
Sesuatu menggerakkan tubuh ku, aku menggunakan tangan kanan ku untuk menjauhkan sesuatu itu. Tapi segera itu datang lagi, aku menjauhkan lagi, tapi itu datang lagi secara terus menerus hingga membuat ku kesal.
"Apa!?"
"Kamu akhir nya bagun."
"Hah," aku melihat sekeliling, pemandangan yang biasa dapat terlihat. Ini adalah kamar ku, kemudian aku melihat ke samping, di sana ada Natasha yang cemberut saat menatap ku.
"Kau tahu ini jam berapa?" Tanya nya.
".....?"
Karena bingung, aku menatap Natasha dengan tatapan kosong dan memiringkan kepala ku.
Siapa yang peduli tentang jam, yang lebih penting kenapa Natasha ada disini? Sepagi ini? Dan menatap ku dengan kesal? Apakah aku melakukan kesalahan?
Berbagai pertanyaan terus bermunculan di kepala ku.
"Wajah mu seperti mengatakan, kenapa aku membangunkan mu di pagi hari. Tapi sayang nya, ini bukan pagi. Matahari sudah berada tepat di langit, ini sudah tengah hari Mira!! Kau terlambat bangun!" Natasha berteriak kesal. "Aku yang mahluk Nokturnal masih bisa bangun pagi walaupun aku tidur di subuh hari. Tapi kau....." Natasha menghela nafas berat, memegangi kepala nya dan menunjukkan ekspresi bermasalah. "Sudahlah lupakan, cepat sekarang kau mandi dan berganti baju. Ada banyak tugas yang menunggu mu."
"Baiklah...." aku melakukan peregangan, dan menguap.
Aku tidak menyangka akan tidur selama hampir 20 jam. Tapi berkat itu kelelahan ku menghilang, tapi sekarang tubuh ku kaku.
Perlahan turun dari kasur, lalu aku menyeret kaki ku ke ujung kamar yang dj sana ada cermin besar seukuran tubuh ku.
Aku melihat diri ku di pantulan cermin. Yap, rambut ku acak-acakan, dan juga aku masih menggunakan gaun, aku lupa berganti pakaian dan langsung tidur kemarin. Dengan malas aku menanggalkan pakaian ku, setelah itu aku mencari pakaian di lemari dan memilih acak gaun yang tergantung di sana. Setelah berganti pakaian, aku merapikan rambut ku dan pergi keluar kamar. Aku malas untuk mandi hari ini, jadi aku hanya berganti pakaian. Sejujur nya aku malas bergerak sekarang, aku ingin tidur-tiduran di kasur. Tapi, aku masih memiliki rencana yang harus ku lakukan, ini sema demi aku turun dari kandidat sebagai pewaris tahta.
"Haaaah," aku mendesah, saat berada di luar kamar, yang sudah ada Natasha yang menunggu. "Jadi, bagaimana? Apakah sudah selesai?"
"Sudah."
"Lalu?"
"Jujur, lebih buruk dari kota Banitza. Penggelapan dana, penyogokan, pengancaman, dan lain-lain sampai sangat banyak untuk di sebutkan."
"Hebat sekali kau bisa mengumpulkan informasi sebegitu banyak dalam waktu satu hari."
"Terima kasih.... Lalu, apa yang harus kita lakukan?"
"Seperti biasa, kita akan bekerja di balik bayang-bayang."
Sehari sebelum persidangan di mulai, aku menyuruh Natasha untuk memata-matai kota Salad, kota yang di pimpin Kak Rosa. Tapi dia tidak mengerjakan nya sesaat setelah ku suruh, dia malah mengerjakan nya kemarin saat aku memilih beristirahat. Mungkin karena itu dia marah? Dia marah karena dia bekerja sangat keras sedangkan aku hanya tidur di kasur. Kalau seperti itu.... Yah aku hanya bisa meminta maaf.
"Maaf." Kata ku.
"Untuk apa?" Jawab Natasha.
"Yah, aku hanya ingin meminta maaf saja."
".....?" Natasha memiringkan kepala nya menatap ku dengan bingung.
Selama percakapan barusan, kami berdua melintasi lorong istana menuju lantai satu, setelah sampai, kami pergi keluar istana menuju taman. Pada saat seperti ini, Arisa akan membantu para pelayan, dan Jack berlatih melawan ksatria kerajaan.
Oh benar, ini sudah siang jadi mereka harus nya sudah selesai. Aku hampir lupa itu. Kalau begitu di mana mereka? Aku pun memutuskan untuk bertanya pada Natasha.
"Hmm.... Arisa saat ini sedang berjalan-jalan di kota. Sedangkan Jack aku tidak tahu ada di mana."
Sambil mendengarkan Natasha, aku melihat ke arah pondokan di tengah taman, di sana ada seorang yang ku kenal sedang duduk sambil menundukkan kepala nya dan bersandar di tiang pondokan.
"Kak Rosa?"
"Apakah dia sedang sedih?" Tanya Natasha sewaktu melihat Kak Rosa.
Aku berjalan mendekati Kak Rosa, saat di dekat nya aku mendengar Kak Rosa bernafas dengan lembut, dengan sedikit dengkuran. Dia sedang tertidur mungkin?
Dengan asumsi itu, aku sedikit mengguncang tubuh Kak Rosa sambil memanggil nama nya. Dan benar saja, tubuh Kak Rosa tersentak karena kaget lalu ia melihat sekeliling dengan panik sambil berkata "Apa!? Kenapa!? Ada apa!?"
"Uuummmm..... Kaka Rosa?"
