From Mage Became Princess

From Mage Became Princess
Chapter 202 Amanda menyudutkan Jack



Ribuan senjata tajam berwarna merah darah terus terbang ke arah Jack. Jack terus menangkis itu dengan kedua pedang di tangan nya, tetapi itu masih belum cukup untuk menangkis semua senjata. Jack tersayat, tertusuk, dan bahkan ada bagian tubuh nya yang terpotong. Tetapi bagian yang terluka itu bergenerasi kembali. Yang membuat Jack terus bergerak, berusaha untuk menjauhkan senjata yang tidak ada habis nya terbang mengincar diri nya.


Sedangkan lawan Jack, yaitu Amanda. Melayang beberapa meter di tanah dengan sayap di punggung nya menyaksikan perjuangan Jack untuk bisa lepas dari semua senjata yang di ciptakan Amanda.


Mata Amanda bersinar terang, lalu di belakang nya masih banyak senjata yang belum di luncurkan nya, dan juga masih ada darah cair yang mengelilingi nya seperti selendang.


Amanda melihat sekeliling, beberapa Vampir ada yang berusaha menyerang Amanda, tetapi langsung di hentikan Amanda dengan senjata yang masih tersisa yang masih melayang di belakang amanda.


Seperti nya mereka sudah tidak menganggap ku pemimpin mereka lagi. Pikir Amanda, saat melihat para Vampir berusaha menyerang nya.


Amanda melihat ke arah Jack yang masih berjuang, menjauhkan senjata yang masih menyerang nya.


Usaha yang sia-sia, pikir Amanda. Kesombongan nya sudah menumpulkan akal nya. Walaupun dia sedang terdesak, dia masih belum menyerah. Jack saat ini terus bergerak, tidak akan lama stamina nya akan habis. Dan jika dia menggunakan (Cursed Blood Control) secara berlebihan itu akan mempngaruhi tubuh nya. Di lihat dari mana pun dia sudah kalah.


Kebalikan dari Jack. Aku masih memiliki banyak stamina, karena belum ada bergerak sama sekali. Dan juga (Cursed Blood Control) ku tidak membebani tubuh ku, karena aku tidak menggunakan darah ku. Tetapi darah mahluk hidup di sekitar ku. Juga aku hampir lupa, aku juga menggunakan darah Jack, jadi sekarang darah nya terkuras dua kali lipat. Pertama karena (Cursed Blood Control) milik nya, dan kedua karena (Cursed Blood Control) milik ku. Aku akan mengatakan nya sekali lagi, di lihat dari mana pun dia sudah kalah.


Tetapi....


Aku tidak bisa lengah, sampai musuh ku tidak bisa bergerak. Jika dia berkata 'aku menyerah', aku akan mengampuni nya, walaupun aku bilang ingin membunuh nya, sudah ku duga. Aku masih tidak tega melakukan itu.


Jack berkelakuan seperti ini, karena salah ku yang kalah tanpa memberikan perlawanan yang berarti pada Jack sebelum nya. Karena itu dia menjadi sombong. Akan tetapi, sekarang malam sudah tiba, kekuatan ku meningkat puluhan kali lipat dari tadi siang. Di bandingkan dengan Jack, kekuatan ku melebihi dia saat malam.


Senjata, demi senjata menuju ke arah Jack. Jack menangkis, tetapi itu masih belum cukup! Senjata yang tidak berhasil di tahan Jack, berhasil menusuk bahu kiri nya, itu adalah anak panah. Lalu ada pisau yang tidak berhasil di tangkis Jack dan itu dengan lancar menusuk mata kiri Jack. Jack melompat menjauh dari kerumunan senjata, melepas senjata yang menancap di bahu dan mata kiri nya. Luka langsung bergenarsi, bola.mata baru pun muncul, dan luka di baju menutup.


Sekali lagi ribuan senjata meluncur ke arah Jack. Dia dengan sigap menangkis senjata yang bisa ia tangkis.


"Sialan!"


Jack berkata kasar karena tidak bisa lepas dari kejaran senjata ciptaan Amanda.


