From Mage Became Princess

From Mage Became Princess
Chapter 95 Masih Jack Vs Monster



Aku melihat dari langit, Jack menebas bola hitam dari monster, kemudian akibat dari tebasan Jack membuat kaki monster ikut tertebas.


"Woow, boleh juga."


Anak yang ku gendong, tiba-tiba bergerak. Aku melihat ke anak kecil yang ku gendong, kelopak anak yang ku gendong bergerak, lalu mata anak yang ku gendong pun terbuka lebar.


Saat matanya terbuka lebar, anak yang ku gendong langsung merintih kesakitan.


"Ke-kenapa kau?"


"Ka-kaki!!! Kaki ku!!! Aaaaaah!!" Teriak anak yang ku gendong merintih kesakitan.


Aku melihat ke arah kaki anak yang ku gendong, ternyata kaki anak yang ku gendong, hancur lebur hingga tidak berbentuk lagi. Aku pun menggunakan sihir (Heal) ku. Kaki anak yang ku gendong langsung menjadi utuh kembali.


"Su-sudah tidak sakit lagi?" Kata Anak yang ku gendong.


Anak yang ku gendong menggerakkan kepalanya. Kemudian ia sadar kalau saat ini diri nya berada di langit. "Waaah," Anak yang ku gendong berteriak, ia dengan reflek memeluk ku. "Ki-kita terbang?" Kata anak yang ku gendong keheranan.


"Kau benar kita terbang."


"Apakah ini mimpi?" Kata Anak yang ku gendong.


"Kau benar ini mimpi." Aku memakai sihir (Sleep) ku, ke anak yang ku gendong. Saat terkena sihir ku, anak yang ku gendong langsung tertidur. Setelah anak yang ku gendong tertidur, aku menggunakan sihir (Mind Reading). Untuk mencari tahu ibu dari anak yang ku gendong.


Akhir nya aku dapat informasi tentang ibu nya, aku menggunakan sihir (Clairvoyance) untuk mencari keberadaan ibu nya. Aku menemukan ibu nya, kini ibu nya berada 100 meter di luar kota. Mungkin ia sedang mengungsi karena serangan monster.


Aku berteriak memanggil Jack. "Jack!!"


"Kenapa Kak Mira!?"


"Percuma!! Mau kau tebas berapa kali. Tubuh monster itu akan terus bergenerasi."


"Da-dari mana kak Mira tahu hal itu!?" Kata Jack terkejut.


"Aku bisa melihat kaki monster itu sekarang sedang dalam proses bergenerasi."


"Ja-jadi apa yang harus ku lakukan!?" Kata Jack.


"Pikir sendiri."


"Eeeeeh," Kata Jack terkejut. "Bagaimana bisa aku memikirkan hal yang sulit seperti ini?" Kata Jack.


"Sudahlah... Aku ingin mengatar anak ini, intinya pikir sendiri cara mengalahkan monster itu.... Dan yang paling penting jangan di bunuh!"


Aku langsung menggunakan sihir (Growth). Tubuh ku langsung berubah menjadi wanita dewasa yang cantik, dengan dada besar. Kemudian aku menggunakan sihir (Teleportation). Untuk pergi ke tempat ibu, anak yang ku gendong.


Jack melihat Mira, merubah diri nya menjadi wanita dewasa, kemudian Mira menggunakan sihir (Teleportation) nya.


"Kak Mira!!" Teriak Jack.


Monster di depan Jack berdiri, Jack pun mengambil posisi siap kembali.


"Sial!!" Kata Jack.kesal. "Jadi aku harus memang melawan nya sendiri."


\*\*\*


Natasha pergi dengan cepat menuju ke restoran tempat Arisa kencan, akhirnya mereka dapat melihat Restoran darj jauh, saat mereka melihat dari jauh, mereka melihat seluruh penduduk daerah bangsawan, berkumpul dinsekitar restoran, dan juga para bangsawan yang mereka awasi, berdiri di depan pintu masuk Restoran.


"Buat mereka tidak sadarkan diri!" Kata Natasha memberi perintah ke para Vampir.


"Baik!!" Jawab seluruh Vampir.


"Jangan hisap darah mereka!!" Kata Natasha.


"Ba-baik!!" Kata seluruh Vampir kecewa.


"Jadi kaliang ingin menghisap darah mereka ya."


Para Vampir pun melesat dengan cepat, ke arah para penduduk. Kemudian para Vampir, memukul tenguk seluruh penduduk, sehingga para penduduk pun pingsan.


Setelah para Vampir, berhasil membuat pingsan para penduduk. Sekarang giliran Natasha, Natasha melesat ke arah pintu masuk, ia terus menerobos barisan para bangsawan yang berdiri menghalangi pintu masuk.


Saat di terobos Natasha, para bangsawan langsung terpental behamburan.


Para Vampir yang berada di sekitar restoran melihat kelakuan Natasha. Kelakuan Natasha membuat mereka Nostalgia.


"Seperti biasa ratu Vampir." Kata salah satu Vampir.


"Sekarang dia bukan ratu lagi kan?" Jawab salah satu Vampir.


Benda itu langsung berhenti di samping Arisa, ternyata benda itu bukan lah benda. Tapi benda itu adalah seorang wanita berambut pirang yang di lihat Sarion sewaktu berada di Vila Putri Mira.


"Wah, wah. Ternyata bawahan Putri Mira, datang untuk menyelamatkan teman nya." Kata Sarion mengejek.


"Aku kesini bukan untuk menyelamatkan Arisa.... Aku kesini untuk membunuh mu." Jawab Natasha sambil menusuk telapak tangan nya dengan kuku nya. Darah pun keluar sedikit dari luka yang di buat nya.


