From Mage Became Princess

From Mage Became Princess
Chapter 262 Hari Kedua Invasi VII



Sinar matahari muncul dari sebelah timur, menandakan awal hari sudah tiba. Charles yang hanya tidur datu setengah jam tadi malam berusaha untuk tetap waspada walaupun mata nya mengantuk. Dia terus mengawasi pasukan Demon yang masih berdiam diri di perbatasan, mereka pada dasar nya mundur sebagian ke markas pusat menggunakan Crystal sihir (Teleportationp), walaupun sebagian pasukan telah mundur, sebagian masih berdiam diri, mengawasi pasukan aliansi. Karena itu Charles selalu berjaga tadi malam, walaupun ada kala nya ia ketiduran.


"Haaaaah!?" Charles menguap, matanya mengeluarkan sedikit air mata, ia pun menggosok-gosok mata nya, menghapus air mata nya.


"Yang Mulia." sesaat Charles menguap, seorang memanggil nya. Orang itu sampai di samping Charles setelah ia memanggil nama nya. "Bagaimana pergerakan pasukan Demon?" Tanya orang itu setelah sampai di samping Charles.


"Tidak ada yang mencurigakan," Jawab Charles. "Bagaimana dengan mu Jack? Tidur nyenyak semalam?"


"Sangat nyenyak. Aku sudah sangat siap melawan para Demon sekarang." Jack menjawab dengan semangat, senyum percaya diri menempel di wajah nya.


"Baguslah kalau begitu. Kekuatan mu sangat penting dalam pertempuran nanti."


"Saya masih dalam pelatihan, kekuatan saya hanyalah pelengkap. Justru kekuatan yang mulia yang paling di butuhkan saat pertempuran nanti."


Jack menjawab pujian Charles dengan merendah diri, kemudian ia balas memuji Charles setelah itu. Mendengar jawaban Jack, Charles hanya bisa tersenyum masam. 'Dia sangat pandai bicara.' Pikir Charles.


Charles mengetahui kekuatan Jack, kemampuan nya dalam bermain pedang sangatlah hebat. Di lihat dari penampilan, Jack nampak lebih muda dari pada Yuri yang sekarang berada di usia pertengahan dua puluhan, sedangkan Jack menurut penampilan nya berada di akhir masa remaja nya, sekitar delapan belas atau sembilan belas tahun. Dari segi umur, Jack masih belum matang, pengalaman nya dalam pertempuran pun masih sedikit, tetapi ia sudah sangat kuat. Melampaui komandan terkuat dari beberapa negara di Benua Silia dan Benua Yuro. Mungkin karena kekuatan Jack itulah dia di tempatkan di garis depan.


Jujur Jack lebih cocok menjadi panglima perang dari pada aku, aku sudah terlalu tua untuk posisi ini. Pikir Charles. Tersenyum kecut, sambil mengejek diri nya yang sudah lewat umur. Walaupun umur Charles saat ini umur nya sudah mencapai lima puluh tahun, penampilan nya masih seperti pria berumur tiga puluh tahunan. Bukan hanya penampilan, kemampuan nya dalam pertempuran pun masih sama hebat nya pada masa muda dulu. Kenapa penampilan Charles masih sangat muda terlepas dari umur asli nya, jawaban nya ada pada level Charles.


Untuk seorang Human yang terlahir dari pasangan Human, akan mendapatkan kekuatan khusus jika mereka sampai pada level tertentu. Sebagai contoh Mira, dia berhasil mencapai level 100 yang membuat Ras nya berubah dari awal nya Human menjadi Immortal Human, dia juga mendapatkan sihir pasif berupa 'Auto Healing' dan Auto Regenerate'. Itu hadiah dari segi Ras, sedangkan dari segi Class Mira mendapatkan sihir pasif berupa 'Auto Regenerate Mana'. Charles pun juga seperti Mira. Charles saat ini berlevel 62, dan dia mendapatkan hadiah yang membuat penuaan Charles melambat. Dari Class nya, Charles mendapat hadiah berupa Skill 'Light Movement.' yang membuat nya bisa bergerak secepat cahaya, yang saat ini menjadi senjata pamungkas nya.


"Yang Mulia," Jack tiba-tiba angkat suara. "Aku tahu." Jawab Charles, mendengar panggilan Jack. Di depan mereka berdua, jauh di depan mereka pasukan Demon berkumpul kembali. Mereka sudah berteleportasi ke perbatasan dengan jumlah awal mereka yang mencapai ratusan ribu orang. Tetapi, yang membuat Jack meninggikan suara nya bukanlah pasukan Demon yang sudah siap siaga, tetapi sebuah benda yang muncul bersama pasukan Demon yang telah kembali.


"Mereka membawa Catapult." Kata Jack, yang di tanggapi oleh Charles dengan anggukan kepala. Seperti nya mereka ingin menyerang dengan serangan proyektil. Pikir Charles sambil terus mengawasi pasukan Demon. Saat Jack dan Chares terus mengawasi datang dua orang pria, mereka sudah cukup berumur dengan rambut yang sudah memutih, wajah yang sudah mulai berkerput dan memiliki kumis dan janggut yang sangat tebal. Mereka berdua adalah raja dari kerajaan Eurasia dan Milefolia, Joshua dan Albert.


