From Mage Became Princess

From Mage Became Princess
Chapter 219 Rapat tiga negara besar



Di kerjaan Fantasia. Di saat bersamaan saat Amanda membuat Barir pengacau ruang waktu. Pasukan besar yang terdiri dari tiga begara besar di benua Silia, sekarang ini berkumpul di halaman istana kerajaan Fantasia. Pasukan tiga negara itu langsung di pimpin oleh raja masing-masing negara, kecuali pasukan Kerajaan Eurasia yang saat ini di pimpin oleh Pangeran Alex.


Ketiga pemimpin pasukan, Charles, Albert, dan Alex. Saat ini berada di suatu ruangan, mereka membahas tentang masalah kematian masal yang terjadi di negara mereka. Mereka duduk di meja bundar dengan mengambil posisi duduk berbentuk segitiga.


"Jadi menurut penyelidikan mu, kematian itu di sebabkan oleh kalung yang di jadikan simbol oleh kelompok agama yang bernama Sekte Pierot kan?" Tanya Charles.


"Seperti yang saya tulis di surat sebelum nya. Kematian masal itu memang di sebabkan oleh kalung yang menjadi simbol agama Sekte Pierot. Dan sangat pasti kalau semua orang yang mati itu adalah kelompok agama itu." Kata Alex dengan wajah serius menatap lurus ke arah Charles.


"Hmmm......" Charles dan Albert memegang dagu mereka secara bersamaan saat mendengar jawaban Alex. Itu tanda mereka saat ini sedang berpikir. "Aku sudah menduga ini sebelum nya, saat mendengar laporan bawahan ku... Tetapi saat mendengar kesimpulan itu dari orang lain rasa nya sangat sulit di percaya..." Kata Albert dengan ekspresi pahit di wajah nya.


"Jadi kau sudah menduga kematian masal ini di sebabkan oleh kelompok agama itu?" Tanya Charles sambil menatal Albert.


"Benar." Jawab Albert. "Saat kematian masal itu terjadi, aku langsung melakukan penyelidikan segera. Aku yakin kerajaan Eurasia juga melakukan nya?" Tanya Albert sambil melihat ke arah Alex.


"Itu benar," Jawab Alex. "Kerjaan kami juga langsung melakukan penyelidikan langsung."


"Kau dengar itu... Malahan aku berfikir kerajaan Fantasia yang aneh karena belum mengetahui penyebab kematian masal itu. Apakah kau tidak melakukan penyelidikan tentang kasus ini?" Tanya Albert menatap Charles dengan curiga. Sangat aneh untuk Raja Charles belum melakukan penyelidikan tentang kasus sebesar ini. Apakah ada hal yang mengganggu nya, hingga ia tidak bisa melakukan penyelidikan? Pikir Albert.


"Yah.... Kerajaan kami mengalami kasus serius hingga aku terlambat melakukan penyelidikan tentang kematian masal ini." Kata Charles dengan acuh tak acuh.


"Apakah kasus itu sangat penting dari pada kematian masal ini?" Tanya Albert.


"Ya. Ini sangat penting bagi ku. Tapi tenang saja, kasus yang ku selidiki ini tidak berhubungan dengan kematian masal ini, dan juga mungkin bagi kalian kasus ini tidak penting."


"Hmmm..... Kau sangat yakin kasus yang kau selidiki kali ini tidak berhubungan dengan kematian masal ini. Apakah ada yang kau sembunyikan dari kami?"


"Itu benar, ada yang ku sembunyikan dari kalian. Tetapi walaupun begitu, aku tidak memiliki kewajiban untuk memberitahu kalian. Dan juga bukan hanya aku yang menyembunyikan sesuatu kan?" Kata Charles melihat ke arah Alex. "Kemana Joshua?" Tanya Charles menatap lurus ke arah mata Alex.


"Sama seperti anda. Ayah saya menyelidiki kasus yang sangat penting saat ini. Saat beliau mendengar tentang kematian masal ini, beliau masih sibui menyelidiki kasus yang saya maksud, karena itu beliau menyerahkan kasus ini kepada saya." Jawab Alex dengan santai sambil tersenyum di wajah nya.


".....Kalian berdua menyembunyikan sesuatu yang sangat penting di sini... Firasat ku memberitahu, kasus yang Joshua dan Charles selidiki berhubungan sangat berhubungan dengan kematian masal ini. Sebaiknya kalian memberitahu ku tentang semua hal yang kalian sembunyikan." Joshua diam sejenak, kemudian ia menatap Alex dan Charles dengan tajam secara bergantian sebelum akhir nya ia memberikan hipotesa nya.


Yah. Raja Albert tidak salah di bagian kasus yang ayah selidiki dan kasus yang Raja Charles selidiki berhubungan dengan kematian masal ini. Pikir Alex. Wajah nya berkedut sebentar setelah mendengarkan hipotesa Albert, tetapi ia segera menggunakan 'Poker face' untuk menyembunyikan ekspresi nya.


