From Mage Became Princess

From Mage Became Princess
Chapter 311 Pertarungan berlanjut



"Klang, klang, klang, klang, klang, klang, klang, klang, klang, klang, klang, klang."


Suara logam berhantaman terus terdengar di Benua Aziliya, pertarungan dengan kecepatan yang setara dengan kecepatan suara sedang terjadi. Pertarungan antara Natasha dan Bruno yang terus bertukar serangan demi serangan. Setiap mereka bergerak, terjadi daya kejut kuat sehingga menyebabkan tanah di sekitar penuh dengan kawah kecil akibat daya kejut yang terjadi setiap mereka berdua bergerak dan bertukar serangan.


Hanya ada satu kata yang menggambarkan pertarungan itu, yaitu intens.


Berkebalikan dengan pertarungan Bruno dan Natasha, pertarungan antara Jack dan Javelin bisa terbilang pertarungan berskala kecil, walaupun pertarungan mereka berdua juga di penuhi dengan gelombang kejut yang kuat, hanya saja gelombang kejut yang di ciptakan pertukaran serangan mereka tidak sekuat pertarungan antara Bruno dan Natasha. Alasan pertarungan mereka seperti itu sangatlah simple, mereka berdua bertarung dengan menahan diri, mereka hanya mengeluarkan beberapa persen dari kekuatan mereka, mereka melakukan hal itu untuk mengukur kekuatan masing-masing pihak.


'Dia kuat!' Pikir Javelin dan Jack saat mereka saling mengunci serangan satu sama lain. Selama serangan mereka saling mengunci mereka bertukar tatapan tajam, sebelum akhir nya mereka melepaskan kuncian serangan mereka, kemudian mereka melompat ke belakang. Pada jarak sepuluh meter, Jack dan Javelin pun saling bertukar tatapan tajam sekali lagi. Setelah beberapa saat saling bertatap-tatapan kedua belah pihak bersiap melancarkan serangan lanjutan.


"Sword Skill..."


"Summon Fire Spirits..."


Jack menyiapkan (Sword Skill) nya sedangkan Javelin memanggil roh api yang segera roh itu berasimilasi dengan tombak yang ada di tangan nya.


"Wind Slash!"


Jack dengan cepat sekaligus kuat mengayunkan pedang nya dari sisi kanan atas ke sisi kiri bawah, menebas secara diagonal. Seketika Jack menebas, hembusan angin kencang tercipta dari tebasan nya, angin itu berbentuk sebuah bilah yang sangat tajam. Sesaat Jack melakukan tebasan, Javelin juga sudah selesai melancarkan serangan nya, ia melemparkan tombak nya yang sudah terbungkus dengan api yang merah menyala. Tombak itu melesat dengan kecepatan tinggi yang membuat tombak dan bilah angin itu dengan cepat bertabrakan satu sama lain.


Saat sudah saling bertabrakan, tercipta efek gelombang kejut yang berbeda dari biasa nya. Gelombang kejut dari kedua serangan itu di sertai dengan lidah api yang menyebar ke segala penjuru menciptakan hawa yang sangat panas. Hal ini membuat Javelin dan Jack dengan cepat melompat ke udara, menghindari lidah api itu. Untung saja lidah api itu segera menghilang akibat gelombang kejut yang tercipta oleh Bruno dan Natasha yang masih bertukar serangan dengan intens. Mereka berdua sama sekali tidak menyadari hampir saja terpanggang akibat lidah api yang tercipta akibat pertukaran serangan Jack dan Javelin.


Melihat kekuatan gelombang kejut yang begitu absurd yang tercipta akibat pertukaran serangan Natasha dan Bruno, Jack dan Javelin hanya bisa terdiam dengan tatapan kosong sementara tubuh mereka terus kehilangan ketinggian di udara akibat ditarik gaya gravitasi. Sesaat mereka menyentuh tanah, Jack dan Javelin langsung kehilangan niat bertarung mereka, mereka hanya terus melihat pertarungan Natasha dan Bruno yang posisi nya agak jauh dari mereka berdua.


"Boom! Boom! Boom! Boom!" Setiap kali mereka bertukar serangan gelombang kejut yang sangat dahsyat terus terjadi, menyebabkan angin kencang terus menerus menampar wajah Jack dan Javelin.


Sementara Jack dan Javelin terus melihat Natasha dan Bruno bertarung, mereka berdua terus bertukar serangan sembari menganalisis gerakan masing-masing.


