
Aku terbangun di kamarku, ternyata aku ketiduran setelah melatih Arisa, ternyata menjadi anak kecil ada sisi merepotkan nya juga. Aku pergi ke ruang tengah, pada saat aku berada di ruang tengah, aku merasa kalau Vila lebih sepi dari biasanya, lalu aku melihat di atas meja ada kue yang kubeli kemarin, kue itu hanya tersisa satu potong.
"Pasti Natasha yang memakan nya. Vampir sialan itu!"
Aku pun memanggil Natasha, Arisa dan Jack. Tapi tidak ada jawaban sama sekali.
***
Saat ini Arisa dan Jack sedang melawan Amanda, mereka berdua melakukan itu untuk mengetes kemampuan mereka.
Jack menyerang Amanda dengan pedang nya, dengan cepat Amanda masih bisa menangkis semua serangan Jack, lalu Amanda membalas serangan Jack. Jack kesusahan menangkis serangan Amanda, tapi Jack masih tetap tenang, ia melakukan analisis untuk bisa membalas serangan Amanda.
Melihat Jack yang kesusahan, Arisa mengarahkan tangan nya ke arah langit, kemudian ia menggunakan sihir bola api. Arisa menembakan beberapa bola api ke arah langit-langit, lalu beberapa detik kemudian bola api yang di tembakan Arisa jatuh di atas Amanda dan Jack.
Amanda dan Jack melompat kebelakang, setelah Jack menatap kearah Arisa. "Apa yang kau lakukan bodoh." Arisa tidak menangggapi nya, kemudian Arisa mengarahkan sihir pelindung ke arah Jack. "Cepat serang dia Bodoh!" Arisa berteriak.
Mendengar Arisa, Jack pun langsung menerjang Amanda, bersamaan dengan pergerakan Jack, Arisa juga menembakan beberapa sihir angin, sihir angin ini untuk mempercepat gerakan Jack.
"Kerja sama yang bagus." Gumam Amanda.
Dengan gerakan cepat Jack mengayunkan pedang nya secara Diagonal kearah Amanda, Amanda pun terkena serangan Jack. Akibat serangan Jack Amanda terluka di bagian dadanya, bahkan luka itu sangat parah.
"Apa yang kau lakukan Jack!?" Arisa berteriak. "Kau ingin membunuh nya, coba kau sedikit menahan diri."
"Eh, tapi tadi kata Kak Amanda jangan menahan diri."
Jack dan Arisa pun bertengkar, Arisa marah karena Jack melukai Amanda dengan cukup parah. Natasha yang melihat pertarungan mereka bertiga tersenyum bahagia, setelah itu Natasha memberikan Ramuan penyembuh kepada Amanda.
"Kau memiliki murid yang hebat Natasha." Kata Amanda.
"Terima kasih, tapi gadis Elf itu di latih oleh Mira."
"Pantas saja, dia begitu ahli dalam menggunakan sihir. Ternyata Nona Mira yang melatih nya."
Saat Natasha dan Amanda asik mengobrol, mereka berdua mendengar suara seseorang yang tidak asing di belakang mereka. "Di sini kalian rupanya, aku mencari kalian kemana-mana."
Mereka berempat pun melihat asal suara tersebut. "No-nona Mira." Amanda terkejut.
"Sudah lama tidak bertemu Amanda, bagaimana perkembangan pembangunan nya?"
Dengan cepat Amanda berlutut. "Lancar Nona Mira. Tidak ada masalah apapun."
Arisa dan Jack berhenti bertengkar, kemudian mendekati Mira.
Saat aku sampai, aku melihat Arisa dan Jack sedang bertengkar, aku tidak tahu apa masalah nya, untung saja mereka sudah berhenti bertengkar.
Beberapa detik kemudian, para Vampir keluar dari rumah mereka, mereka semua mendekati ku, kemudian mereka berlutut.
"Kami sangat senang anda mampir ke sini nona Mira." kata salah satu Vampir.
"Nona Mira mohon ikuti kami!" Kata Amanda, sambil menarik tangan ku.
Melihat Mira, yang di sambut dengan cara seperti itu. Membuat Jack dan Arisa heran. "Kak Natasha, kenapa mereka begitu menghormati kak Mira." Arisa bertanya.
"Mira itu penyelamat kami. Tanpa Mira mungkin kami akan terkurung di tempat gelap selama nya. Karena itu mereka sangat menghormati Mira, mungkin mereka sudah menganggap Mira itu dewi mereka."
Aku di bawa ke sebuah bagunan besar. Bagunan itu sebesar Vila ku yang ada di Tiramisu. Lalu pada saat kami sampai di depan pintu bangunan itu, Amanda membuka pintu bangunan itu.
"Selamat datang di istana kerajaan Chia. Istana ini kami bangun untuk tempat tinggal nona Mira, jika Nona Mira mampir kesini." Kata Amanda.
Aku tertawa terbahak-bahak mendengar perkataan Amanda. "Tempat ini masih terlalu kecil untuk di bilang istana. Tapi kalian menyiapkan nya untuk ku, terima kasih."
Amanda dan Vampir lain nya senang mendengar perkataan ku. "Silahkan masuk nona Mira, kami akan menyediakan makanan. Anda mau apa?"
"Kalau begitu, aku ingin teh dan makanan yang manis."