"Amanda!" Jack berteriak sambil menangkis senjata yang datang ke arah nya. "Jika kau memiliki kekuatan seperti ini, kenapa kau tidak melawan Natasha dan Mira! Dengan kekuatan ini, kau dengan mudah mengalahkan mereka!"


"Itu benar!"


"Jika kau pemimpin kami, bebaskan kami dari perbudakan manusia lemah seperti Mira!"


Terdengar suara persetujuan dari para Vampir.


Mendengar hal itu, Amanda memasang ekspresi jijik ke arah para Vampir, lalu menatap para Vampir dengan mata nya yang bersinar terang dengan tatapan penuh celaan. Kemudian Amanda berkata dengan marah.


"Baru sekarang kalian menganggap ku pemimpin? Setelah melihat pria itu kalah, kalian baru menganggap ku sebagai pemimpin? Dasar tidak tahu malu kalian!"


Setelah berkata-kata, Amanda mengarahkan senjata nya ke arah para Vampir, senjata yang melayang di belakang Amanda terbang dengan kecepatan gila, dan menusuk para Vampir. Para Vampir pun hampir semua tubuh mereka tertusuk senjata Amanda.


"Tenang saja," Kata Amanda saat melihat para Vampir yang tertusuk. "Hari sudah malam, hanya dengan serangan ringan seperti itu kalian tidak akan mati."


Amanda melihat lagi ke arah Jack, kemudian Amanda membuat tombak darah dari darah yang mengelilingi tubuh nya.


Tombak yang di buat Amanda melayang di atas kepala Amanda, itu besar seperti tiang sebuah bangunan dengan ujung runcing seperti sebuah pasak. Lalu tombak besar di atas kepala Amanda berputar dengan kecepatan tinggi.


"Saat nya mengakhiri ini!"


Amanda mengayunkan tangan nya ke depan dan menunjuk ke arah Jack. "Mati!" dengan satu kata dari Amanda, tombak besar terbang ke arah Jack sambil berputar-putar seperti sebuah bor.


Jack mengabaikan ribuan senjata yang masih mengepung nya, kemudian menghadap ke arah tombak Amanda dan menyilangkan pedang nya di depan nya dan bersiap untuk menghalang tombak yang datang ke arah nya. Seperti tidak melewatkan kesempatan itu, senjata yang mengepung Jack menusuk Jack di semua bagian tubuh nya. Tubuh Jack pun penuh dengan senjata yang menancap di tubuh nya. Tetapi dia masih berdiri dan menyilangkan pedang nya untuk menahan tombak besar yang sekarang mengarah pada nya.


Saat tombak besar itu menyentuh pedang Jack terjadi dentuman keras, Jack pun terseret mundur sejauh beberapa ratus meter dari tempat nya berdiri. Tombak besar yang di tahan Jack terus berputar, seperti mengebor pedang Jack, dan itu terus memberikan dorongan pada Jack. Jack menguatkan kaki nya, agar tidak lagi terseret mundur.


"Ooooooooooooooooooooooaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaakh!" Jack berteriak kencang saat menahan tombak Amanda.


Akhir nya tombak Amanda berhenti mendorong Jack dan putaran dari tombak itu melambat.


"Sialaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa!!!!"


Jack berteriak lagi, membuktikan perlawanan nya. Hingga pada akhir nya putaran tombak Amanda berhenti dan tombak yang menuju ke arah Jack berubah kembali menjadi cairan dan meluap ke udara. Jack langsung berlutut. Pedang di tangan Jack menjadi cairan dan menguap ke udara seperti tombak Amanda. Senjata-senjata yang menusuk Jack pun juga menguap ke udara, sehingga membuat Jack di penuhi dengan luka tusukan dan banyak lubang di dalam tubuh nya sekarang. Tetapi dalam sekejap lubang itu menutup.


"Hah. Hah. Hah. Hah. Hah." Jack terngah-engah.


"Senjata mu meluap kan? Itu tanda kau tidak bisa melakukan (Cursed Blood Control) lagi. Dan juga tubuh mu tidak bisa lagi bergerak karena tubuh mu terlalu banyak meregenerasi luka mu. Kebalikan dari mu, tubuh ku masih bebas bergerak, dan aku masih bisa," Amanda mengigit tangan nya, darah keluar dan itu segera berubah menjadi sebuah tombak. "Menggunakan (Cursed Blood Control). Kau sudah kalah Jack!"


