From Mage Became Princess

From Mage Became Princess
Chapter 176 Kabur.



Di sebuah benua, di tempat para pedagang budak mencari barang dagangan nya. Itu adalah benua Aziliya, tempat ini adalah tempat yang tanah nya beralaskan batu berwarna merah, sejauh mata memandang, ada hutan untuk bersembunyi di Benua Aziliya tapi hutan itu tidak luas pada saat malam seperti ini para hewan buas dan monster berkeliaran. Sebelum nya Jack tidak di dekati oleh para monster karena para monster entah kenapa takut saat melihat Gaztor.


Saat Jack melarikan diri dari Gaztor, para monster dengan cepat mengejar Jack. Jack pun berpikir untuk pergi ke hutan, jarak hutan masih cukup jauh, jika Jack terus berlari ia mungkin sampai dalam waktu setengah jam. Walaupun bisa sampai dalam waktu setengah jam, para monster dan binatang buas tidak membiarkan itu berjalan dengan lancar, mereka menghalangi Jack untuk pergi kehutan.


Jack dapat lolos dengan mudah, karena ia sudah hapal pergerakan monster di benua Aziliya, yang jadi masalah adalah bagaimana ia bisa bersembunyi dari para monster, walaupun Jack berhasil masuk hutan tidak ada jaminan Jack bisa selamat.


Jack melihat ke belakang sambil berlari menggendong Putri Yuri, di belakang nya ada banyak monster yang mengejar.


"Uwaaaa...... Menakutkan!" Kata Jack sambil melihat ke arah depan kembali.


"Mmmmn," Suara Putri Yuri yang di gendong Jack, ia sedikit gelisah karena guncangan saat Jack berlari.


Perlahan Putri Yuri membuka mata nya, saat matanya terbuka cahaya bulan menyambar mata nya, walaupun tidak sesilau cahaya matahari, itu cukup membuat Putri Yuri menutup mata nya kembali walaupun sebentar.


Putri Yuri membuka matanya, pandangan sedikit kabur, setelah beberapa saat fokus pada penghilatan. Di lihat nya wajah seorang pemuda yang cukup tampan, tatapan nya serius.


Putri Yuri melihat sekeliling, ia pun tersadar, kalau saat ini ia sedang berada di pelukan pria itu. Sekejap Putri Yuri memberontak.


"Lepaskan!"


"Putri Yuri anda sudah sadar?" Jack melihat ke arah Putri Yuri yang terbaring di dada nya.


"Lepaskan.... Kau bawahan Mira kan? Apa yang kau lakukan!? Apakah kau menculik ku?"


"Ti-tidak Putri.... Saya menyelamatkan anda!"


"Menyelamatkan? Dari siapa?"


"Dari pria brengsek bernama Wilson."


"Wilson? Apa yang dia lakukan pada ku!?" Yuri sedikit panik saat itu, ia tahu Wilson itu adalah pria yang suka bermain dengan wanita. Sudah lama Yuri ingin memecat Wilson, tapi kemampuan nya dalam hal administrasi, membuat Yuri berpikir dua kali untuk memecat nya.


"Tenang saja..... Dia tidak melakukan apapun pada Putri..... Mungkin?"


"Kau baru bilang mungkin kan!?"


"Ini bukan waktu nya marah Putri, saat ini kita dalam keadaan terdesak."


"Hmmm?"


"Lihat sendiri ke belakang!"


Yuri sedikit mendongak melihat ke belakang melalui pundak Jack. Kemudian di lihat nya banyak monster yang mengejar.


"Ap..... Apa itu!? Kita di kejar monste!? Ini ulah Wilson?"


Jack mengangguk. "Karena itu Putri, pegangan dengan erat, aku akan menambah kecepatan."


Yuri dengan malu-malu, merangkul tubuh Jack, kemudian Jack pun menambah kecepatan berlari nya menuju hutan.


\*\*\*


Gaztor melihat Jack berlari meninggalkan nya sendiri dalam kebingungan. Setelah beberapa saat, Gaztor berhasil mengumpulkan akal nya kembali, saat itu wajah nya langsung memerah karena marah, urat-urat muncul di kening nya, tatapan nya menajam. Ia sangat kesal.


"Sialan!!" Gaztor bergumam dengan suara berat dan serak.


Dengan sekejap Gaztor bersiap untuk berlari.


"Tunggu!"


Niat Gaztor di hentikan!


