From Mage Became Princess

From Mage Became Princess
Chapter 165 Pertumbuhan Amanda.



Saat aku tersadar, aku melihat Vila ku dalam keadaan yang sangat berantakan, atau bisa ku sebut dalam keadaan setengah hancur. Walaupun Vila ku saat ini tidak benar-benar dalam keadaan setengah hancur, aku akan tetap menyebut nya seperti itu, sebagai kiasan.


Karena keadaan Vila ku itulah aku bertanya kepada Natasha, tentang apa yang terjadi selama aku tidak sadarkan diri.


Natasha pun menceritakan perjuangan nya mencari bantuan untuk membuat ku sadar. Untung nya Natasha menemukan cara untuk membuat ku sadar.


Natasha bilang, kalau Ratu Roh Thinkie lah yang membuat ku sadar. Cara Thinkie menyadarkan ku dengan menghisap energi sihir ku yang membebani tubuh ku, tapi cara itu tidak dapat menghisap semua energi sihir di tubuh ku, jadi Thinkie memutuskan untuk membuang paksa energi sihir ku. Energi sihir ku yang di buang Thinkie itulah yang membuat Vila ku menjadi setengah hancur.


Aku menyuruh Jack, Lizard, Rabisia dan Para Vampir yang ikut dengan Natasha untuk memperbaiki keadaan Vila ku yang setengah hancur, selama mereka memperbaiki, aku mengganti baju tidur ku menjadi baju yang membuat ku nyaman untuk bergerak. Aku mengganti baju di kamar, tentu saja.


Saat semua sudah selesai, aku pergi ke lantai satu, dan mendiskusi kan tentang pengendalian pikiran Arisa dan Kak Yuri.


Saat di tengah diskusi, Jack tiba-tiba merintih kesakitan. Aku melihat ke arah Jack, saat itu aku melihat sesuatu yang mengejutkan. Aku melihat sebuah cacing seukuran 0,5 milimeter bergerak dalam otak Jack, dan cacing itu tidak hanya satu, tapi banyak. Cacing-cacing itu seakan-akan berusaha untuk mengambil alih otak Jack.


Aku tidak tahu mengapa, tapi sepertinya mata emas ku ini memiliki kemampuan yang sama seperti sihir (Clairvoyance), yaitu kemampuan untuk melihat segala nya.


Jadi aku tinggal menatap Jack saja, aku bisa melihat bagian dalam tubuh Jack. Saat Jack di pukuli Natasha, aku melihat ke arah badan Jack, saat itu aku melihat bagian rusuk nya ada yang patah. Mungkin jika saat itu aku fokus ke kepala Jack, aku bisa saja melihat cacing yang sekarang sedang ku lihat.


Saat aku melihat cacing itulah aku berpikir, mungkin saja musuh tidak mengendalikan pikiran. Mungkin saja dia memiliki kemampuan untuk mengendalikan parasit. Lalu parasit yang di kendalikan itu, dapat mengambil alih otak inang nya, hal itu sama saja dengan mengambil alih tubuh seseorang.


Semua pergerakan mahluk hidup di kendalikan melalui otak, jika otak mahluk hidup telah di ambil alih, sama saja dengan mengambil alih tubuh nya.


Jika memang begitu, bagaimana musuh memasukkan parasit-parasit itu ke dalam otak Arisa dan Kak Yuri?


Apa jangan-jangan melalui minuman beralkohol yang di maksud Lizard!?


Karena rasa penasaran ku aku menyuruh Lizard untuk mengambil minuman itu, aku segera menuangkan minuman itu ke dalam gelas yang di bawa oleh salah satu Vampir. Setelah itu aku menatap ke arah minuman beralkohol yang di bawa Lizard pada ku.


Saat itu, aku melihat sesuatu seperti telur yang ukuran nya sangat kecil. Itu ukuran yang tidak bisa di lihat menggunakan mata telanjang.


Mungkin saja parasit-parasit itu masih dalam keadaan bertelur saat masuk ke dalam tubuh, kemudian saat di dalam tubuh, mereka menetas lalu mereka berjalan perlahan-lahan hingga sampai ke otak, setelah sampai di otak mereka akan mulai bertelur lagi untuk memperbanyak diri hingga dapat mengambil alih otak.


