From Mage Became Princess

From Mage Became Princess
Chapter 92 Menemui Lizard



Charles memakai baju tidur nya, setelah memalai baju tidur nya, Charles langsung merebahkan diri di kasur nya.


"Akhir nya aku bisa tidur dengan tenang." Gumam Charles


Satu bulan lagi sebelum aku akan memanggil mereka berlima. Pikir Charles.


Charles memejamkan matanya, tiba-tiba Jendela kamar nya bersuara seperti suara sedang di ketuk.


"Siapa malam-malam begini yang mengirim surat." Gumam Charles.


Charles bangkit dari tempat tidur nya. Kemudian ia berjalan mendekati Jendela, saat berada di depan Jendela, Charles membuka Jendela.


Saat Jendela terbuka masuk se ekor burung merpati, burung merpati itu hinggap di pundak Charles. Saat di pundak Charles, burung merpati itu langsung berubah menjadi kertas.


"Dua lembar kertas?" Gumam Charles.


Charles melihat salah satu kertas. "Ini kan.... Laporan keuangan kota Cocoa."


Charles melihat lagi kertas yang satu nya. "Ini surat? Apakah ini dari Mira?"


Charles membaca kertas yang satu nya.


Di kertas itu tertulis:


"Ayah, ini surat dari Mira."


Sudah ku duga dari Mira. Pikir Charles, setelah membaca satu kalimat dari surat itu.


"Maaf jika aku mengganggu ayah, tapi yang ingin ku sampaikan ini sangat penting.


Ayah pasti tahu mengenai penyakit menular yang menimpa kota Cocoa kan."


Aku hampir lupa tentang penyakit itu. pasti penyakit itu sudah di atasi, lagi pula penyakit itu menimpa kota Cocoa dua tahun yang lalu. Pikir Charles. Charles melanjutkan membaca.


"Pasti ayah sudah tahu kan. Kalau ayah sudah tahu, kenapa ayah tidak mengatasi secepat nya. Penyakit ini sudah ada dari dua tahun yang lalu, tapi sampai sekarang masih belum di temukan penyebab nya. Ayah ini sebagai raja kerja nya bagaimana sih!"


"Apa!? Penyakit itu masih belum di temukan penyebab nya!?" Teriak Charles.


Tunggu dulu.... Pikir Charles panik. Kalau tidak salah aku mengatur kordinat teleportasi Mira ke tengah-tengah kota. Jika memang penyakit menular itu masih ada, sudah bisa di pastikan Mira sudah terkena penyakit itu!! Pantas saja dia mengirim surat ini. Surat ini adalah sinyal SOS dari Mira!!


Tapi tunggu dulu.... Pikir Charles tenang. Lalu buat apa laporan keuangan ini?


Charles melanjutkan membaca surat yang di berikan Mira.


"Tapi ayah tenang saja, aku tidak terkena penyakit nya,"


Charles menghela nafas lega. Kemudian ia melanjutkan membaca.


"Sebenarnya aku sudah tahu penyebab penyakit menular ini."


Jadi dia sudah tahu!? Padahal belum sampai satu hari dia tinggal disana. Memang benar-benar anak yang Jenius. Pikir Charles bangga.


"Penyakit menular ini di sebabkan oleh obat yang mirip dengan Serbuk Surgawi, aku mengetahui dari gejala yang di timbulkan. Gejala nya sama seperti orang yang sudah kecanduan Serbuk Surgawi, jadi aku berhipotesa kalau penyakit nya di sebabkan oleh obat yang mirip Serbuk Surgawi. Ini masih sebatas Hipotesa, aku dan bawahan ku masih menyelidiki nya.


Dan juga, aku berfikir kalau para bangsawan terlibat dalam penyebaran penyakit ini."


Charles terkejut membaca surat dari Mira. Kenapa kau berfikir sejauh itu Mira!? Pikir Charles.


"Ayah pasti tahu kan dampak yang di sebabkan penyakit menular ini. Dampak nya bukan hanya kesehatan penduduk, tapi dampak nya juga membuat perekonomian kota menurun. Dari situ aku menyimpulkan, mungkin saja, para bangsawan membuat penyakit menular ini supaya perekonomian kota menurun. Dengan alasan menaikkan perekonomian kota, para bangsawan pun memiliki alasan untuk menaikkan pajak. Coba ayah lihat laporan keuangan yang ku berikan pasti ayah akan menemukan kejanggalan di laporan itu."


Charles melihat laporan keuangan. Saat melihat nya Charles menemukan kejanggalan yang Mira maksud.


"Mira dengan laporan ini, kau sudah memiliki bukti untuk menangkap seluruh bangsawan." Gumam Charles.


Charles membaca surat dari Mira lagi.


"Aku tahu, dengan laporan itu aku bisa menangkap semua bangsawan yang ada di kota Cocoa. Tapi aku memerlukan satu bukti lagi, dengan bukti ini para bangsawan tidak akan membantah kejahatan mereka lagi. Untuk mencari bukti yang ini mungkin aku perlu waktu dua minggu atau mungkin lebih cepat. Intinya, cepat atau lambat aku akan membawa para bangsawan ke istana. Jadi aku ingin ayah selalu siap siaga."


