
Pagi hari tiba. Aku, Natasha, Arisa dan Jack. Sedang sarapan. Selama kami sarapan Arisa dan Jack terus menatapku. Aku pun mulai terganggu dengan tatapan mereka.
"Kenapa, kalian terus menatap ku?"
Arisa dan Jack langsung mengalihkan pandangan nya, dan dengan cepat menghabiskan sarapan nya.
Kami pun selesai sarapan, aku menyuruh mereka bertiga pergi kehalaman Vila. Pada saat kami berada di halaman Vila. Aku menciptakan pelindung seperti kemarin.
"Kalau begitu kita mulai latihan nya."
Pada saat aku ingin memulai latihan nya, Arisa dan Jack menunduk di hadapan ku.
"Terima kasih Kak Mira." kata Arisa.
"Eh, kenapa tiba-tiba?"
"Sebelum Kak Mira bangun tidur, Kak Natasha sudah menceritakan kejadian kemarin. Berkat Kak Mira kami terselamatkan." Jack melanjutkan.
Lalu aku menyuruh mereka mengangkat kepala mereka. "Jika kalian merasa utang budi, kalian harus bisa menjadi berguna untuk ku kedepan nya."
"Baik! Kami akan melayani kak Mira seumur hidup kami!"
"Aku terima sumpah kalian, Natasha hisap darah mereka dan jadikan mereka budak darah mu."
"Aku sudah melakukan nya." Natasha menjawab ku.
"Eh, tidak mungkin. Kapan Kak Natasha melakukan nya!?" Arisa berkata dengan panik.
"Lupakan saja masalah sepele itu, sekarang kita mulai latihan nya!" Natasha menjawab.
Aku menyuruh Natasha untuk melatih Jack seni berpedang, setelah itu aku dan Arisa pergi keluar dari pelindung yang ku ciptakan. Aku mengajak Arisa kedalam Vila, lalu aku dan Arisa pergi ke kamar tidur Arisa.
"Kenapa kita ke kamar ku?"
Aku membayangkan buku yang berisi semua sihir yang ku miliki. Lalu aku menciptakan buku tersebut dengan menggunakan sihir (Creation.)
Aku menciptakan sebuah buku yang sangat tebal. Bahkan aku bersusah payah untuk mengangkat nya. Melihat aku tidak kuat mengangkat buku tebal. Arisa membantu ku mengangkat nya, aku dan Arisa mengangkat buku tebal itu ke atas meja yang ada di kamar Arisa.
"Kak Mira untuk apa buku setebal ini?"
"Ini adalah tahap awal latihan mu, kau harus bisa mengingat setiap mantra di buku ini."
Arisa terkejut mendengar perkataan ku, saking terkejut nya dia tidak bisa mengeluarkan sepatah kata pun.
"Asal kau tahu Arisa, jika kau sudah mengingat semua isi buku ini. Buku ini akan terbakar menjadi tak tersisa. Jadi aku bisa mengetahui kau sudah menghapal nya atau belum."
"Mustahil Kak Mira!! Aku mana bisa mengingat semua buku ini!?"
"Di dunia ini tidak ada yang mustahil. Ya sudah, sekarang cepat kau hapalkan semua isi bukunya. Dalam seminggu aku akan kembali ke sini."
Kemudian aku pergi keluar kamar Arisa.
***
Arisa melihat Mira keluar dari kamar nya, saat Mira keluar dari kamar nya. Arisa mencoba untuk mengejar Mira, tapi pada saat Arisa membuka pintu kamar nya, ia malah menemukan kalau di balik pintu kamar nya terdapat jurang yang sangat dalam. Setelah Arisa melihat ke dalam Jurang, terdengar sebuah suara. Suara itu terdengar berasal dari kepala Arisa sendiri.
"Kau tidak bisa keluar Arisa, jika kau ingin keluar dari sana kau harus menunggu satu minggu. Hingga aku kembali ke kamar mu. Jika kau ingin keluar lebih cepat kau harus bisa menghapal buku itu dalam waktu kurang dari satu Minggu." Arisa mengenal suara yang ada di kepalanya. Itu adalah suara Mira.
Karena tidak ingin memikirkan terlalu panjang lagi, Arisa pun duduk di meja nya, dan mulai membaca buku tebal itu.
***
Di sisi lain Jack di suruh Push up seribu kali oleh Natasha. Jack bisa melakukan push up seribu kali dengan mudah, lalu Natasha menyuruh Jack berlari sejauh 1000 km. Di dalam pelindung yang di buat Mira tidak memiliki ujung, jadi sejauh apapun Jack berlari pasti ia akan kembali lagi ke posisi awal.