Aku tidak menyangka akan menemukan cara bagaimana musuh mengendalikan pikiran Arisa dan Kak Yuri secepat ini. Dan yang paling mengejutkan, Jack juga sedang dalam proses pengendalian pikiran. Untuk mengantisipasi itu, aku menyuruh Amanda untuk membuat Jack pingsan dan membawa nya ke kamar.


Sekarang yang tinggal ku lakukan hanyalah menemukan cara untuk mengeluarkan parasit-parasit itu dari dalam otak Jack, Arisa dan Kak Yuri.


Tapi sebelum itu, aku akan memberitahu semua orang tentang kebenaran pengendalian pikiran ini.


"Musuh, atau harus ku sebut Wilson. Dia mengendalikan pikiran bukan menggunakan sihir atau pun kutukan, dia mengendalikan pikiran menggunakan mahluk hidup yang di sebut Parasit."


"Parasit?" Kata semua orang kebingungan. "Apa itu Parasit?" Tanya Thinkie yang berada di atas kepala Natasha.


"Parasit adalah mahluk hidup yang membutuhkan inang untuk hidup. Biasanya berbentuk seperti cacing, dan berukuran seperti cacing pada umumnya. Aku tidak tahu ukuran dan bentuk asli nya, ini hanya sebatas pengetahuan ku saja. Aku juga baru tahu jika ada parasit yang bisa mengambil alih pikiran mahluk hidup lain nya. Dan juga kenapa kalian tidak tahu tentang parasit?"


"Aku bahkan tidak tahu ada mahluk hidup seperti itu. The Mother of Nature juga tidak pernah menciptakan mahluk seperti itu." Jawab Thinkie.


The Mother Of Nature?


"Aku juga tidak tahu, aku baru dengar tentang mahluk hidup yang bernama parasit ini." Kata Natasha menyambung.


Serius mereka tidak tahu? Aku kira parasit ada di dunia ini? Tunggu dulu!? Dunia ini? Apa maksud dari pikiran ku itu? Dan juga rasanya aku juga tidak tahu kalau parasit itu sebenarnya ada. Rasanya aku mengetahui tentang parasit ini melalui ingatan seseorang, yang tidak ku ketahui milik siapa?....


Sudahlah, lupakan hal itu. Untuk sekarang aku akan memberitahu bagaimana cara parasit itu memasuki tubuh seseorang dan juga cara musuh mengendalikan pikiran.


"Hmm... Begitu ya. Jadi sebenarnya parasit ini yang mengambil pikiran Arisa, dan Wilson mengendalikan parasit yang sudah mengambil alih pikiran Arisa untuk membuat Arisa terlihat seolah-olah pikiran nya sedang di kendalikan. Padahal pikiran nya tidak di kendalikan, hanya otak nya saja yang di ambil alih oleh parasit. Dan kita bisa melepaskan pengendali pikiran ini dengan cara membuang parasit ini dari otak Arisa. Aku benarkan Mira?" Kata Natasha menjelaskan setelah aku selesai memberikan mereka penjelasan.


"Begitulah."


"Kalau begitu mudah kan?" Kata Thinkie. "Kita hanya perlu mengeluarkan nya kan? Dan juga kita bisa mencoba nya pada tubuh bawahan mu yang memimun minuman beralkohol yang kau maksud."


"Mudah jika hanya berbicara, mengeluarkan parasit itu tidaklah mudah. Yang jadi masalah di sini adalah jumlah parasit nya. Mungkin saja jumlah itu ada ratusan, bagaimana cara kita mengeluarkan ratusan mahluk hidup dari dalam otak? Jika perlu kita harus membedah kepala Jack untuk mengambil semua parasit itu."


"Dan jika melakukan itu Jack mungkin akan mati ya...." Kata Natasha menyambung.


"Kita hanya perlu mengeluarkan mahluk yang di sebut parasit itu kan?"


Amanda turun dari lantai atas sambil berbicara seperti itu.


