From Mage Became Princess

From Mage Became Princess
Chapter 91 Pergerakan Aneh Para Bangsawan



Hari sudah mulai gelap, matahari sudah mulai terbenam. Natasha memberitahu semua rencana Mira ke Arisa dan Jack. Setelah memberitahu Arisa dan Jack, Natasha pergi ke danau Denizi untuk meminta bantuan para Vampir. Amanda yang merupakan pengganti Natasha untuk memimpin para Vampir, setuju untuk membantu Mira. Para Vampir pun juga setuju, sebenarnya para Vampir tidak mungkin menolak permintaan Mira, bagi para Vampir, Mira adalah penyelamat mereka.


Malam pun akhirnya tiba, para Vampir berubah menjadi kelelawar, kemudian mereka menyusup ke semua rumah para bangsawan.


Jack pergi ke daerah pembuangan, Jack menggunakan jubah untuk menutupi tubuh nya. Jubah yang di pakai Jack juga terdapat kerudung untuk menutup kepala. Jack pun menutupi kepalanya dengan kerudung. Ia melakukan itu untuk menyembunyikan wajah nya.


Arisa memakai gaun, setelah memakai gaun. Arisa pergi ke restoran yang paling besar di kota Cocoa. Saat sampai di depan restoran, Arisa di sambut dengan Para pelayan Restoran. Arisa di antar ke dalam resotran. Saat di dalam restoran, Sarion duduk di meja yang sangat mewah. Arisa pun mendatangi Sarion.


Sementara itu di Vila tempat Sarion tinggal. Rony sedang mencari Sarion, setelah berkeliling Vila, Rony tidak menemukan Sarion.


"Seperti nya aku harus memulai Evolusi nya sendiri." Gumam Rony.


Rony berjalan sendirian ke kamar Sarion, tapi sebenarnya Rony tidak sendirian, ada sosok bayangan hitam yang mengikuti Rony.


Saat sampai di kamar Sarion, Rony berkeliling di kamar Sarion, di kamar Sarion terdapat banyak buku yang tersusun di rak. Rony seperti sedang mencari sesuatu di rak buku.


"Ketemu!" Gumam Rony saat menemukan sebuah buku berwarna merah. Rony menarik buku itu, saat buku itu di tarik, seluruh Rak di kamar Sarion tiba-tiba bergerak. Rak itu bergerak seperti pintu yang terbuka. Akhirnya Rak selesai bergerak, di dalam kamar Sarion terdapat sebuah ruangan yang tersembunyi di balik Rak buku. Rony pun masuk ke dalam ruangan tersembunyi itu.


Saat sudah di dalam, Rony tertawa terbahak-bahak. Ia tertawa karena sesuatu yang di lihat nya, yang di lihat Rony adalah se ekor monster besar dan puluhan orang yang sedang mengamuk.


Monster dan puluhan orang itu di rantai. Beberapa detik kemudian salah satu orang yang mengamuk, mulai berhenti bergerak.


"Ada satu lagi yang berevolus!!" Teriak Rony.


Orang yang berhenti bergerak itu, tiba-tiba tubuhnya membesar. Lalu wujud fisik nya berubah menjadi bayangan hitam. Tubuh orang itu terus membesar hingga akhirnya setara dengan monster yang ada di ruangan itu.


"Satu lagi orang yang terkena penyakit. Berevolusi!!" Teriak Rony. Melihat hal itu, Rony tertawa terbahak-bahak.


"Sekarang giliran ku untuk berevolusi!!" Teriak Rony.


Mendengar perkataan Rony, bayangan hitam yang ikut dengan Rony, tersenyum.


\*\*\*


Aku selesai mengecek laporan keuangan, dari hasil pengecekan ku, di temukan ada kejanggalan di laporan keuangan.


Aku bangkit dari tempat duduk ku, kemudian aku pergi keluar ruangan. Saat di luar, Leonardo sedang menunggu ku.


"Nona Mira!!" Kata Leonardo menyapa.


"Kebetulan kau ada di sini Leonardo..... Aku ingin kau melakukan sesuatu."


"Apa itu?" Tanya Leonardo.


"Kau bisa melakukan sihir pemanggil kan?"


Leonardo mengangguk. "Tapi saya hanya bisa memanggil burung pengantar pesan."


"Kalau begitu bisa kau panggil burung itu, ada yang ingin ku beritahu pada ayah."


Aku mengajak Leonardo masuk, saat di dalam ruangan, Leonardo menggambar lingkaran sihir. Kemudian Leonardo membaca mantra pemanggil.


Beberapa detik kemudian, muncul burung merpati putih dari dalam lingkaran, burung itu terbang ke pundak Leonardo, saat di pundak Leonardo burung itu langsung berubah menjadi kertas. Leonardo berjalan mendekati ku, kemudian ia memberikan kertas pada ku.


Setelah mendapatkan kertas dari Leonardo aku duduk di meja, kemudian aku menulis di atas kertas yang di berikan Leonardo. Setelah selesai menulis, kertas itu langsung berubah menjadi burung, burung itu hinggap di pundak ku.


Aku mengambil laporan keuangan yang kubuat, kemudian aku menggulung laporan keuangan, lalu aku mengikat laporan keuangan dengan pita, lalu aku ikat laporan keuangan ke tubuh burung merpati yang hinggap di pundak ku.


"Sekarang kau pergi ke Raja Charles!" Kata ku memerintah burung merpati.


Setelah aku memerintah burung merpati, Leonardo dengan cepat membuka jendela yang ada di ruangan, kemudian burung itu keluar melalui Jendela yang di buka Leonardo, setelah burung itu keluar, Leonardo menutup rapat Jendela kembali.


