
30 menit sudah berlalu, parasit di tubuh Jack sudah hilang sepenuh nya. Amanda langsung turun dari tubuh Jack, kemudian ia bersandar di samping kasur.
"Haaaah," Amanda menghela nafas panjang sambil menurunkan tubuh nya. "Ini sangat melelahkan!"
Aku berjalan mendekati Amanda, kemudian aku berjongkok lalu aku menepuk kepala nya dengan lembut sambil berkata : "Kerja bagus!"
Amanda tersenyum saat mendengar kata itu dari ku.
Aku berdiri kembali, lalu aku mendekati Jack, aku menyentuh kepala nya. Kemudian aku menggunakan sihir (Heal). Walaupun saat ini Jack tidak terluka, aku akan tetap menggunakan sihir ini untuk berjaga-jaga, bisa saja dia mendapatkan luka yang tidak terlihat oleh mata.
Setelah aku selesai menggunakan sihir (Heal) kepada Jack, Jack tiba-tiba sadar. Ia bangkit lalu duduk di kasur nya.
"Kau sudah sadar Jack? Apakah kepala mu masih sakit?"
Jack menggelengkan kepala nya. "Tidak. Sudah tidak sakit lagi."
"Syukurlah kalau begitu."
"Jadi apa yang akan kita lakukan sekarang?" Tanya Natasha yang ada di belakang ku.
Aku berbalik, melihat Natasha. "Itu sudah jelaskan? Kita pergi ke kota Banitza. Tidak perlu rencana, kita hanya perlu menyerbu kota itu!"
\*\*\*
Di suatu tempat di kota Banitza.
Wilson duduk di kursi beroda yang dapat berputar 360°. Wilson memutar-mutar kursi nya dengan wajah jengkel. Ia seperti nya menunggu seseorang, tapi orang yang di tunggu nya itu datang terlambat. Karena itulah ia kesal sekaligus jengkel.
Di samping Wilson berdiri seorang Elf wanita berambut pirang yang memakai pakaian minim. Wilson adalah seorang maniak, ia senang melihat wanita memakai pakaian minim karena itulah ia menyuruh Elf yang ada di samping nya untuk memakai pakaian minim.
Kemudian sekitar beberapa meter dari tempat duduk wilson ada kasur berkanopi dengan lebar yang cukup untuk 3 orang. Di kasur itu terbaring seorang wanita yang tangan nya di ikat dengan sebuah tali.
Wilson sendiri terus memutar-mutar kursi nya.
"Sialan kemana orang itu. Kalau begini, aku akan memainkan alat itu!"
Saat berkata alat, Wilson melihat ke arah wanita yang terbaring di kasur.
Jika memang orang itu tidak datang, aku akan bermain dengan nya. Lagipula aku ini adalah tunangan nya kan? Pikir Wilson sambil menatap wanita dengan tatapan menjijikan ke wanita yang terbaring di kasur.
"Fuuuuh!" Wilson menghembuskan nafas sambil menundukkan kepala nya.
Jika aku melakukan itu aku akan mati. Untuk saat ini aku akan memainkan Elf ini!
Wilson beranjak dari tempat duduk nya, kemudian ia mendorong Elf yang berdiri di samping nya ke kursi yang baru saja di gunakan nya untuk duduk.
Elf itu terduduk. Kemudian Wilson tersenyum lebar, senyum itu sangatlah menjijikan jika orang normal melihat nya. Itu adalah senyuman seorang maniak saat menemukan wanita yang bisa di jadikan mainan nya.
Wilson kemudian mulai meraba-raba wanita Elf. Pertama ia menyentuh rambut Elf yang panjang, lalu ia menyentuh kening nya, turun ke pipi nya, lalu ia mulai menyentuh bibir nya dengan kasar. Saat itu ia memasukkan jari-jari nya kedalam mulut wanita Elf. Wilson melakukan itu sambil tersenyum. Setelah puas dengan mulut Elf wanita itu, Wilson menurunkan jari-jari nya ke leher, lalu mulai mendekatkan nya ke dada Elf wanita itu.
