From Mage Became Princess

From Mage Became Princess
Chapter 114 Seminggu Kemudian



Kerugian perubahan Class ku ternyata cukup banyak. Aku menanyakan kepada diri ku yang lain, apa ada keuntungan dari perubahan Class ku. Diri ku yang lain menjawab dengan menggelengkan kepala nya.


"Jadi begitu ya." Aku terduduk lemas di kursi. Aku menatap ke atas. Saat ini aku sedang berputus asa. Ini menjelaskan kenapa aku sering terkena demam walaupun itu hanya demam ringan, itu semua di karenakan tubuh ku melemah dan tubuh ku tidak kuat menahan sihir ku yang terlalu besar.


"Mira.... Apakah aku benar-benar tidak bisa menggunakan sihir super? Dan seberapa kuat tubuh ku menahan kekuatan sihir ku?"


"Yang kau gunakan itu tubuh ku.... Tubuh ku tidak kuat menahan sihir mu... Aku minta maaf atas ketidak mampuan ku." Jawab diri ku yang lain dengan nada menyesal.


"Sekarang ini tubuh mu adalah tubuh ku.... Lupakan masalah itu, aku ingin kau menjawab pertanyaan ku yang sebelum nya."


"Kau masih bisa menggunakan sihir super, tapi ada batas nya."


"Lalu berapa kali aku bisa menggunakan nya?" Aku menatap diri ku yang lain dengan tatapan serius.


"Kau bisa menggunakan sihir super sebanyak sepuluh kali dalam sebulan."


Mendengar jawaban itu, membuat ku makin berputus asa.


"Maafkan aku... Jika saja tubuh ku lebih kuat, aku pasti bisa menahan energi sihir mu." Kata diri ku yang lain, sambil menggenggam kedua tangan nya. Dari nada suara nya saja, aku bisa tahu saat ini dia sedang kesal. Dia bukan kesal kepada ku, karena memiliki kekuatan sihir yang besar, tapi ia kesal dengan diri nya sendiri. Ia kesal karena ia sangat lemah!


"Jangan minta maaf, ini bukan salah mu."


Diri ku yang lain menatap ku, air matanya membasahi pipi nya. "Maafkan aku..." kata diri ku yang lain, sambil menghapus air matanya.


"Sudahlah jangan mengangis... Dari pada kau menangis lebih baik kau jawab pertanyaan ku yang kedua!"


Diri ku yang lain terus menghapus air mata nya. Ia menganggukkan kepala nya, setelah itu ia mulai membuka mulut. "Kau hanya bisa menggunakan lima puluh persen kekuatan mu, jika lebih dari itu, tubuh mu akan hancur.... O iya satu lagi jangan pakai sihir Growth, sihir itu akan semakin cepat menghancurkan tubuh mu.... Sekali kau memakai sihir Growth, sama dengan lima kali kau memakai sihir super."


"E-eh, kenapa bisa seperti itu?"


"Kau ingat saat pertama datang ke dunia ku.. Saat itu kau di beri pertanyaan, apakah anda ingin memakai Avatar ini selama nya? Apakah kau ingat tentang hal itu?"


Aku menganggukkan kepala. "Aku ingat!"


"Lalu kau jawab apa?"


"Aku menjawab Yes! Memangya itu ada hubungan nya dengan sihir Growth?"


"Tentu saja ada... Saat kau menjawab Yes, itu berarti kau akan menjadi Mira yang berumur sepuluh tahun selama nya... Kau tidak akan bertambah tua, kau akan terus menjadi anak kecil berumur sepuluh tahun, karena itulah saat kau menggunakan sihir Growth, seluruh sel di dalam tubuh mu menolak kau menjadi dewasa. Kau telah menyalahi aturan mu sendiri, karena itulah tubuh mu mulai menghancurkan diri nya sendiri.... Jadi jangan pernah gunakan sihir Growth lagi."


"Jadi karena itu, setelah aku memakai sihir Growth tubuh ku akan menjadi lumpuh."


Diri ku yang lain menganggukkan kepala nya.


"O iya. Selama ini, yang menunda kehancuran tubuh mu itu aku.... Jadi berterima kasihlah padaku."


"Iya, iya.... Terima kasih."


Diri ku yang lain memasang wajah sombong nya. "Yang ingin ku bicarakan hanya itu, kalau begitu kau boleh kembali."


"Tunggu dulu sebelum itu.... Aku ingin bertanya."


"Bertanya apa?"


"Siapa yang membuat mu tidak sadar selama sepuluh bulan?"


Diri ku yang lain tersenyum licik. "Kalau itu kau akan tahu dengan sendiri nya.... Aku juga tidak memiliki ingatan tentang hal itu."


"Kalau begitu aku berikan pertanyaan yang lain. Kau bilang kau yang menunda kehancuran tubuh ku. Sebenarnya apa yang kau lakukan untuk menunda hal itu?"


"Kalau itu... Aku hanya menahan rasa sakit nya."


"Rasa sakit?"


Diri ku yang lain mengangguk. "Saat kau menggunakan sihir super, atau kau menggunakan keuatan lebih dari lima puluh persen, atau kau menggunakan sihir Growth.


