
Yuri berlari di tengah hutan yang gelap, cahaya bulan memasuki celah pepohonan membuat cahaya remang-remang di sekitar Yuri, jika dengan mata orang biasa dia mungkin tidak akan bisa melihat dengan jelas di tengah hutan ini. Tapi mata Yuri berbeda, mata itu adalah mata warisan dari leluhur nya yaitu Mashya dan Mashyana, yang memiliki kemampuan untuk melihat segala nya. Jadi dengan mata itu Yuri bisa melihat di tengah gelap malam seperti siang hari.
Dengan nafas terengah-engah, keringat yang bercucuran, Yuri terus berlari. Kadang ia juga tersandung dengan ranting pohon atau benda yang berserakan di tanah.
"Kenapa!? Kenapa!? Kenapa aku harus pergi kesana!?"
Ia saat ini pergi ke arah barat daya, tempat orang tua yang mengejar Jack berasal. Saat pertarungan Jack dan orang tua itu, Yuri mengambil jalan memutar, agar tidak ketahuan. Setelah itu ia langsung mengambil jalan ke arah barat daya. Yuri pergi ke sana, karena ia melihat energi sihir (perkiraan) karena itulah ia pergi kesana. Jika yang di katakan Jack benar, pemilik energi sihir itu adalah Gaztor, dan dia yang membawa Yuri ke tempat yang menyeramkan ini.
"Kenapa!? Aku malah langsung terjun ke bahaya seorang diri!?"
Yuri mengeluh dengan nafas berat. Sebelum nya ia bergerak karena seperti ada yang memaksa nya untuk bergerak kesana. Tidak di ketahui apa yang memaksa nya, yang jelas Yuri tidak bisa melawan nya. Mungkin saja itu insting Yuri yang memberitahu nya untuk menolong Jack.
"Yang jelas, aku tidak bisa melawan orang itu tanpa senjata. Pertama-tama (Creation)"
Yuri menjulurkan tangan nya ke depan, membuka lebar telapak tangan nya, kemudian cahaya muncul di telapak tangan nya. Cahaya itu perlahan membentuk sesuatu, setelah beberapa saat bentuk itu terlihat dengan jelas. Itu adalah busur! Setelah terbentuk, cahaya itu menjadi sebuah busur perak, itu muncul di telapak tangan Yuri. Yuri menggantung busur perak itu di tubuh nya, lalu ia menggunakan (Creation) lagi untuk membuat anak panah. Anak panah itu di taruh di sebuah tabung hitam, jumlah anak panah itu mungkin hampir mencapai seratus. Yuri kemudian menggantung tabung itu di pinggang nya. Setelah persiapan selesai, Yuri pun menambah kecepatan berlari nya dengan nafas yang tidak beraturan.
Seharus nya aku rajin olahraga untuk menambah stamina ku. Pikir Yuri.
Menurut perkiraan Yuri, orang yang bernama Gaztor itu akan sampai ke tempat Jack dalam waktu satu jam, jadi sebelum dia sampai ke sana Yuri harus menyergap orang itu, dan memaksa nya untuk memulangkan Yuri beserta dengan Jack.
Aku harus membuat dia tidak bisa bergerak. Karena itu aku harus memanah kaki nya.
Sambil berfikir seperti itu, Yuri berlari.
\*\*\*
Gaztor berlari di tengah hutan, karena hutan itu gelap Gaztor tidak bisa melihat dengan jelas, ia hanya mengandalkan cahaya bulan yang memasuki celah pepohonan.
Ia bergerak ke arah energi sihir milik Pierot, kadang-kadang ia menabrak pohon. Tapi ia tidak peduli, ia terus berlari ke arah Pierot.
Dia bisa saja menggunakan (Gate). Tapi energi sihir nya saat ini hanya bisa membuat nya pergi sekali, jika ia menggunakan untuk pergi ke arah Pierot, ia tidak bisa kembali ke tempat Beliau. Karena itulah ia memilih berlari. Walaupun sudah satu jam semenjak ia berlari, Gaztor sama sekali tidak ngos-ngosan.
Tiga puluh menit kemudian.
Saat ini Gaztor sudah setengah jalan menuju tempat energi sihir Pierot. Jika ia merasakan energi sihir Pierot, saat ini sedang meluap-luap, tanda nya ia mengeluarkan kekuatan penuh nya. Dan itu juga pertanda kalau ia sedang bertarung. Jika pria yang mengejar 'alat' itu bertarung dengan Pierot yang sudah menggunakan kekuatan penuh, sudah bisa di pastikan kalau pria itu akan kalah. Saat memikirkan pria itu mati dengan cara yang paling menyakitkan, membuat Gaztor tersenyum sinis.
