From Mage Became Princess

From Mage Became Princess
Chapter 24 membebaskan diri



Aku di angkat dengan beberapa orang ke sebuah rumah kecil, saat tiba di rumah kecil, aku di bawa ke ruang bawah tanah. Lalu aku di lemparkan secara keras ke ruang bawah tanah, hingga kepala ku terbentur dengan keras.


"Saat tuan Wiliam memberi kami bayaran, kami akan menikmati tubuh mu. Hehehe." Salah satu penculik tertawa dengan licik.


Setelah itu pintu ruang bawah tanah di tutup, saat pintu di tutup ruangan menjadi gelap gulita. Lalu aku berusaha melepaskan diri, tapi ikatan tali begitu kuat hingga aku kesusahan membukanya.


Aku pun memutuskan menggunakan sihir api untuk membakar tali yang mengikat tubuh ku, akhirnya tali yang mengikat tubuh ku terbakar, aku pun berhasil melepaskan diri. Lalu aku dengan cepat memadamkan api dengan sihir air, aku melakukan nya agar aku tidak ketahuan.


Pada saat aku berhasil melepaskan diri, aku pergi mendekati pintu. Aku menempelkan telinga ku ke pintu. Pada saat aku menempelkan telinga ku ke pintu, aku dapat mendengar percakapan kelompok yang menculik ku.


"Ini bayaran kalian."


"Tuan Wiliam bayaran ini tidak sesuai perjanjian."


"Ini karena kalian tidak bisa mendapatkan wanita yang berambut pirang. Jadi bayaran nya aku kasih setengah."


"Tapi tuan-"


"Sudah, aku ingin pergi. lagipula kalian bisa menjadikan anak kecil itu sebagai mainan kan, atau kalian bisa menjual nya di Low Light. Aku yakin dia bisa terjual dengan harga tinggi."


"Benar juga, kalau begitu kami terima bayaran nya."


Setelah percakapan itu aku bisa mengira jika pria bernama Wiliam itu sudah pergi. Dan dari percakapan mereka aku bisa tau kalau mereka berniat menjadi kan ku mainan mereka atau menjual ku sebagai budak. Aku ingin menghabisi mereka sekarang tapi aku ingin mendengarkan informasi yang lebih banyak dari mereka.


                                     ***


Arisa, membaca buku yang di berikan Mira, Mira menyuruh nya untuk bisa menghafal buku itu dalam seminggu. Tapi Arisa berfikir tidak mungkin bisa menghafal buku yang sangat tebal dalam seminggu. Arisa sudah tiga hari membaca buku tebal itu, dan dalam waktu tiga hari ia hanya bisa menghapal seperempat buku.


Akhirnya Arisa pun kelelahan, Arisa pun berbaring di kasur nya. Arisa berusaha memejamkan matanya untuk tidur. Tapi entah kenapa ia tidak bisa tidur, pada saat ia berusaha tidur, ia merasakan perasaan yang tidak enak. Ia merasakan sesuatu yang buruk telah terjadi.


                                     ***


Jack terus melakukan hal yang di perintahkan Natasha. Ia terus push up 1000 kali lalu berlari 1000 kilometer. Dan setelah itu ia terus di serang Natasha dengan menggunakan pedang. Ia terus melakukan itu selama 3 hari. Tapi tidak seperti hari pertama, pada hari pertama ia tidak bisa menangkis satu serangan pun, tapi sekarang ia sudah bisa menerima serangan beruntun Natasha. Walaupun pada akhirnya ia juga akan terkena serangan Natasha.


"Kau sudah berkembang Jack, Stamina dan kekuatan mu sudah meningkat." Kata Natasha, setelah itu Natasha memberikan Jack obat penyembuh.


"Terima kasih Kak Natasha. Baiklah sekarang aku sudah siap, ayo Kak Natasha kita lanjut latihan nya."


Natasha tidak menjawab Jack. Jack pun memanggil Natasha berkali-kali.


"Ke-kenapa Jack?" Kata Natasha dengan terkejut.


"Ayo kita lanjut latihan nya."


"O iya benar juga. Ayo kita lanjut."


"Kak Natasha kenapa?"


"Aku tidak apa-apa. Hanya saja aku memiliki firasat kalau Mira dalam bahaya."


"Tenang saja. Kak Mira itu yang terkuat di antara kita, pasti dia baik-baik saja."


"Kau benar, ayo kita lanjut latihan nya."


Natasha pun melanjutkan melatih Jack.


                                   ***


Sudah 3 jam aku menguping pembicaraan mereka, dan aku berhasil mendapatkan beberapa informasi penting.


Dari yang aku dengar, mereka adalah kelompok tentara bayaran yang bernama Silver Wolf. Dan mereka juga bilang kalau Silver Wolf adalah kelompok tentara bayaran yang berasal dari Yuro, mereka terdiri dari berbagai macam ras. Dan saat ini Milefolia sedang menyewa mereka. Aku tidak tahu untuk apa Milefolia menyewa mereka, mungkin saja Milefolia ingin berperang dengan Fantasia atau mungkin dengan Eurasia.


Setelah mereka selesai mengobrol, aku mendengar suara langkah kaki mendekati pintu. Aku pun pergi ketempat pertama kali aku di ikat, dan aku berpura-pura terikat, aku menaruh tangan ku ke belakang badan agar terlihat seperti aku sedang terikat.


Setelah beberapa detik, pintu terbuka.


"Baiklah, saat nya kita main. Tenang saja paman tidak akan bermain dengan keras kok. Paman akan bermain dengan lembut."


