
2 minggu berlalu, aku, Natasha, Arisa, dan Jack. Sedang duduk di sofa sambil minum teh dan makan beberapa macam kue.
Setelah 2 Minggu Jack dan Arisa menerima pelajaran Natasha mereka sudah mulai lancar berbicara, mereka sudah bisa membaca dan menulis, bahkan mereka sudah bisa membuat teh, tapi sayang nya kemampuan masak mereka masih kurang. Jika di lihat dari kemampuan belajar mereka itu sangat lah tidak normal, mereka bisa belajar banyak hal dalam waktu 2 Minggu saja, hal ini menandakan kalau mereka berdua ini sangat jenius.
Pada saat aku minum teh, Arisa bertanya kepadaku.
"Kak Mira," Selama 2 Minggu ini Jack dan Arisa di lajari untuk memanggil ku dengan sebutan Kak Mira. Rasa nya sangat aneh, melihat orang dewasa memanggil anak kecil dengan sebutan kak. Walaupun umur mereka berdua lebih muda dari aku, tapi wujud mereka seperti orang dewasa.
"Ada apa Arisa?"
"Kakak ini sangat suka sekali minum teh ya, setiap hari ku lihat kakak selalu minum teh."
"Betul juga kata Arisa," Natasha menyambung. "apakah ada alasan nya?"
"Hmmmm, aku juga tidak tau kenapa? Tapi pada saat aku masih tinggal di istana seluruh keluarga ku juga suka minum teh, dan aku selalu di paksa ikut untuk minum teh. Mungkin karena itu minum teh jadi kebiasaan ku."
"Eh, kak Mira dulu tinggal di istana?" Jack menyambung perkataan ku.
"O iya, Mira belum pernah cerita ya ke kalian. Sebenarnya Mira itu putri kerajaan." Kata Natasha dengan nada senang.
Arisa dan Jack terkejut mendengar perkataan Natasha, mereka berdua terdiam tidak bisa berkata apa pun.
"Kenapa kalian terkejut? Identitas Natasha lebih mengejutkan lagi. Sebenarnya Natasha ini adalah pemimpin dari Ras Vampir."
Setelah itu Natasha menunjukkan senyum nya, dari mulut Natasha keluar dua taring, lalu mata Natasha bercahaya.
Jack dan Arisa lebih terkejut melihat Natasha, mereka berdua gemetaran.
"Bagaimana bisa? Ras paling kejam masih hidup? Bukan kah dulu pahlawan sudah membunuh nya?" Kata Arisa dengan suara pelan.
"Kalau begitu aku balik bertanya kepada mu Arisa. Apakah Natasha ini terlihat kejam di matamu?"
Jack langsung menggelengkan kepalanya. "Tidak! Kak Natasha adalah orang baik, dia telah menyelamatkan kami dari pasar budak."
Arisa mengangguk. "Betul kata Jack, walaupun kak Natasha Vampir. Kak Natasha sudah menolong kami."
Mendengar perkataan mereka, Natasha menunjukkan ekspresi lega.
"Kami sudah memberitahu identitas kami, sekarang bisa kalian ceritakan apa yang terjadi pada kalian berdua?"
Arisa pun menceritakan apa yang terjadi pada nya dan Jack. Tapi sebelum Arisa bercerita dia memberi ku beberapa pertanyaan.
"Kak Mira tahu ada berapa benua di dunia ini."
"Ada 6 kan, Benua paling besar Silia, kedua Festria, ketiga Hokahi, ke empat Aziliya, kelima Yuro dan yang keenam Chiso."
"Benar. Lalu kak Mira tahu dimana semua ras tinggal?"
"Human di Silia, Giant dan Dragon di Festria, Elf di Hokahi, Demi Human dan Dwarf di Yuro dan Demon di Chiso kan."
"Lalu Kakak ada menyadari keanehan?"
"Kak Mira benar, di benua Aziliya tidak ada yang menempati. Karena benua Aziliya di jadikan tempat pembuangan seluruh Ras."
"Tempat pembuangan?"
"Kakak pernah bilang kalau perbudakan di larang oleh seluruh ras. Kenyataan nya, masih ada perbudakan di ras Giant, Dragon, dan Elf.
Lalu bagi ras yang ingin menyumbangkan rakyat nya sebagai budak, mereka akan membuang orang itu ke benua Aziliya. Bahkan anggota Low Light mencari budak di benua Aziliya."
"Benarkah itu?" Arisa mengangguk. "Tapi beberapa hari yang lalu aku bertanya ke Rio, jika Low Light ingin menjual budak mereka akan menculik nya."
"Itu tidak benar, Anggota Low Light memungut kami dari benua Aziliya. Kami berdua di buang oleh Ras Elf ke Aziliya, padahal kami tidak berbuat salah." Arisa menangis, ia tidak kuat lagi untuk bercerita.
"Kalau begitu aku yang akan melanjutkan." Kata Jack.
Semuanya bermulai 2 tahun yang lalu, ada seorang manusia laki-laki yang terdampar di benua Hokahi, para Elf yang berada di benua itu, segera membawa manusia itu ke pemimpin Elf, pemimpin Elf tanpa pikir panjang ingin mengeksekusi manusia itu. Di karenakan perjanjian damai, memberikan aturan kalau ras lain tidak boleh mengganggu wilayah ras yang lain tapi manusia itu malah memasuki benua Hokahi yang merupakan wilayah Elf.