"......."


Jack terdiam, tidak menjawab sambil menundukkan kepala nya.


 


\*


 


Saat kelompok orang berbaju hitam datang, mereka membawa seorang gadis yang sangat ku kenal. Gadis itu memiliki penampilan seperti remaja berusia 17 tahun, rambut panjang nya berwarna emas indah. Dia sedang di gendong oleh seseorang.


Tidak mungkin!


Aku segera membuang identitas gadis itu saat muncul di kepala ku. Tapi tidak salah lagi, penampilan itu.....


"Kak Natasha!"


Arisa mengatakan nama gadis itu yang tidaj bisa ku ucapkan. Karena tidak percaya apa yang aku lihat. Natasha, yang selama ini ku percaya tidak bisa kalah, telah di kalahkan oleh mereka!?


Pria itu sampai di depan sel, kemudian salah pria yang lain membuka pintu sel dan melemparkan Natasha kedalam sel. Sama seperti ibu ku, Arisa dengan sigap menangkap Natasha.


"Kak Natasha!" Kata Arisa saat menangkap Natasha.


"Kalian....." Kata ku melotot pada mereka. "Jangan harap aku akan mengampuni kalian!"


"Bicaralah sesuka hati mu," Balas salah satu pria berbaju hitam. "Iblis perak! Saat kami mendapatkan iblis perak yang terakhir, kami akan memulai ritual pembangkitan! Sampai saat itu, diamlah di sana!"


Setelah mengatakan itu mereka pun pergi.


Aku melihat ke arah Arisa. "Bagaimana keadaan Natasha?"


"Sama seperti Ratu, dia tidak sadarkan diri."


"Begitu ya......"


Sial!


Aku memerlukan waktu hingga aku siap menggunakan (Super Magic). Dan juga, selama aku tidak tahu berapa banyak pengikut agama Pierot aku tidak bisa sembarangan menggunakan sihir itu. Jika tubuh ku duluan jatuh, sebelum bisa menghabisi semua anggota agama ini, kami akan kalah. Dan juga, kekuatan sihir Arisa masih belum pulih karena pertarungan nya di kamar ku sebelum nya. Apa yang bisa ku lakukan sekarang!?


Saat itu, aku teringat sebuah senjata yang mungkin Arisa simpan di (Inventori) nya. Mungkin kalau Arisa berusaha, dia bisa membuka (Inventori) walaupun ada penyegel sihir di sekitar kita.


"Arisa, kau bisa membuka (Inventori)?"


"Tidak tahu. Aku belum mencoba nya. Memang nya ada apa?"


"Aku hanya ingin kau mengambil pedang pahlawan Sieg. Mungkin saja itu bisa menghancurkan sel penjara ini."


"......"


Arisa terdiam setelah mendengarkan ide ku.


"Kenapa?" Aku pun bertanya pada nya.


"Walaupun aku bisa membuka (Inventori), aku tidak memiliki pedang pahlawan Sieg. Sudah ku berikan pada Jack, karena aku fikir itu mungkin berguna untuk nya. Maafkan aku!" Kata Arisa menundukkan kepala nya.


Jack membawa pedang itu? Apakah bisa? Bukan nya pedang itu di ciptakan untuk membunuh Ras Vampir. Apakah Jack yang sudah berubah menjadi Vampir bisa menggunakan nya?


Aku tidak tahu jawaban nya. Hanya saja jauh di dalam hati ku, berharap. Kalau Jack tidak bisa menggunakan nya. Aku bertanya kenapa ya? Padahal kan kalau Jack bisa menggunakan nya saat Ras nya sudah berubah itu bisa menjadi kekuatan tambahan untuk kami. Tetapi kenapa aku berharap Jack tidak bisa menggunakan pedang itu?


Semakin aku memikirkan nya, semakin bingung aku dengan jawaban nya. Yang penting sekarang adalah, bagaimana kami bisa keluar dari sini, sebelum Iblis perak yang terakhir itu tertangkap.