
"Uugh..... Uugh.... Uugh...."
Amanda terus merangkak ke tanah, berharap dia bisa menyusul teman-teman nya yang melakukan hal yang bodoh dan tidak bisa di maafkan.
Pada saat itu....
Ruang di sekitar Amanda terdistorsi, kemudian seseorang yang di kenal Amanda muncul. Dia adalah Homonculus ciptaan Mira, dan raja dari kerajaan Eurasia, Joshua.
"Amanda!" Joshua berteriak sambil berlari mendekati Amanda.
"Kenapa..... Kau.... Disini.....?" Amanda bertanya dengan susah payah.
"Untuk menyelamatkan mu, tentu saja." Jawab Joshua, dia merogoh kantung nya dan mengambil kantung air, lalu dia menyodorkan kantung itu ke mulut Amanda. "Minum! Ini darah."
Amanda mengangkat kepala nya sedikit, kemudian mulai meneguk air yang ada di dalam kantung itu. Dari rasa nya itu memang darah. Karena insting Vampir nya, Amanda langsung meminum darah itu dengan semangat dan rakus.
"Gulp, gulp, gulp, gulp, gulp, gulp!............. Puhah!"
Tenaga yang awal nya menghilang dari tubuh Amanda langsung kembali, walaupun tidak kembali sepenuh nya. Luka-luka Amanda perlahan-lahan mulai meregenerasi.
"Lagi!" Kata Amanda.
Joshua mengangguk, mengambil kantung air yang lain. Kemudian di minumkan nya ke Amanda.
Setelah menghabiskan tiga kantung darah, Amanda akhir nya kembali pulih, luka-luka nya sudah selesai meregenerasi sepenuh nya. Dan akhir nya sekarang dia bisa berdiri dengan tegak. Amanda meregangkan tubuh nya, kemudian dia mulai melakukan pemanasan.
"Sial.... Tubuh ku kaku semua!" Kata Amanda. "Terima kasih Joshua." Kata Amanda sambil melihat ke arah Joshua.
"Itu bukan apa-apa. Aku hanya khawatir dengan Mira. Jika aku menolong mu di sini, aku yakin kau akan bisa menghentikan para Vampir sebelum terlam..... Bat!?"
Tiba-tiba energi sihir yang sangat besar muncul dari arah kota. Energi sihir itu mengakibatkan gelombang kejut, dan gempa kecil.
"Apa ini!?" Kata Amanda panik.
"....... Seperti nya kita terlambat....." Kata Joshua dengan keringat dingin. Ketakutan dapat terlihat di wajah nya.
\*\*\*
Di kerajaan Fantasia, di kamar raja kerajaan ini, yang bernama Charles.
Saat ini dia sedang gelisah karena belum ada kabar dari anak dan istri nya yang tiba-tiba menghilang. Dia tidak bisa tidur, tidak bisa fokus akan kerjaan nya mengurus kerajaan nya.
Charles saat ini gelisah, panik, dan takut.
Di saat keadaan seperti itu, bunyi ketukan pintu terdengar.
"Aaaagh," Charles berteriak sambil mendekati pintu kamar nya. Dia membuka nya, kemudian melihat seorang prajurit berdiri di sana dengan kepala tertunduk. "Ada apa!?" Bentak Charles.
"Ma-maafkan hamba yang mulia," Jawab prajurit itu dengan takut-takut. "Hanya saja saya mendapatkan laporan banyak warga yang tiba-tiba mati di tengah jalan."
"Apa!?" mendengar laporan itu Charles terkejut.
Sialan..... Apa lagi ini..... Pikir Charles dengan kesal.
\*\*\*
Di kerajaan Milefolia. Di ruang tahta kerajaan. Raja kerajaan Milefolia, Albert, duduk di singgassana nya, saat ini dia mendengarkan laporan yang dari salah satu bawahan nya.
"Bagaimana bisa banyak warga yang mati tiba-tiba!?" Bentak Albert kepada bawahan nya.
"Tidak tahu. Tetapi.... " Bawahan Albert ingin mengatakan sesuatu tetapi tidak yakin.
"Apa itu? Cepat katakan!" Desak Albert.
\*\*\*
Di kerajaan Eurasia.
Anak dari Joshua, yang juga di kenal sebagai pangeran tertampan yang pernah ada, sekaligus Homonculus bawahan Mira, dia bernama Alex.
