From Mage Became Princess

From Mage Became Princess
Chapter 251 Sadar



Aku tersadar di atas kasur yang empuk, aku bangkit duduk di atas nya, kemudian melihat sekeliling. Tidak salah lagi, aku berada di kamar ku sekarang. Kenapa aku bisa berada di sini? Pikir ku. Aku pun berusaha mengingat apa yang terjadi, dengan cara menggali ingatan terakhir yang ku punya.


Itu benar... Aku menjalakan ritual... Aku akhir nya bisa mengingat apa yang terjadi pada ku.


Saat ritual perubahan Class di mulai, aku mulai merasakan perubahan di dalam tubuh ku. Rasanya sangat tidak nyaman. Semakin lama waktu berlalu, rasa tidak nyaman itu semakin menjadi-jadi, hingga akhir nya berubah menjadi rasa sakit yang teramat menyakitkan. Rasa sakit yang ku rasakan saat ritual tidak bisa ku jelaskan melalui kata-kata, tetapi yang aku tahu adalah... Tidak ada mahluk hidup yang bisa menahan rasa sakit itu... Bahkan aku langsung pingsan saat rasa sakit itu muncul.


Setelah kesadaran ku menghilang, aku terbangun di sebuah tempat... Tempat yang sangat asing. Tetapi... Entah kenapa, rasa nya tempat itu memberikan rasa nostalgia yang kuat... Tempat apa sebenarnya itu...? Dengan pertanyaan itu di kepala ku, aku berusaha untuk mengingat kembali. Tetapi seberapa keras aku mencoba, aku tidak bisa mengingat nya.


"!"


Tiba-tiba aku merasakan energi sihir, itu muncul tempat di sebelah ku. Di saat aku menengok, partikel cahaya muncul kemudian berangsur-angsur berubah menjadi sosok seorang gadis.


"Yo!" Gadis itu menyapa ku dengan senyum cerah di wajah nya.


"Gloria.... Sudah ku duga itu kamu."


"Hmm....? Bagaimana cara mu menduga kalau aku yang datang?" Tanya Gloria sambil memeringkan kepala nya.


"Aku bisa merasakan dari energi sihir mu."


"Eeeeh.... Kau bisa mengetahui energi sihir ku dalam sekejap. Seperti nya ritual nya berhasil."


"...Ah."


Benar juga. Semenjak tubuh ku melemah, aku semakin susah untuk membedakan energi sihir. Yah walaupun aku bisa mengetahui energi sihir Natasha dalam sekejap, tetapi, untuk kasus Arisa dan Jack, aku susah untuk membedakan kedua energi sihir mereka. Itu sangat berbeda di saat tubuh ku belum melemah, aku bisa membedakan energi sihir seseorang dengan mudah.... Tunggu dulu... Kalau begitu... Ritual perubahan Class nya berhasil!


Aku bisa mengetahui energi sihir Gloria dalam sekejap seperti dulu, sebelum tubuh ku melemah. Itu berarti ritual nya betul-betul berhasil!


"Open Status!"


Dengan perasaan gugup bercampur dengan senang, aku segera mengecek status ku.


Name:Mira


Level:100 MAX


Class:Princess


HP:1000.000


MP:10.000.000


STR:100 MAX


AGI:100 MAX


INT:100 MAX


VIT:100 MAX


DEX:100 MAX


"...."


Aku tidak bisa berkata-kata.


..... Hasil nya mengecewakan. Class ku... Sama sekali tidak berubah. Class ku masih 'Princess' bukan 'Mage'.


Wajah nya menyebalkan!


Saat aku berpikir seperti itu, Gloria kemudian berubah menjadi partikel cahaya, kemudian partikel cahaya berkumpul menjadi satu berubah menjadi sebuah tongkat sihir berwarna emas yang indah. Tongkat sihir itu langsung melesat ke tangan kiri ku, seperti di sana terpasang sebuah magnet. Aku pun secara reflek menangkap tongkat itu.


"Sekarang ucapkan, 'Class Change'!" di saat aku menangkap tongkat itu, suara Gloria kemudian bergema di dalam kepala ku, dia mengirimkan (Telephaty) untuk berbicara pada ku.


"Eh...? 'C-Class Change'!" Gloria menyuruh ku dengan begitu tiba-tiba, aku kehilangan kata-kata selama beberapa saat, akhir nya aku pun mengikuti suruhan nya dan mengucapkan kalimat yang di ajarkan Gloria pada ku. Layar 'Status' yang ada di hadapan ku mulai menunjukkan keanehan, status ku menjadi kabur selama beberapa detik, hingga akhir nya menunjukkan kembali seperti semula.


Name:Mira


Level:100 MAX


Class:Mage


HP:1000.000


MP:10.000.000


STR:100 MAX


AGI:100 MAX


INT:100 MAX


VIT:100 MAX


DEX:100 MAX


"Ap-!?"


Aku kehilangan kata-kata melihat Status ku.


Class ku berubah!


Berubah!


.... Class ku benar-benar berubah!


Di sana bukan tertulis "Princess" lagi, tapi "Mage"! Class ku benar-benar berubah!


Perasaan bahagia, meluap-luap di dalam hati ku. Aku pun berdiri di atas kasur, dan melompat-lompat kegirangan.


"Ah... Maaf mengganggu di tengah perayaan mu..."


Suara Gloria tiba-tiba menggema di kepala ku, membuat momen kebahagiaan ku menjadi hilang. Aku pun berhenti melompat-lompat, kemudian aku menatap ke arah tongkat yang ada di tangan ku.


"Perubahan Class mu hanya bertahan paling lama dua puluh menit."


"Apa!?"


"Dan juga, segera bersiap-siap pasukan Demon Lord sudah mau sampai le perbatasan."


"..... Serius....?"


Sayang nya, yang namanya kebahagiaan selalu bersifat sementara.