From Mage Became Princess

From Mage Became Princess
Chapter 239 Bicara dengan tongkat Sihir Humanoid II



Sistem. Adalah entitas yang menciptakan, mengatur, dan menjaga alam semesta beserta isi nya. Dia adalah tuhan di dunia ini, dengan kekuatan tidak terkira...


Atau begitulah, Sistem yang di bicarakan oleh Gaztor saat di Kota Banitza dulu.


Tetapi sebenar nya salah... Sistem adalah sesuatu yang lain... Dan semua jawaban itu di jawab oleh Item sihir, ciptaan Sistem sendiri.


"Sistem adalah langkah keamanan yang di ciptakan alam semesta, sebagai bentuk perlawanan terhadap penjajah dari alam semesta lain. Orang dulu percaya Sistem adalah tuhan yang menciptakan alam semesta beserta segala nya, tetapi itu salah! Sebenarnya alam semesta lah yang menciptakan sistem."


Langkah keamanan dari penjajah alam semesta lain? Apa maksud nya? Itu berarti ada alam semesta lain selain alam semesta kita? Jadi maksud nya ada dunia lain? Jika itu benar... Ini adalah sesuatu yang sangat hebat! Tapi... Entah kenapa, aku tidak terlalu terkejut dengan itu. Seakan-akan aku sudah tahu semua hal yang di bicarakan tongkat sihir Humanoid itu.


Mengabaikan semua monolog di kepala ku, tongkat sihir Humanoid itu terus melanjutkan penjelasan nya.


"Dan program adalah sihir yang di ciptakan sistem untuk melawan penjajah dunia lain itu. Sihir Program adalah sihir pengendali segala nya, dengan kekuatan itu Sistem mampu menciptakan fenomena-fenomena yang ada di alam semesta ini. Karena itulah Sistem di sebut dengan Tuhan oleh orang-orang dulu."


"Apa sebenarnya sistem ini?" Tanya Natasha.


"Sistem adalah kumpulan energi kosmik yang tercipta saat penghalang antar alam semesta di jebol oleh penjajah sekitar 3000 tahun yang lalu."


"....Tunggu, energi kosmik? Penghalang antar alam semesta? Apa semua itu... Ada sumber energi lain di dunia ini, selain energi sihir...? Semua penjelasan mu makin membingungkan di sini." Natasha bertanya lagi, dengan sedikit tergesa-gesa dalam kata-kata nya. Mendesak tongkat sihir Humanoid untuk menjelaskan segera.


"Energi kosmik adalah-"


"Pertama jelaskan dulu, siapa penjajah yang kau maksud."


Saat tongkat humanoid ingin menjelaskan, aku memotong perkataan nya. Saat itu, Natasha langsung melihat ku dengan tatapan tercengang. Tetapi ia diam tidak memprotes perbuatan ku.


"Oh. Penjajah alam semesta asing ini, adalah Human dari bintang yang jarak nya triliunan mil dari bintang kita."


"Bagaimana kau bisa tahu jika mereka Human?"


"Dari karakteristik energi sihir nya, Nona Mira! Setiap Class, Setiap Ras, di seluruh alam semesta memiliki karakteristik energi sihir nya masing-masing. Karena itu Sistem mengetahui kalau penjajah dari alam semesta lain adalah Human!"


"....He-Hebat sekali... Human dari alam semesta lain itu, bisa menempuh jarak triliunan Mil." Kata Natasha berdecak kagum.


"Tidak. Para Human itu tidak sampai ke sini, mereka hanya mengirim alat sampai menembus batas alam semesta."


"Untuk membuat alat seperti itu saja sudah hebat...."


Natasha benar. Penjajah dari alam semesta lain ini... Pastilah sangat hebat."


"Tetapi," Tongkat Humanoid berbicara lagi. "Kini para penjajah itu bukan lagi Human, mereka adalah entitas lain yang di sebut Player. Mereka bisa berwujud Elf, Vampir, Giant, Demi Human, Human dan bahkan monster. Para Player ini lebih berbahaya dari pada Human dari alam semesta lain itu!"


