From Mage Became Princess

From Mage Became Princess
Chapter 142 kekalahan Dragon Leader



Aku melihat Natasha sedang bertarung melawan Dragon Leader, pertarungan mereka cukup sengit. Natasha menebas dengan pedang nya, Dragon Leader menangkis dengan kuku nya, sesekali ia menangkis dengan ekor nya.


Serangan Natasha tidak memberikan luka pada Dragon Leader.


Aku tahu Natasha bisa membuat Dragon Leader terluka jika dia bertarung dengan serius. Saat ini Natasha bertarung untuk mengukur kemampuan musuh, jika kemampuan musuh sudah di ketahui, barulah Natasha akan bertarung serius.


Itu adalah metode yang ku ajarkan pada nya, aku bilang informasi lebih penting dari apapun. Kita harus mengumpulkan informasi dari musuh sebanyak mungkin walaupun itu harus melukai tubuh, dan harga diri kita.


Dan sekarang Natasha sedang mencoba metode yang ku ajarkan padanya.


Saat ini kaki ku masih bergetar, kaki ku lemas. Aku tidak bisa berdiri.


Aku hanya bisa mengintip dari balik batu.


Untuk sejauh ini Natasha tidak menunjukkan serangan hebat. Baik Natasha, maupun Dragon Leader. Mereka tidak menunjukkan serangan yang hebat, serangan mereka bahkan tidak menyebabkan luka sama sekali.


Setelah bertukar serangan untuk waktu yang lama, Natasha mengambil jarak dari Dragon Leader.


Dia merubah pedang darah nya menjadi busur darah, lalu membuat anak panah dari darah nya.


Dia membuat 5 anak panah, kemudian ia menembakkan kelima anak panah itu secara bersamaan. Sebelum anak panah itu mencapai Dragon Leader, Natasha membuat 1 anak panah kemudian ia bersiap-siap untuk menembak nya.


Kelima anak panah yang di tembakkan Natasha di pentalkan dengan ayunan kaki Dragon Leader.


Di saat anak panah itu di pentalkan, Natasha menembakkan 1 anak panah lagi. Anak panah itu meluncur dengan lancar ke mata kanan Dragon Leader.


Aku menggunakan sihir (Clairvoyance) untuk melihat lebih jelas serangan terakhir Natasha.


Natasha menyambungkan anak panah terakhir dengan tali, kemudian dari tali itu aku melihat energi sihir Dragon Leader terhisap kedalam tubuh Natasha.


"Bagus!" aku bergumam gembira dengan serangan terakhir Natasha.


Itu adalah serangan penghabisan, seperti nya Natasha berfikir Dragon Leader tidak memiliki informasi yang perlu di korek lagi. Karena itu dia melancarkan serangan penghabisan.


Kenapa bisa aku tahu itu serangan penghabisan?


Jawaban nya sangat mudah. Dari serangan itu, Natasha berencana menghisap darah dan energi sihir Dragon Leader sampai kering.


Melihat Natasha menghisap darah musuh sampai kering, membuat ku sedikit merinding. Itu karena, Kadang pada malam hari Natasha menghisap darah ku, bisa saja aku mati karena kekurangan darah. aku bahkan berfikir dia hanya menganggap ku sebagai makanan. Tapi saat aku mengatakan apa yang ku pikirkan padanya, dia menjawab. "Ini tanda rasa cinta ku padamu."


Aku akan anggap itu sebagai jawaban paling logis.


Dan juga, Natasha tidak mungkin menghianati ku, dia sudah terikat oleh kutukan nya sendiri.


Aku melihat pertarungan lebih seksama lagi dengan (Clairvoyance). Energi Sihir Dragon Leader sedikit demi sedikit di hisap Natasha, tapi energi sihir Dragon Leader keluar dari tubuh nya secara perlahan.


Jika energi sihir keluar dari tubuh, itu tandanya dia menggunakan sihir.


Aku melihat di atas kepala Dragon Leader ada sesuatu benda hitam, karena gelap aku tidak terlalu bisa melihat. Aku menfokuskan (Clairvoyance) pada objek hitam di atas kepala Dragon Leader.


