From Mage Became Princess

From Mage Became Princess
Chapter 57 Hari pertemuan Part III



"Lapor Yang Mulia, Raja Albert dari kerajaan Milefolia sudah datang." Kata prajurit yang datang menemui Charles di kolam air panas.


Mendengar laporan itu Charles dan Joshua bergegas keluar dari kolam. Sebelum Charles keluar kolam, Charles memerintahkan prajurit yang datang.


"Cepat kau suruh pelayan perempuan untuk memanggil Carla! beritahu pada nya jika Raja Albert sudah datang." Kata Charles.


"Baik yang mulia." Jawab Prajurit.


Setelah memerintahkan itu Charles mengajak Joshua pergi ke kamar nya. Joshua pun menerima ajakan Charles.


Saat mereka keluar dari ruangan, mereka melihat Yuri sedang lewat.


"Yuri!!" Teriak Charles.


Mendengar panggilan ayahnya Yuri berbalik ke arah suara yang memanggil nya. Saat ia berbalik, ia melihat Charles dan Joshua masih belum berpakaian tubuh mereka hanya di tutupi dengan sebuah handuk.


Melihat hal itu, Yuri langsung menutup matanya dengan kedua tangan nya.


"Ke-kenapa Ayahanda dan Raja Joshua masih belum berpakaian!? Raja Albert sudah datang dan kalian masih belum siap!?" Teriak Yuri sambil menutupi matanya.


"Kami memiliki alasan untuk hal ini... Tapi kita sudah tidak punya waktu lagi, Yuri cepat kau cegah Raja Albert untuk pergi keruang tahta!" Kata Charles.


"Ba-baiklah." Jawab Yuri.


Yuri pun bergegas pergi mencegah Albert.


Melihat Yuri pergi, Charles bergegas pergi ke kamar nya bersama Joshua.


Mereka sampai di kamar Charles.


"Kenapa kau membawa ku ke kamar mu?" Tanya Joshua.


"Kau tidak bawa baju ganti kan... Kau boleh memakai baju ku."


"Begitu ya. Terima kasih Charles."


"Terima kasih nya nanti saja, sudah cepat kau pakai! Albert sudah menunggu kita."


Charles melemparkan pakaian ke arah Joshua, Joshua pun langsung memakai pakaian yang di lemparkan Charles kepadanya.


 


\*


 


Carla sedang tidur di kamar nya, lalu datang seorang pelayan perempuan yang membangunkan Carla.


"Ada apa kau membangunkan ku?" Kata Carla.


"Raja Albert sudah datang. Yang Mulia memerintahkan saya untuk memanggil anda keruang tahta."


"Begitu ya... Baiklah aku akan datang, sekarang kau keluar dari kamarku!"


Setelah pelayan itu keluar, Carla juga keluar dari kamar nya. Carla langsung bergegas menuju kolam air panas yang terletak di ruangan paling belakang istana.


Saat tiba di ruangan paling belakang, Carla memanggil beberapa pelayan wanita untuk membawakan pakaian nya. Lalu dia juga menyuruh dua pelayan wanita untuk menjaga pintu masuk kolam agar tidak ada yang masuk selama dia berendam.


Carla berendam selama beberapa menit, Carla juga tidak lupa untuk membersihkan rambutnya.


Setelah Carla selesai berendam, Carla memanggil pelayan yang dia suruh untuk membawakan pakaian nya.


Para pelayan itu memasuki ruangan, lalu mereka semua memakai kan Carla gaun berwarna biru. Gaun itu sangat indah, sampai-sampai salah satu pelayan yang memakai kan nya untuk Carla berdecak kagum.


Carla selesai berpakaian, Carla pun langsung pergi keruang tahta. Saat ia tiba di depan ruang tahta, ia melihat Yuri berdiri di depan pintu masuk ruang tahta. Carla pun berjalan mendekati Yuri.


"Kenapa kau menunggu di sini Yuri?" Tanya Carla.


"Saya sedang menunggu ayahanda."


"Kalau begitu aku masuk duluan."


Yuri menjawab dengan menganggukan kepalanya.


Setelah beberapa menit Yuri menunggu, akhirnya Charles dan Joshua tiba di depan ruang tahta.


"Sekarang kau bisa panggil raja Albert ke sini." Kata Charles.


"Baik ayahanda." Jawab Yuri.


Setelah mendapat perintah dari ayah nya Yuri pergi ke kamar nya untuk memanggil Albert dan Lia.


 


\*


 


"Lia jangan berbaring di situ nanti pakaian mu bisa jadi kusut."


"Aku hanya berbaring sebentar mana mungkin pakaian ku bisa kusut."


"Jadi apakah kau menemukan teman mu itu?"


"Belum."


"Tenang saja nanti kau pasti akan bertemu dengan nya, lagi pula kita baru ketemu dengan Putri Yuri."


"Putri Yuri?"


"Gadis yang mengantar kita barusan namanya Putri Yuri."


