From Mage Became Princess

From Mage Became Princess
Chapter 327 Enam Bulan Kemudian



Enam bulan kemudian.


Carla sedang berada di suatu ruangan, menatap keluar melalui jendela, mengarahkan pandangan nya kelangit yang cerah. Akan bagus jikalau suasana hati Carla sama cerah nya seperti langit yang sedang di tatap nya saat ini. Di dalam hati nya Carla merasakan perasaan gelisah, dan khawatir. Bukan karena selama enam bulan kepemimpinan Yuri ada masalah yang membuat hati nya gelisah dan khawatir, tetapi karena tidak ada masalah sama sekali selama enam bulan inilah yang membuat suasana hati Carla menjadi seperti suram.


Sebenarnya adalah hal yang baik, kalau tidak ada masalah saat penyerahan tahta ke Yuri. Akan tetapi, menurut Carla suasana tenang saat ini sangatlah janggal.


Karena merasa hal janggal inilah, selama enam bulan ini Carla tidak bisa tidur nyenyak, dan selalu waspada akan situasi tidak terduga.


"Tok, tok, tok..." Suara pintu di ketuk terdengar. Setelah pintu di ketuk terdengar suara pelayan yang memberitahu kalau Lavender datang mengunjungi nya.


'Akhir nya dia datang.' pikir Carla sembari mengizinkan Lavender memasuki ruangan.


Pintu ruangan terbuka, Lavender pun memasuki ruangan, saat ia masuk pelayan segera menutup pintu, meninggalkan Carla dan Lavender sendiri di ruangan itu.


"Yang Mulia, ada urusan apa Yang Mulia memanggil saya kesini?" Tanya Lavender sesaat pintu ruangan di tutup.


Beberapa menit yang lalu, Carla diam-diam memberikan pesan ke Lavender untuk datang ke ruang pribadi nya, Carla juga hanya membiarkan pelayan kepercayaan untuk berjaga di depan pintu agar tidak ada seorang pun yang masuk ke dalam ruangan nya, ia juga memerintahkan pelayan nya untuk melarang siapapun masuk termasuk Yuri.


"Lavender. Aku tahu faksi mu selama ini bergerak mengikuti siapapun yang menurut mu membawa keuntungan untuk mu. Karena itu aku menaruh kepercayaan pada mu untuk masalah kali ini."


Faksi Putri Rosa. Adalah faksi kecil yang ada di kerajaan Fantasia. Atas alasan itulah Rosa, pemimpin faksi nya bergerak mengikuti faksi yang menurut nya dapat memberikan keuntungan pada nya. Awal nya faksi ini mendukung faksi Putri Nina, tapi di pertengahan perebutan kekuasaan Faksi ini mulai merubah haluan dan mendukung Putri Mira. Walaupun hasil nya, Mira kalah dalam tes, tapi faksi ini masih mendukung Faksi Mira di karenakan Rosa memperkirakan kalau Mira melakukan pergerakan di balik bayang-bayang untuk mendukung faksi Yuri dalam perebutan kekuasaan. Menurut Rosa, jika Mira mau dia bisa saja mengambil alih kerajaan Fantasia dalam hitungan hari. Karena itulah sampai sekarang Rosa masih mendukung Mira, walaupun nasib nya sekarang tidak di ketahui.


Mendengar pujian Carla, Lavender tersenyum sambil membungkuk dengan anggun.


"Oleh karena itu Lavender aku ingin kau melakukan sesuatu." Carla melanjutkan perkataan nya.


"Saya akan mengikuti apapun perintah anda, Yang Mulia."


Mendengar jawaban yang di harapkan nya, Carla mengangguk dengan wajah puas, kemudian ia melanjutkan perkataan nya. "Sebelum aku memberikan perintah kepada mu, aku ingin menanyakan sesuatu pada mu. Lavender, bagaimana menurut mu dengan kondisi kerajaan saat ini?"


".... Kalau boleh jujur... Saya merasakan ada sesuatu yang kita tidak ketahui bergerak di balik bayang-bayang kerajaan. Suasana tenang saat ini adalah bukti nya! Suasana saat ini seakan menandakan kalau ada seseorang, atau sekelompok yang sedang menyiapkan sesuatu yang besar selama ini."


Walaupun tidak setajam Mira. Lavender dan Rosa juga memiliki kemampuan untuk merasakan bahaya, mereka juga memiliki kemampuan otak di atas rata-rata. Atas alasan inilah, mereka berdua bisa tahu kalau situasi tenang saat ini bukanlah situasi yang aman. Ini jugalah yang membuat Rosa dan Lavender selama enam bulan ini memilih untuk tidak ikut campur dalam politik kerajaan.