"Ada apa?" Albert berbicara lagi saat melihat Charles dan Alex terdiam. "Kenapa kalian diam? Perilaku kalian sangat mencurigakan... Apakah kalian memiliki hubungan dengan kelompok agama itu? Dan kasus yang kalian selidiki saat ini adalah kebohongan? Sebenarnya kalian memanggil ku ke sini untuk menyembunyikan bukti kalau negara kalian terlibat?" Tanya Albert dengan ekspresi jengkel.


Alex tertawa sedikit kemudian ia menjawab. "Fufufu...... Mohon jangan bercanda Raja Albert. Saya tidak memberitahu kasus yang ayah saya selidiki karena kasus itu tidak berhubungan dengan kematian masal ini.. Yah. Jika anda memaksa saya akan memberitahu anda."


"Ayah saya menyelidiki kasus penggelapan pajak yang terjadi di negara kami... Berkat penggelapan itu ekonomi kota kita mencapai titik bahaya. Yah saat mendengar tentang kematian masal itu, ayah saya hampir pingsan karena masalah di negara nya semakin bertambah... Saya tidak tega melihat ayah saya yang begitu menderita karena itu saya meminta dia untuk menyerahkan kasus ini kepada saya."


"Begitu ya.... Aku bisa memahami Raja Joshua... Kalau begitu, kasus apa yang kau selidiki Raja Charles?"


"....Anak dan Istri ku di culik.. Para penculik berhasil memasuki istana kemudian menculik mereka... Mereka di culik saat siang, karena itu aku bilang kasus yang ku selidiki saat ini tidak berhubungan dengan kematian masal ini." Jawab Charles dengan ekspresi sedih bercampur amarah di wajah nya.


"......" Albert di buat tidak bisa berkata-kata mendengar jawaban Charles. Ia kemudian meminta maaf dengan tulus. "Maafkan aku karena sudah mencurigai mu sebelum nya."


"Tidak apa-apa," Kata Charles sambil sedikit tersenyum. "Posisi mu saat ini membuat kamu tidak harus percaya dengan orang sepenuh nya, bahkan pada keluarga mu sendiri. Jadi jangan terlalu di pikirkan."


"Kau benar. Beginilah pekerjaan kita sebagai raja. Sangat berat untuk di lakukan." Kata Albert dengan senyum masam di wajah nya.


".....Sepertinya kita sudah lari dari topik pembicaraan. Sekarang kita akan membahas hal yang penting." Alex melihat kedua pertukaran simpati antara kedua raja sebelum ia berbicara. Albert dan Charles kemudian memerhatikan Alex dengan wajah serius. "Ini mengenai perkembangan agama Sekte Pierot," Sambung Alex. "Untuk agama yang tampak mencurigakan seperti itu penyebaran nya sangat cepat, seperti nya ada faktor tertentu yang membuat penyebaran nya secepat itu."


"....Kau benar...." Kata Albert.


"Dan ini hanya sebatas hipotesa. Mungkin faktor penyebaran agama itu ada hubungan nya dengan para bangsawan.... Menurut dugaan saya, seorang bangsawan dari negara mana saja itu, mulai menyebarkan agama itu kepada orang-orang miskin... Untuk orang miskin sangat mudah di bujuk, mereka hanya perlu di janjikan uang dalam jumlah besar jika ikut ke kelompok agama itu."


"Hmm.... Hipotesa yang bagus.... Tetapi ada bagian yang aneh, tidak mungkin untuk satu orang menyebarkan agama hingga menyebar luas di Benua Silia. Pasti ada banyak bangsawan yang terlibat di sini." Kata Charles mengungkapkan isi pikiran nya.


"Raja Charles benar," Kata Albert setuju dengan Charles. "Aku tidak habis pikir satu orang bisa menyebarkan agama dalam waktu singkat. Mana mungkin ada satu orang yang bisa dengan cepat melakukan hal seperti itu."


"....Anda benar... Mungkin saja banyak bangsawan yang terlibat, tetapi..... Hanya dengan hipotesa saja kita tidak bisa mencari pelaku nya...."


"Haaaah," Charles mengehela nafas. "Lalu bagaimana kita bisa mencari mereka.... Aku harus menyelidiki kasus penculikan anak dan istri ku. Jadi aku ingin menyelasaikan masalah ini secepat nya."


"....Raja Charles. Seharus nya kau lebih memikirkan para penduduk mu dari pada keluarga mu..." Kata Albert.


"Raja Albert benar.... Dan juga yang kelompok agama itu culik adalah Mira, tidak mungkin mereka bisa melakukan apa-apa pada nya." Kata Alex dengan senyum pahit di wajah nya saat membayangkan Mira mengamuk di markas kelompok agama Pierot.


"......Barusan kau bilang apa?" Charles terdiam sejenak sebelum menatap Alex dengan tatapan tajam. Mata emas nya bercahaya sangat terang.


..........Ah! Sialan!! Aku keceplosan. Dengan keringat dingin di seluruh tubuh nya Alex mengutuk diri nya sendiri di dalam kepala nya.