Tubuh mu akan merasa kan sakit yang teramat sakit. Rasa sakit itu sebelum nya langsung teralihkan kepada ku... Tapi sekarang rasa sakit itu tidak akan teralihkan pada ku lagi. Jadi kau yang akan menerima rasa sakit nya, jika kau bisa menahan rasa sakit itu, kehancuran mu akan tertunda, dan jika kau tidak bisa, kehancuran mu akan semakin cepat."


"Jadi begitu ya.... Aku hanya harus menahan rasa sakit nya ya.... Kalau begitu gampang."


Aku menganggukkan kepala.


"Kalau begitu pejamkan mata mu!"


Mendengar hal itu, aku memejamkan mata. "Saat kau mendengar jentikan jari ku, kau akan kembali."


Dalam gelap, aku mendengarkan jentikan jari.


Aku membuka mata ku perlahan, saat aku membuka mata ku. Aku melihat hal yang tidak asing. Yang kulihat adalah langit-langit kamar ku yang ada di Istana.


Aku meraba-raba sekitar, aku merasakan sensasi empuk. Yang kuraba adalah sebuah kasur! Aku bangkit mengambil posisi duduk di kasur.


Aku melihat sekeliling, tidak ada siapa-siapa.


Aku turun dari kasur, saat aku berdiri di lantai, kaki ku bergetar, kaki ku tidak kuat untuk berdiri, aku pun terduduk di lantai.


Aku mencoba untuk berdiri lagi, dengan kaki yang bergetar aku berhasil berdiri. Aku berpegengan pada benda sekitar agar tidak terjatuh. Lalu di ujung kanan atas penglihatan ku, aku melihat tanda amplop. Itu tanda nya ada pesan masuk.


"Open Massage!" dengan satu perintah, muncul layar di depan ku. Di layar itu terdapat tulisan. "Sekarang kemampuan anda di batasi!! Anda hanya bisa menggunakan 10 Super Magic, dan anda hanya bisa menggunakan setengah dari kapasitas MP anda. Jika anda memaksakan diri, tubuh anda akan hancur. Jadi tolong Berhati-hati."


Seperti yang di katakan diri ku yang satu lagi.


Pintu kamar ku di buka, dari luar masuk tiga orang perempuan dewasa. Yang satu berambut perak, yang satu berambut pirang dan satu lagi berambut hitam.


Yang masuk adalah Ibu, Natasha dan Kak Yuri. Saat mereka masuk kamar, ekspresi wajah mereka menunjukkan kalau mereka sangat terkejut. Mereka terdiam sejenak di depan pintu.


Setelah beberapa detik, Ibu berlari mendekatiku kemudian ia memeluk ku.


Saat di peluk ibu, aku merasakan sakit karena tekanan dari dekapan Ibu. "Aduh, Sakit bu!!"


Ibu melepaskan pelukan nya. "Maafkan ibu!! Ibu sangat senang kau sudah sadar."


"Aku kenapa?"


Kak Yuri berjalan ke samping ku, lalu ia menepuk pundak ku. "Kau demam... Para bawahan mu yang mengantar mu kesini, selama seminggu Ayah selalu memanggil dokter setiap hari untuk mengobati demam mu, tapi kau tidak juga sadarkan diri."


"Tunggu dulu. Seminggu?"


"Itu benar Nona Mira... Anda tidak sadarkan diri selama seminggu!" Jawab Natasha.


Aku melompat ke atas kasur, kemudian aku duduk di kasur. Aku menengok langit-langit kamar ku.


Jadi memang benar, tubuh ku betul-betul melemah. Bahkan demam saja, membuat ku tidak sadarkan diri selama seminggu. Aku mengehela nafas panjang.


"Seperti nya aku harus berhati-hati."


Natasha menganggukkan kepala nya. "Itu benar, anda harus berhati-hati. Anda tidak boleh memaksakan diri lagi." air mata Natasha keluar dari kedua mata nya. "Anda... Tidak... Tahu... Seberapa khawatir nya saya... Saya pikir, anda tidak akan pernah bangun lagi."


Yuri berjalan mendekati Natasha, kemudian ia memeluk Natasha. "Aku tahu... Bagaimana perasaan itu."


Carla bertepuk tangan sekali dengan keras. "Sudah.. Sudah.. Mira sudah sadar, jadi kita sudahi saja suasana sedih ini."


Mendengar hal itu, Natasha menghapus air mata nya.


"Mira pasti lapar kan? Ayo cepat kita ke ruang makan!" Kata Carla dengan senyum di wajah nya.


Aku mengangguk, secara perlahan aku turun dari kasur. Saat aku berdiri, aku menahan agar diri ku tidak terjatuh.


Ibu tanpa basa-basi langsung menggendong ku.


"Ringan sekali!!" Kata Carla. "Bahkan tubuh mu lebih ringan dari pada waktu pertama kali kau sadar, sewaktu kau tidak sadarkan diri selama sepuluh bulan."


Carla memegangi dagu nya dengan tangan kiri. "Mira, dulu langsung kuat berdiri. Tapi kenapa sekarang nggak kuat, padahal cuma seminggu aja. Dibandingkan dengan dulu,itu sangat aneh saat ini Mira tidak kuat berdiri."


Ibu sebenarnya jawaban nya sangat sederhana tubuh ku sekarang melemah. Andai bisa ku jawab seperti itu. Untuk tubuh kekuatan dan tubuh ku yang melemah, aku akan beritahu ke Natasha, Arisa dan Jack saja. Aku tidak akan memberitahu keluarga ku tentang hal ini.