From Mage Became Princess

From Mage Became Princess
Chapter 139.4 Alasan kenapa Catherine dan kawan-kawan nya di keluarkan.



Pada tahun 2035 alat VR yang dapat membuat mimpi sebagai alat berhubungan di buat.


Alat ini menyambungkan otak seseorang menggunakan jaringan WIFI sebagai penghubung nya.


Perusahaan pembuat alat VR merilis alat ini bersamaan dengan Software Game bernama Fantasia Kingdom. Sebuah Game MMORPG fantasy.


Saat alat dan Game ini Rilis, banyak orang yang mencekam alat ini. Mereka mengatakan, alat ini dapat merusak otak karena menyambungkan jaringan WIFI melalui otak agar mimpi dapat berhubungan.


Tapi perusahaan alat VR sudah menyelesaikan masalah ini sebelum perilisan, jadi mereka mengatakan kalau alat VR sama sekali tidak berbahaya. Tapi tetap, orang-orang takut untuk mencoba nya, alhasil alat VR dan Game Fantsia kingdom tidak ada yang mau membeli.


Hingga pada 6 bulan perilisan, alat ini hanya di beli sebanyak 100 buah, dan 100 copy untuk game nya.


1 tahun setelah perilisan, alat VR masih sedikit pembeli nya. Jadi mereka merilis Game lagi, yang bernama Racial War. Berharap agar pembeli alat VR semakin bertambah, dan pihak perusahaan juga menunjukkan demonstrasi Game di depan umum agar masyarakat tahu kalau alat VR tidak berbahaya.


Berkat Demonstrasi dari pihak perusahaan, banyak Masyarakat yang mengetahui kalau alat VR tidak berbahaya. Alhasil, penjualan alat VR meningkat, walaupun masih belum mencapai angka 1000.


Lalu 2 tahun kemudian, tepat nya tahun 2038. Suatu insiden yang melibatkan VR terjadi. Insiden itu adalah tawuran antara Player Fantasia Kingdom dan Racial War.


Pada tahun itu, penggemar alat VR meningkat pesat, angka nya mencapai ratusan ribu, dan penggemar alat VR itu terbagi 2 kubu.


Kubu penyuka Game Fantasia Kingdom, dan kubu penyuka Racial War.


Kedua kubu itu sering mengadakan tawuran, yang membuat tahun 2038 menjadi tahun paling kacau di karenakan banyak nya tawuran yang terjadi.


Kenapa bisa sampai terjadi tawuran? Padahal yang di bahas hanya sebuah Game.


Itu karena penggemar garis keras kedua Game tersebut sudah menjadikan kehidupan Game sebagai kehidupan dunia nyata, dan kehidupan dunia nyata di anggap sebagai kehidupan Game.


Penggemar garis keras inilah yang menghasut penggemar lainnya untuk saling menyebarkan kebencian.


Karena tawuran terus terjadi, pihak perusahaan di minta oleh Presiden negara untuk menarik alat VR dan Software game yang sudah beredar di pasaran, presiden juga menyuruh orang tua untuk menghancurkan alat VR anak mereka.


Alhasil alat VR di tarik dari pasaran, dan banyak orang tua yang menghancurkan alat VR anak-anak mereka.


Tapi seminggu setelah itu, terjadi Demo besar-besaran.


Saat itu negara makin tambah kacau, kedua kubu penggemar bersatu dalam demo itu.


Demo itu berlangsung berbulan-bulan, kedua kubu penggemar tidak ada yang mau menarik diri. Saat itu banyak korban yang berjatuhan dari pihak penggemar Game.


Penggemar Game pada saat itu banyak yang masih di bawah umur, karena itu presiden meminta pihak perusahaan alat VR untuk memasarkan lagi alat VR mereka. Kenapa presiden meminta hal itu? Alasan hanya satu.


Presiden tidak mau banyak anak muda yang mati akibat demo.


Saat itu pemasaran ulang alat VR terjadi pada akhir tahun 2038 tepat nya tanggal 30 desember.


Lalu pada awal tahun 2039, tepat nya tanggal 10 januari. Pihak perusahaan menarik software game Fantasia kingdom dan Racial War.


Pihak perusahaan tidak mau penggemar kedua Game tersebut bertambah, karena takut akan terjadi tawuran lagi.


Keputusan yang di buat pihak perusahaan tepat. Pada tahun 2039 angka tawuran antara kedua kubu Player menurun drastis.


Itu dikarenakan, banyak Player yang mulai bosan bermain Fantasia Kindom dan Racial War, hanya penggemar garis keras yang masih melakukan tawuran.


Lalu tahun berlalu lagi. Tahun 2044, angka Player Fantasia Kingdom dan Racial War tinggal sedikit, saking sedikit nya, jumlah Player pada saat itu dapat di hitung dengan jari.


Perusahaan pun menutup server kedua Game tersebut, sekaligus mereka mengumumkan Game baru yang menggabungkan unsur Fantasia Kindom dan Racial War.


Nama Game tersebut adalah Fantasy Life.


Mendengar hal itu kedua kubu Player menjadi berdamai.


"Lalu setahun kemudian, tepat nya pada tahun 2045 Game Fantasy Life dirilis. Angka penjualan pada saat itu mencapai 1 juta copy! Bagaimana kau faham?" Tanya Tipe.X kepada ku.


"Apa hubungan nya cerita barusan dengan Catherine dengan kawan-kawan nya!?" Aku bangkit dari duduk ku dan berteriak kesal kepada Tipe.X yang membuang waktu ku untuk menceritakan cerita yang tidak penting.


