From Mage Became Princess

From Mage Became Princess
Chapter 21 efek samping serbuk surgawi



Kedua anak kembar itu berteleportasi ke suatu benua, di benua ini semua orang berpakaian kumuh, bahkan banyak orang yang tidur di sembarang tempat.


Kedua anak itu kebingungan, mereka berdiam diri hingga beberapa jam berlalu, akhirnya malam pun tiba, pada saat malam semua orang terbangun, semua orang berpencar, mereka semua berlari kesana kemari seakan-akan mereka menghindari sesuatu. Hanya kedua anak itu yang berdiam diri.


Hingga beberapa menit tempat itu menjadi kosong, lalu dari arah belakang kedua anak itu muncul sebuah binatang yang sangat besar, binatang itu memiliki gigi taring yang sangat panjang. Air liur menetes dari binatang itu, hingga akhirnya binatang itu mendatangi mereka dengan cepat.


Kedua anak itu pun berlari dari kejaran binatang raksasa itu, seberapa cepat mereka berlari binatang itu dapat terus mengejar mereka.


Di tengah pengejaran, salah satu dari kedua anak itu menangis. yang menangis adalah anak perempuan Elf. Si anak lelaki terus menarik tangan saudarinya, mereka terus berlari hingga matahari terbit.


Pada saat matahari terbit, binatang besar itu langsung pergi. Karena kelelahan mereka berbaring di tanah. Lalu ada seseorang yang mendatangi mereka, orang itu memberikan mereka air. Setelah memberikan air orang itu pergi.


Beberapa jam kemudian, matahari berada di puncak, perut mereka berdua berbunyi sangat keras, akhirnya mereka berdua memutuskan untuk mencari makanan. Mereka berkeliling tapi tidak menemukan makanan yang layak untuk di makan, mereka hanya menemukan makanan yang sudah basi.


Pada awal nya mereka tidak ingin memakan nya, tapi mereka melihat semua orang memakan makanan basi, di karenakan mereka sudah sangat kelaparan, akhirnya mereka makan makanan basi yang tersebar di tempat itu.


Hari demi hari berlalu, setiap harinya mereka harus terus bertahan hidup di tempat yang mereka tempati. Tempat yang mereka tempati sangat aneh, cuaca nya sering berubah-ubah, saat malam ada binatang yang akan selalu mengejar mereka, dan jika diantara mereka ada yang mati mereka akan  segera membakarnya untuk di makan.


Mereka terus melakukan rutinitas tersebut selama 2 bulan.


Pada saat 2 bulan mereka di sana, akhirnya ada beberapa orang yang membawa mereka. Mereka di bawa dengan menggunakan kapal layar besar, pada saat mereka di bawa di kapal mereka di taruh di lumbung kapal, mereka di masukkan kedalam kandang. Dan mereka hanya di beri makan 1 Roti setiap hari.


Mereka bedua tetap bersyukur, karena mereka dapat makanan yang lebih baik dari pada makanan busuk.


Selama satu bulan mereka di bawa, dan hingga akhirnya mereka sampai di suatu tempat, pada saat mereka sampai kandang mereka di tutup dengan kain jadi mereka tidak tahu sampai dimana mereka di bawa.


"selama 2 bulan kami hidup di kandang, dan pada akhirnya kak Natasha yang membeli kami."


"Hmmm, dari cerita mu barusan, aku memiliki satu pertanyaan."


"Apa?"


"Bagaimana kalian bisa menjadi anak kecil pada saat umur 7 bulan?"


"Kami tidak tahu hal itu."


"Kalau begitu Jack, kenapa aku baru tahu kalau ada 6 benua di dunia ini?" Natasha menyambung.


"Eh, kak Natasha baru tahu?"


Natasha mengangguk. "Pada saat aku bertanya pada Mira, Mira hanya menjawab 5 benua."


"Itu masalah sepele Natasha, mungkin saja aku lupa menyebutkan benua Aziliya."


"Benarkah seperti itu?" Natasha bertanya.


Aku mengangguk, lalu Arisa menyambung. "Itu bukan masalah sepele kak Mira, sangat tidak wajar kalau kak Mira lupa menyebutkan nama benua Aziliya."


"Arisa, aku ini juga manusia. Pasti ada saat nya dimana aku bisa lupa."


"Aku sangat yakin kak Mira." lalu Jack menambahkan. "Aku juga setuju dengan Arisa, tidak mungkin kak Mira bisa lupa."


"Sudah ku bilangkan, kalau aku-" sebelum aku menyelesaikan perkataan ku, Natasha memotong perkataan ku. "Itu benar Mira, tidak mungkin kau bisa lupa hal sepenting itu. Pasti ada seseorang yang memiliki sihir dengan efek penghapus ingatan dan jangkauan sihirnya bisa menjangkau ke seluruh dunia."


"Aku setuju dengan kak Natasha." kata Jack dan Arisa secara bersama-sama.


mendengar perkataan mereka, aku berpikir. Jika ada seseorang yang sekuat itu, pasti aku sudah bertemu dengan nya.


