
Ke esokan hari nya setelah aku memberitahu rencana ku pada Natasha dan yang lain nya.
Pada pagi hari, sebelum matahari terbit, Natasha dan yang lain nya ada di kamar ku.
Aku memberikan pakaian sederhana pada Arisa dan Jack.
Biasanya mereka memakai pakaian pelayan yang harga nya lumayan mahal. Tapi kali ini aku memberikan pakaian murah pada Arisa dan Jack.
Setelah ku beri pakaian, mereka melepaskan pakaian pelayan mereka lalu memakai pakaian yang ku berikan.
Setelah berganti, mereka memberikan pakaian pelayan pada Natasha.
"Gunakan sihir Doppleganger Arisa!"
Arisa mengangguk atas perintah ku. Ia memegang pundak Jack dengan tangan nya, lalu tangan kirinya memegang dadanya sendiri.
"Doppleganger!" Arisa mengucapkan mantra.
Aku melihat energi sihir keluar dari tubuh Arisa dan Jack, kemudian energi sihir itu membentuk bentuk tubuh Arisa dan Jack sedetik kemudian energi sihir itu pecah seperti cangkang telur. Setelah itu di depan ku ada tiruan Arisa dan Jack.
Itu adalah proses pembentukan sihir Dopplegangger! Biasanya aku tidak bisa melihat proses pembentukan sihir, aku hanya bisa melihat nya jika aku menggunakan (Clairvoyance), tapi sekarang aku bisa melihat nya dengan jelas, bahkan tanpa (Clairvoyance) sama sekali. Apakah ini karena mata emas ku?
"Kak Mira?" Arisa memanggil ku.
"Kenapa?"
"Mata Kak Mira barusan bersinar. Apakah Kak Mira sedang senang?"
Mata ku bersinar lagi? Apakah itu karena aku kaget atas apa yang ku lihat? atau karena aku melihat peroses pembentukan sihir?
Saat ini aku masih belum menemukan jawaban, jadi aku mengangguk atas pertanyaan Arisa.
"Begitu ya." Arisa tersenyum.
"Kalau begitu kami berangkat." Kata Jack sambil tersenyum.
"Teleportation!" Arisa mengucap mantra.
Tubuh Arisa dan Jack di kelilingi energi sihir. Kemudian energi sihir itu menekan Arisa dan Jack sampai mengecil hingga ukuran yang tidak dapat di lihat oleh mata telanjang. Kemudian energi sihir itu membentuk suatu portal kecil, energi sihir itu pun memasuki portal kecil itu.
"Natasha. Arisa barusan menggunakan Teleportation kan?"
"Iya, barusan dia menyebutkan mantra itu kan?"
"Saat dia sudah selesai mengucap mantra, apa yang kau lihat?"
"Dia langsung menghilang."
Yang di lihat Natasha berbeda dengan apa yang ku lihat.
Berarti memang benar kalau yang ku lihat adalah proses pembentukan sihir.
Sangat mengerikan!
Berarti kalau kita menggunakan teleportasi, kita akan di tekan sampai ukuran mikroba, lalu di pindahkan melalui portal yang berukuran sama.
Sangat mengerikan! Proses pembentukan sihir teleportasi sangat mengerikan! Saking mengerikan nya, aku sampai tidak mau menggunakan sihir teleportasi lagi.
"Natasha lain kali kalau kita ingin pergi jangan pakai sihir teleportasi lagi."
"Eh!? kenapa?" Natasha terkejut kemudian ia bertanya.
Aku memalingkan wajah ku, dan tidak menjawab Natasha.
"Ti-tidak usah banyak bertanya.... Kau kasih pakaian pelayan itu kepada Doppleganger Arisa dan Jack! Cepat!"
"Kenapa kau tiba-tiba marah?"
"Aku tidak marah!"
Aku berbalik, berjalan mendekati kasur, lalu melompat ke atas kasur dan merendam muka ku di bantal yang empuk.
"Serius. Kau kenapa sih?" Aku dapat mendengar Natasha bergumam seperti itu.
\*\*\*
Arisa dan Jack berpindah ke tempat mereka melakukan pertarungan melawan pasukan Wyvern. Dengan kata lain, mereka berpindah ke perbatasan kota Cocoa dan kota Banitza.
Jack mengambil peta di saku belakang nya.
"Menurut peta ini, Kota Banitza ada di sebelah sana!"
Jack menunjuk sisi kanan nya.
"Berarti ke arah Barat ya." Kata Arisa. "Kita akan terbang ke sana, jika sudah dekat dengan kota barulah kita berjalan kaki kesana."
Jack mengangguk.
Arisa memberikan Cristal sihir kepada Jack yang di ambil dari Inventori nya, Cristal itu tersimpan sihir (Fly), siapapun yang mengaktifkan Cristal itu dapat menggunakan sihir (Fly) selama 6 jam. Cristal itu adalah buatan Mira.
"Kalau begitu, kita berangkat sekarang Jack." Kata Arisa mengajak.
"Tunggu Arisa."
"Ke-kenapa?"
"Pertama urus dulu telinga mu. Telinga mu sangat mencolok di benua ini. Asal kau tahu, saat baru datang ke istana pertama kali, kau sudah menarik perhatian. Bagaimana jika kau datang ke kota asing untuk pertama kali nya? Sudah pasti kau akan menarik perhatian kan?"
"Be-benar juga."
Arisa menggunakan sihir (Illusion) untuk membuat telinga nya seperti telinga Ras Human.
Ras Elf seperti Arisa terkenal dengan telinga nya yang panjang dan mereka juga terkenal berumur panjang.
