
Beberapa jam berlalu sepulang aku dari danau Denizi, saat ini aku sedang minum teh di sofa bersama Natasha. Teh yang sedang kami minum di buat oleh Natasha, teh ini memliki rasa yang sangat enak. Aku terkejut dengan kemampuan Natasha membuat teh, karena baru beberapa menit yang lalu aku mengajari nya cara membuat teh yang enak, tapi dia sudah bisa membuat teh yang lebih enak dari milik ku.
Kami meminum teh sambil membicarakan tentang ras Vampir, Natasha bilang ras Vampir adalah ras nokturnal, mereka hanya beraktivitas pada malam hari. Natasha juga bilang kemampuan ras Vampir akan menurun 50% pada siang hari. Kelemahan Vampir ini menjadi rahasia, hanya aku saja yang mengetahui tentang hal ini.
Pada saat kami sedang berbicara, terdengar suara orang memanggil nama ku dari depan rumah. Kemudian aku menyuruh Natasha untuk melihat siapa yang memanggil ku.
Natasha telah selesai melihat siapa yang baru saja memanggilku, kata Natasha kalau seorang bernama Lia yang baru saja memanggilku.
Aku menyuruh Natasha untuk membawa Lia masuk kedalam, pada saat Lia masuk kedalam aku melihat Lia memakai gaun yang mewah.
"Terima kasih kau telah menolong ku kemarin, sebagai ucapan terima kasih, aku memberi mu hadiah," Setelah itu Lia berteriak. "Bawa uang nya kemari!"
Kemudian seorang pria membawa kotak berukuran 50cm yang berisi koin emas dan platinum kehadapan ku, setelah itu pria itu berkata. "Berterima kasih lah bocah ingusan, karena putri dari kerajaan Milefolia memberi mu hadiah."
Mendengar perkataan pria itu Natasha menjadi emosi. "Kau bilang apa tadi ke Mira!?" setelah berkata seperti itu, dengan cepat Natasha menerjang pria itu dan mencekik nya. "Jika sekali lagi kau menghina Mira akan ku bunuh kau."
Pria itu ingin bicara tapi ia tidak bisa, karena leher nya di cekik Natasha. Kemudian Lia meminta untuk melepaskan pria itu, Natasha pun melepaskan nya.
Lia membungkuk ke arah ku. "Maafkan kelakuan pengawal ku Mira."
"Tidak apa-apa, pelayan ku juga melakukan hal kejam ke pengawal mu. Lupakan hal itu, ternyata kau putri kerajaan Milefolia, kalau tidak salah kerajaan Milefolia itu kerajaan terbesar ketiga setelah Fantasia dan Eurasia."
"kau tau banyak ya, itu benar. Kerajaan Milefolia adalah kerajaan terbesar ketiga, dan aku adalah pewaris tahta kerajaan Milefolia."
"kenapa orang sepenting kau bisa ada di kota ini?"
"kalau itu tidak bisa ku kasih tahu, tapi ada yang aneh di sini."
"apa yang aneh?"
"kau bilang kalau kau tinggal sendiri tapi ternyata kau punya pelayan, dan juga pelayan itu bisa memojok kan pengawal terkuat ku. Bukan kah ini sangat aneh." Lia menatap tajam ke arah ku.
"kenapa? Kau memiliki masalah dengan itu? Kalau sudah tidak ada urusan cepat pergi dari sini."
Pengawal Lia kemudian berteriak. "Kau bilang apa bo-" kemudian Natasha menatap nya dengan tajam, kemudian pengawal Lia diam.
"Aku sudah tidak punya urusan lagi, ayo cepat kita pergi dari sini." Lia kemudian berjalan keluar pintu di ikuti dengan pengawal nya.
"Dasar manusia sombong." dengan nada kesal Natasha bergumam.
"Natasha kau ambil uang yang di berikan oleh mereka, pakai semaumu! Coba sekali-kali kau keliling kota ini."
"Baiklah aku pergi sekarang." kemudian Natasha pergi keluar rumah, setelah Natasha pergi keluar, aku pergi ke kamar dan langsung berbaring di kasur ku yang empuk.
***
Natasha berjalan menuruni bukit menuju pusat kota Tiramisu, Natasha membawa kotak yang di berikan Lia. Kemudian Natasha membuka kotak itu.
"Pakai uang ini semauku?" gumam Natasha.
Walaupun Mira berkata begitu, tapi uang ini sangat bayak. Pikir Natasha.
Tanpa berpikir lagi Natasha pun membeli semua barang yang ia suka, ia membeli pakaian, pakaian yang di beli Natasha rata-rata berwarna hitam.
"Hitam memang yang paling bagus, jika baju ku terkena darah, bercak nya akan menyatu dengan baju ku." Guman Natasha. Setelah membeli pakaian Natasha membeli bahan bangunan, seperti kayu, pasir, batu dan lain-lain. Bahan bangunan ini ingin di gunakan Natasha untuk membantu pembangunan di Danau Denizi.
Semua barang itu di simpan nya di (Blood Box.) kemampuan ini mirip dengan kemampuan (Inventori) milik Mira. Hanya saja yang membedakan nya kapasitas barang yang bisa di simpan.
Setelah selesai membeli barang yang sekiranya di perlukan, Natasha pun kembali ke Vila. Pada saat perjalan menuju Vila, ada seseorang berjubah hitam memanggil nya.
"Psst, gadis pirang!" suara orang yang berjubah hitam memanggil Natasha.
"Aku?" Natasha menjawab dengan nada heran.
Orang tadi mengangguk, Natasha pun memutuskan mendatangi orang itu.
