From Mage Became Princess

From Mage Became Princess
Chapter 211 Jack sampai di ruang ritual



Jack dan pasukan Vampir nya terbang di langit malam, beberapa menit kemudian dia bisa melihat kumpulan cahaya di tanah. Itu adalah kumpulan lampu sihir rumah-rumah warga kota. Itu menandakan kalau kota Salad sudah berada di depan mata mereka.


Ini aneh.... Aku tidak bisa melihat sumber dari energi sihir yang kurasakan sebelum nya. Pikir Jack sambil menatap kota. Tapi yang jelas, energi sihir besar itu berasal dari kota ini. Bahkan sekarang aku masih bisa merasakan nya!


"Kita akan berubah menjadi kelelawar, kemudian berpencar untuk mencari Natasha dan Mira!" Perintah Jack kepada pengikut nya yang terbang di belakang nya.


"Ya. Tuan!" Jawab para Vampir serempak.


Mereka berubah menjadi kelelawar, menyatu dengan langit malam, kemudian mereka terbang ke kota.


Sesampai nya di kota, mereka berpencar dalam 2 orang dalam satu kelompok. Memeriksa rumah warga untuk mencari lokasi Natasha dan Mira.


Jack bersama satu orang bawahan nya, menyelidiki ke balai kota, tujuan utama mereka adalah Mansion pemimpin kota.


Saat sampai dekat Mansion, Jack di kejutkan dengan luapan energi sihir yang kuat berasal dari puing-puing bangunan yang berasal di samping Mansion.


Apa ini!? Energi sihir sebesar ini.....


"Tuan Jack, seperti nya bungunan itu baru hancur beberapa jam yang lalu." Kata bawahan Jack.


"Karena tidak ada orang di sini sekarang, kita akan menyelidiki bangunan yang hancur itu."


"Dimengerti!"


Mereka pun menyelidiki puing-puing Katedral yang di hancurkan Natasha sebelum nya. Setelah menyelidiki hampir selama satu jam, Jack dan bawahan nya berhasil menemukan ruang bawah tanah.


\*\*\*


Sementara itu, sewaktu Jack sudah sampai di kota Salad. Amanda yang terbaring di tanah berhasil sadar.


Dia berusaha bangkit, tetapi dia sudah banyak kehilangan banyak darah sehingga tubuh nya lemas dan susah untuk bangkit.


"Uuurrrgh!" Amanda mengerang, mendorong tubuh nya ke atas untuk berdiri. Tapi kedua tangan nya, bergetar dan tergelincir kesamping yang membuat nya terbaring kembali.


"Ha. Ha. Ha. Ha. Hah....." Amanda terengah-engah. Terus berusaha untuk bangkit.


"Aku harus..... Menyelamatkan..... Mereka........ Hah. Hah. Hah." Kata Amanda berusaha untuk bangkit.


Walaupun sudah di khianati, dia tetap ingin menyelamatkan anggota satu Ras nya. Amanda tahu. Jika mereka ketahuan berkhianat, mereka akan di bunuh. Bahkan Natasha yang mantan Ratu Vampir saja tidak akan segan-segan membunuh mereka jika mereka mencoba mengkhianati Mira.....


Karena itu.....


Karena itu aku harus menyelamatkan mereka.....


"Sebelum...... Mereka..... Terbunuh!"


"Aku..... Harus.... Cepat!"


Walaupun tubuh nya sudah tidak mendukung lagi untuk bergerak, Amanda terus berusaha bangkit untuk mencegah teman-teman satu Ras nya melakukan hal bodoh seperti berkhianat kepada penyelamat mereka. Kesalahan mahluk di dunia hanyalah satu: memandang rendah mahluk lain yang bukan sejenis nya. Rasisme masih terjadi walaupun ratusan tahun telah berlalu. Karena itulah banyak para Vampir yang merasa tidak puas karena mereka menjadi bawahan seorang dari Ras yang lebih rendah dari pada mereka. Tetapi Amanda tahu, kalau pemikiran Vampir lain itu bodoh! Dan itu akan berakibat fatal untuk keberlangsunan hidup Ras mereka.


Karena itu.....


Karena itu aku harus menyelamatkan mereka dari kebodohan itu!


Amanda sekali lagi menguatkan niat di dalam hati nya. Kali ini pandangan nya di penuhi dengan tekad kuat. Tetapi, tekad saja tidak cukup untuk membuat Amanda bisa bangkit.


"Aku.... Harus.... Menyelamat..... Kan..... Mereka!..... Hah..... Hah.... Hah.... Hah... Hah... Hah...."


Amanda terus berusaha bangkit dengan nafas yang terengah-engah.


\*\*\*


"Mira!! Natasha berteriak memanggil nama orang yang di cintai nya dengan keras dan putus asa. Dia tidak bisa menahan air matanya lagi saat menyaksikan Mira kesakitan, dan tidak sadarkan diri. Dia pun meronta-ronta untuk membebaskan diri dari belenggu yang mengikat nya.