***
Di sebuah istana, duduk seorang raja di sebuah kursi.
"berlutut kepada raja Milefolia!" salah satu pria berteriak.
"Semuanya, kalian tahu kan. Kalau tunangan anak ku di bunuh dengan cara tragis. Dia di bunuh di kota Tiramisu, kalau dia terbunuh di sini pasti pelaku nya sudah aku tangkap, sayangnya dia terbunuh di wilayah netral. Jadi kita tidak bisa apa-apa."
Lalu salah satu pria berdiri. "Mohon maaf atas kelancangan saya, baginda raja. Saya hanya ingin bilang kalau pelakunya mungkin saja organisasi yang bernama Low Light. Organisasi itu sudah menjadi permasalahan tiga kerajaan besar."
"Jadi apa maksud perkataan mu?" Raja bertanya.
"Saya hanya ingin menyampaikan, mungkin kita bisa bekerjasama dengan kerajaan lain Untuk membantu kita. Mencari pelaku yang membunuh anak saya."
"Aku mengerti perasaan mu Willy. Tapi sayang nya kerajaan besar juga tidak bisa sembarangan memasuki kota Tiramisu."
Ternyata orang yang bicara dengan raja, adalah ayah dari Wiliam.
"Willy, aku juga khawatir dengan Putri ku. Semenjak kematian Wiliam, Putri ku mejadi gila. Aku berharap jika aku bisa menangkap pelakunya, agar bisa membuat Putri ku sembuh."
Mendegar perkataan raja, Willy berpamitan kepada raja, kemudian ia keluar dari ruang tahta.
Willy pulang kerumah nya, Willy adalah seorang bangsawan di ibukota kerajaan Milefolia, rumah bangsawan dekat dengan istana kerajaan. Nama ibu kota kerajaan Milefolia adalah Moca. Saat sampai di rumah nya, Willy memanggil nama seseorang.
"Nomor satu kemari!" tiba-tiba muncul seseorang dengan pakaian serba hitam.
"Ada apa tuan Willy?" tanya orang itu.
"aku ingin kau menyusup ke organisasi Low Light yang berada di Tiramisu. Aku ingin kau mencari pelaku yang membunuh anak ku. Jangan sampai ketahuan, kau paham?"
Orang itu mengangguk. "Baiklah tuan, anda dan tuan Wiliam adalah orang yang menyewa kami, kami Silver Wolf akan mengerjakan apa yang anda perintahkan." Setelah menyelesaikan perkataan nya orang itu menghilang.
Melihat orang itu yang menghilang, Willy pun duduk di kursi nya.
"Sampai kapan kerajaan Milefolia berada di posisi ketiga terus. Sialan! Padahal jika anak ku menjadi raja, kerajaan Milefolia akan menjadi kerajaan nomor satu di Silia. Anak ku seratus kali lebih baik daripada raja pengecut itu."
***
Aku menikmati jamuan yang di sediakan para vampir untuk ku, para Vampir menyajikan banyak sekali manisan, dan mereka memiliki teh yang sangat enak. Saat ini aku seperti berada di surga, bahkan aku sampai lupa kalau aku sekarang sedang marah pada Natasha karena Natasha mengambil kue ku.
"Huuuft," Natasha menghembuskan nafas lega. "Sepertinya Mira tidak menyadari kalau aku yang memakan kue nya."
Mendengar perkataan Natasha, aku menelan makanan ku dengan cepat. "Kau kira aku tidak menyadari nya Natasha. Aku tahu kalau kau yang memakan kue ku." Mendengar perkataan ku Natasha langsung meminta maaf.
Setelah selesai makan, aku memanggil Arisa dan Jack.
"Kenapa kak Mira?" Jack bertanya.
"Karena kalian berhasil lulus dari latihan yang kami berikan. Aku akan memberikan kalian hadiah."
Arisa dan Jack, melompat kegirangan mendengar perkataan ku. Setelah itu aku mengajak mereka keluar dari bangunan yang di sebut istana oleh para Vampir.
"baiklah untuk hadiah pertama aku akan memberikan kalian ini."
Aku memberikan mereka sebuah kalung. Kalung itu memiliki hiasan yang terbuat dari cristal sihir.
"Buat apa kalung ini?" Tanya Jack.
"Coba kalian pakai!" Arisa dan Jack memakai kalung itu. "Dan sekarang coba kalian ikuti perkataan ku!" Arisa dan Jack mengangguk.
"Fly."
"Fly." Arisa dan Jack mengucapkan secara bersamaan.
Setelah mereka mengucapkan nya mereka berdua melayang setinggi lima meter. Arisa dan Jack terkejut saat mereka baru pertama melayang mereka berpelukan dengan erat.
"Arisa!! Jack!! Kalian bisa mendengar ku."
"Tenang saja kami bisa mendengar mu, Kak Mira." Arisa berteriak.
"Kalung itu membuat kalian bisa terbang. Untuk saat ini kalian belajar dulu bagaimana cara bergerak di udara."
Arisa dan Jack menjawab perkataan ku, kemudian mereka mencoba bergerak secara horizontal dan juga mereka mencoba bergerak secara vertikal.
Melihat Arisa dan Jack, yang kesulitan bergerak. Para Vampir mulai menumbuhkan sayap di punggung mereka dan ikut terbang bersama Arisa dan Jack.