From Mage Became Princess

From Mage Became Princess
Chapter 7 Tes



Hari demi hari berlalu, aku banyak menghabiskan waktu bersama selir Shina di perpustakaan. Tanpa ku sadari akhirnya besok tes bakat akan di mulai. Saat ini aku sedang berkeliling kota dengan Kak Yuri dan Selir Shina.


"Kak Yuri, apa nama kota ini?"


"Nama kota ini Caramel. Ibu kota kerajaan Fantasia."


"Yuri, Mira. Jangan terpisah denganku." kata Selir Shina sambil memegang tanganku.


"Baik bu." Kak Yuri melihat toko baju, lalu ia menunujuk toko baju itu. "Ibu, ayo cepat di depan sana ada toko baju, mungkin ada baju yang cantik-cantik."


Kak Yuri langsung berlari ke arah toko baju itu.


"Yuri tunggu." Selir Shina mencoba menghentikan Kak Yuri, tapi kak Yuri tidak mendengar. Akhirnya Selir Shina menggendong ku dan berlari menyusul Kak Yuri.


"Selir Shina, aku bisa jalan sendiri. Jadi tidak perlu menggendongku."


"Tidak apa-apa, lagi pula berat badan Mira sangat ringan. Apakah kau makan dengan teratur?"


"I-iya, aku makan dengan teratur kok."


Akhirnya Kak Yuri berhasil di susul, kak Yuri berada di dalam toko baju. Ia melihat-lihat sebuah gaun berwarna putih bersih. Kak Yuri pun memilih salah satu gaun dan membeli gaun yang di pilihnya.


Setelah dari toko baju kami lanjut berkeliling kota lagi, saat kami berkeliling kota. Aku merasa kalau semua orang melihat kearah ku. Aku pun bertanya ke kak Yuri.


"Kak, kenapa mereka melihat kearah ku?"


"Entahlah, sudahlah abaikan saja mereka."


Aku pun lanjut berkeliling kota bersama selir Shina dan Kak Yuri. Kami berjalan cukup lama, tanpa kami sadari. Hari pun sudah mulai senja. Kami bertiga pun pulang ke istana.


Sesampai nya di istana, aku langsung pergi ke kamar ku. Dan berbaring di atas kasurku. Setelah berbaring cukup lama, akhirnya aku pun tertidur. Pada saat aku bangun, hari masih subuh. Aku mencoba tidur lagi tapi tidak bisa.


"Aku tidak bisa tidur lagi, karena tidur waktu sore, aku terbangun subuh. Apa yang harus ku lakukan ya, aku sangat bosan." aku pun memutuskan untuk pergi dari istana.


Aku memakai sihir (Teleportation) untuk berpindah dari kamar ku menuju depan gerbang istana. Aku memperhatikan pakaian yang ku pakai, saat ini aku memakai gaun berantakan. Karena tadi aku tidur menggunakan gaun, jadi gaun ku berantakan. Aku pun memakai sihir (Creation) untuk membuat sepasang pakaian.


Lalu gaun ku berubah menjadi jaket dan rok. Lalu sepatu high heels ku berubah menjadi sepatu biasa. Aku pun memakai sihir (Fly) untuk terbang pergi meninggalkan istana.


Sekiranya sudah jauh dari istana, aku pun mendarat di sebuah lembah.


"Hmmm, mungkin di sini pas untuk mengetes kemampuan ku. Pertama-tama ayo coba sihir paling lemah."


Aku mengatakan "Fire Ball." bola api seukuran bola tenis muncul di telapak tangan ku. "Oh, berhasil." aku melirik kesana kemari. Lalu aku melihat sebuah batu besar. "Sebaiknya aku coba mengarahkan nya ke batu yang ada disana." aku menembakkan bola api ku kearah batu besar itu.


Pada saat bola api ku terkena batu besar itu, ledakan besar terjadi. Ledakan nya seperti sebuah bom besar. Untuk menghidari ledakan nya aku memakai sihir (Fly) untuk menjauh dari lokasi ledakan.


Saat ledakan nya berhenti, aku melihat lubang yang sangat besar. "Serius, dampak nya sampai sebesar ini!! Padahal aku memakai sihir yang paling lemah. Lebih baik aku mengembalikan kondisi tanahnya seperti semula sebelum ada orang yang melihat."


Aku mengatakan "Super Magic Activated, Super Magic: Time Control." suasana yang awalnya terdengar suara walaupun samar-samar. Sekejap menjadi hening. "Reverse Time." lubang besar, berangsur-angsur menjadi utuh kembali.


"Super Magic Deactivated." suasana yang hening pun kembali seperti semula. "Sebaiknya aku kembali ke istana, sebentar lagi mau pagi. Telerpotation." aku pun kembali ke kamar ku.


Saat aku di istana matahari pagi sudah terbit dari timur, aku segera mandi dan bersiap-siap pergi ke ruang tahta. Persiapan sudah selesai, aku memakai gaun sederhana, karena jika aku memakai gaun mahal, aku akan susah bergerak.


