From Mage Became Princess

From Mage Became Princess
Chapter 93 Perkiraan Natasha Salah



Aku meminum teh yang di sediakan Rabisia, setelah meminum teh, aku bertanya ke Lizard. Apa nama obat yang serupa dengan Serbuk Surgawi.


"Nama obat nya, Benang Roh." Jawab Lizard.


"Benang Roh? Obat seperti apa itu?"


"Obat ini di buat, dengan cara mengekstrak darah Roh, menjadi sebuah obat. Obat ini memberikan efek yang sama seperti Serbuk Surgawi. Hanya saja..."


"Hanya Saja?"


"Hanya saja, obat ini, membuat peminum nya menjadi budak Roh. Jika seseorang sudah menjadi budak Roh, maka Roh bisa melakukan apa saja pada budak nya. Contoh nya..."


"Contoh nya merubah budak menjadi monster?"


Lizard mengangguk. "Apakah informasi ku membantu mu?"


Aku mengangguk. "Tapi ada satu hal yang membuat ku bingung."


"Apa itu?"


"Kenapa obat ini di namakan benang roh?"


"Entahlah. Mungkin saja karena obat ini membuat pemakai nya menjadi budak roh. Dan katanya Roh itu mengendalikan budak-budak nya melalui benang. Mungkin itu alasan nya, obat ini di beri nama Benang Roh."


"Bukan katanya.... Tapi memang benar, kalau para roh itu mengendalikan budak-budak nya dengan benang."


"Kenapa kau bisa seyakin itu?"


"Sebenarnya.... Saat aku sampai di kota Cocoa, aku melihat di atas kepala semua penduduk, ada sebuah benang bewarna hitam. Dan pada saat Elf selain Arisa datang, aku melihat seorang anak kecil bersama dengan Elf itu. Dan anak kecil itu yang memegang ujung benang nya."


Mendengar perkataan Mira, membuat Lizard menjatuhkan cangkir kopi nya. Rabisia yang berada di samping Lizard menjadi terkejut.


"Ka-ka-kau...." Kata Lizard terbata-bata. "Kau mampu melihat wujud Roh!?" Teriak Lizard kaget.


"Jadi benar.... Anak kecil yang bersama dengan Elf itu adalah Roh."


Lizard mengangguk. "Mungkin saja..... Kau tahu Mira..... Yang bisa melihat Roh itu hanya Elf.


"Aku tahu itu, Arisa pernah cerita. Dan juga Arisa juga melihat anak kecil itu."


"Arisa juga bisa melihat nya!?"


"Iya, walaupun hanya sebatas bayangan hitam."


Lizard menghela nafas lega. "Aku kira dia juga bisa melihat wujud Roh." Kata Lizard lega.


"Kenapa kau nampak terlihat lega. Lizard?"


"Kau harus tahu ini Mira.... Sebenarnya para Elf itu melihat Roh hanya sebatas cahaya atau sebatas bayangan hitam saja.... Tidak ada para Elf yang bisa melihat wujud Roh, seperti kau. Bahkan Raja Elf yang merupakan Elf yang paling kuat saja tidak bisa."


Mendengar perkataan Lizard, aku hanya terus meminum teh ku. Kemudian Lizard melanjutkan penjelasan nya kembali.


"Warna yang di lihat para Elf, tergantung elemen Roh nya." Sambung Lizard. "Contoh nya saja. Kuning untuk Roh Tanah, Hijau untuk Roh Angin, Merah untuk Roh Api, dan Biru untuk Roh Air. Dan masih banyak lagi. Untuk kasus Arisa, mungkin saja yang di lihat nya adalah Roh Kegelapan."


"Keren juga nama nya... Roh Kegelapan."


"Itu bukan nama nya. Sebenar nya nama dari setiap Roh itu tergantung Elemen nya. Contoh nya, Roh Angin Sillvaine, Roh Tanah Genome, Roh Api Salamender, dan Roh Air Leviathan. Dan untuk Roh Kegelapan namanya Ghoul."


