From Mage Became Princess

From Mage Became Princess
Chapter 100 Arisa, Jack dan Amanda VS Sarion



Amanda melemparkan tombak darah nya ke arah Sarion, Sarion bersiap untuk menghindari tombak Amanda, tapi sebelum dia bergerak. Arisa mengeluarkan sihir nya untuk menahan Sarion bergerak.


"Creation: Chain!"Teriak Arisa.


Arisa mengarahkan tongkat sihir nya kearah Sarion, dari tongkat sihir Arisa keluar rantai yang langsung mengikat tubuh Sarion.


"Sialan!!" Teriak Sarion.


Tombak Amanda makin mendekat, melihat hal itu, Sarion memberontak untuk melepaskan diri dari ikatan rantai sihir Arisa.


Sarion terus memberontak, tombak Amanda semakin dekat dengan tubuh Sarion. Sarion berteriak sangat kencang, sampai teriakan Sarion mengeluarkan hembusan angin kencang.


"Percuma!!" Kata Amanda menyombongkan diri.


Tombak Amanda akhir nya mengenai tubuh Sarion, tubuh Sarion bolong, akibat tombak Amanda. Melihat tubuh Sarion bolong, Arisa membatalkan sihir rantai nya.


Tubuh Sarion terlepas dari rantai Arisa, setelah terlepas, Sarion langsung jatuh tengkurap ketanah.


"Apakah kita berhasil?"Kata Amanda.


Jack mendekati tubuh Sarion. Saat di dekat tubuh Sarion, Jack menendang pelan tubuh Sarion. Setelah di tendang beberapa kali, Sarion tidak bergerak.


"Bagaimana Jack?" Tanya Arisa.


Jack berjongkok, lalu Jack menyentuh leher Sarion. "Tidak ada denyut nadi nya!!" Gumam Jack panik.


"Gawat!!" Teriak Jack, sambil berdiri, lalu melihat kearah Arisa dan Amanda.


"Gawat!? Apakah dia masih hidup!!" Teriak Amanda panik.


"Dia mati!" Teriak Jack.


Amanda dan Arisa menghembuskan nafas lega. "Aku kira dia masih hidup.... Syukurlah dia sudah mati." Kata Arisa lega.


"Kalian tidak sadar, seberapa gawatnya situasi ini!? Dia sudah mati!! Kita di suruh Kak Mira untuk tidak membunuh nya!! Kalian tahu kan apa yang terjadi jika Kak Mira tahu ini!?" Teriak Jack.


Wajah Arisa dan Amanda menjadi pucat. "Gawat!!" Teriak Arisa dan Amanda bersama-sama.


"Akhirnya kalian faham juga, seberapa gawat nya situasi ini." Kata Jack.


"Gawat Jack!! Di belakang mu!! Cepat menghindar!!" Teriak Arisa.


Jack melihat ke belakang nya dengan cepat. Saat ia melihat kebelakang, Sarion mengarahkan bola hitam ke arah Jack.


"Dengan jarak sedekat ini kau akan mati." Kata Sarion menyombongkan diri.


"Sialan!!" Kata Jack kesal.


Bola hitam di tembakkan ke tubuh Jack, karena jarak Jack dan Sarion terlalu dekat, bola hitam yang di tembakkan Sarion langsung mengenai Jack.


Bola hitam itu mengenai perut Jack. Jack pun langsung terpental 10 meter ke arah belakang, tubuh Jack mengenai bangunan yang sejauh sepuluh meter dari tempat pertarungan. Setelah tubuh jack terkena bangunan itu, bola hitam yang mengenai perut Jack langsung meledak. Ledakan besar pun terjadi.


Arisa menengok ke tempat saudara nya terpental. "Jack!!" Teriak Arisa panik.


"Seharus nya kau tidak mengalihkan pandangan mu!"


Suara Sarion terdengar tepat di hadapan Arisa, Arisa menengok ke arah suara itu. Kemudian ia melihat wajah Sarion yang tertutupi bayangan hitam tepat berada di depan wajah nya.


"A-apa!!" Kata Arisa terkejut.