Setelah Jack, berlari 1000 km. Jack terbaring di tanah. Walaupun ia bisa berlari sejauh 1000 km, Jack masih bisa merasakan kelelahan. Belum selesai Jack beristirahat, Jack sudah di berikan pedang oleh Natasha. Jack di suruh Natasha untuk bisa menagkis semua serangan Natasha. Kali ini Natasha tidak memakai cursed blood control nya, ia hanya memakai pedang yang di buat khusus oleh Mira, pedang buatan Mira ini tidak akan patah walaupun di adukan sebanyak ribuan kali.
Darah Jack banyak bercucuran karena luka yang di berikan oleh Natasha.
Melihat tubuh Jack yang terluka, Natasha memberikan obat penyembuhan. Obat penyembuhan yang di pakai Natasha sudah di buat Khusus oleh Mira. Mira tahu seberapa keras latihan yang akan di berikan Natasha ke pada Jack. Obat buatan Mira ini bukan hanya menyembuhkan luka saja, tapi juga bisa memulihkan stamina.
Setelah di berikan obat oleh Natasha, tubuh Jack kembali seperti semula.
"Wah hebat, rasa lelah ku menghilang semua." kata Jack dengan bersemangat.
"kalau rasa lelah mu sudah hilang, cepat push up 1000 kali lagi! dan jangan lupa kau juga harus berlari lagi!"
"Eeeh, aku tidak mau. Rasanya sangat melelahkan."
Mendengar jawaban Jack, Natasha menggunakan kekuatan budak darahnya untuk memaksa Jack melakukan push up dan berlari lagi.
Karena tidak bisa melawan, Jack pun melakukan nya lagi.
***
Aku keluar dari kamar Arisa, setelah itu aku pergi keruang tengah dan membuat teh, lalu aku meminum teh di sofa.
Dimensi yang ku buat untuk Arisa dan Jack latihan, adalah dimensi khusus, 1 jam di sini sama dengan 1 hari di sana. Jadi aku hanya perlu waktu 7 jam saja untuk menunggu mereka kembali. Sambil menunggu mereka, aku akan bersantai di sini. Pikir ku sambil meminum teh.
Saat aku sedang minum teh, aku mendengar pintu vila ku di gedor dengan keras.
"Buka pintu nya! kalau kau ingin selamat."
Aku mengabaikan nya, lagipula Vila ini tidak akan bisa dimasuki oleh orang yang tidak ku berikan izin. Pintu terus di gedor, hingga beberapa detik kemudian, ledakan terdengar depan pintu Vila. Ledakan itu terjadi sebanyak tiga kali, dan pada saat ledakan ke tiga. Ada banyak orang yang berhasil memasuki Vila ku.
Orang-orang yang memasuki Vila ku, semuanya adalah laki-laki yang berbadan besar. Mereka juga membawa pisau dan pedang.
"Tangkap anak kecil itu!"
Seseorang memberikan perintah kepada orang-orang yang memasuki Vila ku, mereka semua mengikat ku, lalu mereka menyumpal mulut ku dengan menggunakan kain.
"Kau tidak melakukan perlawanan sama sekali. Keputusan yang bijak. Jika kau memberontak, kami semua bisa saja membunuh mu. Atau kami bisa melakukan hal yang lebih buruk dari pada membunuh mu."
Setelah berkata begitu, pemimpin pasukan mendatangi ku. Aku bisa mengingat dengan jelas siapa pemimpin orang-orang yang menyerang Vila ku. Orang itu adalah pengawal Lia yang di cekik oleh Natasha sebelum nya.
"Cepat cari wanita berambut pirang! aku menginginkan wanita itu dari pada anak kecil ini."
"Baik!" para bawahan nya menjawab serentak.
"Perkenalkan bocah, nama ku Wiliam. Aku adalah pengawal pribadi nona Lia, sekaligus aku adalah tunangan nya. Kalau begitu perkenalkan dirimu."
Aku tidak bisa menjawab mu bodoh! Kau menyumpal mulutku dengan kain. Aku berteriak di pikiran ku.
"Wah. Maaf, maaf aku lupa kalau sekarang kau tidak bisa bicara. Tunggu sebentar akan ku buka kain itu."
Saat pria yang menyebut dirinya Wiliam ini ingin melepaskan kain yang menyumpal mulutku, para bawahan nya datang memberikan laporan.
"Kami tidak bisa menemukan Wanita dengan rambut Pirang."
"Apa!? Kalian tidak bisa menemukan nya. Kalian ini bagaimana, mencari seorang wanita saja tidak bisa."
"Ma-maafkan kami. Kami sudah mencari sekuat tenaga, tapi kami tidak menemukan nya."
"Kalau begitu bawa saja anak ini! Kalian juga suka memainkan anak-anak kan?"
"Baik."
Mereka mengangkat ku dan membawa ku pergi meninggalkan Vila. Aku tidak menyangka kalau mereka akan menggunakan peledak untuk menerobos masuk. Dari pembicaraan mereka, seperti nya mereka mengincar Natasha. Tunggu saja kalian, jika kalian sudah membawa ku ke markas kalian, akan kubabisi kalian semua.