From Mage Became Princess

From Mage Became Princess
chapter 49 Ajakan dari Raja Kerajaan Milefolia



Aku meminum teh yang di sediakan pelayan kepada ku, sementara Joshua melihat wajah ku dengan serius, aku mengetahui dari wajah nya kalau saat ini dia sedang menunggu jawaban ku atas permintaan nya.


"Jadi maukah kau membantu Putra ku?" Tanya Joshua.


"Tenang saja, setelah kalian ku bangkitkan sebagai homonculus kalian memiliki kemampuan berfikir di atas manusia normal. Jadi aku yakin Alex bisa mengatur kota ini tanpa bantuan ku."


"Tapi tetap saja, aku khawatir dengan Putra ku. Aku khawatir dia akan melakukan kesalahan dalam menjalankan tugas nya."


"Semua mahluk hidup memiliki kesalahan, tidak ada mahluk hidup yang tidak memiliki kesalahan. Bahkan kau sebelum ku bangkitkan menjadi homonculus juga penuh dengan kesalahan kan?"


Joshua terdiam mendengar perkataan ku, dia menunduk kepalanya. "Memangnya kau ingin kemana? Sampai menyuruh Alex mengatur kota ini selama seminggu."


Joshua mengangkat kepalanya, kemudian dia melihat kearah ku. "Sebenarnya tadi pagi aku dapat surat dari Raja Albert."


"Raja Albert?"


"Kau tidak tahu?"


Aku menggelengkan kepalaku. "Aku baru dengar nama Raja Albert."


"Raja Albert adalah Raja kerajaan Milefolia, tadi pagi Raja Albert mengirimkan surat ke kerajaan Eurasia dan kerajaan Fantasia. Beliau bilang ingin mengadakan pertemuan."


"Mengadakan pertemuan? Kenapa tiba-tiba dia ingin mengadakan pertemuan tiga kerajaan besar di benua Silia?"


"Kalau boleh kubilang, sebenarnya ini salah mu."


Mendengar perkataan Joshua, aku terus meminum teh ku dan tidak bertanya kenapa Joshua menyalahkan ku. Jika bisa kutebak pertemuan tiga raja ini akan membahas tentang Low Light.


"Jadi begitu, ini masalah cabang pasar gelap ku yang berdiri di kerajaan Milefolia."


"Ternyata kau cepat faham. Itu benar, pasar gelap mu telah membuat kekacauan di kerajaan Milefolia, banyak rakyat di daerah kumuh yang melakukan pencurian. Saat tertangkap mereka bilang ingin mendapatkan uang untuk membeli serbuk Surgawi.


"Aku tidak menyangka para pecandu serbuk surgawi akan menyebabkan kekacauan sampai seperti itu."


"Karena pertemuan ini adalah salahmu, jadi kumohon tolong bantu anak ku Alex."


"Baiklah, akan kubantu. Tapi jangan beritahu ke Aya- maksudku Raja Charles kalau aku ada di sini."


"Baiklah aku akan tutup mulut."


"Ngomong-ngomong dimana pertemuan nya akan di adakan?"


"Di istana kerajaan Fantasia." Jawab Joshua, dengan senyum di wajah nya.


\*\*\*


Pada pagi hari di kerajaan Milefolia, Raja Albert duduk di kursi tahta nya, kemudian datang prajurit memberikan laporan.


"Lapor Raja, telah terjadi pencurian di rumah salah satu bangsawan. Dan pelakunya adalah warga dari daerah kumuh."


Raja Albert mengangguk mendengar perkataan prajurit itu, kemudian raja Albert menyuruh Prajurit itu pergi. Saat Prajurit itu pergi dari ruang tahta, Raja Albert pergi ke kamar nya.


Saat di kamarnya, Raja Albert melakukan sihir pemanggil, Raja Albert menggambar lingkaran sihir berukuran 20 centimeter di atas meja yang terdapat di kamarnya. Setelah menggambar Raja Albert mengaktifkan lingkaran sihir itu, lalu dari dalam lingkaran itu timbul dua merpati putih.


Kedua merpati putih itu terbang ke langit-langit kamar, saat di langit-langit kamar kedua merpati itu berubah menjadi lembaran kertas. Kedua merpati yang telah berubah menjadi kertas itu langsung jatuh kearah meja tempat mereka pertama kali mereka muncul.


