From Mage Became Princess

From Mage Became Princess
Chapter 9 Cara Mira menyelesaikan masalah



Wujud Joshua dan Alex menghilang dari ruang tahta. Jadi manusia di dunia ini tidak memiliki Sihir teleportasi, mereka bertelportasi dengan menggunakan alat. Saat aku sedang asik menganalisis kejadian yang baru saja terjadi, Raja berteriak padaku.


"Miraaa!!!" aku menengok ke arah Raja. "Kenapa kau melakukan hal itu!! Sekarang mereka menyatakan perang pada kita!! Apa yang sudah kau lakukan!?" raja berteriak sangat nyaring, sampai-sampai semua orang yang hadir di ruang tahta menutup telinga mereka.


"Itu salahnya sendiri!" aku membalas teriakan raja.


"Jangan bicara lagi!" teriakan raja makin nyaring. "Setelah perang ini selesai kau akan menerima hukuman mu! Sekarang cepat kembali ke kamarmu! Untuk para pelayan, jangan beri Mira makan selama satu hari penuh!"


Semua orang yang berada di ruang tahta, Memaki-maki ku. Aku pergi dari ruang tahta menuju kamarku. Setelah aku memasuki kamarku, datang seorang pelayan mengunci kamarku.


                               ***


Malam tiba, kerajaan Fantasia menyiapkan pasukan untuk perang esok hari. Raja Charles duduk di kursi tahta nya, ia memikirkan sesuatu.


Apa yang ku katakan pada anak ku tadi pagi lumayan kejam, ini semua padahal bukan salah Mira. Ini semua salahku, aku yang memaksa Mira untuk menjadi tunangan dari pria sampah itu. Itulah yang di pikirkan raja Charles. Lalu raja Charles beranjak dari kursi tahta nya. "Nasi sudah jadi bubur, yang perlu ku lakukan adalah menghadapi kerajaan Eurasia."


                                 ***


Aku berbaring di kasurku, perut ku terus berbunyi. "Haaah, lapar. Aku sangat lapar." wajar aku lapar, seharian ini aku tidak ada makan sama sekali, coba saja aku bisa keluar dari kamar ini. Aku memikirkan bagaimana cara keluar dari kamar ini, lalu aku ingat hal yang sangat penting. "Bodoh nya aku. Aku tinggal pakai teleportasi saja." aku menggunakan (Teleportation) dan aku pun berpindah ke langit. Aku melihat ke bawah. Ternyata aku berpindah ke langit-langit kota Vanila.


Aku memakai (Fly), lalu aku memakai (Creation) untuk membuat bajuku seperti baju orang biasa, gaun mewahku berubah menjadi pakaian bewarna merah, baju berwarna merah dengan lengan pendek, rok panjang bewarna merah, dan sepatu ku berubah menjadi bewarna hitam.


Aku mendarat di tempat sepi agar tidak ada yang melihat, lalu aku pergi ketempat ramai. Aku berkeliling kota lalu aku melihat sebuah toko roti, aku pun pergi ke toko roti itu. Dan membeli 5 roti. Pada saat aku memakan roti yang pertama. "Tidak ada rasa nya sama sekali. Bibi kenapa rotinya tidak ada rasanya?"


"Jangan salahkan aku nona muda, salahkan raja."


"Salahkan raja?"


Lalu penjual roti itu melihat ke kiri ke kanan, dia menyuruhku mendekatkan telingaku ke mulutnya. Lalu penjual roti itu berbisik.


"Benar, semua orang di kerajaan ini sangat menderita. Karena raja dan anaknya sering melakukan korupsi. Dia juga meninggikan pembayaran pajak."


Lalu penjual roti, menjauhkan mulutnya dari telinga ku. "Dan juga sebentar lagi perang akan di mulai," lalu bibi itu mendekatkan mulutnya ke telinga ku lagi. "Kau tahu katanya ************ Pangeran bodoh itu di tendang oleh seorang anak kecil. Pada saat mendengar itu aku tertawa terbahak-bahak."


"Memangnya bibi tahu dari mana kalau anak kecil yang menendang pangeran."


"Pada saat raja kembali dia memberitahu kami semua hal yang terjadi di kerajaan Fantasia. Raja bilang, anak ku dibuat mandul oleh seorang gadis kecil dari kerajaan fantasia. Besok kami akan menyerang mereka, untuk mendukung perlengkapan perang diharapkan semua warga membayar pajak. Begitu katanya."


"Begitu ya, terima kasih atas rotinya." aku meninggalkan toko roti itu. Aku berjalan ke tempat sepi sambil memakan semua roti ku lalu aku menggunakan sihir (growth). Sihir ini membuat wujudku menjadi dewasa selama 1 jam.


"Untung saja pakaian yang dibuat menggunakan Creation bisa menyesuaikan kondisi tubuh. Tapi entah kenapa tubuhku menjadi sangat berat dalam wujud dewasa, terlebih lagi di bagian depan. Biarlah, nanti juga akan terbiasa. Sekarang saatnya untuk membayar semua kesalahanku."


                                ***


Alex sedang berbaring dikasur nya, ia merengek seperti anak kecil.


"Ayah, aku sudah tidak bisa main wanita lagi."


"Sabar Alex." Joshua menjawab.