Arisa hendak menjauh dari Sarion, Sarion dengan cepat mencekik leher Arisa, setelah mencekik leher Arisa, Sarion mengangkat tubuh Arisa.


"Aaaaakh!!" Suara Arisa merintih kesakitan, karena di cekik Sarion.


"Kau kedua yang akan mati!!" Kata Sarion menyombongkan diri.


Tangan Sarion yang mencekik leher Arisa tiba-tiba terpotong. Sarion pun menjauh dari tempat Arisa.


"Apa yang terjadi!?" Kata Sarion bingung, sambil memegangi tangan kanan nya yang terpotong.


Dari arah tempat ledakan besar terjadi, terdengar suara seseorang.


"Jangan anggap aku sudah mati sialan!! Dan juga jauhkan tangan mu dari saudari ku!!"


"Sialan kau!!" Kata Sarion kesal. "Bagaimana kau masih hidup setelah terkena serangan ku?"


"Entahlah aku juga tidak tahu."


Sarion tersenyum licik. "Walaupun kau masih bisa bertahan.... Tapi tubuh mu sudah di penuhi dengan luka."


Sarion bergerak cepat ke arah Jack yang berada di puing-puing bangunan, tempat ledakan terjadi. Tanpa di sadari Jack, Sarion sudah berada di belakang nya. Sarion mengarahkan bola hitam nya kearah Jack.


"Kali ini kau akan mati!" Kata Sarion.


Arisa melihat Sarion berada di belakang Jack, Arisa pun menggunakan sihir penghenti waktu untuk menghentikan serangan Sarion.


"Super Magic: Time Control!..... Time Stop!"


Bola hitam yang ingin di tembakkan Sarion berhenti, Amanda dan Jack berhenti bergerak. Bahkan Sarion juga berhenti bergerak.


Arisa berjalan ke arah saudara nya. Tiba-tiba dari belakang Arisa ada suara yang sangat mengerikan.


"Jadi kau bisa menghentikan waktu ya."


Arisa melompat menjauh dari arah suara itu, kemudian Arisa melihat ke arah suara itu. Ia melihat Sarion dengan tubuh yang sudah menjadi hitam legang.


Arisa melihat ke arah saudara nya, ia melihat Sarion masih berada di belakang saudara nya dengan posisi hendak menembakkan bola hitam.


Dia masih ada di sana!? Lalu siapa orang itu!? Arisa melihat ke arah orang bertubuh hitam legang yang mirip dengan Sarion.


"Siapa kau? Dan bagaimana kau bisa bergerak?" Teriak Arisa.


"Aku? Aku Ghoul. Walaupun hanya pengganti." Jawab orang yang mirip Sarion.


"Ghoul?"


Orang itu mengangguk. "Itu benar aku Ghoul."


"Bukan nya kau sudah bergabung dengan Sarion? Lalu kenapa kau bisa bergerak?"


"Memang benar aku bergabung dengan nya, tapi kali ini waktu sudah berhenti, jadi aku melepaskan diri ku sebentar...... Dan untuk kenapa aku bisa bergerak? Jawaban nya mudah, karena aku adalah sosok yang tidak terpengaruh dengan waktu."


"Sosok yang tidak terpengaruh dengan waktu?"


"Jawaban mudah nya... Aku adalah Dewa." Orang itu tertawa terbahak-bahak.


"Itu benar aku adalah dewa...." Kata orang yang mirip Sarion. "Dan Sarion adalah boneka ku, seharus nya kau juga menjadi boneka ku.... Tapi kenapa!!" Orang itu berteriak kesal. "Tapi kenapa kau malah melawan ku!!!!! Seharus nya kau mati dan menjadi bawahan ku!!!!"


"Maaf saja ya... Aku belum mau mati." Kata Arisa. Tubuh Arisa mengeluarkan keringat dingin, Arisa ketakutan!


"Tenang saja.... Walaupun kau mati, kau akan ku hidup kan kembali..... Asal kau tahu, aku bisa mengendalikan kehidupan dan kematian. contoh nya saja, aku sudah menghidupkan Sarion sekali."


Arisa berjalan menjauh dari arah orang yang mirip Sarion.


"Kau tidak perlu sewaspada itu... Aku tidak akan melakukan apapun pada mu."