'Sialan tubuh nya sangat keras... Walaupun tubuh nya terlihat seperti terbuat dari Adamantite, kenyataan nya tubuh nya lebih dari itu. Tubuh orang ini yang sudah berubah menjadi Adamantite juga di perkuat dengan energi sihir nya yang jumlah nya sangat besar, yang membuat Adamantite yang melapisi tubuh nya lebih keras dari pada Adamantite biasa. Sementara penggunaan energi sihir yang juga besar untuk memperkuat tubuh nya, dia juga memiliki daya tahan tubuh yang tidak main-main... Aku berhasil membuat sedikit luka goresan di tubuh nya tanpa ia sadari, seharus nya darah ku sudah masuk ke dalam tubuh nya yang membuat dia seharus nya sudah terkena kutukan ku yang membuat nya perlahan-lahan akan lumpuh setelah itu barulah ia akan mati, walaupun begitu, aku sama sekali tidak melihat tanda-tanda nya yang melemah. Ini sama kasus nya saat aku melawan Mira dulu.' Pikir Natasha sembari terus menyerang Bruno.


'Ada apa ini? HP ku terus berkurang...' Pikir Bruno sambil terus menangkis serangan Natasha. 'HP ku terus berkurang bukan karena serangan nya, tapi karena aku terus menggunakan energi sihir ku... Serius apa yang sebenarnya terjadi...?' Bruno terus mengawasi Bar HP nya saat ia menangkis serangan Natasha, awal nya ia berpikir serangan Natasha berhasil menembus pertahanan nya yang membuat serangan Natasha terus memberikan Damage kepada nya, tapi pada akhir nya Bruno sadar, kalau serangan Natasha bukanlah pennyebab HP nya terus berkurang, penyebab HP nya berkurang adalah karena ia yang terus menggunakan Skill. Sebenarnya saat Player menggunakan Skill, Bar MP lah yang akan berkurang. Tapi aneh nya, Bruno juga melihat bukan hanya Bar MP nya saja yang berkurang tapi juga Bar HP nya juga ikut berkurang. Saat menyadari hal ini, Bruno berhenti menggunakan Skill nya yang di mana Bruno gunakan hanyalah Skill untuk bertahanan. Karena ia menonaktifkan Skill pertahanan nya, Bruno pun tidak bisa lagi menangkis serangan Natasha secara langsung, yang memberikan Bruno satu-satu nya pilihan untuk bertahan dari serangan Natasha hanyalah dengan cara menghindar.


Natasha yang melihat Bruno tiba-tiba menghindari serangan nya, terkejut, sekaligus merasa aneh dengan perubahan gaya bertarung Bruno yang tiba-tiba.


Serangan demi serangan di lesatkan Natasha yang dengan sekuat tenaga berhasil di hindari oleh Bruno. Saat itu Bruno melihat ke arah Bar HP nya sekali lagi. 'Hah...? HP ku terus berkurang!? Jadi alasan HP ku berkurang bukan karena aku menggunakan Skill ku!?' mengetahui kalau HP nya terus berkurang walaupun ia tidak menggunakan Skill nya, membuat Bruno panik. Alhasil Bruno kehilangan fokus sebentar, yang mengakibatkan Natasha berhasil menebas dada Bruno, menyebabkan luka besar di dada Bruno.


"Hah?" Natasha dan Bruno sama-sama mengeluarkan suara kebingungan saat Natasha berhasil menyebabkan luka di tubuh Bruno.


'Serangan ku mempan?'


'Aku menerima Damage yang lebih besar?'


Walaupun sama-sama kebingungan, alasan mereka kebingungan sama sekali berbeda.


Alasan Natasha kebingungan karena serangan nya yang selama ini berhasil di tangkis dan sulit sekali untuk melukai tubuh Bruno, ratusan kali serangan hanya dapat menimbulkan luka kecil. tapi kali ini tiba-tiba dia berhasil menyebabkan luka signifikan hanya dalam sekali tebasan, yang tentu saja seketika membuat nya bingung. 'Bagaimana bisa?' Pikir Natasha.


Alasan kebingungan Bruno sendiri bukanlah serangan Natasha yang mempan terhadap tubuh nya, tapi alasan kebingungan Bruno karena Damage yang di sebabkan akibat tebasan Natasha itu. Bar HP nya yang terus berkurang dengan jumlah kecil tiba-tiba berkurang dengan jumlah yang signifikan, yang seketika membuat nya bingung sekaligus heran.


'Apa yang sebenarnya terjadi?' Pikir Bruno dan Natasha di kepala mereka dengan kebingungan.