Dan di Benua Silia, Ras Elf sangat mencolok, saat Arisa ke kota Vanila, ibu kota Kerajaan Eurasia. Arisa menarik perhatian selama dia berjalan sendirian di ibu kota. Tapi jika dia berjalan dengan Mira, perhatian para warga malah tertuju pada Mira bukan ke Arisa.
Karena itu Arisa tidak sadar diri kalau dia menarik perhatian.
Yang menyadari kalau sebenarnya Arisa menarik perhatian adalah Jack. Karena itu Jack menuyuruh Arisa untuk melakukan sesuatu pada telinga nya.
Saat Arisa sudah merubah penampilan telinga nya, Jack menghela nafas. "Seharusnya kau sadar diri Arisa. Kau itu cukup menarik perhatian, kau tahu."
"Aku tahu itu. Jadi berhenti ngomel nya, aku ini bukan anak kecil yang harus terus di awasi kau tahu." Kata Arisa sambil cemberut kepada Jack.
Jack mengabaikan Arisa, dia membanting Cristal sihir, lalu terbang ke arah kota Banitza.
"Tunggu Jack!"
Arisa dengan cepat mengaktifkan sihir (Fly) kemudian ia terbang menyusul Jack.
\*\*\*
Satu Jam setelah keberangkatan Arisa dan Jack, matahari terbit sudah terbit.
Aku keluar kamar, di depan pintu ada Prajurit yang membungkuk untuk menyambut ku.
Aku mengucapkan "Selamat Pagi." kemudian aku pergi meninggalkan nya.
Natasha mengikuti di belakang, (Dopplegangger) Arisa dan Jack sudah mulai beraktivitas. (Dopplegangger) Arisa melakukan tugas nya sebagai kepala pelayan, dan (Dopplegangger) Jack berlatih pedang bersama Kesatria.
Itu adalah kegiatan Arisa dan Jack yang asli setiap pagi, jadi aku menyuruh (Dopplegangger) mereka berdua untuk melakukan hal yang sama.
Aku berjalan ke ruang makan, di tengah perjalan aku bertemu Ibu, aku pun berjalan bersama Ibu keruang makan.
"Mira bagaimana dengan kondisi kota mu? Apakah kau ada menerima laporan dari sana?" Ibu bertanya.
"Aku ada menerima nya. Menurut dari laporan, tidak ada masalah dengan kondisi kota."
Setelah mendengar jawaban ku, Ibu sedikit terkejut. Aku bertanya "Kenapa?" Tapi Ibu hanya menjawab "Tidak ada apa-apa."
Jika di lihat dari reaksi Ibu, seperti nya laporan mengenai Pasukan Wyvern sudah sampai ke telinga Ibu. Tapi masalah itu sudah ku atasi. Jadi aku bisa santai sekarang.
Aku dan Ibu sampai di ruang makan. Natasha membuka pintu, lalu aku, Ibu, Natasha dan pelayan yang menemani Ibu masuk ke dalam ruangan.
Aku duduk di kursi yang biasa ku gunakan, itu berada pada ujung paling kanan meja makan. Biasanya di samping kiri ku ada Kak Yuri, tapi sekarang tidak ada, rasanya aku sedikit kesepian.
Para Selir duduk di sebrang meja. Ayah duduk di sisi kiri meja, dan Ibu duduk di sebrang ayah. Meja makan yang di gunakan memang berbentuk persegi panjang, agar seluruh keluarga bisa makan bersama.
Makanan di bagi, seperti biasa itu adalah makanan kelas atas dengan porsi seimbang antara daging, sayur, dan pencuci mulut.
Setelah semua mendapatkan makanan, kami pun tanpa di perintah langsung menyuap makanan itu kedalam mulut kami.
Tentu saja, kami makan dengan anggun, dan menjaga sopan santun.
Biasanya pada saat makan bersama, suasana canggung akan sangat terasa, lalu ayah akan berusaha untuk mencairkan suasana canggung itu.
.... Dan prediksi ku benar, saat kami makan suasana canggung sangat terasa.
Suasana ini bertahan selama beberapa menit. Setelah itu, barulah ayah angkat bicara.
"O. iya Lina. Bagaimana perkembangan Nina?"
"Kenapa anda menanyakan hal itu? Walaupun kondisi ekonomi kota yang di pimpin anak saya meningkat, dan berhasil mengalahkan kota anak Carla. Anak saya juga tidak akan pernah naik tahta... Jadi tidak ada gunanya kan?menanyakan hal itu."
"Lina itu perilaku tidak sopan terhadap seorang Raja." Ibu menyela perilaku Selir Lina.
"Carla...... Jangan sombong hanya karena anak mu pintar sedikit dari anak kami." Selir White membela Selir Lina.
Ibu tertawa kecil. "Bukan sedikit lebih pintar kan? Anak ku sudah jauh lebih pintar dari anak kalian berdua."
..... Dan pertengkaran antara istri raja pun terjadi. Aku mengabaikan itu, lalu dengan cepat menghabiskan makanan ku.
Masa bodoh dengan sopan santun.... Jika terus berada di sini, telinga ku akan panas mendengar pertengakaran antara Istri Raja.
Makanan ku habis, aku minum air sedikit, melompat dari kursi lalu meninggalkan ruang makan bersama dengan Natasha.
Itu selalu terjadi di ruang makan.
Suasana canggung saat makan bersama, lalu ayah berusaha mencairkan suasana, tapi akhirnya malah membuat pertengkaran antara istri nya.
Jika ke empat saudari ku ada di sana, situasi nya akan lebih rumit lagi.
Aku menghela nafas lega, karena hari ini aku berhasil keluar lagi dengan selamat dari ruang makan itu.