From Mage Became Princess

From Mage Became Princess
Chapter 35 kesepakatan



Natasha yang mendapat laporan dari Rabisia, langsung memberitahu Mira, Mira saat itu sedang berada di ruang tengah, Mira sedang memakan kue yang di beli oleh Arisa.


"Putri, sudah ada laporan dari kelinci." Kata Natasha dengan sopan.


"Kalau laporan nya sudah masuk, berarti semuanya berjalan sesuai rencana. Arisa Jack, pergi berjaga di depan pintu! Halangi siapa saja yang masuk! Dan jangan lupa untuk bersikap seperti pengawal kerajaan!"


"Sekarang kami berpura-pura jadi pengawal ya. Seperti nya akan menarik. Ayo cepat Arisa." Jack langsung berlari menuju pintu Vila. Kemudian Arisa juga mengikuti Jack.


"Apa yang sebenarnya kau rencanakan Mira?" Tanya Natasha.


"Perbaiki cara bicaramu Natasha!"


"Sebenarnya apa yang anda rencanakan?" Tanya Natasha dengan sopan.


"Aku hanya ingin Lia menyadari yang mana kawan dan yang mana musuh," Natasha kebingungan. "Lia di butakan oleh cintanya kepada Wiliam. Karena itu dia tidak bisa berfikir jernih. Menurut perhitungan ku, setelah Wiliam mati Lia akan menjadi gila, setelah Lia sembuh dia akan menemui pembunuh Wiliam." Natasha bingung, karena aku tiba-tiba tertawa terbahak-bahak.


"Kenapa? Apanya yang lucu?"


"Aku hanya berfikir seberapa bodoh nya Lia karena cinta. Seharusnya dia membunuh Lizard yang di anggap nya sebagai pembunuh Wiliam. Bukan malah menemuinya dan bertanya kenapa kau membunuh Wiliam. Hal itu membuat ku tertawa terbahak-bahak." Aku semakin tertawa setelah memperjelas situasi nya kepada Natasha.


"Jelaskan saja rencananya."


"Baiklah akan ku jelaskan. Jadi begini rencana nya-" Aku pun menjelaskan semua rencana ku kepada Natasha. Termasuk rencana yang akan ku lakukan nanti.


Beberapa menit berlalu, aku pun menyelesaikan cerita ku kepada Natasha.


"Aku tidak menyangka, kau akan-" sebelum Natasha menyelesaikan perkataan nya aku memotong perkataan nya.


"Perbaiki cara bicara mu."


"Saya tidak menyangka, anda akan merencanakan sampai sejauh itu. Tapi dari cerita anda barusan. Anda seperti ingin membuat diri anda di terima di istana lagi."


Aku hanya terdiam mendengar perkataan Natasha. Kemudian aku mengalihkan pembicaraan.


"Lupakan hal itu. Bisa kau buatkan teh lagi untuk ku."


"Akan saya laksanakan."


***


Arisa dan Jack berjaga di depan pintu Vila Jack berjaga dengan membawa pedang nya, dan Arisa membawa Tongkat sihirnya. Lalu Natasha datang membawa dua kursi, satu meja, natasha juga membawa teh.


"Mimum teh nya!" Kata Natasha, setelah itu Natasha masuk kembali kedalam Vila. Arisa dan Jack duduk di kursi yang di bawa Natasha. Arisa dan Jack meminun teh yang di bawa Natasha, lalu ada dua orang yang datang menghampiri mereka.


Dengan cepat Jack berdiri dari tempat duduk nya kemudian ia menghalangi kedua orang itu.


"Kalian tidak boleh masuk!"


"Jangan halangi aku! Aku putri kerajaan Milefolia. Namaku Lia. Biarkan aku bertemu dengan Mira!"


Jack menengok kebelakang lalu ia menatap ke arah Arisa. Saat Jack mengengok kebelakang Arisa beranjak dari tempat duduk nya.


"Maafkan kami Putri kerajaan Milefolia, tapi majikan kami saat ini tidak menerima tamu. Jadi kami mohon kalian pergi dari sini!" Kata Arisa sambil berjalan mendekati kedua orang itu.


