
"Kenapa Mira?"
"Ah. Bukan apa-apa."
Aku pasti memasang wajah bodoh karena terkejut dengan jawaban Kak Yuri sebelum nya. Dia pun merasa terganggu dengan itu, dan bertanya. Aku menjawab dengan santai menyembunyikan perasaan tidak nyaman di hati ku.
Jack menjadi bangsawan di kerajaan Eurasia.... Si penghianat sialan itu! Apa yang di lakukan Natasha dan lain nya saat aku tidak sadarkan diri... Tidak. Pertama tenang dulu. Apakah itu benar-benar Jack sialan itu, atau hanya orang yang bernama sama? Untuk saat ini aku harus memastikan hal itu.
"Jack yang kakak maksud itu, adalah mantan bawahan ku dulu? Ituloh saudara Arisa?"
"Eh!?" Semua orang di ruangan terkejut dengan perkataan ku yang tiba-tiba.
"Mira....." Ayah kemudian berkata dengan wajah bermasalah. "Perkataan mu tentang menjadikan bangsawan kerajaan lain sebagai bawahan. Itu merupakan penghinaan. Jika ada bangsawan kerajaan Eurasia di sini kau pasti akan menyebabkan masalah internasional."
"Dan juga. Bukan kah bawahan mu Arisa tidak memiliki saudara." Sambung Ibu.
"Be-Begitu ya...."
Baiklah. Dari percakapan itu. Membuat ku mengetahui situasi nya sekarang, aku akan memastikan kalau pemikiran ku ini benar atau salah dari Natasha dan Arisa nanti.
"Maafkan aku. Seperti nya aku mencampurkan mimpi yang ku lihat dengan kenyataan." Kata ku. "Untuk saat ini Kak Yuri bisa kakak jelaskan bagaimana Pria yang akan kakak nikahi nanti."
"Eh!? I-Itu sangat memalukan." Kata Kak Yuri sambil menundukkan kepala nya dengan wajah sepenuh nya memerah.
Aku tersenyum saat melihat perilaku Kak Yuri yang tidak pernah ku lihat. Aku memperhatikan Selir Shina juga ikut tersenyum, melihat Putri nya seperti itu.
"Ceritakan saja Yuri, ini permintaan dari adik mu." Kata Ibu sambil nyengir menggoda Kak Yuri untuk menceritakan calon pasangan nya.
"Ba-Baiklah...." Kak Yuri pun menceritakan tentang bagaimana dia bertemu dengan Jack, penampilan, kepribadian, dan prestasi Jack.
Dan dari penjelasan Kak Yuri, bisa di pastikan dia adalah Jack yang ku kenal. Bukan orang berbeda tetapi memiliki nama yang sama. Dia betul-betul adalah Jack. Si penghianat sialan itu!
Aku terus mendengarkan cerita Kak Yuri sambil menyembunyikan perasaan kebencian yang ada di dalam hati ku.
Waktu makan pun selesai, kami semua keluar ruangan. Aku meminta untuk keluar bersama dengan Natasha dan Arisa. Ayah mengizinkan tetapi aku tidak di perbolehkan ke kota, yang membuat ku hanya boleh keluar hingga ke taman istana saja. Dengan begitu, aku, Natasha dan Arisa pergi ke taman istana.
Saat di taman, kami bertiga pergi ke pondokan yang ada di tengah taman. Aku duduk di kursi, dan menyuruh Arisa mengeluarkan manisan dari (Inventori) nya.
"Eh!? Bukan nya Kak Mira baru selesai makan?" Kata Arisa dengan terkejut.
Aku menatap Arisa dengan tajam, dia kemudian melakukan apa yang ku suruh dengan panik. Setelah manisan sudah di sediakan di meja kecil yang ada di depan ku, aku menatap Arisa dan Natasha yang berdiri di sebrang meja.
"Karena manisan sudah di keluarkan. Kalian pasti tahu apa yang akan ku bicarakan." Mereka mengangguk. "Pertama, jelaskan apa yang terjadi setelah aku tidak sadarkan diri."
Setelah aku selesai bicara, aku mengambil manisan, Arisa di saat bersamaan membuat (Barir) agar pembicaraan kami tidak di dengar. Kemudian Natasha mulai berbicara.
"Setelah kau tidak sadarkan diri, kami membawa mu dan Ratu Carla ke istana, kemudian melaporkan tentang kelompok agama Pierot yang membuat prajurit gabungan tiga negara menyerbu kota Salad dan menangkap para Bangsawan yang menjadi dalang di balik layar. Dan sehari setelah nya, kambing hitam yang kau sediakan di tiga negara di tangkap.
Dan juga, ketiga Raja kebingungan kenapa bisa Kota Salad saja yang bisa selamat dari kematian masal, padahal para warga nya mengenakan kalung yang sama dengan kalung yang di duga sebagai penyebab kematian masal."
"Aaaah. Aku lupa masalah kalung itu."
Aku mengambil manisan, memakan nya. Setelah selesai aku kemudian bicara. "Aku pikir kerajaan-kerajaan kecil tidak akan berani mengajukan protes kepada tiga kerajaan besar. Tetapi siapa menyangka mereka akan membuat aliansi. Tetapi, walaupun mereka membuat aliansi, seharus nya kekuatan militer mereka tidak akan cukup untuk menandingi kekuatan militer tiga kerajaan besar."