Selesai kami mengobrol, aku menyuruh mereka bertiga untuk menuju halaman depan Vila. Pada saat mereka di sana, aku menciptakan pelindung yang mengelilingi Vila kami, aku bebas mengatur apapun di dalam pelindung yang kubuat. Aku menghilangkan semua benda. Vila, pohon-pohon dan bahkan rumput ku hilangkan.


"Wow, bagaimana kakak bisa membuat hal sehebat ini?"


"Jangan banyak bertanya. Arisa, Jack kalian akan kami latih."


"Latih apa?" Jack bertanya.


"kami akan melatih kalian cara bertarung," Natasha menjawab. "Kalian tidak boleh bergantung terus pada kami, jika kalian mendapat masalah, kalian harus menyelesaikan nya sendiri."


Pada saat Natasha selesai menjelaskan, Natasha melemparkan Cristal pengecek bakat. Pada saat mereka mengatakan Open Status. Angka yang sangat tidak biasa timbul di status mereka.


Name:Arisa


Level:50


Class:Mage


HP:50.000


MP:5.000.000


STR:25


INT:55


VIT:10


DEX:55


Name:Jack


Level:50


Class:Knight


HP:5.000.000


MP:5.000


STR:70


AGI:59


INT:13


VIT:69


DEX:30


"Apa-apaan angka ini, kalian melakukan apa sampai bisa sekuat ini!?" Natasha berteriak.


"Mungkin karena kami sering di kejar monster waktu di Aziliya." Jack menjawab sambil menggaruk kepalanya.


"Bagus kalau begitu. Aku akan bertanya. Apakah kalian pernah mencoba serbuk surgawi?"


"Kenapa tiba-tiba bertanya seperti itu?" Arisa menjawab kebingungan.


"Jangan banyak tanya jawab saja."


 "Iya kami pernah mencobanya." Arisa menjawab.


"Lebih tepat nya di paksa. Tapi rasanya sangat enak sekali, rugi jika kak Mira belum mencobanya." Jack menambahkan.


"Heeh, apakah rasanya seenak itu?" Natasha Bertanya.


"Tentu saja itu sangat enak, rasanya seperti sedang-" sebelum Jack menjelaskan aku memotong penjelasan nya.


"Berapa kali kalian mencobanya."


"Baru sekali." Arisa menjawab.


"Memang nya kenapa sih kak Mira?" Jack menambahkan.


"Tidak, jika kalian mencobanya hanya sekali. kalian masih bisa kuselamatkan," Natasha, Arisa dan Jack kebingungan. "Natasha pernah aku katakan padamu kan, kalau serbuk surgawi itu berbahaya." Natasha mengangguk. Arisa dan Jack masih menunjukkan ekspresi bingung. "Sekarang lihat lah Natasha, efek samping dari serbuk surgawi itu." Aku menatap Arisa dan Jack. "Arisa! Jack! Ini akan sangat sakit, ku harap kalian bisa menahan nya."


"Kak Mira mau ngapain?" Jack bertanya.


Aku mengabaikan pertanyaan Jack. Lalu aku mengambil nafas dalam-dalam. "Super Magic Activated."


Lada saat aku mengaktifkan sihir ku, aku bisa melihat ekspresi ketakutan yang di tunjukkan Arisa dan Jack.


"Ka-Kak, Kakak mau ngapan?" Arisa bertanya.


Aku bergerak secepat suara menuju ke depan mata Arisa dan Jack. Kemudian aku memukul perut Arisa dan Jack menggunakan telapak tangan ku. "Super Magic: Heal."


Aku menggabungkan sihir Heal, dan Super Magic. Berharap ini bisa menghilangkan efek samping Serbuk surgawi.


Setelah aku mengarahkan sihirku ke Arisa dan Jack. Aku menjauh beberapa meter dari mereka. Lalu mereka berteriak setelah beberapa detik aku memberikan sihir.


Mereka berteriak kesakitan, teriakan mereka sangat kencang. Lalu mereka jatuh tersungkur di tanah, setelah itu mereka memuntahkan darah. Darah keluar sangat banyak dari mulut mereka, setelah darah keluar dari mulut mereka, mereka berteriak lebih kencang lagi.


Bersamaan dengan teriakan mereka, darah keluar dari telinga, hidung, dan mata mereka. Mereka terus berteriak kesakitan. Setelah itu mereka membenturkan kepala mereka ketanah hingga kepala mereka mengeluarkan darah.


Dengan panik Natasha bertanya. "Mira. Kau apakan mereka!?"


"Aku hanya memberikan mereka penyembuhan. Yang kau lihat saat ini adalah efek samping dari Serbuk surgawi. Serbuk itu membuat mereka menjadi seperti ini."


"Separah ini kah efek samping dari serbuk surgawi?"


"Aku tidak tahu, bahkan aku tidak mengira kalau efek samping nya akan separah ini."