Raja Albert mengambil kursi dan meletekkan kursi itu di depan meja, setelah kursi itu terletak di depan meja Raja Albert pun duduk di kursi itu.


Lalu Raja Albert mengambil pena nya, kemudian ia menulis di atas kertas yang terletak di atas meja nya. Selesai menulis, kertas yang di pakai nya menulis berubah menjadi burung merpati kembali, kemudian burung merpati itu hinggap di pundak Raja Albert. Raja Albert mendekat ke jendela, kemudian ia membuka jendela.


Setelah membuka Jendela Raja Albert berbisik ke kedua burung merpati yang hinggap di pundak nya. "Kalian pergi ke kerajaan Fantasia dan Milefolia. Sampaikan pesan ku ke Raja Charles dan Raja Joshua." Kata Raja Albert. Kedua burung merpati itu terbang ke langit, menuju Kerajaan Fantasia dan Eurasia.


\*\*\*


Charles sedang bersama Carla dan Ke Empat selir nya. Mereka sedang di ruang makan menikmati makanan mereka. Selama mereka makan tidak ada yang mengobrol, suasana canggung terasa di sekitar mereka. Lalu Carla beranjak dari tempat duduk nya. "Aku sudah selesai makan, aku ingin kembali ke kamar." Setelah mengatakan itu Carla pergi dari ruang makan.


Melihat Carla pergi, Selir Shina menghabiskan makanan nya, setelah makanan nya habis. Selir Shina beranjak dari tempat duduk dan tanpa berpamitan Selir Shina langsung pergi keluar dari ruang makan.


"Apa-apaan Shina itu. Pergi tanpa berpamitan, dasar tidak sopan!!" Kata Lina. White mengangguk tanda ia setuju dengan Lina.


"Biarkan saja, kalian tidak perlu sopan bila di depan ku, berlaku santai saja." Kata charles.


"Kami tidak bisa melakukan itu Yang Mulia. Anda adalah Raja di Kerajaan ini, kami tidak bisa berlaku santai di depan anda." Kata White.


Charles tersenyum mendengar perkataan White, kemudian Charles beranjak dari tempat duduk nya. "Aku harus pergi, masih banyak pekerjaan yang harus kulakukan." Setelah mengatakan itu Charles pergi dari ruang makan.


Charles berjalan keluar dari ruang makan, kemudian Charles berjalan di lorong istana, saat Charles jalan di lorong istana, tiba-tiba ada burung merpati yang masuk melalui salah satu jendela yang terbuka. Burung merpati itu terbang medekati Charles, setelah dekat dengan Charles burung merpati itu berubah menjadi sebuah Kertas.


"Membahas tentang Organisasi Low Light. Sampai mengajak Raja Joshua juga, pasti ini adalah masalah yang serius." Gumam Charles.


Charles bergegas pergi kekamar nya, setelah sampai, Charles bergegas melakukan sihir pemanggilan burung Merpati pengatar pesan, dan menulis surat persetejuan untuk kerajaan Milefolia. Setelah selesai menulis surat, kertas surat nya berubah menjadi burung merpati kemudian Charles menyuruh burung merpati itu terbang ke kerajaan Milefolia.


\*\*\*


Setelah Raja Albert menerbangkan burung merpati nya, Ia pergi ke kamar Putri nya. Saat ia ingin pergi ke kamar Putri nya, Putri nya datang membuka pintu kamar Raja Albert.


"Ayah!!"


"Lia. Ayah baru saja ingin mendatangi mu ke kamar. Jadi apa yang membuat mu mendatangi Ayah?"


"Ayah, aku ingin pergi ke Tiramisu. Boleh aku minta Cristal sihir?"


"Mau apa lagi kau ingin pergi ke kota itu? Willy sudah mati siapa yang menemani mu kesana? Lebih baik kau ikut ayah besok ke Kerajaan Fantasia. Ayah hanya menunggu persetujuan dari raja Charles, lalu kita bisa pergi ke sana besok."


"Aku tidak ingin pergi ke kerajaan Fantasia. Aku ingin pergi ke kota Tiramisu, aku akan bawa satu prajurit untuk menemaniku."


"Memangnya mau apa kau ke kota Tiramisu?"


"Aku memiliki teman di sana ayah, aku ingin mengunjungi nya."


"Memangnya siapa teman mu itu?"