"Kau terlalu meremehkan kerajaan-kerajaan kecil Mira. Mereka memiliki kekuatan militer yang tidak kalah dari tiga kerajaan besar, terutama kekuatan militer dari kerajaan pangeran yang menjadi suami para saudari mu."
"...." Aku terdiam, mengambil manisan, memakan nya dan memberikan kode kepada Natasha untuk melanjutkan.
"Baiklah akan ku jelaskan bagaimana pasukan dari kerajaan para suami kakak mu itu."
Pertama suami dari Nina, dia bernama Martinez. Pangeran dari kerajaan Abisia. Kerajaan Abisia memiiki pasukan khusus penyihir. Setiap negara memiliki pasukan khusus ini. Tetapi pasukan penyihir kerajaan Abisia berbeda dari yang lain. Pasukan penyihir kerajaan Abisia bisa menembakkan sihir kuat sebanyak puluhan kali, sedangkan pasukan penyihir kerajaan lain tidak bisa menembakkan sehingga sampai puluhan kali. Mereka bisa menembakkan sebanyak itu karena item berupa tongkat sihir yang memiliki efek regenerasi energi sihir yang mereka ciptakan.
Kedua suami dari Blanc, dia bernama Taylor. Pangeran dari kerajaan Persia. Kerajaan ini memiliki pasukan khusus yang tidak di miliki pasukan lain. Yaitu, pasukan Necromancy. Ini adalah pasukan kunci aliansi kerajaan kecil. Kerajaan Persia memiliki banyak penyihir Necromancy, yang memiliki kemampuan mengendalikan orang mati. Dan medan pertempuran adalah gunung orang-orang mati, dengan itu para Necromancy bisa mengendalikan mayat yang sudah mati di medan pertempuran. Yang membuat para Necromancy berkuasa.
Ketiga suami dari Rosa, dia bernama Davis. Pangeran dari kerajaan Chartreux. Kerajaan ini memiliki pasukan ksatria yang sangat kuat, dari pada pasukan kerajaan lain. Dan mereka juga memiliki pasukan bombardir. Pasukan khusus yang bertugas meledakkan medan perang dengan sihir, dan meledakkan medan perang dengan item khusus yang dapat menyebabkan ledakan hanya dengan di lempar.
Aku mengambil manisan lagi, setelah mendengar penjelasan Natasha. Pasukan yang memiliki item sihir yang dapat meregenerasi energi sihir. Pasukan Necromancy yang dapat mengendalikan mayat hidup. Dan pasukan bombardir, yang meledakkan medan perang dengan sihir dan item khusus. Aku penasaran item khusus apa yang di maksud Natasha itu, apakah itu semacam granat?..... Tunggu. Apa itu granat? Nama itu muncul tiba-tiba di kepala ku.... Biarlah. Yang lebih penting saat ini membahas hal yang paling membuat ku penasaran.
"Aku mengerti kekuatan pasukan aliansi kerajaan kecil... Tetapi saat ini kesampingkan hal itu dulu. Ada yang ingin ku tanyakan."
"Apa itu?" Kata Natasha.
"Apa maksud kalian menjadikan Jack bangsawan kerajaan Eurasia? Kalian sampai menggunakan sihir (Mind Control) untuk memalsukan ingatan seluruh orang."
"!?"
Mereka tersentak saat aku berbicara. "Ka-Kak Mira masih kenal dengan Jack?"
"......Apakah kau menggunakan sihir (Mind Control) pada ku saat aku tidak sadarkan diri?" Aku bertanya. Menatap Arisa dengan tatapan tajam.
Dia langsung bersujud, meminta maaf pada ku dengan takut-takut. "Maafkan aku Kak Mira! Kami tidak bisa membawa Jack pulang ke sini. Jujur aku juga tidak bisa memafkan nya, tetapi itu bukan berarti aku bisa membenci nya. Karena itu, aku memohon pada yang lain nya untuk menjadikan Jack sebagai bangsawan Eurasia, agar dia bisa bahagia, dan aku pikir dia bisa menikah dengan Putri Yuri jika seperti itu, aku tidak percaya itu akan berhasil. Da-Dan juga....."
Arisa mulai mengoceh tidak jelas, nada suara nya sangat jelas, dia sangat takut sekarang. Melihat hal itu, membuat ku menghela nafas. "Haaah. Yah itu sudah terjadi, tidak ada gunanya untuk marah sekarang. Malahan aku bisa lega dia sudah tidak ada di sini."
"Eh? Kak Mira tidak marah, Putri Yuri menjadi tunangan Jack?"
"Kau pikir aku bisa marah setelah melihat Kak Yuri berbicara tentang Jack dengan wajah yang begitu bahagia?"
"....."
"Lupakan masalah itu. Sekarang aku ingin tahu, pada berapa negara kalian menggunakan sihir Mind Control?"
"Seluruh Benua Silia." Jawab Arisa dengan santai.
Saat itu, tiba-tiba Natasha angkat bicara memperingatkan Arisa tentang seseorang yang datang ke pondokan tempat ku beristirahat. "Arisa lepaskan Barir. Ada yang datang." Arisa menuruti Natasha, dan melepaskan Barir.
Kemudian datang dari arah istana, ketiga suami dari Kakak ku bersama dengan anak-anak mereka.
Aku memperhatikan mereka mendekat sambil memakan manisan. Tetapi.... Firasat ku tidak enak tentang kedatangan mereka.