rosa pulih. Hanya ini yang bisa ku lakukan saat ini, karena kekuatan ku melemah sekarang. Walaupun stamina nya pulih, dia masih belum bisa bergerak karena tubuh nya kekurangan nutrisi karena itu aku menyuruh pelayan membawakan makanan.


Setelah menggunakan sihir penyembuhan, kelopak mata Kak Rosa mulai bergerak, ia perlahan-lahan membuka mata nya. Ngomong-ngomong kantung mata Kak Rosa sudah hilang.


"Mira?" Kata Kak Rosa dengan suara pelan saat dia membuka mata nya. "Yuri?" dia melihat sekeliling, dan berkata seperti itu setelah melihat Kak Yuri. "Kenapa....."


"Untuk mengajak Kak Rosa main."


"Kurang lebih seperti kata Mira, tapi seperti nya kondisi mu tidak mendukung."


Kak Rosa berusaha untuk bangkit, tapi aku menahan nya. Kemudian aku menjauh dari kasur, dan menyerahkan pengawasan kepada Kak Yuri.


"Apa yang terjadi?" Tanya Kak Yuri.


"Mengurus laporan keuangan kota. Yang selalu tidak sesuai dengan pengeluaran, dan aku berusaha mengumpulkan bukti tentang kasus penggelapan pajak kota, yang sampai sekarang menjadi masalah. Dan masalah baru yang muncul baru-baru ini....... Yang membuat kepala ku berasa mau pecah!"


"Kak Rosa istirahat dulu!"


Aku mendengarkan mereka sambil berjalan menedekati meja kerja Kak Rosa, saat sudah sampai, aku mengambil acak kertas yang ada di meja, mengecek nya sebentar, lalu memeriksa yang kertas yang lain nya.


Uwaaah....... Kak Rosa pasti kesusahan di sini, rata-rata laporan nya banyak angka yang janggal, dan banyak salah penghitungan. Sudah jelas di sini laporan palsu yang di kirim ke Kak Rosa. Ini pasti berdampak besar ke ekonomi kota. Melihat hal ini aku bersyukur memiliki Natasha, dan Leonardo yang selalu mengrus administrasi kota.


"Kenapa tidak di serahkan ke bawahan kak Rosa saja."


"Kau pikir aku memiliki bawahan yang bisa mengurus itu dengan jujur. Liat kasus Yuri."


"Aaaaah, kau benar. Kenapa semua bangsawan negara kita banyak yang korup. Aku kagum dengan ayah yang masih mempekerjakan mereka."


"Mereka hebat dalam menyembunyikan bukti, sebenarnya ayah juga mengincar bangsawan korup. Tapi ayah tidak bisa menemukan bukti tentang perbuatan mereka. Ayah tidak bisa sewenang-wenang menghukum mereka tanpa bukti. Malahan aku kagum dengan kau Mira yang dapat menemukan bukti-bukti kuat dalam waktu singkat."


Aku melihat-lihat semua kertas, dan ada satu laporan yang isi nya bukan tentang keuangan kota.


"Penyerangan Unicorn terhadap Janda dan hilang nya para perawan."


Hah!?


Apa-apaan ini!?


"Itu adalah kasus yang baru saja terjadi di kota ku. Dan itu ada hubungan nya dengan agama yang menyembah dewa Pierot seperti yang ku bilang sebelum nya."


Dia lagi.....


Di saat itu terdengar suara pelayan dari kamar untuk meminta izin masuk, aku pun mengizinkan nya. Walaupun bukan aku yang punya kamar.


Pelayan masuk, membawa nampan berisi makanan dan minuman untuk Kak Rosa.