Aku menenangkan diri, duduk kembali, lalu menghela nafas panjang.


Ini pertama kali nya aku marah sebagai Mira.


"Kau tidak faham dengan cerita barusan... Baiklah aku akan jelaskan kenapa mereka di usir... Haaaa, sungguh melelahkan bercerita panjang lebar begini."


"Aku tidak minta kau bercerita! Dasar sialan!!" aku berdiri. "Sudahlah, aku ingin kembali ke markas. Catherine kau mau ikut?"


"Eh!?" Catherine terkejut.


Kenapa dia terkejut?


Pundak ku di tekan oleh Tipe.X lalu ia mendudukkan ku kembali ke bangku.


"Tenang dulu, dengarkan cerita ku sampai habis."


Catherine mendekati ku, lalu ia berbisik pada ku. "Kau hebat Mira. Tidak ada yang berani berteriak pada Tipe.X. bahkan kalau dia mulai bercerita tidak ada yang berani untuk pergi. Tapi kau berani melakukan kedua hal itu. Saran ku lebih baik kau dengarkan saja dia. Hanya itu cara kau dapat bebas dari siksaan ini."


Aku menghela nafas.


Rencana awal ku duduk di sini untuk menghilangkan kelelahan, tapi sekarang aku menjadi sangat lelah. Aku menghela nafas lagi.


"Silahkan cerita! Tapi... Kalau dari keluar topik masalah, aku akan langsung pergi dari sini."


"Baiklah. Akan ku ceritakan. Tapi sebelum itu akan ku jelaskan unsur Game Fantasia Kingdom dan Game Racial War yang ada di FL."


"Tidak perlu, aku sudah tahu. Unsur Class di FL berasal dari Fantasia Kingdom dan unsur Ras di FL berasal dari Racial War. Dari cerita mu aku bisa menarik kesimpulan kesitu... Haaaa, sudahlah jelaskan saja kenapa bisa Catherine dan teman-teman nya di usir!"


Dengan suara berat aku menyuruh Tipe.X.


"Ternyata kau faham dengan cerita ku sebelum nya. Baiklah akan ku jelaskan kenapa mereka bisa di usir."


Di FL ada terdapat fungsi Class, itu adalah pengganti fungsi Job yang biasa ada di game MMORPG. Tapi fungsi Class tidak seluas fungsi Job. Karena Class adalah penggabungan berbagai Job menjadi satu. Contoh nya :


Class Berseker adalah penggabungan Job Fighter dan Tank.


Class Knight adalah penggabungan Job Assassin dan Fighter


Class Lancer penggabungan Job Marksman dan Mage.


Class Archer pengganti Job Marksman dan Assassin.


Dan Class Mage penggabungan Job Mage, Healer. dan Marksman.


Jadi intinya Class itu adalah versi sempit dari Job. Pertama Player kesusahan dengan fungsi Class ini, itu karena setiap Job memiliki penyusuaian status. Contoh nya Job Assassin yang harus memaksimalkan Stat AGI. Dan juga saat pertama kali buat Character di FL, tidak ada penentuan Class. Class di pilih saat salah satu Stat mencapai level 20. Contoh nya Mira. Ia menaikkan Stat INT, dan dia memilih Class Mage. Lalu Ras dapat di pilih saat Character sudah mencapai 30.


Class dan Ras sangat berhubungan, karena Ras dapat membuka potensi tersembunyi dari Class. Contoh nya, seorang Player memilih Class Archer dan dia memilih Ras Elf. Maka Player itu akan membuka potensi dari Class Archer. Potensi tersebut beragam, Player bisa mendapatkan Rare Item atau mendapatkan Skill khusus atau penambahan Status.


"Sampai sini kau faham?"


"Hmmm. Begitu ya.... Jadi mereka di usir itu karena Ras mereka tidak sesuai dengan Class mereka. Baiklah aku faham, jadi bisa aku pergi?"


"Kau benar. Karena itulah mereka di usir... Mereka menyia-nyiakan potensi Class mereka, karena itulah Guild kami kalah dalam event."


"Event?"


"Event rahasia yang hanya di ketahui 3 Guild besar. Saat itu aku mengirim mereka berempat untuk menyelasaikan event itu. Tapi mereka gagal, itu di karenakan mereka menyia-nyiakan potensi Class mereka. Aku ingin bilang ini, jika kau satu Guild dengan mereka, lebih baik cepat kau keluar dari Guild mereka. Kau tidak akan mendapatkan untung jika ikut Guild mereka, baiklah.... Kalau begitu aku pergi dulu."


Setelah mengatakan itu ia pergi entah kemana.


Setelah Tipe.X pergi Catherine dan kawan-kawan berekspresi sedih dan menundukkan kepala mereka dalam-dalam.


"Mira yang di katakan Tipe.X benar. Jika kau ingin keluar Guild maka-"


"Kalian bodoh?" Aku memotong perkataan Bruno. "Yang bayar biaya pembuatan Guild siapa? Aku kan yang bayar. Lalu kalian menyuruh ku untuk keluar. Kalian kira aku akan bilang 'Baiklah aku keluar.' Tidak. Aku tidak akan bilang begitu. Guild ini di buat menggunakan uang ku, jadi aku tidak ingin keluar dari Guild ini. Walaupun jika aku ikut Guild ini tidak mendapatkan untung sama sekali, aku tidak akan keluar. Titik. Jadi jangan pernah menyuruh ku untuk keluar lagi. Kalian faham?"


Mendengar perkataan ku mereka berempat tersenyum bahagia.


"Kalau begitu, kita buka pengumuman turnamen nya."