Objek itu adalah awan petir.


Awan petir itu semakin melebar, bahkan


melebar sampai ke atas kepala Natasha.


Apa ini? Perasaan ku tidak enak mengenai awan petir itu.


Aku harus memperingatkan Natasha tentang awan itu.


Aku mencoba berdiri, kaki ku tidak mau berdiri.


Ayolah sialan!!


Aku memukul-mukul kaki ku.


"Berdiri. Sampai kapan kau akan terus gemetar ketakutan Mira!!"


Aku membentak diri ku sendiri.


Aku melihat ke arah Natasha, ia melepaskan tali yang di pegang nya.


Aku melihat ke awan petir yang ada di atas kepala Natasha. Awan itu mulai mengumpulkan energi sihir, lalu kilat kuning mulai memenuhi awan petir itu.


"Gawat!! Awan itu akan mengeluarkan petir untuk menyambar Natasha."


Aku mendorong tubuh ku ke atas, perlahan-lahan aku berdiri. Saat berdiri, kaki ku masih lemas, dan gemetaran.


Jika begini terus aku tidak bisa menyelamatkan Natasha.


Kemudian pandangan ku berubah menjadi putih, aku melihat diri ku yang lain di depan ku.


Ini adalah alam bawah sadar ku.


"Maaf ya.. Tubuh ku terlalu lemah untuk mendukung mu." Kata diri ku yang lain.


"Aku tidak masalah dengan itu, ku mohon beri aku kekuatan untuk menyelamatkan Natasha."


"Aku tidak bisa memberi mu kekuatan Class Mage mu. Aku akan memberi mu kekuatan yang lain, sebut nama lengkap ku maka kau akan mendapatkan kekuatan yang ku maksud."


Pandangan ku menjadi hitam, lalu pandangan ku berubah menjadi di tempat Natasha bertarung lagi.


Aku melihat ke arah langit, sebuah petir dengan energi sihir yang besar menyambar ke arah Natasha.


Sebut nama lengkap ku.....


Kemudian sebuah kalimat seperti mantra memenuhi kepala ku. Tanpa berfikir panjang aku menyebutkan kalimat itu.


"Dengan nama ku. Mira graham Carlania Charlesius Fantasia. Aku memerintahkan energi sihir di dalam tubuh ku dan energi sihir di sekitar ku. Beri aku kekuatan!"


Tubuh ku yang awal nya gemetaran menjadi tidak gemetaran lagi. Aku berlari dengan kecepatan tinggi ke bawah tempat Natasha terbang, mengarahkan tangan ku. Lalu aku menyebutkan mantra yang memenuhi kepala ku.


Aku berteriak kencang. "Dispel Magic!"


Ini adalah sihir untuk menghilangkan sihir musuh. Saat aku menggunakan (Dispel Magic) petir kuning menghilang sebelum menyambar Natasha, dan awan hitam yang ada di atas kepala Natasha dan Dragon Leader menghilang.


Dragon Leader dan Natasha melihat ku, aku balas melihat mereka.


Perspektif Natasha.


"..... Mira."


Saat aku menatap Mira, Mira balas menatap ku dengan tatapan sedih.


Tunggu dulu, ada sesuatu yang aneh.


Aku memerhatikan Mira.


Setelah aku perhatikan, aku menyadari suatu hal aneh.


Mata Mira berubah warna!


Sebelum nya mata Mira berwarna merah terang seperti Ruby. Mata ku juga merah, tapi merah mataku seperti darah. Jadi kesan nya menyeramkan. Tapi warna mata Mira sebelum nya berwarna merah terang seperti Ruby yang sangat indah jika di pandang. Warna mata itu menambah ke imutan Mira.


Tapi sekarang warna mata nya adalah emas. Emas cerah, bahkan aku bisa melihat mata itu bersinar di dalam gelap.


Itu sangat indah, bahkan lebih indah dari warna mata yang sebelum nya.