Di saat Wilson ingin menyentuh dada Elf wanita itu, suara seseorang menghentikan nya.
"Wilson!"
Wilson melihat kearah suara itu. Di lihat nya dua orang dengan memakai topeng badut.
"Kau sangat lama Gaztor! kata Wilson saat melihat kedua orang itu. "Dan juga siapa yang kau bawa itu?"
"Ini adalah teman ku. Dia tidak memiliki nama, tapi rasanya tidak enak memanggil seseorang bila tidak ada namanya kan? Bagaimana kau beri dia nama?"
"Tidak perlu."
"Kalau begitu bagaimana dengan Yetezaga?"
"Ku bilang tidak perlu kan.... Biarlah, lakukan sesuka mu!" Kata Wilson jengkel.
"Fufufufu!" Gaztor terkekeh. "Jadi bagaimana alat itu?"
Wilson berjalan mendekati kasur, kemudian ia menarik tangan wanita yang ada di kasur. Wilson membawa nya ke depan Gaztor.
"Hmmm. Kenapa tangan nya kau ikat?" Tanya Gaztor.
"Sebelum nya aku ingin memainkan nya, tapi aku membatalkan nya."
Gaztor terkekeh lagi. "Jangan lakukan hal itu, Kita memerlukan dia dalam keadaan perawan. Lalu di mana yang satu lagi? Kita membutuhkan dua keturunan dari Mashya dan Mashyana, agar rencana ini berhasil."
Gaztor terkekeh. "Bagus sekali, dia sudah melemah saat melawan Elf yang menjadi mantan bawahan nya itu, jadi mengambil yang satu lagi sangat mudah. Apapun yang terjadi kita harus menyelesaikan rencana Tuan Pierot."
"Jika rencana ini berhasil, aku akan menguasai kerajaan ini kan?"
"Tentu saja. Rencana mu untuk menguasai kerajaan ini gagal, setelah Low Light mengkhianati mu. Tapi dengan mengikuti rencana tuan Pierot kau akan dengan cepat menguasai kerajaan ini."
"Aku percaya padamu. Yah berkat kau, aku sudah menguasai kota ini. Bahkan seluruh penduduk di sini sudah berada dalam kendali ku."
"Itu sungguh luar biasa!" Gaztor berteriak. "Sudah ku duga, tidak salah Tuan Pierot memilih mu."
Wilson tersenyum. "Kalau begitu, kita mulai rencana nya?"
"Tentu saja! Itulah gunanya aku membawa Yetezaga."
"Memang nya bisa apa orang ini?"
"Yetezaga angkat dia!"
Orang yang bertopeng badut yang ikut bersama Gaztor mengangguk.
Kemudian ia mendekati wanita yang disebut alat, oleh Gaztor dan Wilson. Orang bertopeng badut bernama Yetezaga memotong tali wanita yang mengikat tangan nya, setelah itu Yatezaga menggendong nya di pundak seperti sebuah barang.
"Wilson kau sudah menyiapkan ruangan nya kan?"
Wilson mengangguk.
Kemudian mereka berjalan ke suatu tempat, yang di mana tempat itu adalah suatu ruangan yang di kelilingi lilin, lalu di tengah lilin itu ada sebuah lingkaran sihir. Yatezaga meletakkan wanita itu di tengah lingkaran, lalu Yatezaga menggunakan sihir yang membuat kedua tangan Yatezaga berubah menjadi rantai.
Rantai dari tangan Yatezaga dengan cepat mengikat kedua tangan wanita yang di bawanya, lalu rantai itu melesat ke dua sisi ujung dinding ruangan yang membuat wanita yang di bawanya merentangkan tangan nya.
Setelah merantai wanita itu, tangan Yatezaga tumbuh kembali seperti semula.
"Yatezaga lakukan!" Gaztor menyuruh.
Yatezaga mengangguk. Yatezaga kemudian menyenyuh kepala wanita yang di bawanya.