Manusia itu melakukan pembelaan diri agar dirinya tidak di eksekusi, tapi keputusan pemimpin Elf sudah bulat. Pada saat manusia itu ingin di eksekusi, ada seorang Elf wanita yang menghalangi eksekusi manusia itu.
Elf wanita itu terus membela Manusia itu, akhirnya pemimpin Elf pun membatalkan eksekusi Manusia itu, tapi Wanita Elf dan Manusia di asingkan dari desa Elf. Mereka di buang ke ujung benua Hokahi.
Wanita Elf dan manusia itu sampai di ujung benua Hokahi, di ujung benua Hokahi hanya ada hutan belantara beserta binatang buas dan monster yang selalu mengancam nyawa mereka berdua. Tapi dengan kerjasama mereka berdua, mereka bisa mengatasi ancaman yang ada.
1 tahun berlalu mereka berdua menikah, yang awal nya di ujung benua Hokahi, hanya ada hutan belantara. Dengan keberadaan mereka berdua ujung benua Hokahi berubah menjadi sebuah rumah yang di kelilingi berbagai macam kebun. Mereka berdua memiliki 2 orang anak kembar laki-laki dan perempuan, tapi aneh nya. Anak mereka berdua berbeda Ras. Yang perempuan memiliki telinga panjang hal ini yang menandakan jika dia Elf. Sedangkan yang laki-laki tidak memiliki telinga panjang, bentuk fisik nya pun mirip dengan manusia.
7 bulan setelah anak mereka lahir, hal aneh terjadi pada anak mereka, anak mereka yang masih berusia 7 bulan malah memiliki wujud seperti anak berusia 7 tahun. Mereka berdua khawatir jika kondisi anak mereka ketahuan oleh pemimpin Ras Elf. Karena jika ketahuan maka anak mereka akan di jadikan budak dan di buang ke aziliya.
Mereka terus menyembunyikan keberadaan anak mereka dari pemimpin Elf, tidak terasa 5 bulan pun berlalu, anak mereka genap menginjak usia 1 tahun, mereka senang bisa menyembunyikan anak mereka selama 1 tahun tanpa ketahuan pemimpin Elf.
Pada saat malam hari, mereka berdua ingin makan malam bersama 2 anak mereka. Tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu yang sangat keras. Si suami menyuruh istri dan anak-anak nya untuk bersembunyi. Si suami membuka pintu, ternyata yang mengetuk pintu adalah sekelompok Elf, si Istri bisa mengetahui kalau mereka adalah utusan pemimpin Elf, karena si Istri bisa melihat lambang kerajaan di baju mereka.
Sekelompok Elf itu mengacak-acak rumah, setelah itu sekelompok Elf itu mengancam si suami, si suami di paksa untuk memberitahu di mana anak nya.
Si suami menolak, tapi salah satu Elf di antara sekelompok Elf itu, memukul perut si suami, lalu Elf yang lain ikut-ikutan memukuli si suami.
Setelah memukuli si suami, salah satu Elf menggunakan sihir (Searching) untuk mencari si istri dan anak-anak si suami.
Dengan sihir salah satu Elf, lokasi si istri ketahuan, akhirnya mereka memutuskan untuk mengambil anak nya dengan paksa, tapi si suami yang masih bertubuh bonyok berdiri dan memukuli salah satu Elf hingga mati, sekelompok Elf itu membunuh si suami, lalu sekelompok Elf itu mendatangi tempat si istri bersembunyi.
Di tengah keputusasaan karena suami nya baru mati, si Istri tidak bisa berbuat apa-apa, air matanya membasahi pipinya, tapi si istri segera menghapus air matanya, dan membawa anak-anak mereka lari. Di tengah keputusasaan si Istri berlari.
Si istri terus berlari dan bersembunyi untuk menghindari kejaran sekelompok Elf. 3 bulan berlalu para Elf masih terus memburu si Istri. Selama 3 bulan si istri terus bersembunyi di sebuah gua, dan selama 3 bulan si istri membuat cristal sihir dengan batu di gua, para elf memiliki kemampuan untuk membuat cristal sihir, dengan menggunakan energi sihir yang melimpah di dalam diri mereka, mereka bisa membuat cristal sihir.
Si istri membuat 3 cristal sihir, yang masing-masing di isi dengan sihir (teleportation) si istri ingin menggunakan nya untuk kabur dari benua Hokahi.
Akhir nya mereka keluar gua, si istri langsung menggunakan cristal itu, si istri berteriak. "Teleportasi kami-" belum selesai si istri menyebutkan keinginan nya, posisi mereka sudah di ketahui oleh para Elf.
Para Elf langsung menghancurkan salah satu cristal dengan menggunakan panah. Lalu para Elf juga ingin menghancurkan cristal yang lain nya, tapi si Istri melindungi cristal sihir dengan tubuh nya. Hasilnya si Istri terkena panah.
Dengan suara pelan si Istri mengaktifkan cristal nya, dan menteleportasi kedua anak nya. Akhirnya kedua anak nya berhasil ber teleportasi. Karena kesal melihat anak-anak yang selama ini mereka incar malah berhasil lolos, para Elf pun memutuskan untuk membunuh si Istri.