Pria itu mendekati ku, saat dia sudah dekat dengan ku. Aku mengayunkan tangan ku, pada saat aku mengayunkan tangan ku. Tubuh pria itu terpotong menjadi 2.


Aku menggunakan sihir (Wind Cutter.) sihir ini dapat membuat angin yang dapat memotong besi, hanya dengan mengayunkan tanganku, aku sudah dapat mengaktifkan sihir ini.


Darah pria itu bercucuran kemana-mana, sampai setengah dari tubuhku juga ikut terkena darah nya.


"Cih, kau membuat ku kotor. Tapi setidaknya kau tidak menjerit, jadi kau tidak membuat yang lain nya kesini."


"Kenapa kau bisa disini? Kenapa kau berlumuran darah? Jangan-jangan kau-"


Sebelum ia menyelasaikan perkataan nya. Aku memotong kepala nya dengan cepat.


"Berisik."


Setelah melihat aku memotong kepala salah satu pria, semua pria yang ada diruangan mengambil posisi siaga.


Suasana tegang sangat terasa di antara kami, tidak ada satu orang pun yang berani bergerak. Aku bisa melihat wajah mereka, wajah mereka di penuhi dengan keringat, wajah mereka terlihat sangat ketakutan.


Hal itu wajar, mereka mengira kalau mereka menculik seorang gadis kecil yang tak berdaya, lalu sekarang dengan tiba-tiba gadis kecil yang mereka culik dapat memotong kepala orang hanya dengan ayunan tangan.


"Ja-jangan takut! Musuh kita hanya seorang anak kecil. Jika kita serang bersama-sama, kita pasti bisa membunuh nya. Ayo cepat serang!" Salah satu pria memberikan instruksi. Setelah instruksi tersebut, mereka menyerang ku secara bersama-sama.


"Fire ball." aku membuat bola api sebesar bola tenis, setelah itu aku menyerang di tengah-tengah sekelompok pria itu.


Ledakan besar pun terjadi, tapi aku dengan cepat membuat (Barrier) untuk melindungi ku dari ledakan.


Setelah ledakan terjadi, banyak asap yang menutupi daerah sekitar. Saat asap itu mulai menghilang aku melihat masih ada 5 orang yang selamat dari ledakan besar yang ku buat.


"Hebat juga kalian masih bisa selamat."


Aku mendekati mereka, lalu pada saat aku di dekat mereka. Mereka langsung bersujud padaku.


"Mohon ampuni nyawa kami, kami akan melakukan apa saja jika kau mengampuni nyawa kami."


"Benarkah, jika kalian berbohong. Akan ku bunuh kalian. Walaupun kalian bisa lari, aku bisa dengan cepat menemukan kalian, wajah kalian sudah ku ingat dengan jelas."


"Ka-kami tidak bohong. Kami berani bersumpah."


"kalau begitu, aku ingin kalian membunuh orang yang menyuruh kalian untuk menangkap ku. Setelah kalian berhasil membunuh nya, aku ingin kalian memutilasi tubuh nya. Setelah itu bawakan potongan tubuhnya ke Vila ku. Aku akan menunggu kalian di sana."


"Ba-baik."


Setelah mendengar jawaban mereka, aku menggunakan (Teleportation) untuk kembali ke Vila.


"Me-menghilang." kata salah satu pria saat melihat Mira menggunakan (Teleportation.)


"Ayo cepat kita membunuh Tuan Wiliam. Dan membawakan tubuh nya ke anak kecil itu."


Mereka pun berangkat menuju tempat Wiliam berada.


                                     ***


Wiliam sedang berada di sebuah Vila, yang ia beli dari Rio. Ia tinggal di Vila bersama tunangan nya yang merupakan putri kerajaan Milefolia, nama putri itu adalah Lia.


Wiliam saat ini ia sedang menunggu tunangan nya pulang. Perasaan Wiliam sangat senang. Ia begitu senang karena ia terpilih menjadi tunangan putri Lia.


Ia merasa bahwa perjuangan nya menjadi pengawal putri Lia tidak sia-sia.


Ia berhasil membuat putri Lia jatuh cinta padanya, dalam waktu dekat ia akan menikah dengan putri Lia. Setelah ia menikah dengan Lia, ia bisa menjadi raja.


Wiliam sudah menyewa tentara bayaran, semua itu untuk mempelancar rencana nya jika ia sudah menjadi raja.


Wiliam ingin melakukan perang dengan kerajaan Fantasia, ia melakukan hal itu untuk membuat Putri dari kerajaan Fantasia menjadi budak nya. Saat memikirkan putri kerajaan Fantasia menjadi budaknya, senyum jahat Wiliam muncul.


Sebenarnya kerajaan Fantasia dan Milefolia sudah menandatangani surat perdamaian sepuluh tahun yang lalu. Tapi Wiliam ingin merusak perjanjian itu jika ia sudah menjadi raja.


Setelah memikirkan berbagai macam hal, pintu Vila Wiliam di ketuk. Dari luar terdengar suara.


"Wiliam! Buka pintu nya!."


Mendengar suaranya saja Wiliam sudah tahu kalau Lia sudah pulang. Dengan cepat Wiliam menuju pintu dan membuka kan. pintu untuk Lia.


"Selamat datang Nona Lia."


"Aku pulang Wiliam."


Wiliam langsung memeluk Lia, lalu mencium bibir Lia. Setelah itu Lia mendorong Wiliam.


"Jangan sekarang. Jika kau ingin nanti malam saja!" Kata Lia dengan wajah merah.


"Baik. Nona Lia."