"Kak Mira!" Sama hal nya dengan Natasha, Arisa juga meronta-ronta untuk membebaskan diri.


"Lepaskan aku sialan!" Natasha menghujat orang yang ada di depan nya, tidak jauh. Orang itu sedang mengangkat sesuatu, tetapi dari belakang Natasha tidak dapat melihat apa yang di angkat orang itu.


Kenapa!?


Kenapa aku tidak bisa menggunakan kekuatan ku!?


Sial!! Sial!! Sial!! Sial!! Sial!! SIAL!!!!!!!


Natasha mengutuk diri nya karena tidak mampu menyelamatkan orang yang dia cintai. Kesedihan, keputusasaan, amarah, dan emosi negatif lain nya memenuhi hati Natasha.


"....Mira....." Akhir nya dia berkata dengan pelan dengan kepala tertunduk sambil menumpahkan air mata. "Lepaskan aku..... Paling tidak........ Seseorang tolong.......... Selamatkan Mira."


Entah itu karena harapan Natasha, atau kebetulan. Terjadi ledakan di salah satu dinding yang menyebabkan dinding itu berlubang. Kemudian dari lubang itu keluar seseorang yang bisa menyelamatkan Mira. .......................................................................................................................


----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------


-------- Atau begitulah yang di pikirkan Natasha.


\*\*\*


Beberapa menit sebelum ledakan terjadi di ruangan ritual.


Jack menyingkirkan puing-puing bangunan, dan berhasil menemukan ruang bawah tanah.


"Ayo masuk." Perintah Jack kepada bawahan nya.


Mereka berdua pun tanpa ragu sedikit pun memasuki ruangan bawah tanah. Tangga menurun secara diagonal membawa kesebuah lorong gelap dan lembab. Saat Jack sudah sampai di dasar tangga, perasaan aneh mulai menyerang tubuh Jack. Itu seperti stamina dan kekuatan nya seperti tersedot keluar yang segera membuat Jack berlutut di lantai.


"Uuug!" Erang Jack.


Apa ini!?


Kekuatan ku......


"Tuan Jack..... A-apa yang terjadi!?" Tanya bawahan Jack. Ketakutan dan kepanikan tergambar jelas dari suara nya.


"Tidak tahu bodoh!" Teriak Jack dengan suara di penuhi amarah.


Jack kemudian menggunakan (Cursed Blood Control) nya. Tetapi sayang nya tidak bisa.


"Kita kembali!" Perintah Jack. "Ada sesuatu yang salah di ruangan bawah tanah ini."


Mereka pun bersusah payah untuk berdiri, kemudian perlahan-lahan menaiki tangga, saat sudah setengah jalan menuju ke atas, kekuatan mereka kembali.


"Apa yang terjadi?" Bawahan nya berkata dengan bingung.


"Seperti nya ada sihir yang dapat menyegel kemampuan khusus seseorang di ruang bawah tanah itu." Jawab Jack dengan acuh tak acuh.


"Ka-kalau begitu gawat!! Tanpa Cursed Blood Control, kita tidak bisa membunuh Mira!!"


"Hmmm....." Jack mengerang sambil memikirkan sesuatu. Setelah beberapa detik, akhir nya dia selesai berpikir. "Seperti nya aku tahu cara menetral kan sihir itu..... Yah, aku sendiri tidak yakin. Tetapi tidak ada salah nya untuk di coba."


Jack segera membuka (Blood Box) nya dan mengambil pedang Pahlawan Sieg. Segera setelah itu ia berjalan kembali ke dasar tangga.


Kali ini kekuatan Jack tidak berkurang, dia masih bisa berdiri tegak.


"Yap seperti dugaan ku. Pedang Pahlawan Sieg dapat menetral kan sihir itu."


"Ba-bagaimana cara nya!?" Tanya bawahan Jack.


"Setelah melawan Amanda, aku bisa merasakan kekuatan pedang ini berevolusi dan menghasilkan kekuatan baru. Yaitu dapat menetralkan dan meniadakan segala serangan."


"O-oooh!! Dengan begitu kau bisa membunuh Mira dengan mudah!"


"Bukan cuma dia. Bahkan Natasha bisa ku bunuh dengan mudah." Kata Jack dengan seringai jahat. "Cukup di sini untuk pembicaraan kita. Aku akan segera mencari mereka berdua dan kembawakan kepala mereka kesini..... Ah, tetapi mungkin agak lama. Karena aku akan sedikit bermain-main dengan tubuh mereka."


Dengan itu Jack berjalan menyusuri lorong menuju arah energi sihir yang besar berasal. Tanpa di ketahui Jack bahwa asal energi sihir itu berasal dari ruangan tempat Ritual sedang berlangsung.