
Natasha mendarat tepat di samping Mira yang masih terbaring di tanah, dengan wajah di penuhi kekhawatiran ia memeriksa kondisi Mira, tidak berselang lama Jack turun dari atas langit.
"Mira! Mira!" Natasha memanggil-manggil Mira sambil mengguncang-guncang tubuh nya. Mira tidak merespon. Mengetahui hal itu Natasha memeriksa denyut nadi dan nafas Mira, nadi nya masih berdenyut dan ia masih bernafas dengan normal. Untung nya Mira tidak mati, hanya saja ia tidak sadarkan diri, tubuh nya juga tidak ada luka sama sekali. Tahu kalau Mira masih hidup, Natasha menghela nafas lega, setelah itu ia melihat ke arah ke tiga Player yang masih berdiri beberapa meter dari tempat nya berdiri.
"Apa yang kalian lakukan pada Mira!?" Tanya Natasha dengan suara rendah dan wajah di penuhi dengan amarah.
"Oy... Jangan menuduh kami seperti itu, kami tidak melakukan apapun pada nya." Jawab Siegurd sambil tersenyum mengejek.
Natasha yang melihat wajah Siegurd terdiam membeku, kemudian dengan nada ragu Natasha bertanya pada nya. "Kau... Kau Sieg?"
"Aaaah.... Sudah lama aku tidak mendengar nama itu. Itu benar. Aku adalah pahlawan yang di puja-puja Ras Human, Sieg!" Kata Siegurd dengan menyombongkan diri nya.
".... Dia pahlawan Sieg..." Gumam Jack dengan mata terbelalak setelah mendengar pernyataan dari Siegurd.
"... Dan juga, bukankah kau Raja Elf sebelum Oberon? Setahu ku kau sudah mati, bagaimana kau bisa hidup kembali?" Tanya Natasha sambil memandangi wajah Javelin.
"Kalian sudah saling kenal?" Tanya Bruno yang tidak mengetahui kalau Natasha mengenal kedua teman nya.
"... Aku tidak mengenal nya, dia hanya mengenal ku secara sepihak."
"Aku mengenal nya. Dia adalah Ratu dari Ras Vampir."
Javelin dan Siegurd menjawab pertanyaan Bruno secara bersamaan, membuat suara mereka saling tumpang tindih, untung saja Bruno dapat memahami perkataan mereka walaupun suara mereka tumpang tindih.
"Hmmm....? Bukankah kau telah menghabisi mereka beberapa ratus tahun yang lalu?" Tanya Bruno saat mendengar jawaban dari Siegurd kalau ia mengenal Natasha yang seorang ratu dari Ras Vampir.
"Aku hanya menyegel mereka, tetapi aku tidak menyangka Mira yang akan melepaskan segel itu. Takdir memang sulit untuk di tebak ya..." Jawab Siegurd sebelum menghela nafas lelah.
Setelah mendengar jawaban dari Siegurd, Bruno melihat ke arah Natasha dengan tatapan serius. "Nama mu Natasha kan? Apa yang akan kau lakukan sekarang? Ku sarankan kau membawa Mira pergi dari sini, aku tidak ingin dia menghalangi rencana kami."
"... Sebelum itu, aku ingin bertanya pada kalian. Apa hubungan kalian dengan Mira? Bagaimana kalian bisa mengenal nya?" Tanya Natasha.
"Untuk hal itu, lebih baik kau tanyakan Mira langsung setelah ia sadar. Sangat merepotkan menjelaskan semua nya dari awal." Jawab Bruno atas pertanyaan Natasha.
".... Begitu ya... Kalau begitu, aku ingin kalian menjawab pertanyaan ini... Apakah kalian musuh Mira?" Mendengar jawaban Bruno, Natasha terdiam sejenak sebelum akhir nya ia bertanya lagi kepada Bruno dengan wajah serius, udara di sekitar Natasha menegang saat ia bertanya.
Setelah puas mendengar jawaban Siegurd, Natasha tanpa basa-basi langsung bergerak ke depan Siegurd dengan kecepatan cahaya, ia sudah memegang pedang darah dengan kedua tangan nya, bersiap-siap menebas Siegurd.
"Eh?" Melihat Natasha yang sudah ada di depan nya, Siegurd hanya bisa memasang wajah bodoh, tidak bisa memproses apa yang baru saja terjadi. Karena itu, tanpa bisa bereaksi Natasha berhasil menebas kepala Siegurd, memenggal kepala nya dengan potongan rapi.
