
Bruno dan Siegurd tergantung di tiang salib, seperti pendosa yang menunggu hukuman nya. Mereka menyaksikan Natasha turun dari langit dengan perlahan sembari mengepakkan sayap kelelawar nya. Dengan mata merah darah yang menyala-nyala, Natasha menatap langsung ke mereka berdua dengan tatapan dingin.
Sementara Bruno merasakan ketakutan akan apa yang hendak Natasha lakukan pada nya, Siegurd yang dasar nya seorang masokis terengah-engah dengan wajah memerah, ekspresi wajah nya menunjukkan dia di puncak euforia nya.
Saat kedua kaki Natasha menyentuh tanah, sayap kelelawar di punggung nya menyusut masuk kembali ke dalam punggung nya. Di bagian belakang nya terdapat aliran air darah yang melayang-layang di udara. Saat Natasha mengangkat tangan kanan nya, aliran darah itu langsung melesat ke telapak tangan Natasha merubah bentuk nya menjadi sebuah lembing berukuran setengah meter.
"Siapa yang harus ku siksa terlebih dahulu..." Natasha berkata dengan suara rendah dan nada mononton, di tambah wajah tanpa ekspresi nya, membuat nya nampak menyeramkan.
"Aku! Aku!"
Siegurd langsung mengajukan diri nya dengan wajah memerah, ia tersenyum bejat, bagian sensitif nya menegang, menandakan dia berada di puncak ereksi nya. Rasa takut yang awal nya memenuhi hati Bruno menghilang seketika saat menyaksikan teman nya dalam kondisi itu. Ia menatap teman nya yang tergantung di salib tepat di sebelah nya dengan ekspresi jijik.
'Uugh... Orang ini benar-benar sakit! Kenapa aku memilih berteman dengan nya!?' Bruno bergumam di dalam kepala nya. Wajah nya menunjukkan penyesalan yang mendalam.
Natasha yang melihat Siegurd mengajukan diri nya dengan senang hati, langsung melesat ke depan nya dengan kecepatan tinggi, membuat nya berada tepat di depan Siegurd. Natasha tidak memikirkan mengapa Siegurd bisa bahagia di saat penyiksaan nya hendak di lakukan. Tetapi Natasha tahu kalau menyiksa Siegurd dengan siksaan biasa tidak akan menghasilkan apapun, walaupun ia tidak berniat menyiksa Siegurd secara fisik tetapi secara mental, ia tetap berpikir tidak akan ada gunanya ia melakukan itu pada Siegurd.
Natasha pun memutar otak nya, kemudian ia mengingat pembicaraan nya dengan Mira saat masih berada di kota Tiramisu, ia berpikir kalau informasi yang ia dapat dari Mira di kala itu akan berguna di suatu saat. Dan Natasha pun berpikir di saat inilah hal yang di beritahu Mira pada nya berguna. Dengan begitu, Natasha pun memutuskan untuk tetap menyiksa Siegurd secara mental dengan menggunakan metode khusus.
Aliran darah yang melayang di belakang Natasha, kemudian bergerak ke samping Siegurd, lebih tepat nya ke telinga Siegurd. Saat tepat di depan telinga Siegurd, aliran darah itu langsung masuk ke telinga Siegurd. "Aaaahn...." Siegurd mendesah, wajah nya makin memerah saat hal itu terjadi, bagian sensitif nya makin menegang. Bruno yang menyaksikan hal itu terjadi hanya bisa menatap nya dengan tatapan kosong tanpa ekspresi.
Natasha melakukan sesuatu terhadap darah nya yang telah memasuki telinga Siegurd, ia mengendalikan nya hingga darah itu masuk ke dalam kepala nya, sampai ke bagian otak nya. Ia mengendalikan darah nya ke bagian otak besar bagian samping yang bernama Lobus temporal. Seingat Natasha bagian otak ini mengendalikan indera pendengaran, ingatan, dan emosi. Saat darah Natasha memasuki bagian otak itu, tiba-tiba tatapan Siegurd menjadi kosong selama kurang lebih satu menit, kemudian tiba-tiba ia menangis sambil memanggil nama seorang wanita.
"Jangan tinggalkan aku! Kumohon!! Aku akan mendapatkan uang lebih banyak, jadi kumohon jangan tinggalkan aku!!!!!" Siegurd berteriak dengan nada putus asa, air mata nya keluar dari kedua mata nya, ia menangis seperti seorang bayi.
