From Mage Became Princess

From Mage Became Princess
Chapter 178 Keceplosan



Author's Note :


Maaf saya jarang Update. Mau bagaimana lagi, saya kehabisan ide cerita. Rencana nya cerita ini mau saya cepat tamatkan, tapi malah semakin lama dari rencana awal.


Rencana awal saya mau namatkan cerita ini 6 bulan dari awal cerita ini rilis, tapi makin lama saya semakin menikmati cerita yang saya tulis. Tapi sekarang, saya sudah tidak dapat menikmati cerita saya lagi karena saya makin bingung mau ngembangin cerita ini gimana.


Jadi pertama saya pengen minta maaf, karena jarang Update. Terus saya pengen minta maaf lagi, untuk kedepan nya saya akan semakin jarang Update, bisa seminggu sekali. Karena saya lagi kekurangan ide cerita. Sekali lagi saya minta maaf.


Do'a kan saja saya bisa mengatasi masalah ini secepat nya. Biar saya konsisten Update tiap hari kayak dulu, karena saya pengen mempercepat menamatkan cerita ini. Jadi doa kan saya dapat ide cerita yang menarik untuk kalian.


Sekian terima kasih.


------------------------------------------------------------------------


"Jadi?" Tanya Yuri menatap lurus ke arah mata Jack.


Mata Jack yang di tatap mata Yuri, mulai panik, itu seakan-akan ingin lari, mata Jack melirik ke segala arah dengan panik, sedangkan Jack sendiri mengambil langkah mundur saat di tatap lurus oleh Yuri.


"Jadi Apa?"


"Jadi..... Kenapa bisa seperti ini? Kenapa aku bisa berada di tanah entah berantah yang di penuhi monster, dan bersama dengan mu? Lalu kenapa Wilson mengincar ku? Jelaskan semua padaku sekarang!"


Ga.... Gawat!! Apa yang harus ku jelaskan!? Pikir Jack panik.


Jack pun mulai menenangkan diri, lalu ia berdehem, kemudian menjelaskan semua kejadian. Tentu saja dengan cerita yang di buat-buat. Kalau cerita sebenarnya di ceritakan ke Yuri, Mira pasti akan marah dengan berkata. 'Kenapa kau memberitahu nya bodoh!'


Hanya membayangkan ekspresi Mira saja, sudah membuat Jack merinding dan ketakutan setengah mati.


"Se-sebenarnya...... Wilson ingin menjadi raja, dengan menikahi Putri Yuri, jadi dia mengendalikan pikiran Putri Yuri."


"Kalau memang Wilson ingin mendapatkan tahta raja, dia hanya harus menjadi pengantin Kak Nina atau Mira kan? Kenapa harus aku?"


Be-benar juga!!!


Ba-bagaimana ini!? Cerita yang barusan kurang meyakinkan, lagipula aku bukan Kak Mira yang bisa memikirkan rencana, atau skenario palsu dalam waktu singkat. Untuk membuat rencana dan skenario palsu setingkat Kak Mira aku memerlukan waktu berjam-jam. Aku ini tidak pandai menggunakan otak ku! Kenapa aku malah terjebak dalam situasi ini!? Aaaaakh.... Sekarang bukan waktu nya untuk protes, lebih baik aku memikirkan jawaban yang bagus.... Tapi...... Apa jawaban yang bagus....


"Oooooy. Kenapa? Kenapa kau melamun?"


"Ah, maaf."


"Lalu kenapa Wilson memilih ku?"


Aku harus jawab apa!? Aaaakh. Jawab sembarang aja!


"I-itu karena Putri Yuri adalah seorang gadis cantik, siapapun pasti mau menikahi Putri Yuri. Bahkan aku saja sampai jatuh cinta pada pandang pertama saat melihat kecantikan Putri Yuri."


"Eh?"


"Eh?"


"......"


"......"


Mereka berdua saling menatap, terdiam tanpa berkata-kata selama beberapa detik. Mereka berdua di landa perasaan bingung.


Yuri kebingungan dengan apa yang ia dengar, dan Jack bingung dengan apa yang ia katakan.


Setelah beberapa detik, bom di ledakkan.


Wajah mereka berdua memerah seperti tomat, karena malu. Jack langsung berbalik membelakangi Yuri.


'Apa yang barusan ku katakaaaaaan! Itu sama saja aku mengungkapkan perasaan ku padanya!! Aaaaaaakh!!! Rasa nya sangat memalukan aku ingin mati sekarang!!' Jack berteriak dalam pikiran nya. Sambil meringkuk ke tanah.


'A-aku nggak salah dengarkan!? Ba-baru saja dia........ I-ini pertama kali dalam hidup ku, ada seseorang yang menyatakan cinta padaku..... A-a-apa yang harus ku lakukan!? Aaaaaaakh' Pikir Yuri sambil menundukkan kepala nya. Wajah nya sangat merah sekarang, ia pun makin kebingungan harus berbuat apa, karena ini pengalaman pertama dalam hidup nya.


Tinggalkan dulu, kedua orang yang di landa perasaan malu dan bingung ini untuk sementara. Mari kita lihat apa yang terjadi di kota Banitza.


Jika tugas mereka sudah selesai, berarti para warga kota sudah sadarkan diri? Jawaban nya benar, mereka sudah sadarkan diri.