\*\*\*


"G-Ghoul? Apa itu?" Tanya Arisa keherenan. Tiba-tiba saja Sarion menyebutkan Nama Ghoul, hal itu membuat Arisa kebingungan.


Sarion tersenyum licik. "Jangan pura-pura bodoh. Kau juga bisa melihat nya kan?"


"Melihat nya? Maksud mu..." Kata Arisa gemetaran.


"Kau benar. Yang kumaksud itu bayangan hitam yang bersama dengan ku."


Sarion tertawa terbahak-bahak. "Haaaa," Sarion menarik nafas nya. "Aku tidak menyangka ada orang ketiga yang bisa melihat Ghoul."


"Orang ketiga? Maksud mu masih ada lagi, yang bisa melihat bayangan hitam itu?" Tanya Arisa gemetaran.


"Kau tidak tahu ya... Kalau begitu akan ku beritahu siapa saja yang bisa melihat Ghoul. Yang bisa melihat Ghoul itu sahabat ku Raja Peri Oberon, lalu aku, dan ketiga itu kau!"


"Sebenarnya bukan hanya kita bertiga saja sih.." Sambung Sarion.


Arisa terkejut mendengar perkataan Sarion.


"Tapi yang satu ini tidak ku hitung karena dia sudah mati," Sambung Sarion. "Aku tidak ingat nama nya.... Hanya saja yang ku ingat dia itu penghianat yang menikahi manusia." Sarion tertawa terbahak-bahak.


Arisa menjadi emosi, mendengar perkataan Sarion. "Apakah....." Kata Arisa dengan suara pelan.


"Apakah penghianat yang kau sebut itu adalah seorang perempuan!?" Tanya Arisa berteriak, emosi. Teriakan Arisa menarik perhatian seluruh pengunjung restoran.


Datang seorang pelayan mendekati Meja Arisa dan Sarion. "Maaf, bisakah anda untuk tidak ribut." Kata pelayan.


Sarion menatap tajam pelayan. "Kau mengganggu!" Kata Sarion. Sarion menjentikkan jari nya, setelah Sarion menjentikkan jari, seluruh pengunjung restoran menjadi pingsan.


Melihat ke anehan itu, Arisa melompat dari tempat duduk nya. Kemudian ia melesat menjauh dari Sarion.


"Apa yang terjadi? Apa yang sudah kau lakukan!?" Tanya Arisa berteriak.


Sarion tertawa, kemudian Sarion beranjak dari tenpat duduk nya, lalu Sarion menendang meja yang ada di depan nya. "Mengganggu!" Kata Sarion sambil menendang meja.


Sarion berjalan mendekati Arisa, Arisa langsung sigap mengambil posisi waspada. Melihat Arisa waspada kepada nya, Sarion pun berhenti mendekati Arisa.


"Kenapa kau waspada seperti itu?" Kata Sarion tersenyum.


"Jawab pertanyaan ku dulu!" Teriak Arisa.


"Pertanyaan? Maksud mu, pertanyaan tentang Elf yang berhianat itu perempuan ya... Kalau itu jawab nya benar. Elf yang berhianat itu adalah perempuan. Dan juga, dia seperti nya memiliki anak. Apakah anak itu kau?" Kata Sarion dengan nada mengejek.


Arisa dengan cepat mengeluarkan tongkat sihir nya dari (Inventori) kemudian ia dengan cepat melesat ke arah Sarion.


"Dia memang ibu ku. Sialan!!" Teriak Arisa! Arisa sampai tepat di depan Sarion, kemudian Arisa menempelkan ujung tongkat nya ke perut Sarion. "Fire Ball!!" Teriak Arisa.


Bola Api berdiameter 50 centimeter muncul di ujung tongkat Arisa. Kemudian bola api itu langsung meledak. Saat meledak, Arisa melompat ke arah belakang sejauh 2 meter dari tempat nya berdiri.