Semua orang sudah berkumpul di ruang tahta, raja Charles sudah duduk di kursi nya bersama dengan ratu Carla. Kedua pemimpin kerajaan memakai pakaian yang sangat mewah, bahkan pakaian para putri yang terlihat mewah pun tidak sebanding dengan pakaian raja dan ratu.


Raja Charles berdiri dari kursi nya. "Semuanya, sekarang aku akan memilih siapa yang berhak mewarisi tahta ku. Jika pada saat tes bakat nanti, ada putriku mendapat nilai rendah maka dia akan menjadi tunangan Pangeran Alex dari kerajaan Eurasia."


Terdengar bisikan dari beberapa orang di ruang tahta. "Bukankah kerajaan Eurasia itu kerajaan tetangga?"


"Iya, benar. Kerajaan Fantasia dan Kerajaan Eurasia, selalu berperang merebutkan wilayah."


"Seperti yang di harapkan dari raja Charles. Dengan begini, kerajaan Fantasia dan kerajaan Eurasia, tidak akan berperang lagi."


Lalu tepuk tangan meriah terdengar keras di ruang tahta, lalu pada saat raja mengangkat tangan nya. Tepuk tangan berhenti dan suasana menjadi hening. "Kalau begitu kita mulai tes bakat nya!"


50 prajurit, memasuki ruang tahta, ke 50 prajurit itu membawa sebuah cristal besar, mereka pun menaruh cristal besar itu di tengah-tengah ruang tahta.


"Urutan pertama, Nina." Suara raja menggema di ruang.


Nina berjalan ke arah cristal itu, lalu ia menyentuh cristal itu. Lalu Nina berkata, "Open Status!" lalu layar timbul di cristal besar itu.


Name:Nina


Level:20


Class:Mage


HP:2.000


MP:200.000


STR:10


AGI:10


INT:65


VIT:09


DEX:05


Semua orang berdecak kagum melihat status Nina, lalu senyum puas terpasang di wajah Nina. Senyum nya seakan-akan berkata, bahwa akulah pemenang nya.


"Bakat yang sangat bagus, dan tingkat MP mu sudah mencapai 200.000."


"Selanjutnya Blanc."


Blanc mendekati cristal, lalu ia menyentuh cristal dan menyebutkan "Open Status!" layar pun timbul lagi di cristal.


Name:Blanc


Level:10


Class:Berserker


HP:100.000


MP:5.000


STR:20


AGI:20


INT:09


VIT:65


DEX:05


"Apa-apaan tingkat HP itu!?" seseorang berteriak. Semua orang menatap orang yang barusan berteriak.


"Harap tenang!" raja menegur orang yang berteriak. Lalu raja melanjutkan. "Sangat hebat, bakat mu tidak kalah dengan Nina. Sepertinya kamu juga bisa mewarisi kursi tahta."


Lalu Blanc menunduk. "Anda sangat baik yang mulia, saya tidak ingin mewarisi tahta kerajaan. Saya lebih memilih mendukung putri Nina."


Raja mengangguk lalu raja memanggil Rosa. Rosa mendekati cristal dan menyentuhnya. Dengan suara pelan Rosa berkata. "Open Status!"


Name:Rosa


Level:10


Class:Knight


HP:10.000


MP:10.000


STR:50


AGI:45


INT:23


VIT:30


DEX:40


Raja Charles memegangi dagunya. "Bakat yang bagus, kau boleh kembali."


Rosa menunduk, lalu raja memanggil kak Yuri. Kak Yuri langsung mengecek status nya. Dengan lantang kak Yuri berteriak "Open Status!"


Name:Yuri


Level:20


Class:Archer


HP:9.000


MP:100.000


STR:09


AGI:08


INT:10


VIT:08


DEX:70


Semua orang kagum melihat status kak Yuri. Lalu semua orang nampak bingung, dari ekspresi wajah mereka. Mereka pasti memikirkan siapa yang berhak mewarisi tahta, ke empat putri menunjukkan bakat di atas rata-rata. Semua putri berhak untuk mewarisi tahta. Lalu semua orang menatap kearah ku dengan tatapan tajam.


"Selanjutnya Mira!" Raja menyuruhku.


Sebelum aku pergi mendatangi cristal tangan ku di pegang oleh Nina.


"Ada apa kak Nina?"


"Aku sangat iri pada mu Mira, kau bisa menjadi tunangan pangeran Alex. Dia itu di bilang-bilang pria tertampan di dunia loh."


"Kita belum tahu kan, siapa yang akan jadi tunangan pangeran Alex."


Nina tidak menanggapi perkataan ku, ia hanya melepaskan tangan ku. Aku pun pergi mendekati Cristal, aku menyentuh Cristal besar itu dengan tangan kanan ku. Saat menyentuh cristal itu aku berharap di dalam hati. Kumohon tunjukkan Status ku yang sebenarnya. Aku menarik nafas panjang lalu aku mengucapkan.


"Open," lidah ku sangat berat untuk menyebutkan kata Status. Aku pun menarik nafas lagi. Lalu aku menyebutkan. "Status!" layar pun timbul di cristal nya.