"Hmmm... Siapa yang dari tadi ia panggil?" Gumam Natasha kebingungan. Tidak di ragukan lagi kalau Natasha lah yang menyebabkan Siegurd menjadi seperti itu. Natasha hanya mempengaruhi ingatan Siegurd dengan mempengaruhi otak nya untuk menunjukkan masa lalu kelam nya. Natasha juga memperkuat emosi mendalam Siegurd, ia mengeluarkan emosi yang selama ini di pendam oleh Siegurd. Dengan begitu, Siegurd akan beranggapan kalau penglihatan masa lalu yang di lihat nya sekarang benar-benar terjadi di masa ini, yang sebenarnya itu hanyalah gambaran masa lalu yang di putar ulang. Walaupun Natasha yang menyebabkan Siegurd melihat masa lalu nya yang kelam, Natasha tidak tahu bagaimana masa lalu yang di lihat Siegurd sekarang. Karena itu Natasha kebingungan di saat Siegurd tiba-tiba memanggil nama wanita yang terdengar asing di telinga nya.
"Apa yang kau lakukan pada nya!?" Bruno bertanya pada Natasha dengan tatapan tajam, tergambar jelas kemarahan dari ekspresi wajah nya.
"...."
Natasha tidak menjawab, ia hanya mengalihkan pandangan nya dari Siegurd ke Bruno. Saat tatapan Bruno bertemu dengan tatapan Natasha, bulu kuduk nya berdiri, hawa dingin menjalar di ke sekujur tubuh nya. Saat itulah Bruno menyadari kesalahan nya. Ia menyadari waktu penyiksaan nya telah tiba.
Saat itu tanpa di sadari Bruno, aliran darah yang melayang di belakang Natasha telah bergerak ke samping telinga nya. "Kau nampak rapuh..." Kata Natasha kepada Bruno dengan suara rendah, suara Natasha itu semakin membuat bulu kuduk Bruno berdiri. "Apa yang ingin kau lakukan pada ku!?" Bruno berkata dengan terbata-bata, dengan ekspresi ketakutan.
Saat itulah, aliran darah Natasha memasuki telinga Bruno. Saat hal itu terjadi, pikiran Bruno menjadi kacau, hati nya di penuhi dengan rasa ngeri. Tapi itu belum selesai, darah Natasha belum sampai ke bagian otak nya. Saat darah itu memasuki otak nya, kepala Bruno langsung terasa sakit. Rasa sakit itu berupa nyeri yang membuat kepala nya seakan-akan di tusuk dengan ribuan jarum.
Rasa sakit itu di karenakan Natasha langsung mengendalikan darah nya ke bagian otak yang mengatur rasa sakit. Dengan darah nya, ia merangsang rasa sakit Bruno, membuat ia akan merasakan rasa sakit berkali-kali lipat. Saat darah Natasha mencapai bagian otak itu kepala Bruno langsung merasakan nyeri yang amat menyakitkan.
"Efek nya langsung terasa, padahal aku belum selesai..." Kata Natasha sambil memainkan lembing darah yang ia pegang di tangan nya. Natasha kemudian menusukkan lembing itu ke betis Bruno, saat lembing itu baru menyentuh kulit nya, ia langsung berteriak kesakitan, padahal lembing itu baru menyentuh kulit nya belum menimbulkan luka sedikit pun.
"Eeeeh.... Aku tidak tahu kalau ini benar-benar efektif..." Kata Natasha dengan wajah terkesan. Natasha makin mendorong lembing nya hingga lembing itu menembus kulit nya. Bruno makin berteriak kesakitan. Saat melihat reaksi Bruno yang seperti itu, Natasha langsung mengeluarkan senyum sinis. "Ini benar-benar menyenangkan."
Natasha terus menusukkan lembing darah nya ke tubuh Bruno. Walaupun begitu, ia memastikan kalau tusukan nya tidak akan menimbulkan luka secara signifikan. Ia hanya ingin mematahkan kewarasan Bruno dengan memberikan nya rasa sakit yang tidak masuk akal pada nya.
Penyiksaan Bruno terus berlanjut hingga kelompok Catulus dan Arisa datang.