
Ternyata tidak terjadi apa-apa. Malahan sihir (Clairvoyance) seperti nya tidak aktif. Apakah itu karena mata emas ku?
Itu tidak penting sekarang. Yang lebih penting adalah, kenapa Selir Lavender ada di sini?
"Jadi Selir Lavender kenapa anda di sini?" Aku bertanya.
"Saat aku berkeliling istana, aku melihat mu menuju ke ruangan ini. Karena aku penasaran, jadi aku mengikuti mu."
Aku melihat ke arah Natasha. Aku memberi tatapan tajam ke Natasha, tatapan ku mengatakan, 'Apakah kau menyadari dia mengikuti kita?'
Natasha menggelengkan kepala nya dengan cepat. Lalu tatapan nya juga menunjukkan makna, seperti. 'Aku tidak menyadari nya.'
Aku tidak menyalahkan Natasha, selama di istana kami mengendurkan pertahanan kami, jadi kami sangat mudah untuk di ikuti.
Tapi aku tidak percaya pada orang ini, untuk saat harus berhati-hati pada nya.
"Tidak perlu berhati-hati seperti itu Putri Mira." Kata Selir Lavender.
Dia membaca pikiran ku!?
"Itu tergambar jelas di mata anda."
Sialan!! lagi-lagi mataku bersinar tanpa ku sadari.
"Anda seperti nya belum bisa mengendalikan cahaya nya ya.... Dari cahaya mata anda, tergambar jelas yang anda pikirkan. Anda memikirkan, 'Aku harus berhati-hati pada orang ini.' Aku benar kan?"
Dia benar-benar membaca pikiran ku!?
"Kukuku, Hahahahaha." Selir Lavender tertawa. "Mata anda bercahaya lagi. Anda benar-benar tidak bisa mengendalikan nya ya."
"Sangat susah untuk mengendalikan nya."
"Itu memang benar, bahkan Yang Mulia Raja masih tidak bisa mengendalikan nya."
"Eh!? Apakah itu benar?"
Selir Lavender mengangguk. "Jika beliau sedih, atau sedang bersemangat, mata beliau akan bercahaya sedikit."
"Sedikit itu bagaimana?"
"Sedikit ya sedikit. Jika ingin contoh, mata anda jika bercahaya masih bisa terlihat walaupun kondisi ruangan sangat terang. Tapi jika yang mulia Raja, mata nya tidak akan terlihat bercahaya jika ruangan terang, mata beliau akan terlihat jelas bercahaya jika berada di ruangan gelap."
"Eeeh, seperti itu ya. Seperti nya anda tahu betul tentang cahaya mata ayah. Apakah anda pernah melihat mata ayah bercahaya sebelum nya?"
"Kau benar. Aku melihat mata beliau bercahaya saat......." wajah Selir Lavender memerah. Ia menutupi wajah nya, saat itulah baru dia menjawab. "Lupakan saja, lupakan yang baru ku katakan."
Melihat hal itu, Natasha membungkuk, mendekatkan mulut nya ke telinga ku kemudian ia berbisik. "Mungkin dia melihat nya waktu malam per-"
"Apa yang ingin kau ajarkan pada anak kecil berumur sepuluh tahun!"
"Ini berguna untuk mu di masa depan. Kau mungkin akan melakukan nya."
"Jangan di teruskan!"
Natasha menjauh.
"Lupakan masalah mata yang mulia," Selir Lavender berhasil mengatasi rasa malu nya. "Sekarang kita membahas anda Putri Mira. Sedang apa anda di sini?"
"Aaaah, ini ada hubungan nya dengan mata saya. Kata anda, mata saya dapat menambah kekuatan sihir kan, saya ingin memastikan apakah kekuatan sihir saya benar-benar bertambah."
"Jadi begitu ya... Bolehkan saya melihat?" Selir Lavender bertanya dengan mata berbinar.
"Boleh saja."
Setelah saya mengatakan itu, Natasha dan Selir Lavender mundur beberapa langkah menjauh dari ku.
Aku melihat ke ujung ruangan, di sana ada sasaran target tembak. Ukuran nya sekitar 1 setengah meter, target itu memiliki bulatan kecil di tengah nya dengan ukuran beberapa milimeter.
Aku mengarahkan tangan ke depan, sebelum aku mengucapkan mantra, aku melihat sesuatu yang bercahaya mendekat ke tangan ku.
Itu adalah energi sihir.
Kenapa energi sihir mendekati ku? Padahal aku belum mengucapkan mantra.
Aku mengabaikan energi sihir yang mendekat, lalu aku menyebutkan mantra. "Fire Ball!"
Aku mengarahkan tangan kiri ku ke depan, ini adalah tangan yang tidak mengaktifkan sihir.
Seperti sebelum nya, energi sihir mendekati ku dan berkumpul di sekitar tangan ku.
"Water Ball!"
Energi sihir itu berubah menjadi air, air yang ku buat kemudian membentuk lingkaran sempurna, seperti bola.