"Leonardo!!"


Leonardo menengok saat ku panggil.


"Aku ingin keluar sebentar, selama aku tidak ada, tolong jaga Vila ini."


Leonardo membungkuk. "Serahkan pada saya.


Aku berjalan keluar ruangan saat di luar, aku menutup pintu ruangan, setelah menutup pintu aku mengaktifkan sihir (Teleportation). Dalam sekejap mata aku berpindah ke depan Vila yang ada di kota Tiramisu.


\*\*\*


Arisa duduk bersama dengan Sarion, di meja yang paling mewah. Datang seorang pelayan ke meja Arisa dan Sarion.


"Ingin pesan apa tuan?" Tanya pelayan.


"Bawa makanan yang paling mahal kesini!" Jawab Sarion.


"Akan saya laksanakan tuan." Jawab pelayan,


Setelah menjawab, pelayan itu pun pergi.


Arisa menatap tajam ke Sarion. Bayangan hitam yang menyelimuti tubuh nya menghilang! Pikir Arisa.


Sarion menyadari tatapan Arisa, Sarion pun membalas tatapan Arisa dengan senyuman ramah.


"Ada apa? Kau menatap ku dari tadi?" Kata Sarion sambil tersenyum.


"Hanya saja?"


"Hanya saja, tidak apa-apa memesan makanan yang terlalu mahal?" Kata Arisa tersenyum canggung.


"Tidak ada makanan mahal di restoran ini." Kata Sarion, menyombongkan diri nya sendiri.


"Begitu ya." Kata Arisa.


Pelayan datang membawakan makanan.


"Maaf menunggu lama," Kata pelayan sambil menaruh makanan di atas meja. Makanan yang di bawa pelayan masih di tutup dengan tudung. Pelayan pun membuka tudung. "Ini dia makanan paling mahal di restoran ini. Namanya. Golden Chicken."


Makanan yang di sajikan adalah ayam, dengan balutan emas.


"E-emas!?" Kata Arisa terkejut.


"Terima kasih. Sekarang kau boleh pergi!" Kata Sarion. Mendengar perkataan Sarion, pelayan pun pergi.


Sarion melihat ke arah Arisa. "Kenapa kau begitu terkejut?" Tanya Sarion.


"A-aku baru tahu, ada makanan yang di balut emas seperti ini!" Kata Arisa.


"Kau baru melihat nya?" Tanya Sarion.


Arisa mengangguk.


"Padahal Golden Chicken ini makanan yang lumrah di Benua Hokahi."


Eeeh," Kata Arisa terkejut. "Aku baru tahu."


"Kenapa bisa kau baru tahu sekarang? Padahal para Elf waktu dewasa pasti akan menjalan kan Ritual memakan Golden Chicken ini.... Atau mungkin.... Kau tidak pernah menjalankan Ritual itu?" Kata Sarion serius.


Arisa terdiam, ia tidak bisa menjawab pertanyaan Sarion.


Sarion tersenyum licik, melihat Arisa yang terdiam. "Kita lupakan masalah Ritual itu.... Ada hal lain yang ingin aku bicarakan."


Arisa mulai ketakutan, Arisa mengeluarkan keringat dingin. "A-apa yang ingin kau bicarakan." Kata Arisa gemetar.


"Ini tentang Ghoul." Jawab Sarion sambil tersenyum licik.


\*\*\*


Natasha sedang berada di rumah salah satu bangsawan, Natasha dalam wujud kelelawar nya, ia hinggap di langit-langit rumah bangsawan.


Natasha memata-matai si bangsawan, tapi si bangsawan tidak ada melakukan pergerakan yang mencurigakan.


"Bangsawan di sini tidak ada melakukan pergerekan yang mencurigakan." Kata Natasha kepada seluruh Vampir melalui (Telephaty).


"Disini juga sama!" Jawab para Vampir bersamaan.


Beberapa detik setelah Natasha menghubungi para Vampir melalui (Telephaty). Kini Natasha yang mendapatkan (Telephaty) dari Amanda.


"Natasha...." Kata Amanda memanggil Natasha melalui (Telephaty.)


"Ada apa Amanda?" Tanya Natasha.


"Bangsawan disini melakukan pergerakan aneh?" Jawab Amanda.


"Aneh? Aneh bagaimana?"


"Bangsawan disini sedang menyanyi!" Jawab Amanda.


"Itu bukanlah pergerekan aneh!" Jawab Natasha.


Tiba-tiba Natasha mendapatkan (Telephaty) dari semua Vampir.


"Semua bangsawan keluar dari rumah nya!" Kata seluruh Vampir.


"Apa!?" Kata Natasha terkejut.


Natasha melihat ke bangsawan yang ia mata-matai. Bangsawan yang ia mata-matai, tiba-tiba bergerak dengan pergerkan aneh. Kemudian bangsawan itu berjalan ke pintu keluar.


"Semua!! Ikuti semua bangsawan!" Kata Natasha melalui (Telephaty).


"Baik!!" Jawab semua Vampir.


"Amanda!! Bagaimana dengan bangsawan yang kau mata-matai?"


"Dia masih bernyanyi!" Jawab Amanda.


Ada apa ini? Hanya satu bangsawan saja, yang tidak pergi keluar rumah. Apa mungkin para bangsawan yang lain nya terpancing oleh nyanyian bangsawan yang di awasi oleh Amanda? Itu mungkin saja. Pikir Natasha.


"Semua nya! Aku ganti perintah ku..... Kalian semua pergi ke tempat Amanda!"


"Tapi para bangsawan nya..." Jawab salah satu Vampir.


"Tenang saja, mereka pasti akan pergi ke tempat Amanda."