Surat dari Mira berakhir. Charles, berjalan ke dekat meja. Kemudian ia menaruh surat dan laporan keuangan di atas meja, lalu Charles berjalan ke kasur, kemudian Charles merebahkan diri di kasur nya.


"Tenang saja Mira. Saat kau datang nanti semua nya pasti sudah siap!" Gumam Charles sambil tersenyum.


\*\*\*


"Lizard!!"


Lizard!!"


"Lizard!!" Aku berteriak lebih kencang dari sebelum nya.


"Lizard!! Aku tahu kau ada di sini.... Cepat keluar!!"


Pintu kamar di lantai dua terbuka, lalu keluar seorang pria bersama dengan wanita setengah kelinci.


"Mira!! Kenapa malam-malam begini mendatangi ku?" Kata Lizard yang baru saja keluar dari kamar.


"Ada beberapa hal yang ingin ku tanyakan. Bisa kau kesini sebentar!"


Setelah mendengar perkataan Mira, Lizard menyuruh Rabisia untuk membuat secangkir teh dan secangkir kopi.


Lizard dan Rabisia pun turun ke lantai satu melalui tangga.


"Jadi apa yang ingin kau tanyakan?" Tanya Lizard sambil berjalan ke sofa yang ada di ruang tengah.


Aku mengikuti Lizard ke ruang tengah, saat berada di ruang tengah, aku dan Lizard duduk di sofa. Lizard duduk di sofa yang berada di sebrang ku.


"Aku ingin tanya tentang Serbuk Surgawi."


"Ku kira tentang apa? Ternyata tentang itu. Jika kau bertanya tentang produksi nya, kini aku tidak memproduksi nya lagi!" Kata Lizard lantang.


Rabisia datang membawakan dua cangkir minuman, Rabisia menyodorkan cangkir yang berisi teh kepada ku, lalu ia menyodorkan cangkir berisi kopi ke Lizard. Setelah menyediakan minuman, Rabisia duduk di samping Lizard.


"Terima kasih Rabisia." Kata Lizard


Rabisia mengangguk.


"Lizard, yang ingin ku tanyakan bukan tentang produksi nya. Yang ingin ku tanyakan adalah obat yang serupa dengan Serbuk Surgawi?"


"Obat yang serupa?" Kata Lizard heran. "Kenapa kau ingin bertanya tentang itu."


"Kau tahu kan, gejala yang di timbulkan jika kita mengeluar kan paksa racun yang di sebabkan Serbuk Surgawi."


Lizard meminum kopi nya. Kemudian ia menjawab. "Iya aku tahu, jika kita mengeluarkan paksa racun yang di sebabkan Serbuk Surgawi. Maka korban akan mengeluarkan darah dari Mulut, Mata, Hidung, Telinga, dan semua bagian tubuh yang berlubang."


Aku mengangguk. "Sebenarnya di kota yang ku pimpin terjadi gejala yang sama seperti itu. Dan penduduk di sana bilang, kalau itu penyakit yang menular. Tapi aku kurang yakin kalau itu penyakit yang menular."


"Mira!! Apa kau yakin gejala yang di timbulkan sama?"


"Iya, aku yakin."


"Apakah tidak ada gejala yang lain? Seperti mengamuk, berteriak, atau mungkin perubahan pada tubuh?"


"Yang ku ketahui sejauh ini, gejala yang lain hanya mengamuk, berteriak kesakitan. Tidak ada gejala perubahan pada tubuh."


"Kalau begitu pertanyaan terakhir. Apakah di kota mu ada monster, Elf selain Arisa, atau mungkin banyangan hitam?"


Setelah mendengar perkataan Lizard, aku menjadi merinding. Keringat dingin mulai membasahi tubuh ku.


Lizard melihat wajah Mira ketakutan. "Jika di lihat dari ekspresi mu, semua yang ku sebutkan tadi. Ada di kota mu kan." Lizard melihat Mira mengangguk kan kepala nya secara perlahan. Kemudian Lizard menyandarkan diri nya di sofa, lalu ia melihat ke langit-langit. "Kenapa kau tiba-tiba ketakutan seperti itu? Tidak seperti dirimu saja. Tenang saja, monster yang ku sebutkan itu adalah orang yang terkena penyakit menular yang ada di kota mu."


Aku tahu semua itu, Lizard."


Lizard melihat ke arah Mira, Mira tersenyum licik, badan nya juga masih gemetaran.


"Yang kutakutkan disini bukan monster, atau pun Elf selain Arisa. Yang kutakutkan itu adalah diriku sendiri."


"Apa-apaan itu? Kau ingin menyombongkan diri?"


"Aku tidak menyombongkan diri, kau tahu Lizard. Aku sampai di kota itu tadi pagi, dan sekarang aku sudah mengetahui semua ke anehan yang ada di kota itu. Dengan ini semua, rencana ku untuk menangkap Elf itu akan berakhir besok! Padahal aku mengira akan mengambil waktu dua minggu, tapi aku tidak menyangka akan berakhir secepat ini."


Lizard tidak bisa berkata-kata, ia terdiam.


Kegembiraan sekarang memenuhi perasaan ku, aku sangat gembira membayangkan bagaimana wajah Elf bernama Sarion dan bawahan nya bernama Rony itu tertangkap nanti.