"Sudah ku duga, kau pasti menyadari perasaan janggal selama enam bulan ini ya." Kata Carla memuji Lavender.


"Terima kasih, Yang Mulia."


"Atas. Alasan itulah, Lavender. Aku ingin kau meninggalkan fantasia."


Mendengar perkataan Carla, wajah Lavender yang awal nya datar berubah menjadi terbelalak kaget.


"Jika perasaan janggal di hati ku ini benar. Akan terjadi sesuatu yang besar di Fantasia dalam waktu dekat. Oleh karena itu, aku ingin kau meninggalkan kerajaan ini bersama dengan Rosa dan Tristan."


\*\*\*


Kereta kuda berjalan melewati pintu gerbang kota Caramel. Tidak ada yang aneh dengan kereta itu, dari luar kereta itu nampak seperti kereta kuda yang biasa di gunakan oleh para pedagang untuk mengangkut barang-barang nya. walaupun begitu, di dalam kereta kuda itu ada tiga anggota keluarga kerajaan yang tengah duduk sambil menggunakan jubah, tidak lupa wajah mereka juga di tutupi oleh tudung.


Ketiga anggota keluarga kerajaan itu adalah Lavender dan anak nya Rosa, serta anak nya Rosa yang bernama Tristan. Orang yang mengemudikan kereta itu adalah pelayan kepercayaan Lavender yang sudah melayani nya sejak ia menjadi anggota keluarga kerajaan.


Tristan yang tidak tahu apa yang sedang terjadi bertanya kepada nenek nya, Lavender. "Nenek, mengapa kita pergi meninggalkan kerajaan? Dan juga kenapa ayah tidak ikut?"


Lavender tersenyum lembut, lalu mengulurkan tangan nya, kemudian ia dengan lembut mengelus kepala Tristan. "Kita hanya pergi liburan sebentar."


"Liburan!? Kemana kita akan pergi?" Mendengar kata Liburan, mata Tristan langsung berbinar karena gembira.


"Rahasia..."


"Oooo...."


Karena nenek nya tidak ingin memberitahu tujuan liburan mereka, Tristan menyuarakan kekecewaan nya. Melihat hal itu, Lavender terus mengelus kepala Tristan sambil tersenyum dengan lembut. Kemudian energi sihir keluar dari tangan Lavender menandakan ia sedang menggunakan sihir, sesaat kemudian Tristan langsung tertidur pulas di pangkuan Rosa. Lavender menggunakan sihir (Sleep) untuk membuat Tristan tidak sadarkan diri.


Melihat anak nya yang tertidur pulas, Rosa mengambil kain dari samping nya lalu menyelimuti tubuh nya sembari tersenyum, setelah itu ia melihat ke arah ibu nya dengan tatapan serius. "Baiklah Ibu, bisa aku menanyakan hal yang sama dengan Tristan. Kemana kita akan pergi?"


Lavender menatap Rosa dengan tatapan yang serius juga, lalu ia memberitahu tujuan perjalanan mereka kepada Rosa.


\*\*\*


Carla berada di ruangan nya, menatap ke keluar jendela dengan wajah cemberut. Ia kemudian memegang kalung pemberian Mira yang saat ini masih tergantung di leher nya.


"... Seperti nya Lavender dan Rosa sudah pergi dari sini..."


Sambil memegang kalung di leher nya, Carla memanjatkan permohonan nya sembari menatap ke arah langit melalui jendela kamar nya.


'Semoga mereka dapat mencapai tujuan tanpa ada masalah...'


Pada saat bersamaan Carla memanjatkan permohonan nya, pintu kamar Carla terbuka tanpa ada seseorang yang mengetuk terlebih dahulu.


Carla dengan hati-hati berbalik, melihat seseorang yang memasuki kamar nya. Di sana berdiri Yuri dengan tatapan tajam di arahkan ke Carla.


"Yuri, seharus nya kau mengetuk pintu terlebih dahulu sebelum.... Eh...?"


Belum selesai menyelesaikan perkataannya, Carla terkejut dengan kejadian yang baru saja dia alami.


Rasa sakit yang sangat hebat ia rasakan di perut nya, saat ia melihat ke bawah, Carla melihat Yuri dengan kedua tangan nya menusuk Carla dengan pisau.