"Seperti nya menunggu seharian di sini memang pantas." Joshua tersenyum seperti seorang penjahat saat dia melihat pasukan Demon yang bersiap-siap menyerang, mengisi Catapult dengan batu berdiamater 2 meter.


".... Jadi apa perintah mu Charles?" Albert melihat ke arah Joshua dengan tatapan kesal, seperti melihat anak kecil yang berada di puncak kenakalan nya, sebelum akhir nya ia melihat ke arah Charles, bertanya untuk instruksi lebih lanjut.


"Kau benar." Jawab Charles, menaikkan bahu nya dan menunjukkan wajah lelah, sebelum akhir nya ia berbalik melihat ke arah pasukan yang berdiri, berbaris dengan rapi di belakang nya. "Semua nya, bersiap untuk menerima serangan!" Kata Charles dengan suara lantang. Penampilan nya sangat cocok dengan posisi nya, ia sangat berwibawa sehingga para prajurit menanggapi dengan sigap perintah dari Charles. Para prajurit bersiap menyiapkan perisai mereka, dan para penyihir bersiap-siap merapal mantra pelindung.


Sesaat kemudian, pasukan Demon menembakkan batu dengan Catapult mereka, karena para prajurit sudah siap siaga, reaksi mereka cepat. Mereka mengangkat perisai melindungi batu yang datang dari atas langit saat di tembakkan dengan Catapult.


Saat batu di tembakan, kelompok Jack yang berada di garis depan, yang terdiri dari Albert, Joshua, Charles dan Jack sendiri bereaksi. Albert mengangkat perisai nya, begitu juga Joshua, sayang nya Jack dan Charles tidak membawa perisai, jadi mereka berlindung di belakang kedua teman mereka yang membawa perisai. Jack berlindung di belakang Joshua, dan Charles berlindung di belakang Albert.


"Klang Klang Klang Klang Klang Klang Klang Klang Klang Klang Klang Klang Klang Klang Klang Klang Klang Klang Klang Klang Klang Klang Klang Klang!!!"


Suara batu dan besi berbenturan secara terus menerus saat batu-batu yang di tembakkan pasukan Demon bertabrakan dengan perisai para rajurit.


Kejadian itu berlangsung selama beberapa menit, para pasukan aliansi menunggu hingga peluru dari pasukan Demon habis. Rencana sederhana, tetapi sangat beresiko. Karena belum tentu pasukan aliansi bisa bertahan sampai peluru pasukan Demon habis. Seperti hal nya peluru, manusia juga memiliki batas kemampuan. Stamina para prajurit bisa habis terlebih dahulu, dan energi sihir dari para penyihir juga bisa habis... Untunglah, peluru batu pasukan Demon yang habis terlebih dahulu. Pasukan aliansi pun berhasil bertahan tanpa ada nya korban jiwa.


Karena mereka mengira tidak akan ada lagi serangan projektil, sebagian prajurit menurunkan perisai mereka. Charles yang sempat melirik ke belakang berteriak dengan lantang, memperingatkan mereka. "Angkat perisai kalian!" Tapi, peringatan Charles terlambat, karena serangan berikut nya datang, kali ini sebuah bola kecil seukuran genggaman tangan, tetapi saat itu terkena prajurit, itu berubah menjadi suatu mahluk, itu berwujud serangga.


Serangga itu dengan cepat merayap ke kepala prajurit yang sudah di hinggapi nya, lalu itu masuk ke dalam mulut prajurit. Prajurit itu menggeliat saat serangga itu masuk ke dalam mulut nya, para prajurit yang lain menjauh dari prajurit yang menggeliat itu. Beberapa detik kemudian prajurit itu berubah menjadi suatu mahluk, dengan kulit berwarna hijau, mata merah di penuhi dengan tatapan penuh kegilaan, tubuh kaku, dari mulut keluar lendir berwarna seperti darah tetapi bertekstur kental yang membuat nya sangat menjijikan. "Gragh!?" Prajurit itu mengerang dengan suara aneh, kemudian ia berdiri lalu menggigit leher prajurit lain yang masih normal. Prajurit yang di gigit pun berubah menjadi sejenis dengan prajurit yang menggigit nya.


"Zombie!"Kata Albert saat melihat wujud prajurit yang berubah menjadi mahluk aneh.


"Sialan!" Kata Charles dengan kata kasar, saat melihat kejadian prajurit berubah menjadi zombie.


Keadaan mereka sekarang sangat lah merugikan, pasukan Demon terus menyerang mereka dengan bola aneh. Untunglah bola aneh itu langsung hancur berkeping-keping saat terkena perisai, tetapi ada beberapa prajurit yang sudah terkena bola aneh dan merubah mereka menjadi zombie. Pasukan zombie pun tercampur di antara pasukan aliansi, yang sial nya mereka sangat berkembang sangat cepat. Hanya tinggal menunggu waktu hingga seluruh pasukan aliansi berubah menjadi zombie.


"Woow... Ternyata mereka menyiapkan sesuatu yang sangat mengerikan ya..." Kata Jack dengan santai, tidak sesuai dengan kondisi gawat yang saat ini sedang terjadi.


Baiklah... Apa yang harus ku lakukan sekarang... Pikir Jack, ia merenungkan pilihan, antara maju langsung ke pasukan yang menembakkan bola aneh atau menghabisi prajurit yang telah berubah menjadi zombie.