Sama seperti sebelum nya, energi sihir ku tidak berkurang. Sihir ini dibuat menggunakan energi sihir di sekitar ku.
Aku menembakkan (Fire Ball) ke target. Itu langsung mengenai bagian tengah target, target pun terbakar. Aku dengan cepat menembakkan (Water Ball) untuk memadamkan api.
Natasha mendekati ku. "Itu tidak bertambah kuat. Sama seperti biasa."
"Sebutkan nama mu putri. Begitu cara mengaktifkan kemampuan mata mu."
Nama ku? Aku mengingat malam saat aku melawan Dragon Leader bersama dengan Natasha.
Pada saat itu, sebuah mantra yang mencantumkan nama lengkap Mira memenuhi kepala ku. Tanpa pikir panjang aku mengucapkan nya, setelah aku mengucapkan nya. Kekuatan sihir ku meningkat pesat.
Apakah yang di maksud Selir Lavender adalah mantra itu?
Aku mengarahkan tangan ke depan lagi. Lalu aku menyebutkan nama panjang ku, ngomong-ngomong Natasha menjauh. Untuk menghindari mendengar nama Marga ku
"Dengan nama ku, Mira graham Carlania Charlesius Fantasia."
Saat itu, kekuatan sihir di sekitar ku, dan kekuatan sihir di dalam tubuh ku menyatu dan berkumpul di telapak tangan ku. Kekuatan sihir itu sangat besar, aku dapat melihat nya menjulang hingga sampai ke langit-langit ruangan.
Apakah tidak apa-apa aku menggunakan energi sihir sebesar ini?
Mungkin tidak apa-apa. Karena kekuatan sihir ku di tambah dengan kekuatan sihir di sekitar ku, membuat aku tidak terlalu banyak menggunakan kekuatan sihir di dalam tubuh ku.
Ini membuat ku bersemangat. Apa yang terjadi jika aku menggunakan Super Magic sambil menggunakan nama lengkap Mira?
Untuk saat ini, aku singkirkan rencana untuk menggunakan Super Magic. Sihir itu terlalu berbahaya bagi tubuh ku, aku tidak ingin mengambil resiko hanya karena rasa penasaran ku.
Sekarang gunakan sihir biasa sambil menggunakan nama dulu.
"Aku memerintahkan energi sihir yang di sekitar ku dan energi sihir di dalam tubuh ku." Aku menayambung mantra. "Beri aku kekuatan! Fire Ball."
Aku menembakkan (Fire Ball) ke target. Ukuran nya tidak berubah sama sekali. Masih sama seperti bola tenis.
Saat (Fire Ball) terkena target, terjadi ledakan yang menerbangkan debu dan tanah ke semua arah. Suara ledakan juga lumayan besar, itu sampai menggema di ruangan.
Aku melindungi wajah ku dengan kedua tangan, agar tidak terkena debu dan tanah. Di saat seperti ini aku melirik ke belakang, Selir Lavender juga melakukan apa yang aku lakukan, mereka melindungi wajah mereka. Sedangkan di pojok ruangan, Natasha hanya memasang wajah datar saat melihat ledakan.
"Ohok, ohok, ohok." Selir Lavender batuk-batuk. "Bukankah itu terlalu kuat? Perasaan ku penambahan kekuatan sihir nya tidak sekuat itu."
"Benarkah seperti itu?"
Selir Lavender mengangguk atas pertanyaan ku.
Aku melihat ke arah target. Target hancur lebur, dinding gosong karena terbakar. Ledakan itu tidak menghancurkan dinding, hanya membuat dinding gosong. Kekuatan nya lebih lemah dari Super Magic, tapi serangan itu lumayan kuat. Jika menurut perhitungan kasar ku, mengucapkan nama dapat menambah 4 kali kekuatan sihir. Jika menggunakan Super Magic, kekuatan sihir dapat bertambah menjadi 10 kali lipat. Jika di gabung, kekuatan sihir ku dapat bertambah 14 kali lipat. Kekuatan ini lumayan membantu.
Aku mendengar suara pintu ruangan di buka dengan keras. Kemudian masuk Ayah, Ibu, Para Selir dan beberapa prajurit.
"Suara apa barusan!?" Ayah bertanya dengan panik.
"Kau tidak apa-apa Mira?" Ibu bertanya sambil mendekati ku. Lalu memeluk ku.
Ayah melihat dinding yang baru saja menjadi sasaran tembakan ku. "Apa yang terjadi di sini? Apakah ada serangan *******? Atau mungkin serangan dari negara lain?"
Selir Lavender mendekati ayah, kemudian ia menjelaskan apa yang baru saja terjadi.
Setelah mendapat penjelasan, semua orang menatap ku.
Aku memalingkan wajah, lalu bersikap pura-pura tidak tahu.
"Mira ikut dengan ku!" Ayah berkata dengan nada kesal.
"Ba-baik."
Setelah itu, aku di bawa ke kamar ku dan di marahi sampai sore.