"Kumohon biarkan aku menemui Mira, ada hal penting yang ingin ku bicarakan." Kata Lia.


"Maafkan kami tapi-" sebelum Arisa menyelesaikan perkataan nya, Natasha keluar dari Vila.


"Biarkan mereka masuk!" Kata Natasha.


Akhirnya Lia dan Willy pun di biarkan masuk oleh Arisa dan Jack.


Bagaimana bisa elf menjadi pelayan dari putri kerajaan Fantasia? Pikir Willy.


Natasha juga menyuruh Arisa dan Jack masuk, Natasha menyuruh untuk mengawasi Lia dan Willy.


Saat Lia dan Willy di ajak Natasha pergi ke ruang tengah, Lia dan Willy terkejut melihat Mira. Bukan hanya Lia dan Willy yang terkejut, Arisa dan Jack juga terkejut melihat Mira.


Arisa, Jack, Lia, dan Willy. Melihat Mira bersembunyi di balik sofa.


"Si-siapa kalian!?" kata Mira. Sambil bersembunyi di balik sofa.


"Kenapa dia? Rasanya waktu aku bertemu dia terakhir kali, dia tidak seperti ini." Kata Lia.


"Putri seperti ini karena trauma. Beberapa hari yang lalu Putri di culik, setelah itu Putri hampir di jual ke organisasi Low Light. Untung saja kami bertiga sempat menyelamatkan nya. Tapi kepribadian nya berubah." Natasha mengepalkan tangan nya. "Andai saja kami tidak pergi pada saat itu, pasti Putri tidak akan seperti ini."


Kak Mira dan Kak Natasha hebat sekali berakting. Pikir Arisa dan Jack.


"Jangan percaya dengan mereka Putri. Mereka bisa saja berbohong. Anak bernama Mira itu mungkin saja berpura-pura." Kata Willy dengan lantang.


Mendengar perkataan Willy, Natasha mengirimkan (Telephaty) kepada Jack.


Jack potong tangan nya! Jangan ragu-ragu! Jika kau ragu-ragu rencana Mira akan gagal.


Kata Natasha dalam pikiran nya.


Pikiran Natasha tersambung dengan Jack, tanpa ragu, Jack memotong tangan nya. Arisa, dan Lia terkejut. Melihat Jack yang tiba-tiba memotong tangan Willy.


Willy berteriak, darah keluar sangat deras dari tangan Willy.


Arisa ingin bertanya kepada Jack, tapi Natasha mengirim (Telephaty) ke Arisa. Natasha menyuruh Arisa untuk diam saja, jangan banyak bertanya.


"Tangan ku! Tangan ku!" Willy berteriak.


"Willy!!" Lia berteriak. "Kenapa kau memotong tangan nya!?"


"Dia berbicara tidak sopan ke Putri. Dia bilang kalau Putri Mira berpura-pura. Sebenarnya aku ingin membunuh nya, tapi saat kulihat keadaan Putri, aku memutuskan hanya memotong tangan nya saja." Kata Jack.


Lia melihat ke arah Mira. Lia melihat Mira menutup mata dan menutup telinga nya. Lia melihat Mira sangat ketakutan.


"Sembuhkan tangan nya!" Kata Natasha.


"Baik." Arisa menjawab.


Arisa kemudian mengeluarkan obat dari saku bajunya, kemudian Arisa menyiramkan obat itu ke tangan Willy. Dalam sekejap tangan Willy bergenerasi kembali.


"Bagaimana bisa?" Kata Lia.


"Itu berkat dari penyihir kami." kata Natasha.


Natasha kemudian meminta maaf, kepada Lia karena melukai Willy, sebagai tanda permintaan maaf, Natasha mengajak Lia dan Willy untuk minum teh bersama-sama.


Lia dan Willy duduk di sofa, lalu Arisa dan Jack berdiri di belakang mereka. Natasha duduk bersama Mira, Mira duduk di pangkuan Natasha. Lia melihat Mira yang selalu memeluk erat Natasha. Lia memiliki perasaan bersalah atas apa yang di lakukan tunangan nya ke Mira.


