
Gaztor dan Pierot menaiki kuda raksasa. Kuda itu berlari dengan kecepatan tinggi ke arah timur laut. Saat di tengah perjalanan, Gaztor mengeluarkan suara terkejut, karena penasaran Pierot pun bertanya.
"Ada apa?"
"Seluruh Parasit yang mengendalikan monster dan binatang buas mengejar 'alat' itu mati! Mereka semua hancur berkeping-keping tanpa sisa."
"Ap-apa!? Monster itu jumlah nya ada lebih dari 50 ekor, mereka semua mati katamu!?"
Gaztor mengangguk perlahan, keringat dingin membasahi tubuh nya, sebuah hawa dingin merambat di punggung nya, ketakutan yang luar biasa muncul di dalam hati nya. Itu bukan takut karena monster nya terbunuh, ia takut kepada orang yang ada di depan nya.
Itu benar! Ia takut kepada Pierot yang mengeluarkan aura mengerikan dan hawa membunuh yang bisa membuat siapapun ketakutan. Bahkan kuda yang berlari mulai ketakutan dan memperlambat langkah nya.
Pierot menampar punggung kuda besar yang di tunggangi nya. "Lebih cepat!"
Kuda itu merasakan ketakutan, dan berhenti berlari. Pierot berdiri, lalu ia menginjak punggung kuda. Kuda yang di injak nya langsung hancur seperti benda besar dan berat menindihi nya.
Pierot dan Gaztor terjatuh saat kuda itu hancur, mereka menyesuaikan momentum dan mendarat di tanah dengan mulus.
"Sialan! Kita akan berlari dari sini."
Pierot berlari, dengan kecepetan yang lebih cepat dari kuda raksasa sebelum nya.
Gaztor yang melihat Pierot yang sudah jauh di depan hanya bisa terdiam. Kemudian ia mulai berlari, itu adalah kecepatan manusia normal saat berlari. Tidak seperti Jack dan Pierot yang bisa berlari dengan kecepatan yang hampir menyamai kecepatan suara, Gaztor hanya bisa berlari dengan kecepatan manusia normal, karena itu sebelum nya mereka menggunakan kuda raksasa.
'Kenapa Tuan Pierot tidak mengejar mereka sendiri... Dan juga ia tidak harus membunuh kuda itu hanya karena kesal.' Pikir Gaztor protes, tapi ia tidak berani mengeluarkan pemikiran itu melalui mulut nya. Karena ada perasaan takut yang menghalangi nya.
\*\*\*
"Sword Skill Number One : Dragon Slicer!"
Angin yang berbentuk naga keluar dari tebasan Jack yang secara Horizontal. Naga itu dengan cepat pergi mendatangi puluhan monster yang mendekati Yuri yang menutupi diri nya dengan perisai.
Naga itu kemudian membuka mulut nya, terus pergi ke arah monster.
Dan......
Satu monster di makan hingga lenyap, kemudian satu lagi, satu lagi, satu lagi hingga monster itu habis. Jeda waktu naga itu memakan setiap monster hanya sepersekian detik.
Di saat naga memakan para monster, Jack dengan cepat mendekati Yuri, lalu menggendong nya lagi.
"Eeeh!?" Yuri terkejut karena tubuh nya tiba-tiba terangkat.
Sebelum nya karena takut ia menutup mata saat mendekati para monster, karena itu ia terkejut saat di gendong Jack.
"Kita harus pergi, pasti mereka tahu kalau para monster itu sudah di kalahkan."
Sebelum Yuri setuju dengan Jack, Jack sudah lari dengan kecepatan tinggi.
"Kenapa kita harus lagi? Kau bisa mengalahkan mereka dengan mudah kan? Kau saja bisa mengalahkan monster ini sendirian, seharus nya...."
"Kalau orang bernama Gaztor, aku bisa mengalahkan nya dengan mudah. Tapi tidak dengan yang satu lagi."
"Memang nya Wilson sekuat itu?"
Jack menggelengkan kepala nya. "Bukan Wilson, dia tidak ikut kesini. Dia adalah orang lain, yang jelas orang ini sangat kuat, baru saja aku merasakan energi sihir yang kuat kemari dengan kecepatan tinggi.... Tidak ada waktu lagi, kita harus mengulur waktu sampai Nona Mira datang."
"Memang nya ada yang berubah kalau Mira datang?"
Ah, benar juga. Putri Yuri tidak tahu kekuatan sebenarnya dari Kak Mira. "Fuuuh" Jack menghembuskan nafas lega.
Untung aku sudah menyiapkan alasan untuk ini.
"Pelayan peribadi Nona Mira, Kak Natasha pasti bisa mengalahkan nya. Aku belajar berpedang dari dia."
"Eeeeh." Kalau tidak salah dia itu gadis yang berambut pirang itu. Pikir Yuri. "Lalu kapan dia dan Mira akan datang kesini?"
"Entahlah. Mereka tidak memberitahu."
"..... Gimana cara mereka kesini?"
Jack tidak bisa memberitahu Yuri. Karena Jack sendiri tidak tahu bagaimana caranya, ia pun hanya bisa terdiam sambil memasang wajah seperti orang bodoh.