Player...? Lagi-lagi kata asing yang terdengar akrab... Sial! Dari mana aku tahu kata Player ini!? Aku tidak bisa mengingat nya, aku mulai merasa takut sekarang...


"Apakah Player ini masih ada di dunia ini?" Tanya Natasha.


"Entitas Sistem masih ada di dunia ini, sudah jelas kalau Player itu masih ada! Tetapi aku tidak bisa mengetahui di mana mereka! Jadi percuma bertanya posisi mereka pada ku! Tetapi...." Tongkat Humanoid berhenti sebentar pada kata-kata nya, tersenyum sadis kepada kami. Udara di sekitar makin berat, membuat Natasha menelan ludah nya. "Mereka bisa berada di dekat mu, hanya saja kau tidak sadar... Lagipula Player mengambil bentuk apa saja!" Lanjut nya, menatap tajam ke arah Natasha.


"Benar!"


"Dan untuk menghapus entitas sistem, kita hanya harus membunuh semua Player kan?"


"Benar!"


Natasha tersenyum gembira, lalu berkata dengan percaya diri nya kepada Tongkat Sihir Humanoid. "Kalau begitu gampang!"


"Aku pikir tidak segampang itu Natasha, kau lupa, Player ini mahluk yang bisa menjelajah alam semesta yang jarak nya bertriliun mil, mereka pasti sangat kuat hingga bisa melakukan itu." Kata ku, menghapus harapan kosong Natasha.


"Ka-Kau benar..." Natasha menjawab ku dengan putus asa.


"Masalah penjajah itu sudah selesai kau jelaskan, sekarang tentang energi kosmik dan batas alam semesta itu."


"Oh benar... Energi kosmik adalah sumber dari semua energi yang ada di alam semesta ini. Energi sihir adalah hasil dari ekstrasi dari energi kosmik. Bisa di bilang energi kosmik adalah sumber dari segala nya! Dan batas alam semesta, kalau aku gambarkan dengan mudah itu adalah jaring. Jaring yang menutupi ujung dari alam semesta ini, tiga ribu tahun yang lalu jaring itu sobek dan penjajah dari alam semesta lain datang!"


"Dan sistem kau bilang adalah kumpulan dari energi yang begitu dahsyat itu?"


"Benar, Nyonya Mira!"


"...Begitu ya...."


"Apakah ada pertanyaan lagi?"


"Satu lagi. Nama mu siapa?"


"Glory Rod!"


"Kalai begitu, ku panggil kau Gloria..."


".....Kalau Nona Mira mau nya begitu. Baiklah... Mulai sekarang nama ku Gloria."


Setelah itu, kami mulai merencanakan pelarian. Tidak ada masalah dalam pelarian kami, tetapi masalah Tongkat sihir yang memiliki kesadaran Glory Rod menghilang akan jadi masalah buat kami jika ketahuan. Karena itu, kami memutuskan untuk menggunakan sihir (Mind Control) untuk menghapus ingatan penduduk istana tentang keberadaan Glory Rod.


Saat kami berada di luar istana, terbang di atas langit. Aku memegang Glory Rod.


Untuk catatan : Itu awal nya mendesah sangat keras saat ku pegang, yang membuat perasaan jijik mengalir melalui tulang punggung ku, itu membuat ku ingin melempar tongkat itu menjauh. Hanya saja, rasa jijik itu ku tahan hingga Glory Rod berhenti mendesah.


Aku mengarahkan Glory Rod kelangit, lingkaran sihir berwarna putih pucat muncul menutupi seluruh istana. Aku mengucapkan mantra, kemudian menghapus ingatan seluruh penduduk istana tentang Glory Rod.


Dengan begini, misi mengambil tongkat sihir di istana Kerajaan Dwarvania selesai.


...Hanya saja, sehari kemudian penduduk kota Linguini menjadi heboh setelah dua lingkaran sihir muncul pada malam hari.


Itu bukan urusan ku... Jadi masalah itu, tidak akan ku perbaiki.