"Oh. Ternyata kau Mira.... Ada apa?"
"Kenapa Kak Rosa tidur di sini?"
"Siapa yang tertidur!? Aku memperhatikan bunga! Aku tidak tertidur!"
"Kantung mata kakak terlihat jelas," karena perkataan ku, Kak Rosa mulai menyentuh di sekitaran mata nya. "Lalu wajah kakak terlihat lelah." Setelah itu Kak Rosa mulai menekan-nekan pipi nya, mengencangkan dan mengendurkan wajah nya seakan-akan memperbaiki wajah nya.
"Apakah Kakak beristirahat cukup?" Aku bertanya sambil duduk di samping Kak Rosa.
Kelelahan dapat tergambar jelas di wajah nya, bahkan dia sudah menghela nafas sebanyak empat kali. Menjadi pemimpin kota tidak semudah itu ya... Yah, lagipula urusan kertas semua ku serahkan pada bawahan ku Leonardo yang sekarang ada di Kota Cocoa. Kadang aku membantu, tapi jika aku lelah aku akan menyerahkan nya pada Natasha, lagipula dia adalah Mantan Ratu jadi urusan tentang dokumen dia pasti bisa melakukan nya.
Memiliki bawahan yang di percaya itu sangat nyaman. Kalau begitu, Kak Rosa tidak memiliki bawahan? Sampai harus mengerjakan semua nya sendiri?
Saat aku hendak bertanya, Kak Rosa berbicara terlebih dahulu.
"Kau terlihat sangat energik Mira, padahal kemarin kau terlihat lelah juga."
"Itu karena aku tidur seharian, ini aku baru bangun. Tentu saja energi ku penuh kembali!"
Mendengar ku berkata demikian Kak Rosa tersenyum. "Begitu ya." kata nya. "Tapi, kau masih seorang Putri. Tidur terlalu lama akan membawakan kesan pemalas pada mu, yang berakibat membuat nama mu buruk. Kau tidak mau kan? Nama mu tercemar lagi."
"Aku tahu itu."
"O iya. Jika kau tidur begitu lama, bagaimana dengan pekerjaan mu? Seharus nya dokumen sudah menumpuk jika kau meninggalkan nya hanya sehari."
"Kalau itu bawahan ku yang paling tercepecaya, yang mengerjakan nya."
"Enak sekali....."
"Kak Rosa bagaimana? Apakah kakak tidak menyerahkan nya pada bawahan kakak?"
"Aku bisa saja melakukan itu. Tapi aku tidak memiliki bawahan yang terpecaya, terakhir kali aku melakukan itu. Hal buruk terjadi, pemalsuan data, dan penggelapan dana. Yah hal semacam itu."
"Tinggal tangkap saja."
"Tidak semudah itu, para bangsawan yang melakukan nya di Backup oleh seseorang yang bisa saja mengalahkan kekuasaan Royalty Fantasia."
"Hmmm. Ada orang seperti itu?"
"Lebih tepat nya organisasi, atau mungkin negara?"
"Haaaah?"
"Yah intinya. Banyak invenstor luar yang menyogok untuk membebaskan mereka dari hukuman. Dan ini hanya spekulasi ku saja, aku tidak memiliki bukti pasti, sebuah organisasi keagamaan sedang melakukan sesuatu untuk mencoba menggulingkan kekuasaan kerajaan Fantasia."
"Memang nya ada organisasi seperti itu?"
kak Rosa mengangguk. "Rumor mengatakan agama ini sudah tersebar luas di tiga kerajaan besar, jika kita mencoba mengusik mereka, mereka bisa saja menghancurkan sebuah negara. Ada rumor juga agama itu sudah menghancurkan negara kecil di ujung Benua Silia."
"Heeeeh, agama apa itu?"
"Aku tidak tahu. Tapi yang ku tahu, mereka menyembah dewa bernama Pierot."
"......."
"Agama itu membackup semua bangsawan di kota ku. Aku tidak bisa berkutik saat ini, karena itu aku tidak bisa menyerahkan semua dokumen ku kebawahan ku."
Setelah itu, aku beranjak dari tempat duduk, kemudian mengajak Natasha ke kamar ku. Saat di kamar, aku menutup pintu dan menggunakan sihir (Barrier) untuk mencegah suara keluar.
"Natasha, perusahaan dagang kita semua karyawan nya berasal dari panti asuhan kan?"
Natasha mengangguk.
"Dan kalau tidak salah mereka menyembah Pierot itu kan?"
Dia mengangguk lagi.
"Lalu apa yang terjadi kalau aku menyebut kalau dewa mereka palsu?"
"Entahlah... Tapi mereka mungkin akan marah, mengingat mereka sangat setia kepada sosok bernama Pierot yang paling parah mungkin mereka bisa membawa pengikut Pierot lain nya untuk menghancurkan perusahaan mu."
"Begitu ya...... Natasha...... Seperti nya, kau harus segera meminum ternak darah kita."
Natasha tersenyum, kemudian menjilati bibir nya. "Kalau begitu akan ku hisap darah mereka sampai kering."
"Dan juga, seperti nya kita harus memberantas agama yang menyebalkan ini."
Seperti yang ku bilang, berurusan dengan yang namanya Dewa atau Tuhan pasti akan selalu merepotkan.... Haaaah.... Sial, aku harap entitas seperti itu mati saja.
------------------------------------------------------------------------
Author's Note :
Lagi males Update.... Jadi kalo ada kesalahan mohon di maklumi. Kalo bisa di kasih tahu, biar bisa saya perbaiki nanti kalo saya ada waktu.