"Nama nya Mira. Ayah tahu, dia itu baru berumur sepuluh tahun tapi dia sudah memiliki Vila besar di kota Tiramisu. Jadi ayah tidak perlu khawatir. Anak kecil saja bisa bertahan di kota itu, apalagi aku."


"Tidak boleh, kalau kejadian Wiliam menimpamu bagaimana? Disana itu markas besar dari organisasi Low Light"


"Bolehkan?" Lia memasang wajah memelas di depan ayah nya. Melihat wajah Lia Raja Albert pun tidak bisa menolak permintaan anak nya. Raja Albert memanggil salah satu prajurit, Prajurit itu yang biasa menjaga Ruang Tahta. Prajurit yang menjaga Ruang Tahta berbeda dari prajurit yang lain. Prajurit yang menjaga ruang tahta lebih kuat dari pada prajurit lain.


"Kau boleh kesana, tapi dia yang akan menemanimu." Lia melompat kegirangan lalu Ayahnya memberikan 2 Cristal sihir kepada Lia dan Prajurit yang baru saja di panggil ayah nya. Satu Cristal untuk berangkat dan satu untuk pulang.


Mendapatkan Cristal sihir, Lia langsung memeluk ayah nya. "Terima kasih ayah, aku sangat sayang Ayah." Lia kemudian mencium pipi ayah nya.


Setelah mencium Ayah nya, Lia langsung mengaktifkan Cristal sihir. "Pindahkan aku ke kota Tiramisu." Lia membanting Cristal itu ke lantai, setelah membanting Cristal itu Lia langsung menghilang dari kamar Ayah nya.


\*\*\*


Lia berpindah ke pertengahan kota Tiramisu. Saat ia sampai banyak perubahan di kota Tiramisu, semua nya berbeda tidak seperti terakhir dia pergi kesana. Banyak bangunan yang sedang di renovasi.


"Ada apa ini? Banyak bangunan yang di renovasi tidak seperti terakhir kali aku kesini." Kata Lia.


"Putri kita ingin kemana?" Tanya Prajurit yang ada di belakang nya."


"Kita akan pergi ke gunung yang disana," Lia menunjuk Gunung yang ada di depan nya. "Vila tempat tinggal teman ku ada di sana."


Lia dan Prajurit itu pun berjalan menuju gunung yang ada di depan mereka, saat mereka berjalan Lia melihat seseorang yang tidak asing. Lia mengenali dari tinggi badan nya yang lebih tinggi dari pada orang yang di sekitarnya.


"Orang itu kan.... Tuan Rio!!" Teriak Lia.


Rio menengok kearah suara yang memanggil namanya. Yang di lihat Rio adalah seorang Gadis yang di temani oleh seorang prajurit, Gadis itu kemudian mendekati Rio. Rio berbicara pada Gadis itu setelah Gadis itu berada di hadapan nya.


"Ternyata Nona Lia. Kenapa kau kembali lagi ke kota yang penuh Kriminalitas ini? Bukan kah negara mu lebih aman? Apa yang membuat mu kembali kesini?" Kata Rio.


"Aku kesini ingin mengunjungi Mira."


"Nona Mira?"


Lia mengangguk. "Aku sudah lama tidak bertemu dengan nya.


"Sayang sekali, Nona Mira sudah pergi dari kota ini."


"Eeeeeeeh," Lia berteriak sangat kencang. Sampai semua orang memerhatikan nya. "Kapan anak itu pergi!?" Teriak Lia.


"Tenang dulu," Lia menjadi lebih tenang setelah mendengar perkataan Rio. "Nona Mira sudah pergi lama sekali, Dia sudah pergi tiga bulan yang lalu bersama ketiga pelayan nya."


"Lalu kemana Mira pergi?"


"Aku tidak tahu dia pergi kemana, tapi sebelum Nona Mira pergi, dia membeli semua bangunan yang ku jual. Semua bangunan yang di renovasi yang ada di kota ini adalah milik Mira."


"Tidak mungkin!! Anak kecil berumur sepuluh tahun bisa dapat uang yang dapat merubah setengah dari kota ini!? Tunggu dulu, yang kita bicarakan ini Mira. Aku tahu seberapa cerdas anak itu. Tapi terakhir kali aku bertemu dengan nya dia masih dalam keadaan Trauma setelah di culik Wiliam, lalu bagaimana dia bisa mendapatkan Uang sebanyak itu?" Guman Lia.


Saat Lia berguman sendirian. Rio langsung bergegas pergi menjauh dari Lia.