Dengan perlahan Gaztor melihat ke belakang, seorang pria dengan rambut hitam dengan wajah yang di penuhi dengan keriput, pria itu sekilas seperti orang tua berumur 60 tahun, tapi aneh nya rambut nya tidak di tumbuhi uban sama sekali.


"Dewa Pierot!"


Gaztor mengungkap identitas pria itu. Gaztor mengetahui kalau kemarahan dapat tergambar jelas di wajah pria bernama Pierot itu, dengan cepat Gaztor bersujud.


"Maafkan Hamba! Alat yang engkau cari di bawa lari."


Pierot menendang kepala Gaztor hingga Gaztor terpental beberapa sentimeter dari tempat nya bersujud.


Pierot mendecikkan lidah nya, dengan bunyi "Cih!" lalu ia mendekati Gaztor menjambak rambut nya, lalu menghantamkan kepala nya ke tanah hingga mengeluarkan darah.


"Dasar tidak berguna!" Pierot berteriak kesal. "Kalau bocah itu sampai ke sini, semua rencana kita akan gagal dan kita akan mati. Aku melakukan ini tanpa izin beliau, jadi beliau tidak akan menyelamatkan kita jika kita dalam bahaya!"


Gaztor bersujud kembali mebgabaikan darah yang keluar begitu deras dari kepala nya. "Apakah dia bisa membunuh kita? Dia sudah melemah! Saya pikir dia tidak akan membunuh kita."


Pierot langsung menginjak kepala Gaztor setelah mendengar jawaban Gaztor.


"Walaupun dia melemah, kekuatan nya mampu untuk menyudutkan beliau. Itulah yang beliau katakan, sebenarnya aku tidak yakin, tapi jika beliau yang mengatakan nya, aku pasti akan mempercayai nya."


Gaztor mendongak kan kepala nya menatap ke arah Pierot. "Tidak mungkin!! Beliau sangat kuat, bagaimana bocah itu mampu mengalahkan nya? Kalau kekuatan nya tidak melemah mungkin saja, tapi dia sudah melemah, jadi tidak mungkin beliau kalah!"


"Aku tahu itu! Tapi beliau sendiri yang bilang. Walaupun bocah itu melemah dia masih bisa menyudutkan ku, mungkin dia bisa membunuh ku. Begitulah yang beliau katakan! Sial!


Yang pasti, kita harus mengambil alat itu sebelum bocah itu datang kesini. Jika dia datang, semua nya akan berakhir."


\*\*\*


"Mira, kita sudah membereskan disini. Apakah kita akan menyusul Jack sekarang?"


Natasha memberitahu ku.


Saat ini kami sudah membuat seluruh penduduk kota Banitza tidak sadarkan diri, dan sekarang para Vampir sedang berusaha membunuh parasit yang ada di otak para penduduk.


Dan dalang di balik semua ini, yaitu Wilson sedang di siksa Arisa yang sudah sadarkan diri, aku membuat sebuah ruangan kecil untuk menyiksa Wilson jadi aku tidak bisa melihat nya secara langsung. Tapi yang jelas, siksaan itu sangat mengerikan! Itu tergambar jelas dari teriakan yang memenuhi seluruh ruangan.


"Seperti nya Arisa bersenang-senang."


"Mau bagaimana lagi, dia hampir di perkosa Wilson, jadi dia sangat kesal pada nya sekarang..... Tapi rupanya dia masih mengingat kejadian sewaktu dia di kendalikan, itu sangat aneh, seharus nya jika seseorang di kendalikan dia tidak bisa mengingat kejadian sewaktu dia di kendalikan."


"Dia di kendalikan bukan dengan Kutukan maupun sihir, mungkin karena itu dia masih bisa mengingat kejadian nya. Itu mengingatkan ku, seperti nya kita harus menghapus ingatan para penduduk kota yang di kendalikan oleh Wilson."


"Itu ide yang bagus.... Bagaimana dengan pertanyaan ku yang sebelum nya?"


"Oooh, tentang menyusul Jack?"


Natasha mengangguk.


"Tidak perlu menyusul nya, itu bisa mengacaukan rencana ku."


"Apa lagi yang kau rencakan sekarang?"


"Sesuatu yang menarik, dan itu juga bisa menyingkirkan ku dari hak waris tahta nanti. Untuk sekarang masalah di kota ini selesai, selanjutnya kita harus pergi ke kota yang di pimpin Kak Rosa."


"Sekarang?"


"Tidak. Mungkin beberapa hari, atau mungkin seminggu."