
Ke empat anggota Guild ku sewaktu masih di game dulu datang ke ibukota dengan menggunakan sihir (Gate), sejenis sihir terleportasi yang sebenarnya tidak pernah ada di game dulu. Aku ingin tahu bagaimana caranya mereka mendapatkan sihir itu. Tetapi tidak mungkin aku bisa menanyai mereka hal itu, apalagi mereka adalah musuh ku saat ini.
Aku menduga kalau mereka akan muncul jika aku membunuh Kak Nina, karena jelas sekali kalau mereka memanfaatkan Kak Nina untuk rencana mereka kali ini. Walaupun aku tidak tahu apa yang mereka rencanakan, tetapi setidak nya aku bisa menduga hal itu. Di lihat dari pergerakan mereka yang repot-repot memberikan Kak Nina item pengendali pikiran.
Yang membuat ku bingung sekarang adalah item pengendali pikiran yang sebelum nya di gunakan Kak Nina. Item yang berbentuk seperti sebuah kalung dengan di hiasi liontin berlian berwarna mera Rubi itu kini berubah menjadi item yang dapat memanggil seorang pria misterius sesaat liontin itu berubah menjadi warna merah darah. Semasa di game tidak ada item seperti itu. Nampak nya itu adalah item yang mereka temukan di dunia ini sama seperti sihir (Gate) yang mereka gunakan sebelum nya.
"Tidak mungkin... Tidak mungkin dia masih hidup..."
Saat aku dan kelompok Bruno saling bertukar tatapan sinis, aku mendengar suara serak yang mengungkapkan ketidakpercayaan. "Kau kenal pria itu Amanda?" tanya ku pada Amanda yang barusan bergumam.
Amanda menjawab dengan wajah pucat dengan ekspresi ketakutan, ia seperti melihat hantu yang begitu menyeramkan. Dengan suara bergetar ia menjawab. "Y-Ya.. Pria itu adalah leluhur Vampir dan Vampir terkuat dalam sejarah... Tuan Dracula..."
"Leluhur Vampir... Dan... Vampir terkuat..." Gumam ku sambil melihat pria yang menggendong Kak Nina, ia sama sekali tidak peduli dengan kami, ia berbalik lalu menyerahkan Kak Nina kepada Catulus. Setelah ia menyerahkan Kak Nina kepada Catulus, Catulus langsung pergi ke istana dengan kecepatan tinggi. Setelah melihat Kak Nina di bawa ke tempat yang aman, barulah pria yang di anggap Amanda adalah leluhur para Vampir melihat ke arah kami dengan tatapan tajam. Energi sihir yang begitu kuat langsung terpancar dari nya.
Dari energi sihir nya, julukan Vampir terkuat bukanlah isapan jempol biasa. Energi sihir nya begitu kuat. "Aku tidak menyangka kalau keturunan ku akan melayani mahluk lemah seperti Human... Ini adalah penghinaan!" Kata nya dengan ekspresi marah.
"Kau mengatakan hal seperti itu... Nyata nya kau sendiri juga melayani mereka bukan?" Natasha menjawab leluhur Vampir dengan wajah datar, sama sekali tidak berpengaruh terhadap energi sihir super besar yang di keluarkan oleh leluhur Vampir. Padahal Amanda sendiri sudah pucat saat melihat leluhur Vampir berdiri di hadapan nya, bukan hanya itu saat ia merasakan energi sihir nya, Amanda langsung tidak berdaya, kaki nya gemetaran, untuk berdiri saja ia sudah susah payah.
"Sayang sekali... Dia tidak melayani kami. Kami hanya bekerja sama dengan nya." Jawab Siegurd dengan senyum sinis.
"Kerja sama...?" Tanya Natasha.
"Itu benar. Aku meminjamkan kekuatan ku sebagai bayaran karena telah menghidupkan ku. Dan juga kerja sama ini bukanlah hal yang merugikan bagi ku... Dengan mengikuti rencana mereka, aku bisa membunuh Ras lain dan menghisap darah mereka sesuka ku!" Jawab leluhur Vampir sebelum akhir nya tertawa terbahak-bahak dengan senyum yang sangat menyeramkan di wajah nya. Setelah menyelesaikan tawa nya, ia kemudian berteriak. "keturunan ku sekalian! Aku tahu kalian tidak puas mengikuti manusia lemah itu! Bergabunglah dengan ku! Mari kita kembalikan kejayaan ras Vampir seperti dulu!"