"Ini semua karena anak bernama Mira itu. Ayah pada saat kita menang perang nanti, ayah harus membawa Mira kepadaku. Aku ingin menyiksa nya sampai dia menyesal telah di lahirkan di dunia ini."


"Tenang saja, bukan hanya Mira yang akan ku berikan padamu. Keempat Putri pun akan ku berikan kepadamu."


Saat mereka sedang asik mengobrol, tiba-tiba cahaya yang menerangi kamar mereka menghilang. Joshua ingin pergi keluar dari kamar nya, tapi pintu kamar mereka terkunci, bukan hanya pintu tetapi jendela juga terkunci. Alex panik saat tahu mereka terkunci di dalam kamar, tapi Joshua menenangkan Alex.


Joshua pun berteriak memanggil seseorang tapi tidak ada yang datang menyelamatkan nya. Alex juga ikut berteriak. Akhirnya pintu kamar mereka terbuka.


"Kenapa kau sangat lama." Joshua membentak seseorang yang membuka pintunya.


"Ayah, jangan marahi dia." Alex mendekati orang yang berada di depan pintu. "Setelah kulihat kau sangat cantik, temani aku malam ini, kalau kau tidak mau, kau akan menerima akibatnya."


"Anak ku sedang berbicara padamu." Joshua mendekat dan ingin menyentuh gadis itu, tapi langkah Joshua terhenti.


Alex melihat ke arah ayah nya. "Ayah kenapa?"


Pada saat alex memerhatikan ayahnya, tiba-tiba kepala ayahnya terlepas dari badannya, darahnya menyembur keluar sampai memenuhi wajah Alex.


Kaki Alex gemetaran, tanpa alex sadari keluar cairan hangat dari ************ nya. Alex pun terduduk di lantai dan menatap ke arah gadis yang berdiri di depan pintu. Gadis itu menunjukkan senyuman sadis di wajah nya.


Gadis itu mendekati alex, alex merangkak menjauh dari gadis itu. Alex terus merangkak menjauh, tapi gadis itu terus mendekati Alex. Akhirnya alex berhenti merangkak karena ia sudah berada di ujung ruangan.


Dengan ketakutan alex, berteriak pada gadis itu. "Si-si-siapa kau! Jangan harap kau bisa lepas karena sudah membunuh ayah ku."


"Kau masih bisa sombong pada saat nyawamu sebentar lagi akan melayang?"


Alex gemetar ketakutan, air ingus dan air matanya membahasi seluruh wajah alex. Lalu gadis itu mendekati alex. Alex mengangkat tanganya.


"Tu-tunggu, aku menyerah. Jika kau biarkan aku hidup kau akan ku berikan kekayaan yang berlimpah."


Tapi kata-kata alex tidak berpengaruh kepada gadis itu. Alex bersujud dan memohon kepada gadis itu.


"Kumohon, biarkan aku hidup."


"Tenang saja kau akan ku biarkan hidup."


"Be-benarkah?"


Gadis itu menjentikkan jarinya, dalam sekejap ruangan yang gelap menjadi terang, ruangan kamar yang awalnya berwarna putih, sekarang berwarna merah kehitaman.


Alex menatap wajah gadis itu. "Ka-kau kan, kau kan." Alex tidak bisa mengucapkan nama gadis itu, ia sangat ketakutan sampai ia tidak bisa berkata-kata lagi.


                                ***


"Kenapa? Kau sudah lupa nama ku? Jahat sekali, padahal kita baru bertemu pagi ini kan."


Aku melihat alex yang gemetar ketakutan di pojok ruangan, aku melihat kesuluruh ruangan, ruangan ini sudah di penuhi bercak darah dari Joshua yang sudah ku penggal kepalanya.


Air mata dan ingus membasahi wajah Alex. Aku berjalan mendekati Alex.


"Tu-tunggu bukankah kau akan membiarkan aku hidup?"


"Benar. Aku akan membiarkan kau hidup, tapi bukan hidup di sini, kau akan ku biarkan hidup di alam baka."


Aku mengayunkan tangan ku, pada saat aku mengayun kan tangan ku. Kepala Alex langsung terpenggal.


"Bahkan kau tidak menjerit sama sekali."


Aku mengangkat tubuh alex dan Joshua ke atas kasur dengan menggunakan (telekinetic). Pada saat tubuh mereka terbaring di atas kasur, aku menggigit jempol ku sampai mengeluarkan darah, lalu aku mengarahkan tetesan darah ke arah tubuh Alex dan Joshua.


"Dengan 2 tetes darahku, aku membangkitkan Joshua dan Alex sebagai Homonculus yang akan melayani ku. Sekarang Bangkitlah."


tubuh dan kepala mereka yang awalnya terpisah, menyatu kembali. Mereka berdiri lalu bersujud dihadapan ku.


"Kami akan selalu melayani anda, nona Mira."


"Aku berikan perintah kepada kalian, jalani peran kalian seperti biasa, yaitu raja dan pangeran dari kerajaan Eurasia. Tapi selama kalian memimpin negeri ini kalian tidak boleh meninggikan pembayaran pajak, jangan korupsi, dan satu hal lagi batalkan peperangan dengan kerajaan Fantasia!"


"Kami akan melaksanakan perintah."


"Kalau begitu aku akan pergi, tapi sebelum itu, aku harus mengembalikan kondisi kamar ini seperti semula."