"Maafkan aku!" Kata Lia sambil menunduk. Sebenarnya tunangan ku yang bernama Wiliam lah yang menculik Mira."


Natasha memasang wajah terkejut. Arisa dan Jack yang melihat ekspresi Natasha, berfikir mereka harus memasang wajah terkejut juga.


"Jadi Kalian yang menculik Putri?" Kata Natasha. Lia tidak bisa menanggapi perkataan Natasha, kemudian Natasha melanjutkan perkataan nya. "Kenapa kalian melakukan itu? Kami tidak melakukan apapun pada kalian, tapi kenapa kalian menculik Putri?"


"Tidak melakukan apapun kau bilang!! Kalian yang membunuh anak ku."


"Woy orang tua. Sejak kapan kami membunuh anak mu?" Tanya Jack.


"Kalian yang menyuruh Low Light untuk membunuh anak ku. Setelah itu kalian menyuruh Low Light untuk menjual organ tubuh nya. Aku tidak pernah mendengar hal sekejam ini dalam hidupku. Bahkan kalian memotong tangan ku tanpa ragu."


"Kami tidak pernah menyuruh Low Light membunuh anak mu. Kami hanya menyuruh Low Light membunuh dalang dibalik penculikan Putri. Jika anak mu yang terbunuh berarti anak mu yang menjadi dalang penculikan itu. Kami tidak melakukan hal yang salah. Kalian juga akan melakukan hal yang sama dengan kami kan, jika Putri Lia diculik." Kata Natasha.


Willy tidak bisa berkata apa-apa. Kemudian Lia berfikir. Yang mereka lakukan tidak salah. Yang salah di sini adalah Wiliam. Tapi kenapa Wiliam ingin menculik Putri kerajaan Fantasia? Tunggu dulu. Pada saat Wiliam terakhir kali kemari. Wiliam di permalukan oleh wanita bernama Natasha ini. Lalu pada saat hari penculikan Mira Natasha bilang andai saja kami tidak pergi. Mungkin saja Wiliam mengincar Natasha karena dia merasa di permalukan, tapi karena Natasha pergi keluar, dan hanya menyisakan Mira di rumah, Wiliam jadi salah tangkap. Wiliam sebenarnya ingin menangkap Natasha, tapi dia malah menangkap Mira. Hanya itu yang bisa kupikirkan, tapi jika memang benar, kematian Wiliam adalah murni kesalahan nya sendiri. Pikir Lia.


Lia meminum teh yang di sediakan oleh Arisa. Willy yang melihat Lia meminum teh menjadi panik.


"Ke-kenapa anda minum teh nya. Bisa saja mereka masukkan racun kedalam teh nya."


"Willy minum saja teh nya!"


"Ta-tapi."


Lia menatap tajam Willy. "Cepat minum, kau membuatku malu saja!"


"Ba-baik."


"Dari cerita mu. Aku akhirnya memahami satu hal. kematian Wiliam adalah kesalahan nya sendiri. Jadi kita lupakan saja masalah ini, dan terus menjalin hubungan yang baik mulai sekarang dan seterus nya."


"Baiklah, kita lupakan saja masalah ini. Dan semoga kau mendapatkan pria yang lebih baik."


Natasha menurunkan Mira dari pangkuan nya, kemudian Natasha berdiri, Lia pun juga ikut berdiri. Kemudian mereka berdua bersalaman. Willy yang melihat Lia yang melupakan kematian anak nya dengan mudah menjadi kesal.


"Kenapa anda bilang begitu, seharusnya kita membawa mereka! kita bawa ke Milefolia, setelah itu kita eksekusi mereka!"


"Willy, saat kita sampai di Milefolia. Aku akan bilang pada ayah untuk mencabut gelar kebangsawanan mu."


Lia pun mengeluarkan cristal sihir, kemudian Lia membanting nya, lalu ia berpindah ke kerajaan Milefolia.