Kalau tidak salah ingat, ayah Mira juga berwarna mata emas. Dan ibu Mira berwarna mata merah terang.


Apa maksud nya ini? Apakah warna mata Mira berubah seperti warna mata ayah nya?


"Ti-tidak mungkin!?"


Dragon Leader terkejut.


"I-ini tidak mungkin!? A-aku tidak menyangka ramalan itu benar-benar terjadi."


Aku melihat ke arah Dragon Leader. Ia melihat ke arah Mira dengan wajah ketakutan.


Setelah melihat ke arah Mira, Dragon Leader melihat ke arah ku.


"Aku faham kenapa kau ingin melayani gadis kecil itu.... Sejujur nya, aku ingin mencari gadis kecil itu untuk ku jadikan sandra. Tapi situasi nya berubah, aku akan membunuh gadis kecil itu."


Apa!?


Dengan kecepatan tinggi Dragon Leader mendekati Mira.


Sialan! Kurasa aku harus menggunakan nya sekarang.


"Aku. Natasha Crimsonia twilight. Memerintahkan darah yang mengalir dari ujung kepala sampai ujung kaki ku. Beri aku kekuatan!"


Aku bisa merasakan seluruh darah ku mengalir dengan cepat, jantung ku berdetak kencang.


Aku terbang mendekati Mira dengan kecepatan yang lebih tinggi dari Dragon Leader.


Perspektif Mira.


Dragon Leader terbang ke arah ku dengan kecepatan tinggi, aku dengan sigap mengarahkan tangan ku kearah Dragon Leader.


"Barrier."


Dragon Leader berada di depan ku, ia mengarahkan kaki depan nya. Aku sudah menyiapkan Barrier, jadi aku bisa tenang. Berharap Barrier ku mampu menahan serangan Dragon Leader.


Tapi.......


Barrier ku pecah saat mengenai kuku kaki depan Dragon Leader.


Tidak sempat untuk menghindar! Aku akan tersusuk kuku kaki nya.


Aku melindungi kepala ku dengan kedua tangan ku, lalu aku memejamkan mata. Aku memejamkan mata, karena aku takut untuk melihat kearah Dragon Leader.


Saat aku memejamkan mata, aku mendengar suara besi berhantupan. Aku membuka mata ku lebar-lebar. Di sana berdiri seorang gadis berambut pirang sedang memegang perisai berwarna merah darah, ia menahan kuku kaki Dragon Leader yang mengarah ke arah ku.


"...... Natasha?"


Natasha menengok ke arah ku. Taring nya menonjol keluar dari mulut nya, lalu mata merah darah nya bersinar terang.


Setelah menengok ke arah ku. Natasha melihat ke arah Dragon Leader lagi.


"Aku. Natasha Crimsonia twilight. Memerintahkan darah yang mengalir dari ujung kepala sampai ujung kaki ku. Beri aku kekuatan! Cursed Blood Control. Full Shape. Shape Six : Chain!"


Perisai darah Natasha berubah menjadi cair, lalu dengan cepat menerjang ke arah Dragon Leader. Dalam sekejap darah Natasha memenuhi Dragon Leader, kemudian darah itu berubah menjadi rantai yang melilit Dragon Leader.


"Change Shape. Shape Seven : Thorn!"


Rantai yang melilit Dragon Leader berubah menjadi duri, yang langsung menusuk seluruh tubuh Dragon Leader.


Duri darah Natasha mencair, lalu luka bolong yang di sebabkan Natasha menyemburkan darah. Darah itu menyembur seperti sebuah air mancur.


Aku dan Natasha pun bermandikan darah Dragon Leader.


"Menjijikan!" Kata Natasha dengan dingin.


Dragon Leader memuntahkan darah, kemudian ia mengucapkan kata-kata terakhir nya.


"Seperti nya ramalan itu benar. Kematian....... Si perak...... emas......... Akan....... Menyebabkan kepunahan....... Semua........ Ra........ S...... Huek!!" Dragon Leader memuntahkan darah lagi.


Setelah mengatakan itu, dengan susah payah. Dragon Leader tumbang.