Karena terjadi ledakan, tubuh Sarion tertutup oleh asap. Asap mulai menghilang, tubuh Sarion mulai nampak di balik asap. Saat asap sepenuh nya menghilang, Arisa dapat melihat seluruh tubuh Sarion.


Arisa terkejut saat melihat tubuh Sarion, tubuh Sarion tidak terluka sama sekali! Padahal Arisa sudah menembakkan sihir yang kuat ke perut Sarion. Kemudian di sekitar Sarion tedapat cahaya merah yang mengelilingi Sarion.


"Kenapa tidak mempan!?" Kata Arisa terkejut.


"Itu karena dia," Kata Sarion sambil menunjuk cahaya merah yang mengelilingi nya. "Dia adalah Roh Api Salamender. Semua api tunduk padanya, karena itu lah Sihir mu tidak mempan."


Tiba-tiba ada suara bising. Arisa menutup telinga nya, karena suara yang terdengar terlalu bising. Tapi tidak dengan Sarion, suara bising itu terdengar seperti panggilan untuk Sarion, Sarion pun tertawa terbahak-bahak.


"Kemari lah Ghoul!" Teriak Sarion sambil tertawa-tawa.


"A-apa yang ia katakan?" Kata Arisa. Arisa melihat sebuah bayangan hitam datang, bayangan hitam mendatangi Sarion dengan cepat, kemudian saat bayangan hitam itu datang. Cahaya merah yang mengelilingi Sarion menghilang, cahaya merah itu seperti di makan oleh bayangan hitam yang baru saja datang.


Arisa membuka telinga nya, suara bising menghilang. Malahan sekarang terdengar suara tertawa Sarion.


"Jadi kau berhasil Ghoul!! Kau sudah melepaskan karya terbaik kita!!" Kata Sarion, tertawa terbahak-bahak.


"Kenapa kau ini? Apakah kau sudah gila bicara sendirian." Kata Arisa tersenyum. Arisa tersenyum untuk menyembunyikan rasa takut nya. Semenjak bayangan hitam itu datang, Arisa merasakan ketakutan yang hebat.


"Maaf saja. Aku sudah bosan melawan mu." Kata Sarion mengejek


"Apa kau bilang!?" Kata Arisa marah.


"Sebagai gantinya, mereka yang akan melawan mu." Sarion menjentikkan jarinya.


Masuk banyak orang dari arah pintu masuk. Arisa melihat ke arah pintu masuk, yang masuk kedalam restoran adalah para bangsawan yang di mata-matai oleh pasukan Vampir. Mereka semua bergerak dengan pergerakan yang aneh. Mereka semua seperti sedang di kendalikan!


\*\*\*


Para Vampir sampai di rumah bangsawan yang di mata-matai oleh Amanda. Mereka semua dalam wujud kelelawar dan mereka semua hinggap di langit-langit rumah.


"Apakah kita tidak menarik perhatian?" Kata Amanda.


"Tidak!" Jawab Natasha.


"Pasti kita menarik perhatian. Karena kita semua hinggap di tempat yang sama." Jawab Amanda.


"Ssst," Kata Natasha mendesis. "Diam bangsawan itu berhenti bernyanyi."


Bangsawan itu mengambil sesuatu di saku baju nya. Kemudian ia mengangkat tinggi-tinggi benda yang baru saja di ambil nya.


"Benda itu adalah Cristal sihir!" Kata Natasha.


"Pindahkan aku ketempat semua nya berada!" Kata bangsawan itu.


Bangsawan itu menghilang dari pandangan para Vampir.


Semua Vampir turun dari langit-langit rumah dan kembali ke wujud manusia nya.


"Sialan!!" Teriak Natasha.


Natasha langsung menghubungi Mira dengan (Telephaty). "Mira!! Kami kehilangan semua bangsawan." Kata Natasha kesal.