Arisa menjauh lagi.


"Kau tidak percaya ya.... Aku bisa menghidupkan orang yang sudah mati?"


Arisa makin menjauh dari orang itu, ia juga semakin dekat dengan saudara nya.


Orang itu menghela nafas panjang. "Kau tidak percaya ya.... Biar ku kasih tahu kapan aku menghidupkan Sarion.... Aku menghidupkan nya, saat Sarion terkena tombak dari Vampir itu." Orang itu, menunjuk ke arah Amanda.


Arisa menjauh dari orang itu, sekarang ia dekat dengan saudara nya. Setelah sekiranya saudara nya sudah bisa ia raih, Arisa menghentikan sihir pengendali waktu nya.


Sebelum Arisa menghentikan sihir nya, orang itu langsung bergerak ke tubuh Sarion. Dalam sekejap mata ia langsung bergabung dengan Sarion.


Sihir pengendali waktu akhirnya berhenti. Semua orang bergerak, termasuk Amanda, Jack dan Sarion. Arisa dengan cepat menarik tangan saudara nya, sehingga saudara nya bisa lepas dari serangan Sarion.


"Apa!?" Kata Sarion terkejut. "Sejak kapan kau ada di situ?"


Suara bising terdengar, tapi Sarion mendengar suara itu sebagai jawaban dari pertanyaan nya.


"Apa!? Dia bisa menghentikan waktu.... Kenapa sihir Ratu Roh bisa di gunakan oleh Elf itu!?" Kata Sarion kesal.


Jack menjauh dari Sarion, Arisa mengikuti saudaranya menjauh dari Sarion.


Nafas Jack tersengal-sengal. "Jadi begitu ya... Ada orang lain yang bisa menggunakan sihir waktu selain Kak Mira dan Arisa."


"Mira?" Kata Sarion kesal. "Maksud mu anak kecil itu juga bisa menggunakan nya!?"


Tubuh Sarion tiba-tiba terikat dengan rantai yang berwarna seperti darah.


"Jangan menghina Mira!!!" Teriak Amanda.


"Sebenarnya dia mengatakan hal yang sebenarnya." Jawab Jack dengan nada datar.


Rantai darah Amanda terus mengencang mengikat tubuh Sarion, tubuh Sarion menyemburkan banyak darah karena ikatan rantai milik Amanda yang semakin kencang.


"Akan ku bunuh kau dengan rantai ini!!" Kata Amanda kesal.


"Tunggu!! Jangan bunuh dia!!" Teriak Jack.


Beberapa detik kemudian tubuh Sarion terpotong-potong, karena rantai Amanda.


"Di-dia terpotong-potong." Kata Jack terkejut. "Kita pasti akan di marahi."


"Tenang saja Jack. Dia akan hidup lagi." Kata Arisa.


Tubuh Sarion kembali lagi seperti semula. Semua luka nya menghilang. Lalu Arisa melihat bayangan hitam yang menyelimuti Sarion, Arisa melihat bayangan itu tersenyum ke arah nya. Arisa pun menjadi ketakutan karena bayangan hitam itu.


"Di-dia bergenerasi!!" Kata jack terkejut.


Tiba-tiba dari belakang Arisa terdengar suara Sarion. "Saat nya kau mati!!"


Arisa melihat ke belakang, ia melihat Sarion bersiap untuk menusuk dirinya dengan kuku nya yang panjang.


Jack yang berada di samping Arisa, bersiap-siap untuk menghalangi tusukan kuku Sarion. Lalu dari atas langit terdengar suara banyak orang.


"Cursed Blood Control:Shape Three Bow!! Shape Four Arrow!!"


Dari arah langit, banyak anak panah yang tertembak ke punggung Sarion. Melihat hal itu, Jack langsung memeluk saudari nya kemudian ia membawa saudari nya menjauh dari Sarion.


Jack dan Arisa melihat ke arah langit, kemudian ia melihat para Vampir terbang dengan sayap kelelawar di punggung nya, sambil membawa busur darah.


"Kami datang untuk membantu!!" Kata para Vampir sambil mendarat di dekat Arisa dan Jack.