"Amanda... Kau tidak dengar perkataan ku barusan?"


"Aku dengar. Maksud aku bertanya karena aku mungkin saja bisa mengeluarkan parasit-parasit itu dari otak Jack."


"Kau serius!?"


Amanda mengangguk. "Aku serius."


Aku, Amanda, Natasha, dan Thinkie saat ini berada di kamar Jack.


Jack terbaring di kasur nya. Aku menatap Jack saat itu aku fokus ke kepala nya, aku melihat otak Jack sudah hampir di ambil alih sepenuh nya. Setelah fokus ke kepala Jack, aku fokus melihat ke seluruh tubuh Jack, mulai dari leher, badan, tangan, pinggang, hingga ke ujung kaki. Aku melakukan itu untuk memastikan, apakah masih ada parasit yang tersisa.


Setelah melihat ke seluruh tubuh Jack, aku bisa memastikan kalau tidak ada lagi parasit di tubuh nya. Semua parasit itu menetap di dalam otak Jack.


"Kalau begitu, Amanda. Aku serahkan padamu!"


Amanda mengangguk. Kemudian ia berjalan mendekati Jack yang terbaring di kasur, Amanda menaiki kasur, lalu ia menindihi tubuh Jack. Setelah itu Amanda menggigit kedua jari telunjuk nya. Darah menetes dari jari telunjuk Amanda.


Kemudian darah itu, bergerak kesana kemari, seperti sebuah tentakel. Jika harus kusebut itu adalah tentakel darah.


"Ini adalah hasil latihan ku," Kata Amanda. "aku mencoba untuk membuat Shape baru, lalu aku malah membuat bentuk seperti ini. Aku kira ini tidak akan berguna, tapi aku senang ini bisa berguna sekarang."


"Kita tidak tahu apakah itu berguna atau tidak. Bisa saja kan itu tidak berguna seperti yang kau bilang." Kata Thinkie.


Itu kata-kata yang sangat menyakitkan hati.


"Tidak ada salah nya di coba, sekarang tunjukkan pada kami bagaimana kau mengambil semua parasit itu." Kata Natasha.


"Tadi Nona Mira bilang parasit itu mahluk hidup kan? Semua mahluk hidup memiliki darah, kalau begitu aku akan menghisap semua darah dari parasit itu menggunakan Cursed Blood Control ku."


"Tunggu Amanda, jika seperti itu, bisa saja darah Jack ikut terhisap." Kata Natasha.


"Tidak ada gunanya berdebat, lakukan sekarang Amanda!"


"Baik!"


"Cursed Blood Control!"


Amanda mengarahkan tentakel darah itu ke telinga Jack, dengan segera tentakel darah itu memasuki telinga Jack.


Di saat itu, aku menatap tajam ke arah kepala Jack. Aku dapat melihat tentakel darah Amanda memasuki kepala Jack, itu berjalan ke dalam otak Jack. Kemudian tentakel itu menghisap parasit yang ada di dalam otak Jack. Aku menambah fokus ku lagi, aku dapat melihat parasit itu terhisap ke dalam darah Amanda, saat di dalam darah Amanda aku melihat parasit itu mati dengan cara mengering karena semua darah parasit itu habis di hisap Amanda.


Tentakel itu terus menghisap semua parasit yang ada di dalam kepala Jack, sudah sekitar satu jam Amanda melakukan hal ini. Parasit yang berada dalam otak Jack berkurang dengan sangat pesat, menurut perhitungan kasar ku, jumlah parasit itu tinggal 35 ekor.


"Kau masih bisa melakukan nya Amanda?" Natasha bertanya.


"Aku masih bisa. Tinggal sedikit lagi!"


"Begitu ya."


Natasha tersenyum. Ia mungkin senang melihat perkembangan Amanda, yang awal nya ragu-ragu dalam mengambil keputusan, tapi sekarang ia sudah bisa mengambil keputusan sendiri. Amanda sudah tumbuh menjadi Ratu Vampir yang hebat.


-------------------------------------------


Author's Note.


Jika ada kesalahan ketik. Silahkan lapor di kolom komentar.