Kemudian....
Sesuatu benda mengarah ke Gaztor, ia berhenti lalu mundur selangkah. Benda itu langsung mengarah ke tanah tempat Gaztor berdiri sebelum nya. Gaztor mengambil benda itu, dan ternyata benda itu adalah anak panah.
"Kenapa benda seperti ini?"
Anak panah itu datang lagi dari arah depan. Dengan cepat Gaztor menghindar dari lintasan anak panah itu.
Sebelum ia mengambil posisi siap, anak panah datang dari kiri nya, langsung ke arah wajah nya, menghindar sedikit tapi sayang nya anak panah itu berhasil menyerempet pipi Gaztor.
"Cih!" Gaztor mendecakkan lidah nya, menurunkan pinggul nya, kemudian mengambil posisi bertarung. Melihat sekeliling dengan gugup, tanpa ia sadari setetes keringat jatuh melintasi pipi nya.
Bagaimana bisa musuh menembakkan anak panah dengan begitu akurat? Hutan ini gelap kau tahu! Tidak mungkin bisa menembak begitu akurat dalam kegelapan ini.
Saat Gaztor kebingungan dengan bagaimana musuh menembak, tiga buah anah panah datang dari belakang.
Gaztor melompat ke samping, terkejut dengan anak panah yang baru saja datang dari belakang.
Apakah penyerang nya ada lebih dari satu orang? Itulah yang di pikirkan Gaztor saat melihat anak panah yang datang dari arah yang berbeda setiap kali melesat.
Beberapa detik kemudian, tiga anak panah datang dari kanan. Dengan mudah ia menghindari itu.
"Jangan jadi pengecut keluar sialan!" Gaztor berteriak kesal.
Yang keluar selanjutnya bukanlah orang yang menembakkan anak panah, tapi anak panah itu sendiri yang keluar. Kali ini bukan dari depan, kiri, belakang, kanan Gaztor. Tapi dari atas Gaztor. Ada sepuluh buah anak panah yang jatuh menghujani Gaztor, ia menghindar. Tapi ada beberapa yang berhasil menyerempet. Lutut, lengan, dan pipi Gaztor terkena.
Tidak memberikan Gaztor bernafas lega karena berhasil menghindar, anak panah datang lagi dari atas.
"Setidak nya beri aku waktu bernafas!" Gaztor memperotes.
Ia memperotes seperti itu karena, setiap ada anak panah yang datang ia pasti akan menahan nafas nya.
Anak panah terus berdatangan dari atas. Kali ini anak panah itu tidak hanya menyerempet tubuh Gaztor, anak panah itu berhasil mengenai pundak dan punggung kaki Gaztor. Ia berlutut karena kesakitan.
"Sial! Kenapa aku baru tahu sekarang. Sudah pasti ini berasal dari alat itu, hanya dialah yang bisa melihat dalam gelap seperti ini."
Satu anak panah melesat dari depan Gaztor dan itu dengan lancar mengenai pundak Gaztor yang satu lagi.
"Aaakh!" Gaztor mengerang kesatikan. Kali ini anak panah itu datang lagi dan langsung menusuk kaki Gaztor. Serangan terakhir itu membuat Gaztor sulit bergerak karena kaki nya yang terluka. Jika di paksa bergerak maka ia pasti akan merasakan sakit yang luar biasa, dan jika anak panah itu di cabut, ia akan kehilangan banyak darah akibat luka yang di sebabkan oleh anak panah.
Kali ini betul-betul Gaztor sudah terkena Skakmat.
Saat mengetahui keadaan nya seperti itu, dua buah cahaya emas yang bentuk nya seperti mata datang mendekat dari arah depan.
Saat cahaya bulan memasuki pepohonan melalui celah yang ada, barulah identitas pemilik cahaya emas itu ketahuan. Sudah jelas itu adalah 'alat' yang di bilang oleh Gaztor. Putri ke empat kerajaan Fantasia, Yuri Fantasia. Itulah identitas 'alat' yang di maksud Gaztor.
Yuri membawa busur di depan dada nya, yang menandakan kalau dialah yang menyerang Gaztor barusan.
"Sekarang kau harus menuruti apa mau ku." Kata Yuri menatap tajam dengan mata emas nya ke arah Gaztor.