Mendengar hal itu, aku langsung berbisik pada Natasha. "Natasha... Kau membawa bawahan mu yang paling loyal bukan?"
"Ya... Tapi aku tidak yakin mereka akan loyal kepada ku lagi setelah leluhur para Vampir mengajak mereka secara langsung." Jawab Natasha dengan wajah suram, Natasha melihat ke arah Amanda. Wajah nya menunjukkan kalau ia bimbang untuk tetap loyal pada ku. Siapa yang akan ia ikuti? Natasha yang adalah teman nya yang sudah lama bersama nya yang sekarang dia mengikuti ku, atau leluhur Vampir yang saat ini berdiri di hadapan nya.
Amanda nampak bimbang, tetapi itu berbeda jauh dengan para Vampir yang lain nya. Saat ini Natasha membawa bawahan nya, rencana ku adalah ingin menunjukkan eksistensi Vampir ke pada dunia hari ini. Tetapi semua saksi mata yang ada di sini semua nya tidak sadarkan diri, sebenarnya hal ini sudah ada dalam prediksi ku. Aku hanya ingin menunjukkan eksistensi Vampir kepada Kak Blanc dan Selir White saja, tetapi mereka berdua juga tidak sadarkan diri sebelum kalung yang di kenakan Kak Nina memanggil leluhur Vampir... Bisa di katakan rencana ku yang satu ini gagal... Bawahan Vampir yang di bawa Natasha, yang saat ini bersembunyi menunggu perintah lebih lanjut, muncul keluar dari tempat persembunyian mereka. Mereka semua langsung bersujud di hadapan leluhur Vampir. Hanya Natasha dan Amanda saja yang masih berdiri di sisi ku, walaupun Amanda masih ragu ingin mengikuti siapa.
Leluhur Vampir tersenyum melihat para Vampir langsung bersujud di hadapan nya. Aku kemudian melihat Amanda.
"Amanda... Aku tidak memaksa mu. Jika kau ingin pergi ke sana. Silahkan..." Kata ku kepada Amanda.
"Maaf Mira..."
Arisa, dan Natasha yang mendengar permintaan maaf Amanda menunjukkan ekspresi kecewa. Mereka mengira kalau Amanda memilih untuk tidak memihak pada ku, tetapi ekspresi mereka kemudian berubah menjadi terkejut saat mereka mendengarkan perkataan Amanda selanjut nya.
"Aku tidak bisa membuat Vampir yang kami bawa mengikuti mu... Yang mau mengikuti mu sekarang hanyalah para Vampir yang tinggal di Danau Denizi, dan mereka tidak memiliki pengalaman tempur sama sekali... Apakah kau masih mau menerima orang seperti ku, seseorang yang tidak mampu mengendalikan bawahan nya sendiri, sebagai perwakilan dari Ras Vampir?"
"Amanda... Ku kira kau akan mengikuti orang tua itu!" Kata Natasha sembari tersenyum geli terhadap perkataan Amanda.
"Berani sekali kau menyebut leluhur mu sendiri orang tua!" Teriak leluhur Vampir dengan wajah marah.
Dia cepat sekali emosi... Pikir ku.
"Sejujur nya... Aku ingin melawan mu... Aku ingin sekali mengambil julukan mu sebagai Vampir terkuat." Kata Natasha, darah dalam jumlah besar kemudian keluar dari luka dari kedua telapak tangan nya, membentuk sebuah bola yang sangat besar yang melayang di atas kepala nya.
Melihat besar bola yang sangat besar, dan energi sihir yang terpancar keluar dari Natasha membuat leluhur Vampir ketakutan sembari mengeluarkan keringat dingin, padahal ia tertawa mengejek saat Natasha mengatakan ingin melawan nya. Ia berpikir kalau Natsha tidak akan bisa melawan nya.