"Menakutkan. Menakutkan." Kata Sarion meremehkan. "Sungguh menakutkan."


Sarion tersenyum licik. "Sungguh menakutkan melihat mayat bertambah di depan mata ku..... Ghoul!! Bunuh dia!"


Suara bising terdengar di seluruh restoran.


Mendengar suara bising itu Natasha menyayat telapak tangan nya dengan kuku nya. Darah keluar sangat deras dari telapak tangan Natasha. "Cursed Blood Control."


Sarion terkejut, bahkan bayangan hitam bernama Ghoul yang bersama Sarion juga ikut terkejut. Keringat dingin Sarion pun mulai membahasi tubuh nya. "Ti-tidak mungkin!!" Kata Sarion terkejut. "teknik itu kan!?"


"Shape Three: Bow!" Darah Natasha dengan cepat berubah menjadi busur panah. Kemudian Natasha menarik tali dari busur nya. "One More!! Shape Four: Arrow!" muncul sebuah anak panah yang siap di tembakkan oleh Natasha.


Keringat dingin Sarion makin bertambah. Bahkan bayangan hitam yang bersama Sarion juga merasa ketakutan. "Ba-bagaimana mungkin, masih ada Ras Vampir!?" Kata Sarion putus asa.


"Itu bukan urusan mu!!" Jawab Natasha dengan nada merendahkan. "Mati!!" Teriak Natasha.


Saat hendak melepaskan panah nya, tangan Natasha tiba-tiba di tarik oleh Arisa. "Tunggu Kak Natasha!!"


"Kenapa Arisa?" Kata Natasha kesal.


"Kata Kak Mira jangan bunuh Elf itu." Jawab Arisa.


"Aku tahu itu."


"Lalu kenapa ingin kau bunuh tadi?"


"Aku hanya pamer." Busur darah dan anak panah darah Natasha kembali lagi masuk kedalam tubuh Natasha melalui luka yang di buat nya. Kemudian luka Natasha menutup tanpa bekas.


"Sekarang aku serahkan pada mu Arisa!" Kata Natasha. Kemudian Natasha memanggil, semua Vampir. Setelah Vampir datang, Natasha menyuruh membawa semua orang yang pingsan di dalam Restoran.


Para Vampir pun membawa semua orang yang pingsan, kemudian Natasha memukul lantai Restoran. Pukulan Natasha membuat seluruh dinding Restoran hancur berkeping-keping.


Langit-langit Restoran yang runtuh karena dinding penopang hancur. Natasha pun memukul semua langit-langit restoran yang runtuh, hasil nya semua langit-langit restoran terlempar jauh dari lokasi.


"Sekarang tempat pertarungan kalian sudah lebih luas." Kata Natasha.


Natasha menumbuhkan sayap di punggung nya, kemudian Natasha pergi terbang kelangit. "Aku akan mengawasi pertarungan kalian dari atas sini!" Kata Natasha.


Melihat Vampir berambut pirang, terbang membuat Sarion menghembuskan nafas lega.


"Untung aku tidak melawan nya." Gumam Sarion.


Sarion melihat ke arah Arisa. "Sekarang aku dan Ghoul, akan menghabisi mu gadis Elf.... Jangan salahkan aku, salahkan diri mu sendiri yang sudah membuat Ghoul kesal." Kata Sarion tersenyum.


"Kalau Ghoul lemah mu, itu bisa membunuh ku," Kata Arisa mengejek "Majulah!!"


Terdengar suara bising. "Baik!!" Kata Sarion membalas suara bising dari bayangan hitam bernama Ghoul.


Sarion melesat. Saat Sarion melesat Arisa menembakkan bola Api berdiamater 10 meter ke arah Sarion. Tapi sayang nya, bola Api Arisa di makan habis oleh bayangan hitam bernama Ghoul.


\*\*\*


Aku kembali ke langit daerah pembuangan, saat aku kembali. Daerah pembuangan sudah menjadi lautan api.


"Baru beberapa detik aku pergi. Kota ini sudah menjadi lautan Api."


Aku mengeluarkan Meja dan kursi. Kemudian aku memberikan meja dan kursi sihir (Levitation). Meja dan Kursi pun menjadi melayang setelah ku berikan sihir (Levitation). Aku mengeluarkan Teko berisi teh dan cangkir kosong. Aku menaruh teko dan cangkir di atas meja. Aku duduk di kursi, setelah duduk di kursi aku menuangkan teh ke cangkir, kemudian aku mengeluarkan cemilan.


Aku melihat Jack sedang kesulitan melawan monster, sebenarnya Jack mudah melawan monster itu. Terlihat beberapa kali Jack berhasil menebas kepala monster, hanya saja, monster itu memiliki regenerasi yang cepat. Jadi mau berapa kali kepala monster itu di penggal, kepala monster itu akan terus tersambung kembali.


"Jack berjuang!!"


Jack menengok saat ku panggil. "Bagaimana Kak Mira malah minum teh di situ!?" Teriak Jack keheranan.


"Kenapa baru lihat orang minun teh sambil terbang.... Sudahlah tidak urus masalah ini, urus saja dulu monster yang ada di depan mu."


Jack melihat ke arah monster, saat Jack menengok. Tangan monster sudah berada persis di depan Jack, Jack pun akhirnya terkena pukulan monster.


Aku meminun teh, kemudian aku memakan satu cemilan, kemudian aku meminum teh lagi.


"Seharus nya kau jangan lengah Jack. Kena pukul kan."