Tapi ada hal aneh saat mereka sudah sadarkan diri, setidak nya aneh bagi Mira. Para warga kota, saat sadar kehilangan ingatan mereka saat mereka di kendalikan oleh parasit ciptaan Gaztor.


Hal ini aneh karena, saat Arisa di kendalikan, Arisa memiliki ingatan sewaktu dia di kendalikan, sedangkan para warga kota tidak memiliki ingatan itu.


"Kenapa bisa seperti itu Mira?"


Natasha yang terbang di samping Mira bertanya, saat ini Natasha, Arisa dan Mira sedang terbang ke arah ibu kota Caramel. Sedangkan para Vampir terbang kembali ke danau Denizi.


"Entahlah.... Hanya Gaztor yang membuat parasit, dan Wilson yang menggunakan mahluk itu, yang tahu kenapa bisa seperti itu. Lagi pula ini menguntungkan bagi ku, aku tidak harus melakukan hal merepotkan seperti menghapus ingatan para Warga."


Setelah mendengar jawaban Mira, Natasha tidak bertanya lagi.


Ngomong-ngomong tentang Wilson, sehabis di siksa oleh Arisa, ia menjadi gila. Tapi Mira tidak membiarkan dia menjadi gila, Mira pun memberikan sihir penyembuhan kepada Wilson, tapi sihir penyembuhan tidak berguna untuk penyakit mental. Alhasil, Arisa di suruh Mira menggunakan Super Magic : Time Control. Untuk mengembalikan kondisi mental Wilson sebelum ia di siksa.


Akibat sihir itu Arisa menjadi sangat kelelahan, itu masih efek samping yang sangat ringan, dari pada efek samping yang di derita Mira, hingga ia harus pingsan dan mimisan.


Karena Arisa kelelahan, Natasha dan Mira pun terbang dengan kecepatan yang sama dengan Arisa. Sejujur nya itu sangat lambat, ia mungkin bisa sampai di ibu kota subuh nanti. Mereka juga tidak bisa menggunakan (Teleportation), karena sihir Mira belum pulih, Mira bisa saja menggunakan sihir itu untuk jarak dekat, tapi untuk jarak jauh jawaban nya tidak bisa. Begitu juga Arisa, ia tidak bisa menggunakan (Teleportation) karena sihir nya belum pulih juga sehabis menggunakan Super Magic.


Dan yang terburuk nya mereka tidak membawa Cristal sihir.


Karena tidak ada pilihan lain, mereka pun pulang dengan cara terbang.


Saat mereka rerbang dengan santai, tiba-tiba Arisa menggigil.


"Kedinginan Arisa? Padahal sudah pakai sihir Barrier."


Arisa menggelengkan kepala nya untuk menjawab pertanyaan Mira.


Saat Arisa dan Mira menggunakan sihir (Fly) mereka menggunakan sihir (Barrier) juga. Itu untuk menutupi mereka dari terpaan angin yang kencang saat mereka terbang, itu juga berguna untuk mencegah suhu dingin saat terbang. Sedangkan untuk Natasha, tidak munggunakan nya.


"Aku merasakan Jack melakukan sesuatu yang memalukan hingga membuat ku menggigil."


"Berarti pilihan kita untuk tidak menyusul Jack itu tepat."


"Hah? Apa maksud Kak Mira?"


"Kau akan tahu saat Jack dan Kak Yuri pulang, itu pun kalau Jack berhasil."


"Aaaaah," Natasha yang mengetahui arti di balik perkataan Mira angkat bicara. "Jadi begitu ya....... Untuk alasan itu Mira, aku ingin menghisap darah kakak mu. Untuk kasus gadis seperti dia, mungkin darah nya enak untuk di minum."


"Tidak boleh."


"Cih..... Dasar pelit..... Sebagai ganti nya bayar dengan darah mu!"


"Darah Arisa!"


"Eeeeeeh, kenapa malah darah ku? Dan juga apa yang kalian bicarakan dari tadi?"


"Sesuatu yang menarik.... Tunggu saja mereka pulang, kau pasti akan tahu jawaban nya."


Arisa menghela nafas. "Apakah Jack baik-baik saja?"


"Tidak mungkin dia baik-baik saja. Setidak nya dia akan pulang dalam keadaan luka parah, atau mungkin dalam keadaan sekarat." Jawab Mira.


"Bukan nya kita harus menolong nya?" Tanya Arisa.


"Arisa. Saat ini Jack anggota terlemah dalam grup kita. Tanpa pedang pahlawan Sieg, dia tidak bisa apa-apa. Dengan membiarkan dia menyelesaikan masalah ini, pasti bisa membantu Jack menjadi lebih kuat. Kita tidak tahu kapan ancaman akan datang."


Ancaman?"


"Itu benar ancaman. Aku merasakan, dalam waktu dekat, atau mungkin beberapa tahun lagi, akan ada ancaman yang bisa membahayakan dunia."


Arisa dan Natasha merinding mendengar perkataan Mira. Walaupun itu adalah dugaan tidak berdasar, dan tidak ada bukti itu akan terjadi, tapi mereka berdua percaya pada tuan yang sudah menyelamatkan hidup mereka, dan mereka akan membantu sebisa mungkin untuk menghadapi ancaman itu.