"Dan untuk kalian yang berkhianat... Jangan pikir aku akan memaafkan kalian... Walaupun kalian adalah saudara sebangsa ku, aku tidak akan memaafkan siapapun yang membahayakan Mira! (Cursed Blood Control!)" atas deklarasi Natasha, semua Vampir yang berkhianat bergetar ketakutan, meminta tolong kepada leluhur mereka.
"Bruno... Kau bilang kalau leluhur Vampir adalah Vampir terkuat..." Gumam Javelin kepada Bruno saat menyakiskan kekuatan Natasha.
Bola darah yang melayang di atas kepala Natasha langsung berubah bentuk menjadi pedang besar, pedang itu menjulang ke atas langit setinggi satu kilometer. Jika itu di ayunkan, tidak salah lagi kalau setengah dari ibu kota akan hancur, pedang itu juga dapat menghancurkan istana yang berjarak beberapa meter dari tempat kami berada sekarang.
"... Apa ini... Bagaimana bisa dia memiliki kekuatan sebesar ini..." Gumam leluhur Vampir dengan ekspresi horor di wajah nya.
"Ngomong-ngomong Human yang dia layani saat ini sama kuat nya dengan keturunan mu itu." Kata Siegurd kepada leluhur Vampir sembari teresenyum geli.
"Untung aku tidak membela mereka..." Kata Amanda menghela nafas lega.
"Ka-Kak Natasha... Tolong tahan diri sedikit..." Arisa memberitahu Natasha dengan wajah ketakutan.
Aku setuju dengan Arisa, tetapi pada titik ini Natasha tidak akan mendengarkan siapapun. Dan untuk mencegah ia menghancurkan kota, aku harus memindahkan dia, leluhur Vampir dan para Vampir yang berkhianat ke tempat lain.
"Arisa... Tolong..."
Saat ini kekuatan ku melemah untuk memindahkan Natasha saja, energi sihir yang cukup besar di perlukan. Jika aku memindahkan nya, tubuh ku tidak akan kuat untuk menerima beban itu. Karena itu aku meminta bantuan Arisa untuk melakukan tugas itu.
Arisa mengangguk, ia kemudian mengaktifkan (Super Magic) nya. Lingkaran sihir besar muncul di bawah kaki Natasha, Leluhur Vampir, dan Vampir yang berkhianat. Leluhur Vampir terkejut dengan kejadian itu, tetapi sebelum ia bisa bereaksi, lingkaran sihir mengaktifkan sihir nya, membuat para Vampir ( kecuali Amanda) menghilang.
Sesaat mereka menghilang, lima puluh kilometer di arah timur, aku mendengar suara ledakan yang sangat keras. Suara ledakan itu di sertai dengan energi sihir Natasha yang meluap-luap tidak terkendali. Sekitar satu menit setelah bunyi ledakan, Natasha kembali muncul di hadapan kami sembari tersenyum lebar di wajah nya. "Aku sudah membereskan sampah yang mengganggu... Dan saat nya aku membereskan sampah yang tersisa." Natasha kemudian mengalihkan pandangan nya kearah Bruno dan yang lain nya.
"Tunggu Natasha, ini bukanlah waktu yang tepat untuk itu." Kata ku menghentikan Natasha, kemudian aku melihat ke arah Bruno. "Bruno... Apakah kau ingin melawan kami sekarang?"
"... Seperti nya kau membaca pikiran ku... Memang benar. Ini bukanlah waktu yang tepat untuk melakukan hal itu... Dan aku yakin kau masih memiliki hal yang harus di lakukan bukan?"
"Ya... Aku masih harus melakukan sesuatu. Tenang saja. Setelah aku menyelesaikan urusan ku, aku akan menemui kalian untuk mengakhiri semua ini."
"Begitu... Kalau begitu, kau harus membawa pasukan yang besar untuk itu... Itu karena aku memiliki pasukan untuk melawan mu."
"Tenang saja... Aku sudah memiliki rencana untuk itu. Dua bulan... Dalam waktu dua bulan, pasukan ku akan siap. Pada saat itu, aku pasti akan menemui kalian."
"Aku akan menunggu mu untuk itu."
Setelah menyelesaikan perpisahan kami. Aku, Natasha, Arisa dan Amanda pergi dari ibu kota dengan menggunakan sihir teleportasi.