Di saat itu, energi yang sangat besar meluap keluar dari tubuh Yatezaga, tapi dengan cepat energi sihir itu di transferkan ke kepala gadis yang di bawanya melalui tangan nya.
"Jika wanita itu bisa menahan energi sihir Yategaza, maka wanita itu akan membangkitkan kekuatan Mashya dan Mashyana." Kata Gaztor menjelaskan ke Wilson.
"Gaztor," Wilson memanggil. "Kau bilang memerlukan dua orang keturunan Mashya dan Mashyana kan? Kenapa kita tidak mengambil Raja dan Putri nya yang sudah membangkitkan kekuatan itu?"
"Pertanyaan yang bagus! Jawaban nya sangat simpel Wilson. Itu karena Raja sudah tidak perjaka lagi! Kekuatan Mashya dan Mashyana akan berada di puncak saat seseorang masih dalam keadaan suci, atau bisa ku sebut masih perawan atau perjaka. Untuk putri nya dia memang masih perawan, tapi raja sudah tidak. Karena itu kita memerlukan putri nya yang lain. Tentu saja putri nya yang masih perawan."
"Kalau begitu putri nya yang lain memenuhi kriteria kan? Semua nya masih perawan."
"Itu memang benar, tapi yang memiliki potensi untuk membangkitkan kekuatan Mashya dan Mashyana hanyalah dia," Gaztor menunjuk wanita yang berada di tengah lingkaran sihir."Lalu Putri nya yang paling muda!"
"Dari tadi aku penasaran, apa maksud mu kekuatan Mashya dan Mashyana itu? Dan siapa mereka berdua?"
"Kau tidak perlu tahu tentang hal itu!"
Saat mereka selesai bercakap-cakap, ledakan energi sihir terjadi di tengah lingkaran sihir. Yatezaga telempar ke arah Gaztor, yang di mana Gaztor langsung menangkap Yatezaga.
"Kerja bagus!" Kata Gaztor kepada Yatezaga yang di campakkan nya ke tanah.
Rantai yang mengikat kedua tangan wanita yang berada di lingkaran sihir, mengikat wanita itu semakin erat. Lalu wanita itu menatap tajam ke arah Gaztor. Mata wanita itu berwarna emas dan bercahaya sangat terang.
"Wa-warna matanya berubah!?" Wilson terkejut.
"Fufufufufuufufufufufuhahahahahahahahaha!" Gaztor tertawa pelan lalu ia tertawa terbahak-bahak dengan mulut yang terbuka lebar. "Itu dia kekuatan Mashya dan Mashyana. Mata yang dapat melihat segala nya! Dengan ini. Masa depan Beliau dan Tuan Pierot akan terjamin. Hahahahahahahahaha!"
Gaztor melihat ke arah Wilson. "Ini," Gaztor memberikan sebuah botol ke pada Wilson. "Suruh mata-mata mu yang ada di istana untuk menyebarkan cairan ini ke semua bahan makanan yang ada di istana, di dalam situ ada Parasit yang bisa kau kendalikan."
Wilson mengambil dengan senyum di wajah nya. "Inilah yang ku cari! Stok cairan parasit ku sudah habis untuk mengendalikan warga kota ini. Tidak sia-sia aku menyuruh mata-mata ku untuk mencuri bahan makanan dari istana selama seminggu ini."
Gaztor terkekeh. "Berkat makanan itu, kau bisa menguasai kota ini hanya dalam waktu semingu ya.... Seperti yang ku duga kau itu hebat! Kalau begitu, aku akan pergi ke tempat tuan Pierot."
Gaztor berjalan mendekati wanita yang terantai di tengah lingkaran sihir, tapi langkah Gaztor terhenti karena energi sihir yang sangat besar muncul dari arah wanita yang berada di lingkaran sihir itu.
Akibat energi sihir itu, terjadi ledakan yang lebih besar dari sebelum nya, hingga membuat Gaztor dan Wilson terlempar hingga terhempas ke dinding.
"Ternyata.... Energi nya.... Belum... Tenang!" Kata Gaztor dengan susah payah karena tubuh nya terluka akibat terhempas ke dinding.