"Haaaah," Yuri menghembuskan mafas melalui mulut nya. "Mungkin mereka tidak bisa kesini. Kita harus memikirkan cara nya keluar dari tempat ini tanpa meminta bantuan mereka."
"Ka-kau benar."
"Ngomong-ngomong, bagaimana caranya kita kesini?"
"Seseorang bernama Gaztor menggunakan sihir yang menghubungkan tempat ini ke kota Banitza."
"Kalau begitu, kita harus mendatangi orang itu dan meminta.... Tidak memaksa nya untuk mengembalikan kita."
"I-itu ide yang bagus."
Sejak kapan Putri Yuri sepintar ini, menurut rumor dia tidak bisa berpikir seperti ini. Dan juga, ketakutan dia sudah sepenuh nya menghilang.
"O iya. Ada satu hal yang ingin ku tanyakan."
"Apa itu?"
"Kau bilang, kau merasakan energi sihir yang kuat kan?"
Jack mengangguk, "Aku merasakan nya beberapa kilo dari arah belakang kita. Jika aku terus berlari dengan kecepatan ini mungkin kita akan terkejar, apakah aku harus menambah kecepatan?"
"Dari belakang...." Yuri bergumam dengan suara pelan. "Aku ingin bertanya lagi?" Setelah mendapat persetujuan dari Jack, Yuri pun bertanya. "Apakah energi sihir itu seperti sebuah cahaya yang berwarna hitam dan berbentuk seperti menara yang menjulang tinggi?"
"Aku tidak tahu... Aku tidak pernah mendengar energi sihir memiliki bentuk."
"Bagitu ya.... Sebenarnya dari tadi aku melihat sesuatu seperti itu, dan jarak nya sesuai dengan yang kau bilang tadi."
"!"
Jack terkejut. Itu mungkin adalah kemampuan mata emas untuk melihat segala nya seperti yang di bilang Gaztor.
Saat Jack berdecak kagum dengan fakta barusan, perasaan dingin menyelimuti punggung Jack, bulu kuduk nya tiba-tiba merinding.
"Sialan dia menambah kecepatan nya!" Kata Jack dengan panik.
Tapi yang lebih mengejutkan Jack adalah kecepatan musuh nya. Itu benar-benar sangat cepat, saking cepat nya dia bisa menyusul Jack hanya dalam waktu 8 menit. Itulah yang di perkirakan Jack.
Jack berhenti, menurunkan Yuri. "Cepat sembunyi! Tidak peduli di mana saja cepat sembunyi!"
"Ba-baiklah."
Tanpa bertanya Yuri pergi berlari ke arah yang sebelum nya di tuju oleh Jack. Yuri tidak bertanya karena, ia tahu pemilik energi sihir yang di bilang Jack mendekat, dan dia bisa tahu seberapa mengerikan nya itu dari energi sihir yang dia lihat.
Jack menghunuskan pedang nya, bersiap-siap dengan memasang kuda-kuda bertempur, kemudian Jack menghirup nafas dalam jumlah besar ke paru-paru nya melalui hidung nya. Saat sudah tidak mampu menarik nafas lagi, Jack menahan sekumpulan udara yang masuk di dada nya.
"Sword Skill Number Two. Dimensional Slice!"
Dengan suara pelan Jack mengumumkan nama tehnik nya. Lalu ia menebas udara secara diagonal, dari kanan atas ke kiri bawah.
Dari tebasan itu, ruang di depan nya terbelah, pohon-pohon, langit, tanah, dan apapun yang ada dalam jangkauan tebasan Jack semua nya terbelah. Kemudian dalam sepersekian detik semua nya kembali seperti semula, itu bersamaan dengan suara teriakan, lalu sejauh 20 meter di depan Jack terbaring orang tua yang sudah lewat umur dengan keriput di wajah nya dan berambut hitam. Ia terluka besar di tubuh bagian depan nya. Luka itu sama seperti arah tebasan Jack.
"..... Tidak ku sangka akan kena." Gumam Jack dengan berbisik.
Aku tidak bisa melihat pergerakan nya, jika aku terlambat, aku mungkin akan terkena serangan nya, dan Putri Yuri akan di tangkap. Tapi dia betul-betul sangat cepat saat aku menebas tadi aku masih merasakan energi sihir nya masih berjarak beberapa ratus meter dan sekarang dia berjarak sangat dekat.
"Aaaaaakh.... Sialan!"
Orang tua itu berteriak.
Orang tua itu berdiri dengan perlahan, badan nya sempoyongan, raut wajah nya terlihat sangat tersiksa, dan darah dalam jumlah besar keluar dari luka tebasan dari bagian depan tubuh nya.
Jack merendahkan pinggul nya, mengarahkan pedang ke depan, dan menggenggam gagang nya dengan kedua tangan erat-erat. Setelah itu ia membuang nafas penjang melalui mulut nya itu di lakukan untuk membuang sejumlah udara yang di hirup nya sebelum menggunakan 'Dimensional Slice'.
"Energi sihir yang luar biasa. Walaupun tidak sehebat Kak Mira." Gumam Jack, sambil tersenyum.