Lia beranjak dari tempat tidur. "Ayah tahu mengenai Putri Yuri tapi ayah tidak tahu tentang Mira."


"Hmmm, kau benar juga. Selama ayah datang kesini ayah hanya bertemu dengan empat anak Charles. Jika di tambah dengan Mira maka anak Charles ada lima tapi ayah hanya bertemu empat anak nya Charles.... Ini aneh, kerajaan Fantasia sepertinya berusaha menyembunyikan Putri yang kelima."


Saat di tengah percakapan, pintu ruangan di buka.


"Maaf sudah menunggu lama, ayahanda sudah berada di ruang tahta bersama dengan Raja Joshua." Kata Yuri, yang masuk ke dalam kamar.


"Jadi Joshua sudah sampai."


"Iya. Raja Joshua sudah datang dari kemarin."


"Heeeh, aku tidak menyangka dia akan datang dari kemarin." Kata Albert.


Yuri pun mengajak mereka keruang tahta. Setelah berjalan beberapa menit akhirnya mereka tiba di depan ruang tahta.


Kelima penjaga yang menjaga ruang tahta, membuka pintu ruang tahta yang sangat besar. Mereka pun memasuki ruang tahta.


Saat mereka memasuki ruang tahta, Charles sudah duduk di singgassana nya sedangkan Joshua berdiri di samping Singgassana Charles.


Pandangan Lia tertuju ke Singgassana di samping Charles.


Seorang wanita berambut perak duduk di singgassana nya rambut perak panjang nya sangat indah sampai membuat Lia berdecak kagum.


Wanita itu duduk di singgassana nya, Lia memerhatikan ekspresi wanita berambut perak itu. Lia menyadari dari ekspresi wanita itu, kalau wanita itu menyembunyikan kesedihan nya.


"Ayah siapa wanita yang duduk di samping raja Charles?"


"Dia ratu Carla."


Jadi begitu ya, pantas saja aku merasa pernah melihat warna rambutnya... Ternyata dia adalah ibu Mira. Pikir Lia.


Albert dan Lia sampai di tengah-tengah ruang tahta, setelah mereka sampai Yuri pergi ke tempat dimana saudara nya berkumpul.


Lia memerhatikan Yuri yang pergi kearah samping. Lalu Yuri pergi ketempat yang ada tiga orang gadis yang sedang berlutut.


Saat Yuri sampai ke kelompok tiga gadis itu, Yuri langsung berlutut.


Sepertinya ketiga gadis itu para putri kerajaan Fantasia. Tapi aku tidak melihat Mira di kelompok gadis itu. Dimana Mira sebenarnya? Pikir Lia.


Lia melihat-lihat lagi, lalu pandangan Lia tertuju pada ke empat wanita yang sedang berlutut. Tempat mereka berlutut bersebalahan dengan tempat para gadis yang di lihat Lia sebelum nya.


Setelah melihat ke sekeliling ruangan, Lia juga tidak menemukan Mira. Lia pun melihat kearah Singgassana Charles.


Tapi pandangan Lia tidak tertuju ke Charles pandangan Lia tertuju pada Carla.


"Selamat datang di kerajaan Fantasia, Raja Albert dan..... Siapa nama anak anda Raja Albert?" Tanya Charles.


Lia maju selangkah, kemudian dia membungkuk dengan anggun. "Nama saya Lia. Anak dari raja Albert dan ratu Amelia. Senang bertemu dengan anda Raja Charles."


"Ternyata nama mu Lia ya.... Kalau begitu aku akan perkenalkan ke empat anak ku, siapa tahu kau bisa akrab dengan mereka."


Charles melihat ke arah empat anak nya, empat anak nya pun pergi ke kehadapan Charles.


Ternyata benar, mereka itu para Putri kerajaan Fantasia. Pikir Lia.


Salah satu Gadis maju. Lalu dia membungkuk. "Perkenalkan nama saya Nina. Senang bertemu dengan anda Putri Lia." Lia membalas dengan ikut membungkuk.


Lalu satu gadis lagi membungkuk. "Nama Saya Blanc." kemudian gadis di samping nya juga ikut membungkuk. "Nama saya Rosa."


Kemudian gadis di samping Rosa maju kedepan, kemudian ia membungkuk. "Sebelum nya maafkan saya karena tidak memperkenalkan diri. Nama Saya Yuri."


Setelah mereka semua memperkenalkan diri, mereka kembali ketempat mereka semula.


"Baiklah seperti nya sesi perkenalan nya cukup sampai di sini saja. Sekarang kita mulai rapat nya!" Charles bertepuk tangan.


Lalu dari luar ruang tahta, datang banyak prajurit membawakan meja dan kursi. Meja dan kursi itu disusun dengan rapi.


setelah meja dan kursi tersusun masuk banyak pelayan yang membawa hidangan makanan dan minuman. Para pelayan itu pun menyusun hidangan di atas meja.


Setelah meja dan hidangan tersusun rapi, semua orang keluar dari ruang tahta kecuali keluarga kerajaan.