Saat ini, dia berada di ruang kerja ayah nya, untuk menggantikan ayah nya yang saat ini pergi ke tempat Amanda berada.
Saat ia sibuk mengurus berbagai dokumen, suara ketukan pintu terdengar. "Masuk!" Ia berkata tanpa melihat ke arah pintu. Tatapan nya fokus ke arah dokumen yang ada di tangan nya.
"Permisi!" Pintu terbuka dan seorang pria yang bertugas sebagai perdana menteri sekaligus tangan kanan ayah nya masuk. "Pangeran Alex. Dimana Yang Mulia?"
"Saat ini ayah sedang pergi, dia bilang untuk menyerahkan masalah kepada ku."
"Begitu ya...... Raja pemalas itu!!....." Gumam Perdana menteri dengan suara pelan, wajah nya memelintir menunjukan kekesalan.
"Jadi, ada apa?"
"Ini masalah yang cukup serius, jika bisa saya ingin langsung menyampaikan nya ke Yang Mulia. Tetapi, jika anda di berikan hak untuk menggantikan nya sementara, saya akan memberitahu anda masalah ini."
Mendengar masalah yang akan di bahas cukup serius, Alex meletakkan dokumen yang di tangan kiri nya ke meja kembali. Ia pun menatap ke arah perdana menteri dengan tatapan tajam dan bermatabat sesuai dengan posisi nya saat ini. Yaitu: Pengganti sementara pemimpin kerajaan.
"Sebenarnya beberapa menit yang lalu, banyak warga yang mati secara tiba-tiba."
Mata Alex melebar karena laporan yang di beritahu melebihi ekspentasi nya. Ia sudah tahu pasti ada masalah serius, tetapi imajinasi nya tidak sampai ke arah kematian masal tiba-tiba yang di laporkan sekarang.
"Penyebab nya?" Alex menekan keterkejutan nya, kemudian ia bertanya dengan suara tenang.
"Seperti nya serangan jantung. Yang jadi masalah, penyebab serangan jantung itu."
"Apa itu?"
"Sepertinya ada semacam sihir yang di terapkan kepada korban."
"Bagaimana bisa satu sihir di terapkan kepada banyak orang secara bersamaan?"
Perdana menteri tidak menjawab, ia malah merogoh saku celana nya mengambil sesuatu, setelah itu ia berjalan mendekati Alex dan memberikan sesuatu itu. "Menggunakan alat ini," Kata nya. "Seperti nya alat ini berguna sebagai lingkaran sihir, dengan menghubungkan energi sihir di lingkaran sihir kecil ini ke lingkaran sihir utama, sihir yang sama bisa di terapkan ke orang yang berbeda secara bersamaan. Atau begitulah yang penyihir kerajaan jelaskan."
Alex mengambil 'alat' yang di berikan perdana menteri kepada nya. "Sebuah kalung?" Gumam nya saat melihat 'alat' itu. "Jadi di mana lingkaran sihir utama yang menyuplai energi sihir ke kalung ini?"
".......Panti asuhan." Perdana menteri diam sejenak sebelum menjawab.
"Jadi maksud mu, panti asuhan ada terlibat dengan insiden mati mendadak masal ini?"
"Begitulah. Dan sekarang aku memerintahkan para ksatria untuk menyelidiki panti asuhan."
Tepat setelah perdana menteri berkata seperti itu, terdengar bunyi ketukan di pintu lagi.
"Seperti nya laporan nya datang." Kata perdana menteri mengarahkan pandangan ke pintu.
"Haaaah," Alex mengehela nafas berat. "Masuk!"
Seorang pria berpakaian seperti seorang ksatria kerajaan masuk ke dalam ruangan.
"Jadi bagaimana hasil nya?" Tanya perdana menteri.
"Semua orang di panti asuhan mati. Tetapi seperti yang anda duga, terdapat ruangan yang yang khusus yang terdapat lingkaran sihir besar di dalam nya."
"......Haaaah," Alex menghela nafas berat sambil menyandarkan diri nya di sandaran kursi. "Masalah ini terlalu berat untuk ku tangani sendiri..." Gumam nya. Di saat seperti ini Ayah malah tidak ada. "Haaaaah," Dia menghela nafas sekali lagi.