"Aku mengetahui tempat yang bagus untuk orang kaya seperti mu." orang itu berkata sambil berbisik.
Natasha ingin bertanya, tapi orang itu menyuruh Natasha diam. Akhirnya orang itu berhenti meraba-raba dinding, kemudian dia mengetuk-ngetuk dinding itu dengan keras.
Setelah beberapa kali ketukan, dinding yang barusan di ketuk orang itu terbuka, dan menunjukan jalan ke arah bawah tanah.
"Tempat apa ini?" tanya Natasha.
"Tempat ini bernama Low Light, surga bagi para pejabat dan orang kaya seperti mu," orang itu memasuk kan tangan nya ke jubah nya, ia mengambil sesuatu di dalam jubah nya. "Ambil ini!" orang itu memberikan Natasha sebuah kartu.
"apa ini?
"jika kau ingin berkunjung kembali, kartu itu akan membawa mu kesini. O, iya. Aku hampir lupa," orang itu mengambil barang di dalam jubah nya lagi. "pakai topeng ini, di Low Light kau harus menyembunyikan identitas mu. Kalau begitu selamat bersenang-senang." orang itu tiba-tiba menghilang dari hadapan Natasha.
Tanpa pikir panjang Natasha memakai topeng yang di berikan oleh orang berjubah, kemudian masuk ke tempat yang bernama Low Light. Pada saat Natasha memasuki tempat itu, dinding yang terbuka lebar tiba-tiba tertutup rapat, pada saat dinding itu tertutup, muncul cahaya lampu yang sangat terang yang menunjuk ke arah bawah tanah.
Natasha pun menuruni tangga itu, pada saat sampai di ruang bawah tanah, Natasha melihat pintu besar yang di jaga oleh dua orang Giant. Mereka berkata untuk menunjukkan kartu tanda peserta, Natasha pun menunjukkan kartu yang di berikan oleh orang berjubah. Natasha pun di perbolehkan masuk.
Pada saat Natasha di dalam, Natasha melihat semua orang yang memakai topeng, lalu seseorang mendatangi Natasha.
"ikuti aku, tempat mu sudah di sediakan nona." kata orang itu.
Natasha berjalan mengikuti orang itu, akhirnya Natasha sampai di salah satu tempat duduk kosong, Natasha pun duduk di situ. Di depan Natasha saat ini ada sebuah panggung yang sangat besar dengan bertutupan tirai berwarna merah.
Beberapa menit Natasha menunggu, akhirnya tirai merah itu terbuka. Pada saat tirai itu terbuka, ada seorang Demi Human wanita yang memiliki telinga kelinci berdiri di atas panggung dengan pakaian minim.
Gadis kelinci itu berteriak dengan sangat kencang. "Semuanya kembali lagi bersama saya Rabisia, saya adalah pembawa acara pada pelelangan kali ini. apa kalian siap?"
Semua orang berteriak. "Siap!"
"Baiklah kalau begitu, kita mulai dari barang pertama." beberapa orang naik ke panggung dengan membawa sesuatu.
Yang orang-orang itu bawa adalah beberapa bambu.
Semua orang bertanya-tanya untuk apa mereka membawa bambu, kemudian gadis kelinci yang bernama Rabisia itu berteriak.
"Semuanya di dalam bambu-bambu ini ada serbuk surgawi, pasti kalian sudah tahu serbuk surgawi itu apa kan?"
Semua orang terkejut mendengar kata serbuk surgawi.
Apa itu serbuk surgawi? Pikir Natasha.
Rabisia melanjutkan perkataan nya kembali. "Bagi yang belum tahu, serbuk surgawi itu adalah serbuk ajaib yang bisa membuat orang menjadi tenang apa pun masalah nya. Serbuk ini memberikan perasaan seperti kau terbang di angkasa. Bagaimana apakah kalian tertarik? Kalau kalian tertarik harga nya di mulai dari 50 koin emas.
Semua orang berteriak untuk menawarkan harga yang lebih tinggi.
Untuk apa memakai serbuk itu jika ingin merasakan bagaimana rasanya terbang, jika aku ingin, aku bisa terbang sekarang. Pikir Natasha. Kemudian Natasha bergumam. "Manusia bodoh."
Akhirnya tawaran untuk benda yang bernama serbuk surgawi itu berhenti pada 5000 koin emas. Dan serbuk surgawi itu pun terjual dengan harga 5000 koin emas.
Satu persatu barang di tunjuk kan di pelelangan itu, tapi semuanya tidak ada yang diminati Natasha.
Kemudian Rabisia berteriak. "Baiklah semuanya, sekarang adalah barang terakhir dari pelelangan hari ini."
Semua orang gugup mendengar perkataan Rabisia, kemudian seseorang naik ke atas panggung sambil membawa kandang yang bertutup kan kain.
Rabisia melanjutkan perkataan nya kembali. "Barang kali ini adalah.... Buka tirainya!"
Tirai nya pun di buka. Di dalam kandang itu terdapat 2 anak kecil, laki-laki dan perempuan, dan 2 anak kecil itu berasal dari ras yang berbeda. Yang perempuan berasal dari ras Elf, sedangkan yang laki-laki dari ras Human.
Rabisia berteriak kembali. "Walaupun mereka dari ras yang berbeda sebenarnya mereka ini saudara kembar."
Semua orang berteriak, "tidak mungkin!!"
Semua orang menunjukkan ketertarikan kepada 2 anak kecil itu. Natasha juga ikut tertarik dengan kedua anak kecil itu.
"Aku harus memiliki mereka." Gumam Natasha dengan sedikit bersemangat.