
Aku pulang ke rumah, saat aku sampai di rumah, aku memeriksa dapur. Saat aku sampai di dapur aku melihat anak-anak panti asuhan sedang makan di dapur, Arisa dan Jack juga ikut makan bersama mereka.
"Kenapa kalian berdua juga ikut makan?" Tanya Natasha.
"Kami kelaparan menunggu kalian berdua." Jawab Jack.
"Cepat kalian berhenti makan, kita masih punya banyak pekerjaan untuk di lakukan." Kata Natasha.
"Tunggu sebentar." Jawab Arisa.
Arisa dan Jack memakan makanan mereka dengan cepat.
"Baik kami sudah siap!" Kata Arisa.
Aku mengajak Natasha, Arisa, dan Jack pergi ke halaman istana.
Di halaman istana banyak bekas galian tanah, galian tanah itu tertanam biji buah yang sudah di tanam oleh anak-anak panti asuhan.
"Ngapain kita di sini?" Tanya Arisa.
"Aku ingin mempercepat pertumbuhan pohon buah nya."
"Kak Mira mau pakai sihir (Growth)?"
Aku menggelengkan kepala ku. "Sihir itu hanya membuat pohon nya tumbuh cuma sejam. Setelah sejam pohon akan kembali seperti semula. Jadi aku ingin menggunakan sihir yang berbeda."
"Hmmmm, sihir apa yang ingin kau gunakan?" Tanya Natasha.
"Kalian lihat saja."
Aku pergi ke tengah-tengah halaman istana, kemudian aku berlutut lalu aku menyentuh tanah dengan tangan kanan ku. Saat aku menyentuh tanah aku mengambil nafas panjang.
"Super Magic Activated."
Lingkaran sihir yang sangat besar memenuhi halaman istana, para prajurit terkejut melihat ada lingkaran sihir yang muncul di bawah kaki mereka.
"Lingkaran sihir apa ini!?"
"Apa yang sudah terjadi!?"
Kata para prajurit.
Alex yang berada di dalam istana, melihat ke arah halaman melalui jendela. "Hanya untuk menumbuhkan pohon buah, Mira sudah membuat heboh satu istana." Gumam Alex.
Alex menghela nafas, kemudian Alex berlari keluar istana. Saat sampai di luar Alex berteriak.
"Semua nya tenang!! Lingkaran sihir ini nanti akan hilang, kalian tidak perlu panik." Teriak Alex.
Semua prajurit menjadi tenang mendengar teriakan Alex.
Saat lingkaran sihir muncul aku memejamkan mata kemudian aku membayangkan proses bagaimana pohon tumbuh.
"Super Magic:Time Control." Seluruh istana menjadi hening. Aku menghirup nafas panjang. "Time Forward!!" Setelah aku berteriak, biji-biji buah yang di tanam para anak panti asuhan tumbuh menjadi pohon seperti yang aku bayangkan sebelum nya.
Setelah pohon buah tumbuh secara sempurna aku berdiri kembali, kemudian aku menghembuskan nafas panjang. "Super Magic Deactivated."
"Kak Mira!!" Arisa dan Jack berteriak sambil berlari ke arah Mira.
Mendengar teriakan Arisa dan Jack aku berbalik badan, dan menengok ke arah mereka.
"Jadi Kak Mira menggunakan sihir waktu untuk mempercepat pertumbuhan pohon." Kata Jack.
Aku mengangguk kan kepala.
"Kalau cuma sihir waktu aku juga bisa melakukan nya." Kata Arisa.
Aku tertawa kecil mendengar perkataan Arisa, kemudian Arisa memasang wajah cemberut. "Kenapa Kak Mira ketawa?"
"Kau pikir sihir waktu semudah itu untuk kau gunakan?"
Arisa memerengkan kepalanya sambil memasang wajah bingung. "Sihir waktu itu termasuk sihir super kan. Aku sudah menguasai semua sihir super, jadi seharus nya aku bisa dengan mudah menggunakan sihir waktu." Kata Arisa.
"Walaupun kau sudah bisa menguasai semua sihir super, kau tidak akan bisa dengan mudah menggunakan sihir waktu."
"Apa yang membuat sihir waktu berbeda dengan sihir yang lain?"
"Sekarang aku tanya kau balik. Seberapa luas jangkauan sihir ku tadi?"
"Seluruh halaman istana." Jawab Arisa.
"Lalu kenapa yang terkena dampak sihir nya cuma pohon buah saja?"
"Apa Maksud kak Mira?" Tanya Arisa.
Arisa tidak bisa menjawab pertanyaan ku. Sedangkan Jack sama sekali tidak mengerti apa yang ku bicarakan dengan Arisa.
Aku tertawa kecil melihat prilaku mereka berdua.