Javelin dan Bruno yang melihat teman nya yang mati seketika hanya bisa diam mematung dengan mata terbelalak kaget. Saat Natasha bergerak lagi, hendak menebas Javelin yang berada tepat di samping Siegurd, Bruno bergerak dengan kecepatan tinggi menarik kerah baju Javelin, menghindari tebasan Natasha sebelum tebasan nya mengenai leher Javelin.
"Siapapun musuh Mira, akan ku bunuh!" Kata Natasha dengan dingin, aura membunuh Natasha begitu kuat sehingga membuat Javelin dan Bruno merinding.
"Javelin bersiap! Dia serius ingin membunuh kita!" Teriak Bruno kepada Javelin yang masih terduduk di tanah sambil menatap kawan nya yang kepala nya baru saja di penggal Natasha. Mendengar teriakan Bruno, Javelin langsung berdiri tegak lalu ia dengan cepat mengambil sebuah tombak dari (Inventori) nya.
"Siegurd sialan! Bicara seenak jidat nya!" Gumam Bruno dengan wajah kesal.
Melihat kedua belah pihak bersiap hendak bertukar serangan, Jack yang selama ini juga terdiam, akhir nya menghunuskan pedang nya, bersiap menghadapi Javelin dan Bruno.
Pertarungan Javelin dan Siegurd melawan Natasha dan Jack pun di mulai.... Atau begitulah seharus nya. "Anu... Sebelum kita mulai, apa yang harus kita lakukan pada Kak Mira? Kita tidak bisa membiarkan nya terbaring di sana terus, dia akan mengganggu pertarungan." Ketegangan dari kedua belah pihak hancur seketika saat Jack membuka mulut nya, mengungkapkan fakta yang telah di lupakan oleh Javelin, Bruno, dan Natasha.
Mendengar perkataan Jack, Javelin menurunkan tombak nya, di ikuti oleh Natasha setelah itu Bruno berbicara kepada Natasha. "Sudah ku bilang kan, lebih baik kau pergi saja, dan bawa Mira bersama mu."
Natasha mengabaikan perkataan Bruno, ia kemudian bergerak ke arah Mira dengan kecepatan tinggi, mengambil kasur dari (Blood Box) nya, ia mengangkat Mira yang masih terbaring di tanah lalu membaringkan nya di atas kasur dengan lembut sebelum akhir nya Natasha membuat kubah pelindung dari darah nya. Kubah yang di buat Natasha sangat kuat, hanya Mira dengan kekuatan penuh nya yang bisa menembus kubah itu.
"...." Javelin dan Bruno hanya bisa melihat Natasha dengan tatapan kosong, seolah-olah tidak percaya apa yang di lakukan Natasha.
Setelah beres mengurus Mira, Natasha melihat ke arah Javelin dan Bruno, tanpa berkata apapun dia bergerak ke arah mereka berdua dengan kecepatan tinggi, pertarungan pun benar-benar di mulai.
Natasha dalam sekejap mata sudah berada di depan Javelin, dengan pedang di tangan nya ia mengayunkan pedang nya ke arah leher Javelin, mencoba memenggal kepala nya. Tebasan Natasha sangat cepat, dan juga sangat kuat, orang biasa sudah pasti tidak akan bisa menangkis serangan itu. Tetapi Javelin berbeda, dia adalah seseorang berlevel seratus, serangan super cepat dan kuat milik Natasha dapat dengan mudah ia tangkis dengan tombak nya. Walaupun berhasil menangkis serangan Natasha, Javelin tidak mampu menahan gaya dorong sewaktu tombak nya dan pedang milik Natasha beradu kekuatan, alhasil Javelin pun terlempar akibat gaya dorong itu.
Natasha tidak berpuas diri karena berhasil membuat Javelin terlempar, ia tidak berhenti menyerang, malahan ia menyiapkan serangan lain. Pedang di tangan Natasha berubah bentuk menjadi tombak, dengan sekuat tenaga Natasha melemparkan tombak nya ke arah Javelin.
Tombak itu bergerak sangat cepat, sehingga tidak dapat di lihat dengan mata telanjang. Dan juga Javelin masih dalam posisi yang tidak menguntungkan untuk menangkis serangan Natasha, jika ia memaksa menangkis serangan Natasha sudah bisa di pastikan serangan nya akan mengenai Javelin tanpa masalah. Mengetahui hal ini, Bruno bergerak dengan kecepatan tinggi ke depan tombak Natasha, ia dengan cepat merubah tubuh nya menjadi Adamantite, logam terkeras di dunia.
Dengan tubuh nya yang telah berubah menjadi Adamantite, Bruno menerima serangan Natasha. Logam terkuat di dunia bukan hanya julukan belaka, dengan tubuh yang sudah berubah menjadi Adamantite, Bruno berhasil menahan serangan Natasha.