"Kalau begitu aku jelaskan kenapa bisa hanya pohon buah nya saja yang terkena dampak sihir."
Aku membayangkan bagaimana proses sihir bisa tumbuh, aku membayangkan dari pohon itu berbentuk benih hingga pohon itu bisa menghasilkan buah. Aku membayangkan semua proses itu di dalam kepalaku, setelah aku membayangkan nya aku mengaktifkan sihir waktu untuk mempercepat proses nya.
"Itulah alasan nya kenapa hanya pohon buah saja yang terkena dampak nya."
"Aku tidak menyangka cara nya akan semudah itu." Kata Natasha.
"Sudah ku bilangkan padamu, kekuatan penyihir itu tergantung seberapa hebat dia bisa menggunakan imajinasi nya."
Anak-anak panti asuhan datang dari arah gerbang masuk halaman, semua nya berlarian menuju arah ku.
"Ba-bagaimana bisa pohon nya sudah tumbuh?" Kata salah satu anak.
Setelah semua anak berkumpul, aku bertepuk tangan. Setelah aku bertepuk tangan semua anak panti melihat ke arah ku.
"Semuanya, kalian semua kumpulkan buah yang sudah tumbuh, kalian semua taruh buah nya di keranjang yang sudah aku buat."
Kemudian Natasha datang membawakan banyak keranjang buah di tangan nya.
"Taruh buah nya di sini!" Aku menunjuk ke keranjang yang di bawa Natasha.
"Setelah buah nya sudah terkumpul, kalian semua bawa buah itu ke Panti Asuhan."
"Kenapa di bawa ke panti asuhan? kan panti asuhan nya masih di renovasi." Kata Juliet.
"Panti asuhan nya sudah selesai di renovasi."
Semua anak berteriak. "Bagaimana bisa!?"
"Cepat sekali!?"
Semua anak-anak menjadi heboh. Aku bertepuk tangan kembali, lalu semua anak panti asuhan menjadi tenang. Mereka semua kembali melihat ku.
"Cepat kumpulkan buah nya! Aku akan menunggu kalian di sana."
Setelah berkata seperti itu aku menganggukan kepala ke arah Arisa. Arisa membalas anggukan ku. Kemudian kami berdua menggunakan sihir (Teleportation) untuk memindahkan Natasha dan Jack ke panti asuhan bersama dengan kami.
Setelah melihat Mira dan para pelayan nya menghilang dari hadapan mereka, para anak panti asuhan dengan cepat mengambil keranjang yang di tinggalkan oleh Mira.
Setelah itu mereka mengikuti perintah Mira yang menyuruh mereka untuk mengumpulkan buah yang sudah tumbuh di pohon.
"Tapi aku tidak menyangka, kalau buah nya bisa tumbuh secepat ini." Kata Scorpio.
"Kau benar, siapa sebenarnya Mira itu." Sambung Virgo.
"Sudahlah tidak perlu mempermasalahkan hal itu, yang penting dia sudah banyak membantu kita." Kata Juliet.
"Yang di katakan Juliet benar, Mira sudah banyak.membantu kita. Mari kita semua berdoa kepada Dewa Pierot agar Mira di berikan keberkahan." Kata Sandra.
"Baik!!" Mereka bertiga menjawab secara bersama-sama.
Mereka bertiga memejamkan mata mereka.
"Baiklah berdoa selesai, kalian boleh membuka mata kalian." Kata Sandra.
Setelah mereka berdoa, mereka semua langsung mengumpulkan buah di keranjang.
Beberapa menit kemudian keranjang sudah penuh dengan buah, lalu datang beberapa kereta kuda mendekati mereka.
Salah satu pengemudi turun dari kereta kuda. "Kami di perintahkan Nona Mira untuk mengantar kalian ke Panti asuhan."
"Tidak perlu kami jalan kaki saja." Jawab Sandra.
"Tidak bisa, Nona Mira ingin kalian cepat sampai ke panti asuhan karena itu dia menyuruh kami."
"Memang nya kapan kalian di suruh Mira?" Tanya Scorpio.
"Sekitar satu menit yang lalu Nona Mira datang, kemudian Nona Mira memerintahkan kami untuk mengantar kalian semua."
"Baiklah kami akan ikut bersama kalian." Jawab Virgo.
Semua anak panti masuk ke kereta kuda, lalu keranjang buah di masuk kan ke kereta kuda yang yang besar, agar bisa membawa semua keranjang buah.
Beberapa menit mereka berjalan akhirnya mereka sampai di depan panti asuhan.
Semua anak-anak turun dari kereta kuda nya, saat mereka turun mereka melihat panti asuhan sudah selesai di renovasi, dan yang lebih mengejutkan lagi bangunan panti asuhan lebih besar dari pada sebelum nya.